MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Kembali normal


__ADS_3

Berhari-hari Satrio dan Eki membantu Rara dan Max mempersiapkan acara doa di rumah Rara. Rara sangat berterima kasih kepada Eki dan Satrio.


"Kak Eki,Kak Max,Kak Satrio aku mau mengucapkan terima kasih karena kalian sudah membantu aku selama ini tanpa pamrih" ucap Rara.


"Kamu jangan seperti itu,kita ikhlas membantu kamu" ucap Eki.


"Iya Rara,kamu jangan sungkan. Anggap kami kakakmu saja" ucap Satrio.


"Kakak akan selalu menjaga kamu Ra,karena cuma kita berdua saat ini." ucap Max sambil merangkul pundak Rara.


"Terima kasih semua,mulai saat ini aku akan memulai hidup baru." ucap Rara dengan senyuman kecil yang tersungging di bibir kecilnya.


"Bagus,apa yang kamu lakukan sudah benar.Semangat ya" ucap Eki dengan senyuman manisnya.


"Sepertinya Kakak tidak bisa menemanimu saat ini,karena sudah terlalu lama kakak tidak bekerja" ucap Satrio dengan sedikit kekecewaan didalam dirinya.


"tidak apa Kak,mulai saat ini Kak Iyo tidak usah menjengukku lagi karena nanti Sani akan datang dan mengacaukan lagi." ucap Rara dengan bijak.


"Kamu marah ya sama Kakak?" tanya Satrio dengan nada sedih.


"Tidak Kak,Aku hanya ingin hidup tenang bersama Kak Max" ucap Rara sambil memegang tangan Max.


"Eki,maafkan Kakak juga ya waktu dulu Kakak keras sama kamu." ucap Max sedikit menyesal.


"Tidak apa Kak,aku mengerti kekhawatiranmu" ucap Eki sambil berjabat tangan pada Max.


Mereka bertiga sangat akur dan tidak ada lagi saling bentrok.Satrio dan Eki pamit karena mereka akan melakukan aktifitas yang sudah mereka tinggalkan sebelumnya.


***


Setelah Satrio dan Eki pamit pulang,Rara dan Max berbincang bincang.


"Jadi sekarang rencana kamu bagaimana?" tanya Max.


"Kak Max,bisa tidak kita pergi dari kota A ini?aku masih trauma dengan apa yang terjadi dalam hidupku sekarang." ucap Rara sambil menarik tangan Max memohon untuk pindah.


"Kamu mau tinggal bersama Orangtua Kakak di luar negeri?" tanya Max.


"Aku mau Kak,aku tak akan merepotkan Kak. Aku akan bekerja sambilan disana untuk biaya hidup aku" ucap Rara.


" Kamu tak usah seperti itu,Kakak sudah berjanji akan menjagamu. Jangan sedih" ucap Max menghibur Rara.


"Terima kasih Kak" ucap Rara sambil memeluk Max.


***


Keesokan harinya Rara dan Max melakukan packing pakaiannya.Rumah yang ditempati Rara disewakan supaya ada yang mengurusnya.Barang barang yang penting sudah di packing dan di kirimkan lewat paket.

__ADS_1


Rara tidak memberitahu Eki dan Satrio karena takut Rara menjadi sedih karena harus meninggalkan orang yang dia sayang.


Rara dan Max akhirnya meninggalkan Kota A dengan membawa semua kenangan pahit didalamnya. Perasaannya masih saja tertinggal di Negara Ini.


Sesampainya di Kediaman Max..


Rumah keluarga Max begitu besar seperti kastil. Ternyata Max adalah anak seorang menteri di negara Y.


Negara Y terkenal karena tempatnya indah dan damai. Tidak ada baku hantam antar penduduk dan menjadi negara yang tidak banyak polusi udara.


Rara belajar menggunakan bahasa asing untuk bekerja di negara Y. Setelah sedikit menguasai bahasa asing Rara memberanikan diri untuk bekerja sambilan.


Rara menjalani hidup barunya dan berusaha untuk bekerja terlebih dahulu baru dia akan melanjutkan sekolahnya.


Dia bekerja di supermarket di bagian gudang.Dia mengepak berbagai barang yang datang. Rara berharap hidupnya akan menjadi lebih baik.


Setiap harinya Rara bekerja sangat giat. Pada siang harinya dia bekerja dan pada malam harinya dia belajar.


Max selalu mendukung apa yang Rara inginkan. Rara sangat berterima kasih kepada Max karena keluarganya mau menerimanya dengan sangat baik.


Di rumah Max..


"Rara,how is you feeling now?" tanya Ibu Max. (Bagaimana perasaanmu sekarang)


"Better Mom,now i'm a new person (Lebih baik bu,sekarang aku menjadi orang yang baru)" ucap Rara sambil tersenyum manis.


"Thank you so much" ucap Rara sambil memeluk Ibu Max.


"Rara,Please love my child with all your heart (Rara,tolong sayangi anakku dengan sepenuh hati)" ucap Ibu Rara sambil mengusap lembut rambut Rara.


"I will" ucap Rara masih memeluk Ibu Max karena mengingatkannya pada mendiang Ibunya.


Rara sangat bahagia sekarang karena mendapatkan hidup baru.Sekarang Rara memiliki teman seperjuangan.Dia berasal dari negeri yang sama dengan Rara tapi berbeda kota.


"Ra,kamu sekarang sudah betah ya di negeri Y" tanya Kinan teman baru Rara.


"Iya Kin,aku harus menjalankan hidupku dengan baik" ucap Rara sambil menempelkan barcode kedalam barang dagangan.


"kamu sama Max dekat sekali,dia pacar kamu?" tanya Kinan.


"Hmm,aku bukan pacarnya dia itu Kakak iparku" ucap Rara.


"Katanya kamu tidak punya keluarga jadi kakak ipar bagaimana ceritanya?" tanya Kinan heran.


"Kakak aku menikah dengan Kak Max,tapi dia sudah meninggal sehari setelah hari pernikahannya" cerita Rara.


"Maaf ya,aku tidak tau kakakmu.." ucap Kinan dengan merasa tidak enak hati.

__ADS_1


"tak apa,aku sudah kuat sekarang jika harus membahas semua ini.Kinan apakah kamu rindu dengan keluargamu?" tanya Rara.


"Aku tak merindukan mereka,karena yang mereka rindukan hanya uangku saja" ucap Kinan sambil memasukan barang yang sudah di barcode kedalam troli.


"eh udah jam pulang nih ayo kita selesaikan segera" ucap Rara sambil membawa troli barang yang sudah diberi barcode.


Jam pulang kerja pun datang..


Seperti biasa Max datang menjemput Rara.Max tidak bekerja di rumah sakit lagi dan membuka praktek di tempat dekat supermarket tempat Rara kerja. Seperti biasa Rara sudah menunggu didepan parkiran supermarket.


"Hai,sudah selesai?" tanya Max sambil berjalan kearah Rara.


"iya Kak" ucap Rara sambil tersenyum manis kepada Max.


"hmmm,sini" ucap Max sambil mengeluarkan syal yang ada didalam tasnya. Max memasangkan syal tersebut ke leher Rara.


"Eh Kakak..." ucap Rara terkejut dengan perlakuan Max yang begitu perhatian terhadapnya.


"Kemarin kakak sudah memberitahumu kalau bulan ini masuk musim gugur" ucap Max sambil mengajak Rara untuk segera masuk kedalam mobilnya.


Ya,hari ini Angin berhembus dengan kencang.Daun pohon maple kini mulai berubah warna.Rara hanya menggunakan rok mini merasa kini saat berada diluar lama-lama menjadi dingin.


Setelah didalam mobil Rara diberi segelas kopi latte hangat yang baru dibeli Max sebelum menjemput Rara tadi.


"Ra,disitu ada Latte hangat.Ayo minum segera untuk menghangatkan tubuhmu saat ini" ucap Max sambil menunjukkan kopi itu dimana.


"wah,makasih banyak Kak" ucap Rara dengan senyum lebarnya dan langsung meminum kopinya.


"Bagus,Kakak ingin kamu selalu tersenyum seperti itu Ra.Jangan ada airmata lagi yang menetes dipipimu" ucap Max sambil mengusap kepalanya Rara.


"Semoga Kak,itu yang aku harapkan" ucap Rara sambil terus meminum kopinya.


Max memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba.Kopi yang sedang diminum Rara tumpah ke bajunya Rara.


Wajah Rara menjadi basah karena tumpahan kopi.


"yaaaahh...Kakak..gimana sih kopinya jadi tumpah tuh ke baju aku" ucap Rara manja.


"maaf ya" ucap Max sambil lihat wajah Rara yang basah terkena tumpahan kopi.


Max tertawa kecil dan langsung mengambilkan tisu untuk mengelap wajah Rara.Max mengelap wajah Rara dengan hati-hati dan lembut.


Rara merasakan ada getaran yang aneh di jantungnya. Mengapa saat Max menyentuh wajahnya jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya.


Wajah Max memanglah sangat tampan.Pesona yang Max pancarkan selalu menyilaukan mata seorang perempuan.


Max yang sedang mengelap wajah Rara pun melihat wajah Rara menjadi memerah. Dia melihat Rara sekarang sudah menjadi perempuan yang cantik.

__ADS_1


__ADS_2