MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Haruskah terpisah?


__ADS_3

Sesampainya di sekolah,Rara turun dari mobil Satrio dan berpamitan padanya. Dari kejauhan Eki sudah melihat kedatangan Rara di mobil Satrio. Eki tadi merasa kesal karena saat itu dia juga menjemput Rara,tapi Rara sudah berangkat dengan Satrio.


"ish kenapa aku selalu kesal bila melihat Rara dengan laki laki lain. Apa aku tidak cukup begitu untukmu,mengapa kamu selalu mencari lelaki lain. mengesalkan saja" gumam Eki.


Tak lama kemudian Rara datang menghampirinya.


"hai sayang,kenapa pagi pagi wajah kakak sudah bete saja?" tanya Rara sambil memegang tangan Eki.


"ish,kamu setiap hari dijemput beda beda lelaki mau jadi play girl bukan?" ucap Eki dengan ketus.


"apa?playgirl,tidak salah gitu kak?" tanya Rara.


"jangan mengelak,"ucap Eki.


"aku diantar kakak iparku salah?Max itu kakak iparku. lalu dengan Satrio,aku hanya berteman dengan dia.


lalu bagaimana kakak dengan Amanda?"ucap Rara sambil pergi meninggalkan Rara.


Eki hanya terdiam karena terkejut mengetahui kalau Max itu kakak iparnya. Sedangkan dia begitu terbakar cemburu ketika Max dekat dekat dengan Rara. Dia sudah salah sangka kepada Rara.


"Ra, tunggu" ucap Eki berusaha mengejarnya.


Rara tidak menghiraukannya dan langsung masuk kelas. Rara ingin berkata lebih baik kita putus saja,akan tetapi Rara harus menunggu momen yang tepat.


Tak terasa bel pulang sekolahpun berbunyi. Eki sedari tadi sudah menunggu Rara didepan parkiran sekolah.


Rara akhirnya keluar dan hendak menaiki angkutan umum.


Eki menghentikan langkah Rara dan mengajak Rara untuk berbincang dengannya sebentar.


"sayang,aku minta maaf ya. aku kekanak kanakan dan cemburu sama kamu."ucap Eki sambil memegang tangannya Rara.


"aku maafin kakak.tapi aku mau pulang sekarang ya" ucap Rara.


"biar aku antar pulang ya" ucap Eki.


"baiklah" ucap Rara.


ketika Rara dan Eki akan menaiki motor,Rara melihat ada mobil ugal ugalan dengan kecepatan tinggi sedang mengarah ke tempat Eki dan Rara. Rara menarik Eki hingga terjatuh kedalam selokan yang sudah mengering.


Eki membantu Rara untuk bangkit dari selokan tersebut dan menemukan kalau kaki Rara terluka goresan paku yang sudah berkarat.


Eki langsung membawa Rara ke klinik terdekat. dan Rara mengalami luka yang cukup dalam. betisnya tergores paku yang membutuhkan 15 jahitan.


Mendengar Rara terluka,Satrio dan Max kemudian pergi ke klinik tempat Rara di jahit lukanya.


"hei,kau apakan adikku ini?" ucap Max sambil menarik kerah baju Eki.


"maaf,tadi Rara terluka saat menolong saya supaya terhindar dari tabrakan mobil" ucap Eki dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


Max kesal,akan tetapi Satrio melerai mereka.


"Kak Max,lebih baik sekarang kita lihat Rara dulu" ucap Satrio sambil mengajak Max masuk ke ruang tindakan.


didalam ruangan


"Ra,gimana kaki kamu sekarang sudah dijahit belum?" tanya Max.


"sudah kak,aku sudah boleh pulang kok,aku dikasih suntikan anti tetanus kok. santai kak,aku bukan patah tulang" ucap Rara sambil tersenyum manis.


"kamu ada meriang gak?" tanya Satrio.


"aku gak apa apa kak,mungkin nanti kalau obat biusnya habis baru terasa pedih." ucap Rara sambil melihat betisnya yang di perban.


"Eki benar benar ceroboh.aku kasih kesempatan malah seperti ini" ucap Satrio.


"sudahlah kak,yang salah itu mobil yang ugal ugalan tadi.kita masih diparkiran kak,tapi mobilnya malah menyerempet kearah kita" ucap Rara.


"kamu masih membela Eki. mulai sekarang kamu tak usah berhubungan lagi sama dia." ucap Max.


"kenapa kak?" tanya Rara.


"dia konyol kakak tak suka" ucap Max.


"ya sudah,aku mau membeli tongkat dulu" ucap Satrio.


"nanti lukanya terbuka lagi jika kamu menggunakan kaki kamu yang terluka untuk berjalan.kalau kakak belikan kursi roda juga pasti kamu tidak mau" ucap Satrio sambil berjalan menuju apotik.


"makasih ya kak Satrio." ucap Rara sambil tersenyum.


" kakak sudah bayar biayanya,kamu akan kakak bawa pulang kerumah" ucap Max sambil menggendong Rara dari depan.


Melihat Rara keluar dipangku oleh Max membuat Satrio menjadi sedih karena kesempatannya untuk menggendong Rara sudah hilang.


Eki yang hanya bisa terdiam dan tidak bisa melakukan apa apa karena Eki yang menyebabkan Rara seperti ini.Eki merasa bersalah dan hanya menahan rasa kesalnya ketika Rara dipangkuan Max.


Rara merasa kemarahan Max begitu berlebihan kepada Eki. Rara menjadi sedikit khawatir jika dia terlalu dekat dengan Max,bisa bisa Rara salah mengartikan perhatiannya ini menjadi rasa suka.


Satrio pun merasa curiga dengan perhatian yang Max berikan kepada Rara. Dia merasa Max seperti seorang kekasih yang melindungi pasangannya. akan tetapi Max selama ini selalu mendukungnya dan memberitahukan apa yang Rara suka dan kapan hari bahagianya.


Setelah membeli tongkat,Satrio kemudian menghampiri Rara di mobil Max. Max kemudian membukakan pintu untuk Satrio.


"Ra,ini tongkatnya. nanti aku jenguk kamu di rumah ya" ucap Satrio.


"makasih ya kak," ucap Rara.


kemudian Rara merasa sangat mengantuk dan tertidur didalam mobil.Setelah sampai di rumah,Rara dipangku oleh Max kedalam kamarnya. Ibu Rara terkejut karena kaki anaknya diperban.


"Max,ada apa sama Rara sayang?" ucap ibu Rara.

__ADS_1


"dia nolongin temannya dari kecelakaan mobil dan malah dia yang celaka" ucap Max.


"hmmmm,pasti Eki ya yang diselamatkan Rara?" ucap ibunya Rara.


" iya,kok ibu tau?" tanya Max.


"ibu selalu mendengarkan ceritanya setiap kali di dapur.kamu kan tau ayah tidak suka kalau Rara pacaran. jadi dia merahasiakan dari Ayah. Rara itu emang bodoh,suka mengejar yang tak suka dengannya" ucap ibunya Rara.


"iya,dia gadis bodoh.jadi rela terluka" ucap Max.


"namanya juga suka,apapun bisa dilakukan" ucap ibu Rara sambil mengajak Max untuk makan malam.


Beberapa hari ini Rara tidak masuk sekolah karena kakinya mulai terasa sakit. Max selalu mengurusnya dan membersihkan lukanya. Max dengan telaten mengganti perbannya.


Kemudian Satrio datang menjenguk Rara dengan membawa makanan kesukaan Rara.


"hai Ra,sekarang gimana lukanya sudah membaik?" tanya Satrio.


"sudah kak,sekarang aku sudah bisa pakai tongkat" ucap Rara.


"baguslah,ini kakak bawakan kue kesukaan kamu,semoga kamu suka" ucap Satrio.


"makasih banyak ya kak,kakak perhatian sekali sama aku" ucap Rara sambil membuka kue dan memakannya.


"sini biar kakak yang menyuapi kamu" ucap Satrio sambil mengambil kue dan sendoknya.


"ih,kakak,kalau kakak yang menyuapi aku,kuenya sedikit,aku mau yang banyak" ucap Rara memprotes karena kue yang disuapi Satrio kecil kecil.


"ya ampun,anak ini makannya rakus ya" ucap Satrio sambil mengusap kepala Rara.


"habis kuenya enak." ucap Rara sambil tersenyum dengan lebar.


"nanti kakak bawain kue yang banyak buat kamu deh" ucap Satrio sambil terus menyuapi Rara.


"oh iya kak,kak Eki kenapa dia tidak menjengukku?" tanya Rara.


"kak Max menyuruhnya untuk tidak menemuimu lagi.dia menyuruh putus denganmu" cerita Satrio.


"kenapa kak Max,dengan seenaknya memutuskan hubunganku dengan Eki" ucap Rara.


"kamu kecewa,kan Eki selalu buat hati kamu sakit" tanya Satrio.


"bukan gitu,aku kan belum memutuskannya dengan cantik kak." ucap Rara sambil bergaya seperti model.


" aduh Ra,kamu putus aja harus pakai gaya.puts ya putus aja" ucap Satrio.


"kakak ini tidak mengerti maksudku." ucap Rara sambil meminta disuapi lagi.


"hmmm cepet sembuh ya,nanti kakak akan sering sering tengok kamu dan ajak kamu jalan jalan ya sayang" ucap Satrio yang masih menyuapi Rara sambil mengusap kepalanya Rara.

__ADS_1


__ADS_2