MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Perasaan membingungkan


__ADS_3

keesokan harinya,


Eki menjemput Rara untuk pergi ke sekolah bersama.


Rara segera memakai sepatu dan berangkat sekolah bersama Eki.


"ayang,minggu ini keluargaku liburan,jadi minggu ini kita gak ketemu" ucap Rara.


"iya sayang.hati hati ya nanti berangkatnya.oh iya ujiannya gimana?"tanya Eki.


"biasa aja kak,namanya juga ujian." ucap Rara.


"kan kamu emang pintar,jadi semuanya gak akan sulit" ucap Eki.


"aku cuma rajin baca aja kak" ucap Rara.


.


.


sebenarnya didalam hati Rara saat ini,getaran yang dulu selalu ada ketika dekat dengan Eki perlahan menghilang.


Rara merasa rasa sukanya kepada Eki sudah tak lagi seperti dulu.


dan kini Rara tau sifat Eki yang sebenarnya.


.


.


Rara sedang memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk membalas perbuatan Eki kepadanya.


.


.


Didalam kelas Rara sibuk mengerjakan ujiannya,sedangkan Vita hanya bisa bermalas malasan menghadapi ujian.


Vita bermaksud ingin menyontek kepada Rara,tapi Rara tidak mendengar panggilan Vita dan langsung mrmberikan hasil jawabannya kepada pengawas.


.


.


Hari ini hanya ada satu mata pelajaran.membuat Rara cepat untuk pulang ke rumah. Eki sudah menunggu di lorong kelas Rara. Rara keluar membawa tasnya dan hendak pulang ke rumahnya.


.


.


"cepat sekali kamu selesai sayang?" tanya Eki.


" aku asal asalan mengerjakan,karena pelajaran ini sangat aku benci" ucap Rara.


"ayo,hari ini kan hari terakhir ujian. kita akan pergi merayakannya diluar" ucap Eki.


.


.


" baiklah,aku akan ikut. tapi aku gak bisa pulang petang kak,soalnya kak Max mengajakku untuk pergi ke tempatnya bekerja." ucap Rara.


"hmmmm (sambil menghela nafas) kakak akan biarkan kamu bersama Kak Max mu itu" ucap Eki.


.


.


Di perjalanan,


Eki terus memegang tangan Rara seolah olah takut kehilangan Rara. Apa yang sebenarnya ada didalam pikiran Eki,Rara sungguh tak dapat menebaknya.


apkah Eki benar benar menyukainya ataukah dia hanya tak ingin pacarnya bergandengan tangan dengan yang lain.


.


.

__ADS_1


"sayang kita ketempat ini ya,disini pemandangannya bagus" ucap Eki sambil berhenti disuatu kafe.


"kafe apa ini?" tanya Rara.


" namanya kafe Rusty,sepertinya pemilik kafenya bernama Rasti" ucap Eki.


" yah sok tau" ucap Rara meremehkan.


"udah ah jangan ngebahas soal nama kafe,kita makan aja" ucap Eki.


.


.


Eki sudah memesankan makanan yang dipilih Rara tadi. dan tak lama kemudian makanannya sampai.


"mari makan sayang" ucap Eki sambil mengambilkan makanan untuk Rara.


"ayo sayang kita makan.nih cobain deh" ucap Rara sambil menyuapi Eki dengan makanan di piringnya.


Rara dan Eki saling suap suapan. mereka bercanda dan saling goda. Eki tertawa lepas seolah kemarin tidak terjadi apa apa.Padahal Rara masih ingat rasa sakit hatinya.


.


.


Eki terus memandangi wajah Rara,memandangnya dengan penuh perasaan. Eki menganggap hari ini Rara terlihat begitu cantik mengalahkan kecantikan Amanda. Rara terlihat lebih energik daripada Amanda. dan Rara terlihat begitu ceria dibandingkan dengan Amanda.


.


.


Eki terkejut,mengapa hari ini Rara terlihat lebih unggul dibandingkan dengan Amanda. padahal dia bintang di kampusnya. Amanda lebih bersahaja dan feminin. Tapi Rara lebih bisa membuat dirinya nyaman.


.


.


Sedangkan Rara terus memikirkan cara untuk membuat Eki menjadi jatuh cinta kepadanya. Rara tidak ingin menyerah sekarang,bahkan ini belum sebulan pun.


.


.


"aku simpan karena itu dari kamu sayang.aku gak mau benda itu rusak ataupun mati.karena aku gak mau cinta ini juga mati" ucap Rara sambil bermanja manja kepada Eki.


.


.


"kamu ya bisa aja,emangnya kamu mau pergi kemana minggu ini?" tanya Eki.


"aku mau pergi ke pulau C" ucap Rara.


" wah asyik dong,kamu disana jangan nakal ya. jangan cari bule,satu bule saja disini udah buat aku pusing apalagi ditambah bule lainnya" ucap Eki.


.


.


"sayang,kalau kamu suka aku dari apanya?" tanya Rara.


"suka semuanya,kenapa tanya gitu?"tanya Eki balik.


"kalau aku seperti dulu lagi yang kucel kumel kakak masih suka gak?" tanya Rara.


"ehhmmm...ehmmmm,...iya" ucap Eki dengan banyak berpikir.


.


.ternyata dia tidak menyukaiku apa adanya.dia hanya melihat penampilan luarku saja yang seperti ini.pada saat aku masih biasa biasa saja dia bahkan tidak mengenaliku,padahal aku setiap hari berada didalam pandangannya. gumam Rara didalam hatinya yang sedang kecewa.


.


.


Rara diantarkan oleh Eki ketempat Max berada sekarang. Sebuah rumah sakit ternama di kota A. Max adalah seorang dokter spesialis jantung.dia menjadi spesialis jantung karena kakakku.

__ADS_1


"hai kak Max,sekarang kakak bekerja di kota A?buat menemani aku ya" ucap Rara.


"hmmm geer kamu,kakak bekerja di kota A karena ingin menerima kenyataan kalau kakak itu seorang dokter dan tidak boleh menyerah" ucap Max.


"iya,kan aku sudah bilang kakak harus move on. dokter adalah pekerjaan yang mulia.oh iya nanti setelah selesai sekolah,kamu sudah memikirkan mau kuliah jurusan apa?" tanya Max.


.


"aku mau jadi dokter juga.tapi kayaknya gak mungkin,orangtuaku sudah tua dan takkan mampu membiayai sekolah yang mahal." ucap Rara.


"kan kakak bisa bantu kamu capai cita cita kamu. kamu harus jadi dokter juga." ucap Max.


"aku mau sekolah bagian kesehatan masyarakat aja. jadi tak perlu menjadi dokter tapi masih bisa menyelamatkan manusia. dan memberikan penyuluhan" ucap Rara.


"pikirkan baik baik,apa yang kamu inginkan" ucap Max.


"kakak,perawat yang bantu kakak cantik cantik" ucap Rara.


"tak secantik kamu dan kakak kamu" ucap Max.


"hmmm kakak paling best deh" ucap Rara sambil memeluk Max.


Max akhirnya selesai bekerja,dia mengajak Rara untuk pergi ke suatu tempat. ternyata ke tempat pemakaman kakak Rara.


.


.


Rara terharu melihat kak Max masih mengunjungi makam kakaknya ini.


"beruntung ya kakak,punya kak Max yang menyayangi kakak sampai saat ini.kakak disana baik baik saja kan?aku harap kakak tenang di alam sana. dan biarkan kak Max menemukan pasangan hidup lagi" ucap Rara berkata pada nisan kakaknya.


"Riri,adikmu berbicara ngawur. aku tak berniat mencari pasangan lain.aku ingin kamu jadi satu satunya." ucap Max.


"jangan seperti itu kak,nanti kak Riri akan sedih" ucap Rara.


.


.


"kamu masih terlalu kecil untuk mengerti" ucap Max.


setelah selesai mengunjungi makam kakaknya,Rara dan Max makan disebuah restoran.


"kamu mau makan apa Ra?" ucap Max.


"aku gak tau,apa yang kakak pesan aja" ucap Rara pasrah.


"hmmm,ya sudah kakak pesankan saja" ucap Max sambil memanggil waiter untuk memesan makanan.


.


.


sambil makan mereka berbincang bincang


"kamu gimana sama pacar kamu?" tanya Max.


"Eki?ah begitu saja kak,aku sekarang rasanya ingin menyerah saja.dia sepertinya menjadikanku sebagai alat saja." ucap Rara.


"kenapa bisa begitu?" tanya Max bingung.


"saat dia lihat kakak mencium kening aku,dia marah. tapi pas siang harinya aku lihat dia mencium Amanda,mantan kekasihnya"ucap Rara.


"apa?dia mencium gadis lain?kenapa kamu gak marah?" ucap Max.


"santai kak,aku kan bukan cinta seperti orang dewasa. aku menyukainya dan cuma itu alasanku." ucap Rara.


"kamu pasti sangat sedih (sambil mengusap kepala Rara) saat itu kamu menangis tidak?" ucap Max.


"menangis,di bahu kak Satrio" ucap Rara.


"kok bisa ada dia?" tanya Max.


"iya dia mengajakku untuk makan malam keluarga. kakak kan ikut juga" ucap Rara.


"kenapa Satrio selalu ada buat kamu dan Eki ada hanya untuk membuat kamu bersedih. ah dasar percintaan anak remaja membuatku pusing" ucap Max.

__ADS_1


"kak Max,janji ya harus selalu baik sama aku" ucap Rara.


"iya" ucap Max sambil melanjutkan makan.


__ADS_2