
Hari ini adalah hari terakhir Rara dan Eki bisa berangkat sekolah bersama. karena besok sudah mulai masuk hari tenang.
.
.
semua murid mulai membersihkan kelas mereka karena akan dilaksanakan ujian sekolah. Tertawa,canda,ada yang bersin karena tak kuat debu,ada yang sibuk pacaran didalam kelas,ada yang cuma nongkrong diatas kelas.
semua perasaan campur aduk,Rara dan teman teman yang lain pun ingin segera libur sekolah.
.
.
setelah selesai dan kelas menjadi bersih,semua murid pulang kerumah masing masing. Rara tidak melihat kak Eki dikelasnya. Rara berpikir kalau Eki sudah pulang kerumahnya. Rara berniat untuk pergi ke perpustakaan umum daerah.
.
.
Pada saat keluar dari gerbang sekolah,Rara melihat motornya Eki masih terparkir di parkiran sekolah. akan tetapi pemiliknya tidak ada. Rara terus berjalan menuju angkutan umum didepan sekolah.
.
.
disudut taman dekat sekolah,Rara melihat Eki sedang berdiri didekat pohon. akan tetapi dia melihat Eki seperti sedang memeluk seseorang.
Dengan hati sedikit was was,Rara bersembunyi dan ingin memastikan apakah itu benar-benar Eki atau bukan.
.
.
tak lama berselang,kedua orang itu datang menghampiri motor yang masih terparkir. Rara benar benar terkejut,karena ternyata memang benar itu Eki dan sedang menggandeng tangan Amanda.
.
.
seketika hati Rara hancur dan tak bisa berkata apa apa. Rara melihat Eki dan Amansa pergi berdua di motor.Amanda memeluk Eki dari belakang dengan mesranya.
.
.
Rara syok berat melihat kekasihnya berdua dengan mantannya dengan mesranya.Air matanya sudah memenuhi pelupuk matanya. Rara mencoba untuk tegar dan mencoba berpikiran jernih dahulu.
Rara masih saja melamun memikirkan apa yang terjadi tadi didepan matanya.
.
.
Rara melanjutkan langkahnya menuju perpustakaan umum daerah hanya untuk menenangkan perasaannya.
Rara berpura pura melihat lihat dan memilih buku yang akan dibacanya. tiba tiba dia menabrak seseorang,Rara menunduk meminta maaf kepada orang yang ditabraknya.
"maaf pak,tidak sengaja" ucap Rara.
"kamu kenapa?"ucap yang ditabrak Rara.
Rara sebenarnya tidak ingin melihat wajah orang yang ditabraknya. tapi apa boleh buat dia harus meminta maaf dengan tulus.
.
.
pada saat kepalanya melihat wajah orang itu ternyata Satrio. ingin rasanya Rara menumpahkan isi hatinya sekarang kepada Satrio. tapi Rara tidak bisa menceritakannya karena dia terlalu malu untuk menceritakannya.
.
.
__ADS_1
"eh kak Iyo,maaf ya aku gak sengaja" ucap Rara berusaha untuk tersenyum walau berat.
"kamu lagi cari buku apa?nanti kakak ambilkan" ucap Satrio.
"hmmm,aku kayaknya cuma pengen nyari buku tentang sastra aja deh." ucap Rara asal bicara saja.
"hmmmm kamu suka sastra,keren" ucap Satrio dengan bangga mendengarnya.
"ah bukan gitu,cuma pengen belajar aja,kayaknya gak jadi aja.pengen belajar membuat jenis jenis puisi" ucap Rara yang cuma sekedar basa basi.
"kakak punya referensi buku sastra bagus" ucap Satrio.
"hmmm gimana kakak aja" ucap Rara tidak bisa menghindar lagi.
.
Satrio mengambil sebuah buku tentang sastra. sebenarnya Rara tidak ingin membaca karena suasana hatinya sddang sedih. Satrio membacakan sebuah puisi dengan suara pelan.
.
.
"Ra,kamu mau makan gak sekarang?kakak lapar nih,,makan yu" ajak Satrio.
"oh,ya sudah ayo." ucap Rara.
.
.
lalu Satrio mengajak Rara makan di restoran cepat saji. sedangkan Rara hanya duduk manis saja pasrah dengan apa yang dibeli oleh Satrio.
.
.
"kak,,,kak Iyo pernah patah hati gak?" tanya Rara.
"sering lah.kenapa tanya gitu?kamu lagi sakit hati ya" tanya Satrio sambil menatap wajah Rara yang sedikit muram.
tapi aku juga sebenarnya tahu kalau kak Eki masih sayang sama kak Amanda." cerita Rara.
.
.
"yah,kan kakak sudah bilang jangan sama Eki. tapi kamu tetep sama Eki" ucap Satrio.
"hmmm kakak bikin aku jadi tambah drop." ucap Rara mengeluh.
"hmmmm malaikat pelindungmu sudah datang nih,ayo buat permintaan" ucap Satrio sambil merentangkan tangannya.
.
.
"kakak bukan malaikat pelindung,tapi ibu peri. hahahahaha" ucap Rara tertawa sampai memukul meja dengan lembut.
"yaaah,kakak jadi minceu dong kalau jadi ibu peri. kakak jadi pangeran aja deh" ucap Satrio dengan bergaya sok ganteng.
"kakak keren,tapi bukan pangeran buat aku" ucap Rara sambil mengacungkan jempol.
.
.
"yaaa,udah ganteng gini harus dipuji dong" ucap Satrio sambil membetulkan rambutnya.
"kak,kenapa kakak datangnya terlambat sih" tanya Rara.
"hmmmm habis Tuhan baru mempertemukan kita lagi sekarang" ucap Satrio sambil menyuapkan makanan kepada Rara.
Rara terharu karena sikap Satrio sangat baik hati. Rara sebenarnya menyukai Satrio,akan tetapi dia juga masih menyukai Eki.
__ADS_1
.
.
"kak Iyo,kita jalan jalan yu." ucap Rara sambil beranjak dari kursinya dan menarik tangan Satrio untuk keluar.
"kamu mau kemana Ra?" tanya Satrio.
.
.
"kakak ikut aja ya" ucap Rara.
.
.
tak lama kemudian mereka sampai ditempat main game. Rara bersemangat sekali karena dia sudah lama tidak mempunyai lawan main.
Pada awalnya Rara mengajak main lempar bola untuk mendapatkan tiket yang banyak,lalu mereka main game perang dan setelah lelah mereka masuk kedalam bilik karaoke.
.
.
Rara dan Satrio benar benar menikmati semua permainan dan mereka bernyanyi dengan suara yang fals tapi tetap menyenangkan hati. mereka bisa tertawa bersama tanpa ada beban di hati.
.
.
pada saat akan meninggalkan tempat game,Rara melihat Eki sedang berjalan bergandengan tangan dengan Amanda. sesekali Eki mengusap rambut panjang Amanda. begitu perhatian membuat semua orang disekitarnya menjadi iri.
.
.
"kalau kamu gak suka melihatnya,jangan dilihat. kakak akan antar kamu pulang ya" ucap Satrio sambil menarik tangan Rara untuk meninggalkan tempat ini.
"kak Iyo,maaf ya aku menjadikanmu tempat pelarian rasa sakit hati ini.padahal kamu gak,eh maksudnya gak boleh sakit hati juga karena aku." ucap Rara.
.
.
lalu mereka sampai dirumah Rara.
Rara dan Satrio belum keluar dari dalam mobilnya Satrio. mereka berbicara sebentar didalam mobil karena jika diluar takut ketahuan oleh orangtua nya Rara.
.
.
"Ra,kalau kamu mau nangis,nangis aja. bahu kakak selalu ada buat kamu. kamu jangan menunjukkan rasa sedihmu didepan orangtua kamu,soalnya takut mereka salah paham sama kakak. nanti disangkanya kakak yang udah membuat putri cantiknya sedih." ucap Satrio mencoba menghibur Rara.
.
"makasih ya kak,aku akan kuat sekarang. hiks..hiks" ucap Rara yang tanpa terasa sudah menangis dan airmatanya sudah mengalir dengan derasnya.
Satrio mengusap punggungnya Rara yang menangis di bahunya. dia menjadi tidak tega melihat Rara menangisi lelaki. tapi begitulah hidup,akan selalu ada yang berkorban untuk cintanya. begitu juga Satrio,harus berkorban melihat perempuan yang dia suka,menangisi lelaki lain.
Rara begitu tersentuh karena Satrio sangat baik terhadapnya. Satrio mengelap airmata yang membasahi pipi Rara. "kamu harus kuat mulai sekarang.kamu harus bisa bangkit dan mencoba melawan rasa kecewa kamu dengan sebuah keyakinan kuat bahwa kamu bisa." ucap Satrio memberikan semangat kepada Rara.
.
.
entah mengapa saat Satrio menghapus airmata di pipinya,Rara merasakan getaran yang sangat hebat. tangan hangatnya mendebarkan jantungnya. dia merasa Satrio benar benar sangat tampan dan keren. Mata Rara tidak bisa melepaskan pandangannya. wajah Satrio sudah membuat hati Rara berdebar. bibirnya yang merah dan lesung pipi yang terlihat di wajahnya yang rupawan. Rara tak habis pikir,mengapa dia melewatkan orang yang begitu tampan ini. mengapa dia harus menerima Eki? memang wajah Eki pun tak kalah tampan dengan Satrio.
.
.
__ADS_1
Rara memegang tangan Satrio yang sedang memegang pipinya. tangan Satrio yang hangat mengusap pipinya Rara dengan lembut. Perasaan aneh yang terus menjalar ditubuhnya Rara pun sudah tak terbendung.