MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Ungkapan Hati Max


__ADS_3

Saat ini Rara masih tidak percaya dengan apa yang diungkapkan Mario kepadanya.Bukan perkataan menyukai Rara tapi perkataan kalau Max menyukainya.


Tak bisa dipungkiri kalau Max memang sangat perhatian kepadanya.Selalu mendukungnya di masa sulitnya.Dan selalu ada untuk mendukungnya.Dan untuk pertama kalinya juga dia marah karena aku dekat dengan Satrio.


Dia memang tahu kalau aku masih mencintai Satrio. Jadi selama ini dia juga terus memendam perasaan sukanya pada Rara.Kapan Max bisa menyukainya? Mengapa Max bisa menyukainya?


Begitulah hati Rara bertanya tanya tentang apa yang dirasakan oleh Max.Tak disangka orang yang sedang dipikirkan Rara sudah berada didepan matanya.


"Rara,kamu kenapa?" tanya Max sambil memegang kedua bahu Rara.


"Kakak,bisakah kita bicara sebentar?" tanya Rara sambil menatap wajah Max.


"Iya,kita duduk di kafe saja ya" ucap Max sambil mengajak Rara pergi keluar rumah sakit.


Setelah sampai di kafe...


Max memesan minuman dan mengajak Rara untuk berbicara.


"Kamu sebenarnya kenapa?cerita sama Kakak" ucap Max sambil menggenggam tangan Rara.


Benar..tenyata memang benar ini bukan hanya sekedar rasa sayang sebagai adik.Hangat sikapnya membuat Rara menjadi tersentuh.


"Kakak,Apa Kakak menyayangi aku lebih dari seorang adik?" tanya Rara sambil menatap wajah Max.


"..Apa yang sebenarnya kamu ingin tau?" tanya Max balik.


"Aku tanya sekali lagi,apa Kakak menyayangiku lebih dari seorang adik?" tanya Rara sekali lagi.


"Untuk apa kamu tanya seperti itu." ucap Max sedikit gelisah.


"Kakak?" ucap Rara sambil memelas.


"Iya,Kakak menyayangimu lebih dari sekedar adik." ucap Max dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Rara.


"Itu terjadi sudah sangat lama." ucap Max sambil memalingkan wajahnya.


"Kakak,kenapa Kakak menutupinya?" ucap Rara.


"Kakak tidak mau kamu menjauh dan membenci Kakak.Kakak tau tidak seharusnya Kakak mencintai kamu oleh karena itu Kakak selalu berusaha menganggapmu sebagai Adik dan mendukungmu untuk bersama lelaki lain." ucap Max menundukkan kepalanya.


"Kakak,ini berat buat aku menerima kalau Kakak menyukai Aku sebagai perempuan.Tapi Kakak,aku mencintai Kak Satrio." ucap Rara sambil menggenggam erat tangan Max.


"Kakak mengerti itu semua,oleh karena itu Kakak ingin kamu bahagia walau tidak bersama Kakak" ucap Max.


"Sejak kapan Kakak menyukaiku?" tanya Rara.


"Kakak menyukaimu sejak dulu,sejak pertama kali diselamatkan oleh Ayahmu." ucap Max.

__ADS_1


"Bukannya Kakak mencintai Kakakku?" tanya Rara bingung.


"Kakak mencintaiku dari dulu dan tidak berubah.Ayah tidak mengizinkanku untuk menunggumu tumbuh dewasa.Jadi Ayahmu menyuruh Kakak untuk menikah dengan Kakakmu.Sedangkan Kakakmu memang sudah tidak mempunyai harapan untuk hidup.Kakak merasa bersalah pada Kakakmu.Ayahmu sengaja menutupi semuanya karena tak ingin Kakakmu tahu.Akan tetapi Kakakmu mengetahuinya saat Ayahmu sedang menasehati Kakak.Dia kecewa pada Ayahmu dan langsung mengalami serangan jantung." cerita Max.


"Jadi selama ini Kakak memendam perasaan padaku dan Kakakku menjadi tumbalnya?Kak Max sangat jahat.Kakak membuat aku menjadi penyebab kekacauan hidup keluargaku." ucap Rara sambil pergi meninggalkan Max.


Max menghentikan Rara dengan memeluknya dari belakang.


"Kakak benar-benar sangat mencintaimu Ra" ucap Max lirih.


"Aku sedih Kak,tolong biarkan aku sendiri" ucap Rara sambil melepaskan tangan Max yang sedang memeluknya.


Max melepaskan pelukannya dan membiarkan Rara pergi meninggalkannya.Max melihat Rara yang sedang menangis sambil berjalan menuju rumah sakit.


Sulit ku percaya kenyataan ini.Ternyata semua orang punya rahasia masing masing.Lalu siapa yang bisa ku percaya saat ini.Rara terus memikirkan apa yang harus dilakukannya sekarang.


Rara masuk ke kamar Mario,dan melihat Mario sudah bersiap siap bersama beberapa orang seperti pengawal.


"Bos,mau kemana?" tanya Rara bingung karena semua orang sangat sibuk.


"Hari ini kita mau berangkat ke Negara X.Satrio akan dipindahkan kesana dan kamu harus ikut" ucap Mario.


"Kenapa aku harus ikut,bukankah aku sudah mengatakan kalau aku mengundurkan diri?" tanya Rara.


"Hmmm,kamu tidak mau Satrio selamat?" ucap Mario.


"Iya pastinya.Aku mau Satrio selamat" ucap Rara.


"Kenapa?" tanya Rara.


"Aku tidak suka dengannya.Dia menyayangimu dan aku ingin kamu menjauh darinya" ucap Mario.


"Tapi,aku mencintai Satrio dan bukan kamu juga" ucap Rara.


"Aku mengerti,tapi bukankah kamu juga tidak bisa bersamanya karena adikku?" ucap Mario.


"aku tau.Sudahlah lebih baik aku bersama Max saja daripada berhubungan dengan kalian semua" ucap Rara sambil mengambil tas-nya.


"Ucapkan selamat tinggal pada Max kesayanganmu itu" ucap Mario meminta pengawal membawa Rara.


"Hei,apa yang kalian lakukan" ucap Rara sambil berontak.


"Aku akan membiarkanmu bertemu dengan Max di suatu tempat" ucap Mario meminta pengawalnya untuk membius Rara.


Rara akhirnya lemas dan tak sadarkan diri dan Mario membawanya pergi.


***


Akhirnya Mario dan Rara berada disuatu tempat seperti gudang.Rara sedikit siuman dengan badannya terikat disebuah kursi.Samar samar dia melihat seseorang juga sedang duduk didepannya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Rara akhirnya bisa mengenali orang itu.Dia ternyata Max yang sedang duduk dengan tubuh terikat.Max masih tidak sadarkan diri.


"Kak Max" panggil Rara.


Max masih belum sadarkan diri."Kak Max bangunlah" panggil Rara dengan cukup keras.


Max akhirnya tersadar dan membuka matanya.


"Rara...apa itu kamu?" tanya Max sambil membuka matanya perlahan.


"Iya ini aku Kak," ucap Rara dengan sedikit bahagia.


"Kenapa tubuhku terikat,siapa yang menculik kita" ucap Max sambil berusaha melepaskan tali yang mengikat tubuhnya.


"Aahhh...hahahaha kalian sudah sadar baguslah" ucap suara seseorang yang terdengar seperti Mario.


"Bos,lepaskan kita bos" ucap Rara sambil menangis.


"Pasti akan kulepaskan.Ternyata kamu mudah sekali ya terenyuh dengan keadaan seseorang dan kamu terjebak didalamnya." ucap Mario sambil didorong menggunakan kursi roda.


"Hai Max,aku tau kamu bukan Kakak Rara.Aku tau kamu mencintai Rara dan kini aku akan membiarkan kamu mengucapkan selamat tinggal pada Rara karena dia akan aku bawa pergi dan menikah denganku.Hahahha" ucap Mario sambil tertawa puas.


"Kamu mau bawa Rara kemana?" tanya Max panik.


"Aku akan membawa Rara pergi dan menikah denganku.Dan kamu tak akan melihatnya untuk selamanya." ucap Mario sambil membuka ikatan Rara.


"Aku tak mau ikut dan menikah denganmu" ucap Rara sambil berteriak.


"Siapa yang menyuruhmu memilih" ucap Mario sambil menarik tangan Rara yang sedang ingin membuka tali Max.


"Hai Max,ucapkan selamat tinggal pada Rara" ucap Mario sambil memperlihatkan wajah Rara kepada Max.


"Rara,kamu pergi saja selamatkan diri kamu dari dia" ucap Max.


"Aku tidak akan meninggalkan Kakak.Kita harus pergi bersama" ucap Rara sambil menangis.


"Sangat mengharukan.Padahal kalian bukan pasangan kekasih.Tapi pemandangan ini sungguh menggelikan.Max,sampai jumpa.Rara ucapkan perpisahan pada Max" ucap Mario sambil pergi meninggalkan Max dan membawa Rara bersamanya.


"Kak Max,jaga dirimu.Aku mungkin akan baik baik saja bersama Bos" ucap Rara sambil pergi meninggalkan Max.


***


Setelah pergi cukup jauh,Mario membiarkan Rara berjalan sendiri.


"Kamu tahu tidak,Aku berbuat seperti ini demi kebaikanmu sendiri.Adikku takkan membiarkan orang terdekatmu itu hidup tenang."ucap Mario sambil memegang tangan Rara.


"Kamu kenapa memaksaku?Kan aku bisa pergi dengan Max saja" ucap Rara.


"Sani tidak akan mengincarmu saja tapi orang sekitarmu.Kamu harus bekerja sama denganku dan kamu akan membuat Max dan yang lainnya baik-baik saja" ucap Mario sambil menaiki pesawat pribadi.

__ADS_1


Rara akhirnya mengikuti Mario menaiki pesawat dan pergi ke Negara X bersamanya.Rara tak ingin menyakiti siapa siapa lagi.Dia akhirnya menerima permintaan Mario untuk mengikutinya.


__ADS_2