MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Hari Berat


__ADS_3

Sungguh pun hari ini langit begitu gelap,tak sedikitpun cahaya sang surya menerangi langit kota A saat ini. Terasa suara angin yang kencang dan tidak menyenangkan.


Hari ini adalah hari pertama ujian negara.Ya hari yang sangat mendebarkan untuk Rara karena semua ini sudah dipersiapkan oleh semua siswa.


Ada yang sibuk dengan membaca buku,ada yang sibuk menulis contekkan di kertas kecil,di tangannya,dibalik rok,dibalik sepatu.di dalam kaus kaki.Ada juga yang ditempelkan di pensil.


Rara merindukan saat Vita sibuk mencontek jawaban milik dirinya.Bel sekolah pun berbunyi,para siswa masuk ke kelas dengan wajah tegang.Ada yang keringat dingin,ada yang bolak balik ke kamar mandi,ada yang cuek dan mengantuk lalu ada pula yang serius mengerjakan ujiannya.


Rara mengerjakan dengan serius karena akan mengejar cita citanya menjadi dokter.Rara mengerjakan dengan cepat.Dia segera pergi meninggalkan kelas.


Rara kemudian sibuk duduk di kantin sekolah sambil membaca buku.Tiba-tiba Satrio datang menghampiri Rara.


"Ra,kamu sudah selesai ujiannya" tanya Satrio mengejutkan Rara.


" Apa? (dengan terkejut) aku sudah selesai.kenapa kakak ada disini" tanya Rara.


"Kakak sangat merindukan kamu.Mumpung Sani tidak mengganggumu" ucap Satrio sambil menggenggam tangan Rara.


"Aku gak mau kakak seperti ini,lebih baik kakak tunggu Sani saja supaya dia tidak kecewa dan marah padaku" ucap Rara sambil melepaskan tangan Satrio dan meninggalkannya sendiri di kantin.


Satrio langsung memeluk Rara dari belakang membuat Rara risih dan takut terlihat oleh Sani.


"Kakak jangan seperti ini" ucap Rara sambil melepaskan pelukan Satrio.


Sani yang baru saja keluar dari kelas melihat dari kejauhan Rara dipeluk oleh seseorang. Dia segera berlari untuk memastikan siapa yang memeluk Rara.


Saat dia berada dekat dengan tempat Rara berdiri dia melihat Satrio yang ternyata berada disana. Sani langsung mendekat kepada mereka berdua.


"Hei,apa yang kalian dilakukan?emangnya gue gak lihat apa yang kalian lakukan?" ucap Sani dengan penuh amarah.


"hei Sani,tanyakan sama pacar tercinta kamu" ucap Rara sambil pergi meninggalkan Satrio dan Sani.


"lo jangan macem-macem,lo pengen gue habisin keluarganya Rara gitu?emangnya lo sanggup lihatnya?" tanya Sani sambil mengancam.


"kamu jangan seperti itu,Rara tidak salah hanya aku yang salah. Jangan persulit keluarganya" ucap Satrio sambil memohon pada Sani.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu,gue gak akan ganggu keluarganya.Tapi gue akan terus buat dia sakit hati." ucap Sani sambil mengeluarkan ekspresi jahat.


Sani ada apa denganmu? begitulah yang ada didalam pikiran Satrio.


***


Ditempat lain,


Jantung Rara berdebar begitu kencangnya ketika Satrio memeluknya dari belakang.Didalam hatinya berteriak jangan lepaskan...jangan lepaskan..


Akan tetapi Rara harus tersadar ini demi kebaikan mereka bersama.Rara mencoba mengikhlaskan Satrio dan mulai belajar menata masa depan cerah. Lalu Rara pergi ke perpustakaan sekolah untuk meminjam buku untuk ujian besok.


***


Hari berganti begitu cepat,tak terasa hari kelulusan pun datang.Semua murid merayakan hari kelulusan dengan sukacita.Baju seragam mereka di coret menggunakan cat semprot warna warni.Ada yang menulis tanda tangan teman satu angkatan di kelas.


Rara tersenyum karena masa depannya baru saja akan dimulai.Kapan semua impiannya terwujud dia juga tidak tahu.Rara juga berterima kasih karena mulai saat ini dia tidak akan melihat kemesraan Sani dengan Satrio lagi.


Sani ternyata memiliki niat sangat buruk kepada Rara.Dia ingin membuat Rara kecelakaan,dengan mendorongnya ke sungai yang berada dekat sekolah.


Sani sudah bersiap dengan segenap tenaga untuk mendorongnya,akan tetapi dewi fortuna masih bernaung di hidup Rara.


Rara terkejut karena dia mendengar ada suara yang tercebur ke sungai.Rara segera melihat dan pergi menolongnya.


Rara terus berlari di tepian sungai untuk menggapai Sani yang sudah terseret jauh.Setelah lelah berlari,Rara akhirnya bisa menyelamatkan Sani dari sungai.Dia menghubungi ambulan untuk membawa Sani ke rumah sakit.


Semua anggota keluarga Sani panik dan langsung menuju rumah sakit.Rara yang sedari tadi menunggu Sani mulai sedikit tersenyum karena keluarga Sani sudah datang.


Rara mengucapkan turut berduka atas kecelakaan Sani kepada keluarga Sani.Akan tetapi Rara malah dituduh yang mencelakai Sani.Padahal semua orang yang melihat kejadian itu sudah tau kalau Sani lah yang berniat jahat pada Rara.


Max yang saat itu sedang bertugas di rumah sakit langsung datang membela Rara. Akan tetapi kekuatan anggota keluarga Sani tidak dapat begitu mudah disentuh.


Rara yang ditahan dan dijebloskan kedalam sel penjara,membuatnya sangat stress. Bagaimana bisa orang yang menyelamatkannya malah dijebloskan kedalam penjara.


Rara menangis seharian dengan baju yang masih basah.Max datang dengan membawakan pakaian untuk Rara.Max berusaha menjadi penjamin kepada polisi.Akan tetapi keluarga Sani tidak mengizinkan itu terjadi.

__ADS_1


Rara kemudian dijenguk oleh kedua orangtuanya. Mereka semua menangis karena kebaikan putrinya malah membawa dia masuk penjara.Dari kejauhan Eki melihat Rara yang sedang berpelukan bersama orangtuanya.


Ya,Eki diberitahu oleh Satrio kalau Rara masuk penjara gara gara perbuatan Sani. Satrio benar-benar membenci Sani sampai ke ubun ubunnya.Satrio juga sangat membenci dirinya saat ini karena tidak bisa berbuat apa-apa.


Kondisi Sani yang masih belum sadarkan diri membuat semua masalah semakin rumit. Rara terus berdoa agar semua cepat terselesaikan dan dia bisa bebas keluar dari penjara.


Sani yang masih tak sadarkan diri selama dua hari. Rara semakin resah dan takut lama tinggal di penjara.


Keluarga Sani mengabarkan kalau Sani membutuhkan darah secepatnya.


Dan apakah ini suatu kebetulan atau takdir Tuhan,golongan darah Rara sama dengan golongan darah Sani.Rara dengan sukarela mendonorkan darahnya untuk Sani.Dan apakah yang Rara dapatkan? dia masih saja mendekam di jeruji besi yang dingin.


Rara masih terus menangis karena bagaimana dengan nasibnya saat ini. mengapa cobaan saat ini begitu sangat menyedihkan dan berat sekali. Mengapa Sani belum sadarkan diri juga.


Ibu Rara sangat syok dengan keadaan saat ini. Dia tidak menyangka putri kesayangannya dituduh seperti ini dan dimasukkan ke dalam penjara. Bagaimana dengan masa depannya nanti jika dia masuk penjara dan diberi hukuman.


Ayahnya Rara yang menjadi sangat kacau,tidak tahu harus bagaimana.Max selalu mencoba menenangkan perasaan orangtua Rara.Meskipun Max menyewa pengacara akan tetapi dia tidak bisa berbuat banyak karena kekuatan keluarga Sani yang sangat berpengaruh.


Sudah satu bulan Rara mendekam di penjara.Hari harinya dilalui dengan sangat berat.Mengapa Sani belum sadarkan diri juga.Dia kan cuma terseret arus sungai, mengapa menjadi serius seperti ini.


Satrio hanya bisa menangis karena tidak bisa menjenguk Rara didalam sel penjara.Eki juga tak bisa menengok karena hanya keluarga saja yang boleh membesuk.


Satrio mengunjungi keluarga Rara untuk meminta maaf.akan tetapi Ayah Rara sedang benar benar kacau.Kejiwaannya seperti terguncang,dia tidak mengatakan sepatah kata pun.


Satrio memeluk Ayah Rara dengan erat dan mengharu biru dalam tangis yang terurai.


"Ayah,maafkan Satrio. Sudah menyeret putrimu dalam masalah seperti ini" ucap Satrio sambil meneteskan airmata yang terurai di pipi.


"hiks...hiks...hiks.." hanya suara tangis Ayah Rara yang menjawab ucapan Satrio.


"Satrio sudahlah ini bukan salah kamu,buat apa kamu menyesal seperti itu" ucap Max berusaha menenangkan.


"bagaimana aku tak sedih kak,Rara berada disana karena aku.Karena aku dia berada disana..hiks...hiks" ucap Satrio menangis sejadi jadinya.


"Rara tidak bersalah,kita harus perjuangkan ini.Hanya Sani yang bisa meluruskan semua ini" ucap Max sambil mengajak Satrio untuk duduk di kursi saja.

__ADS_1


Sungguh tak kuasa Ayah Rara menanggung beban ini,akhirnya dia terjatuh dan pingsan. Max terkejut dan langsung memeriksanya.Ayah Rara mengalami syok berat menyebabkan kelelahan yang berkepanjangan.


Max menjaga dan mengatur pola makan orangtuanya Rara yang mengalami syok. Sedangkan Rara hanya bisa sedih dan menangis karena orangtuanya sedang sakit karena memikirkan dirinya.


__ADS_2