MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Setelah Ujian


__ADS_3

Tak terasa sudah seminggu Rara libur sekolah,dan hari ini dia sudah kembali bersekolah seperti biasa.


kakak kelas sudah banyak yang tidak masuk sekolah.


.


.


Hari ini Eki datang menjemput Rara kerumahnya. Pada saat Rara keluar ternyata Eki yang datang menjemputnya.


"halo sayang,udah lama ya kita gak ketemu" ucap Eki dengan menebarkan senyuman manis.


"oh ada kakak,kenapa kakak jemput aku?" tanya Rara dengan ketus.


"Kamu kenapa sayang,jutek amat sama aku?" tanya Eki heran dengan sikapnya Rara.


.


.


"ada apa nih rame rame?" tanya Max sambil keluar rumah.


" maaf saya Eki,anda siapa ya?" tanya Eki.


"apa yang kamu harapkan?" ucap Max.


.


.


"kakak mau jemput aku ya,tapi maaf hari ini aku diantar sama kak Max" ucap Rara.


.


.


"oh,baiklah kalau begitu. sampai ketemu di sekolah ya sayang." ucap Eki berusaha menutupi rasa kecewanya.


.


.


setelah Eki pergi,Rara dan Max segera berangkat sekolah.


"itu yang udah buat kamu nangis,harusnya kamu gak berbuat baik padanya."ucap Max.


"aku harus menyelesaikan hatiku dulu kak,baru bisa memutuskan rasa sukaku pada kak Eki." ucap Rara.


"ah anak kecil bicara cinta cintaan." ucap Max sambil mengacak acak rambutnya Rara.


"kak Max jahat.aku bukan anak kecil lagi" ucap Rara sambil cemberut.


.


.


sesampainya disekolah


Eki sudah menunggu didepan gerbang sekolah,menunggu Rara datang.Maximillian mengantar Rara menuju gerbang sekolahnya. dia melihat Eki sudah menunggu didepan gerbang sekolah. Rara memohon agar kak Max tidak mengantarnya sampai gerbang sekolah karena akan menimbulkan keramaian. Sebab Maximillian adalah tipe laki laki idaman para gadis seusianya.


"kak,sampai disini aja,nanti teman temanku pada kegirangan melihat cowok ganteng ada disini" ucap Rara.


"wah,kakak emang ganteng sih (sambil membungkukkan badan) makanya kakak ingin membalas perbuatan Eki terhadapmu." ucap Maximillian sambil mencium kening Rara dan mengusap rambutnya.


"kak Max,makasih ya" ucap Rara sambil tersenyum manis.


.


.


lalu Rara menghampiri Eki yang wajahnya terlihat sangat marah. dia berdiri menunggu penjelasan dari Rara.


"ehhmmm,bagus ya. seminggu tak bertemu kamu dekat sama cowok lain" ucap Eki dengan nada tinggi.


Rara kemudian mendekati Eki dan langsung menggandeng tangan Eki lalu bermanja manja.


"kamu kenapa sayang?" ucap Rara dengan manja dan mengajaknya untuk masuk kedalam sekolah.


"iya,dia siapa?lelaki tampan berkulit putih" ucap Eki.


.


.


"hmmm,apa aku gak dengar?" tanya Rara mencoba berpura pura tidak mendengar dengan gaya sangat manja.

__ADS_1


"sayang,dia siapa?kenapa dia berada dirumah kamu?kamu kemana aja" ucap Eki masih penasaran.


.


.


kriiiing,kriiing,,bel berbunyi..


percakapan Rara dan Eki terputus karena Bel sudah berbunyi. Rara menggoda Eki dan melambaikan tangan dan memberikan kode supaya nanti bertemu di kantin sekolah.


.


.


didalam kelas Rara bertemu dengan Vita sahabatnya.


Rara memeluk Vita karena rindu tak bertemu.


"kamu gimana liburannya kemana aja?" tanya Vita.


"aku dirumah dong ditemenin kak Max?" ucap Rara.


"what,ada kak Max. ihhh Rara, aku pengen dong ketemu kak Max. Dia kan Oppa ganteng."ucap Vita.


"dia bukan Oppa kamu,dia Oppa kitaaa" ucap Rara histeris.


"hahahahaha,iya dia Oppa kita. kita kan bisa minta dijajanin dia,makan direstoran sama kak Max. dia kan sayang banget sama kamu." ucap Vita.


"iya dong,kan dia udah anggep aku seperti adiknya sendiri." ucap Rara.


" sepertinya kamu itu mengingatkan dia kepada mendiang istrinya.kakak kamu" ucap Vita.


"iya,dia bilang gak mau mencari paaangan karena masih belum ikhlas kalau kakak meninggal dengan cepat." ucap Rara sedikit sedih.


"kan kakak kamu meninggal karena serangan jantung kan" ucap Vita.


"iya,dia meninggal sehari setelah menikah" ucap Rara .


"wah kamu masih ada kesempatan buat bikin Oppa kita jatuh cinta sama kamu" ucap Vita.


"ah,gila kamu. dia kakak ipar aku" ucap Rara membantah dengan tegas.


"tapi kan cuma sehari Ra,mana ada bekasnya" ucap Vita.


"bekas apaan maksudnya." ucap Rara tidak mengerti.


"kamu bercerita terlalu dewasa.aku tidak mengerti"


ucap Rara.


.


.


"aku bicara sebenarnya.ada hubungan yang tidak bisa dikatakan karena itu sebuah perbuatan. seperti berhubungan suami istri. menghasilkan anak dan lain lain" ucap Vita menjelaskan.


.


.


"kok kamu tau sih urusan orang dewasa seperti itu?" tanya Rara heran.


"karena aku sudah mengalaminya." ucap Vita.


.


.


"sama siapa?" tanya Rara terkejut.


"sama Tata. aku dan dia sudah berjanji akan menikah bila dia sudah lulus sekolah" ucap Vita.


.


.


"astaga,kamu beneran sudah melakukan hal tabu seperti itu dengan Tata." tanya Rara tidak percaya.


"iya,bahkan sudah berkali kali" ucap Vita.


"aku benar benar kecewa sama kamu Vit. kamu gak tau betapa brengseknya laki laki diluar sana.mereka hanya akan meninggalkan kamu jika kamu sudah tidak berguna lagi untuk mereka." ucap Rara.


"tapi Tata tidak seperti itu Ra" ucap Vita membela Tata.


"ya Tuhan,kamu sudah dibutakan oleh perasaan kamu Vit. kamu seharusnya bisa menjaga diri kamu," ucap Rara sedih dan hampir meneteskan airmata.

__ADS_1


"kok kamu jadi kayak ibuku sih,aku kan bukan putrimu." ucap Vita sambil memeluk Rara.


"kamu sahabat baik aku,aku gak mau kamu dilukai oleh laki laki itu.


"tenang Ra,doakan saja supaya Tata benar benar sayang dan mau bertanggung jawab kepadaku" ucap Vita.


."iya aku doakan yang terbaik untukmu" ucap Rara.


.


.


bel sekolah berbunyi menandakan waktu istirahat dimulai.


.


.


Rara sudah menunggu Eki di kantin sekolah dan memesan beberapa cemilan.


tak lama berselang Eki datang dan duduk disamping Rara. wajahnya masih saja bete dan kesal karena pertanyaan soal lelaki tersebut belum dijawab oleh Rara.


.


.


"sayang,kamu kenapa sih masih cemberut aja" ucap Rara sambil mencolek wajah Eki.


"kamu itu bikin aku cemburu aja. daritadi kamu gak pernah jawab siapa lelaki itu?" ucap Eki.


"hehehehehe,daripada kesal mendingan kakak makan ini" ucap Rara sambil menyuapi Eki makanan yang ada dimeja.


Eki terpaksa memakan makanan yang diberikan oleh Rara.


.


.


"mau lagi gak?" ucap Rara sambil terus menyuapi Eki dan selalu tersenyum manis kepada Eki.


"hmmmm,kamu ni bisa aja ya buat kakak menjadi tak marah lagi" ucap Eki sambil menatap wajah Rara yang tersenyum manis kepadanya.


.


.


"kan aku sayang kakak" ucap Rara sambil menyenderkan kepalanya di bahu Eki.


Eki akhirnya luluh dan mengusap rambutnya Rara dengan lembut.


.


.


"kamu juga makan,jangan kakak terus"ucap Eki sambil menyuapi beberapa makanan untuk Rara.


"iya sayang" ucap Rara.


"oh iya,nanti pulangnya aku antar ya" ucap Eki.


"iya sayang" ucap Rara.


.


.


kemudian mereka pun kembali ke kelas masing masing.


.


.


pada sore harinya Rara diantar pulang oleh Eki.


Rara memeluk Eki dengan erat dari belakang. Eki menjadi senang dan bahagia karena Rara memeluknya dengan erat.


"sayang,aku bahagia sekali kamu peluk aku sekarang" ucap Eki sambil memegang tangan Rara.


"bagus dong sayang,aku bersyukur kamu bahagia dekat denganku sekarang" ucap Rara (padahal didalam hati Rara,dia bilang aku harus berpura pura tidak terjadi apa apa karena kamu sudah seenaknya jalan dengan amanda).


"kamu mau makan sore gak sama aku?" tanya Eki.


"iya nih aku lumayan laper" ucap Rara.


.

__ADS_1


.


"ya udah aku mau ajak kamu ke restoran favorit aku" ucap Eki.


__ADS_2