
Hari ini adalah hari pertama Rara bekerja di rumah sakit.Meskipun ia bekerja hanya sebagai pengantar makanan untuk pasien itu membuatnya senang.
Setiap kamar dia jelajahi,ruang demi ruang di masuki.Hingga sampai pada ruang VVIP yang hanya ada 4 ruangan saja.Rara masuk dengan pelan pelan karena takut akan membangunkan atau mengganggu pasien yang seperti raja itu.
Rara datang dengan mengendap-endap berusaha tidak terlalu berisik.Dag dig dug jantung Rara berdetak sangat kencang.Dia merasa grogi karena harus berbicara bahasa asing yang membuatnya pusing.
"excuse me,i want to deliver your food" (permisi,saya mau mengantarkan makanan untuk anda) ucap Rara sambil sedikit gerogi karena bahasa asingnya masih terbatas.
"ok,thanks" jawab pasien yang sedang berada di kamar mandi.
"Huuh,syukur kalau dia sedang di kamar mandi jadi aku tak usah berbicara banyak" ucap Rara sedikit lega dengan nada pelan.
"Hei,kamu bisa berbahasa seperti saya" tanya Pasien yang masih di kamar mandi.
"Hah,(kok dia berbahasa seperti aku juga sih) oh iya saya berasal dari kota A" jawab Rara.
"Syukurlah,tolong saya sebentar boleh?" pinta Pasien itu.
" Tolong apa ya?" tanya Rara.
"Kamu masuk dulu" ucap Pasien itu.
Lalu Rara memberanikan diri masuk toilet tersebut.
Rara terkejut karena dia seorang lelaki,
"Hai,tolong ambilkan handuk yang ada di atas sana ya.Tanganku tak bisa menggapainya" ucap Lelaki itu sambil menunjuk handuk yang berada didalam lemari kecil yang menempel di dinding.
"baiklah,ini pak handuknya" ucap Rara sambil memberikan handuknya.
"Terima kasih ya,oh iya aku seperti mengenalmu.Maaf ya apa kamu Rara?" tanya lelaki itu.
"betul sekali pak" jawab Rara.
"Masih ingat sama aku tidak.Aku Mario yang berkenalan di taman Remaja." ucap Mario.
"Oh iya,saya tidak ingat.Hehehehe oh maaf." ucap Rara jadi salah tingkah.
"Akhirnya ada orang kota A juga bekerja disini.Aku jadi tidak kesepian." ucap Mario.
"maaf pak,saya harus bekerja" ucap Rara pamit dengan sopan.
"Bisa antar aku masuk ke kamar? Aku sedikit sakit kepala." ucap Mario.
"Tentu saja" ucap Rara sambil menuntun Mario masuk ke kamarnya.
Lalu Rara memasuki kamar VVIP selanjutnya.Betapa terkejutnya dia ketika Rara masuk ke kamar melihat ada sosok yang paling membuatnya trauma mendalam. Sani..ya dia sedang duduk sendiri di tempat tidur.
Rara menyimpan makanan untuk Sani diatas meja dan segera pergi meninggalkan Sani.Akan tetapi Sani menahannya.
__ADS_1
"Jangan pergi dulu Ra,kamu kenapa ada disini?" tanya Sani.
"Bekerja" ucap Rara singkat.
"Kamu bukan kesini untuk mengejar Satrio lagi kan" tebak Sani.
"Bukan,jangan kegeeran" ucap Rara sambil melepaskan pegangan tangan Sani.
"Aku gak mau kamu bertemu dengan Satrio.Jangan pernah lagi kamu datang kesini atau kamu akan merasakan kembali dinginnya jeruji besi" ancam Sani.
"Astaga kamu benar-benar...Orangtuaku meninggal karena ulahmu sekarang kamu mengancamku lagi.Baiklah akan kurebut Satrio lagi dari tanganmu. Orangtuaku sudah meninggal dan aku tidak punya siapa siapa.Lalu buat apa aku takutkan,mati pun aku tidak akan menyesal" ucap Rara sambil membanting pintu dan berjalan menuju pantry rumah sakit.
"Oh,hebat ya kamu sudah mulai berani melawanku" ucap Sani sambil beranjak turun dari tempat tidur. Kerana dia belum sepenuhnya pulih jadi Sani terjatuh tersungkur.
Rara yang tidak memperhatikan jalan terus mendorong trolinya sampai ke pantry.Apa yang harus dia lakukan sekarang.Sani ada di negara Y,untuk apa dia berada disana.Mengapa mimpi buruk itu datang kesini.Pikir Rara.
"Hey,What are you doing?help us now"(Apa yang kamu lakukan?tolong kami sekarang) ucap salah satu koki yang memasak disana.
"i'm sorry" ucap Rara sambil membantu mereka.
Waktu cepat berlalu,Rara sudah pulang bergantian shift dengan pegawai lainnya. Dan seperti waktu di supermarket,Max selalu menjemput Rara.
"Kamu kenapa Ra?" tanya Max yang heran melihat wajah Rara seperti orang bingung.
"Aku bertemu Sani lagi Kak,dia dirawat disana.Berarti yang aku lihat itu beneran Satrio Kak." ucap Rara sambil mengepalkan tangannya.
"Aku tidak bisa keluar begitu saja Kak,dalam kontrak setidaknya aku harus menyelesaikan 1 bulan dalam 3 bulan masa percobaan" ucap Rara.
"Kalau begitu kamu harus bersembunyi saja atau berusaha untuk tidak bertemu dengan Sani" ucap Max.
"Iya,dia pasti akan menyulitkanku di tempat ini.Apa aku sengaja saja untuk segera dipecat jadi aku tidak usah membayar denda pelanggaran kontrak?" tanya Rara.
"Iya,bisa saja itu terjadi.Tapi apakah kamu akan tahan dengan sikap Sani yang membahayakan itu?" ucap Max khawatir jika Rara akan terluka lagi.
"Semoga aku bisa bertahan" ucap Rara sambil memejamkan matanya.
***
Keesokan harinya Rara kembali mengantarkan makanan di ruang VVIP. Rara bertemu kembali dengan Mario yang sedang diperiksa oleh dokter.
Rara mengantarkan makanan seperti biasa.Setelah selesai mengantarkan makanan untuk Mario,Rara diminta suster untuk menyuapi Mario makan.
"Hey miss,can you help feed this patient for me.I will help you deliver your food to the next room" (Hei nona,bisakah kamu menolongku menyuapi pasien ini untukku.Aku akan membantumu mengirimkan makanan ini ke kamar sebelah) ucap salah satu suster tersebut.
"ok,thank you miss" ucap Rara pada suster tersebut.
Entah apa yang terjadi Rara bersyukur tidak bertemu Sani hari ini.Padahal menyuapi makan pasien bukan pekerjaan pengantar makanan.
"Hei,kamu baru ya kerja disini?" tanya Mario sambil disuapi oleh Rara.
__ADS_1
"Iya pak,saya baru 2 hari kerja disini" jawab Rara.
"Jangan panggil Pak,saya kan masih muda.Panggil Mario saja." ucap Mario.
"Saya masih bekerja pak,nanti saya dipecat" ucap Rara.
"Mereka juga tidak mengerti bahasa kamu kan.santai saja" ucap Mario.
"Kenapa kamu meminta disuapi olehku,kan ada yang menunggu kamu disini" tanya Rara heran.
"Aku tidak punya teman atau siapapun yang menungguku.Jadi aku cuma punya kamu disini" ucap Mario.
"Kamu tidak mempunyai keluarga?" tanya Rara.
"Tidak,keluargaku hanya mempedulikan pewaris yang sesuai dengan keinginan mereka" ucap Mario dengan wajah kesal.
"Kamu kan anak mereka juga." ucap Rara.
"Sudahlah Kamu mau tidak jadi perawat aku,aku akan bayar denda kontrak kamu.Tapi kamu harus merawat aku siang maupun malam" ucap Mario.
"Kan ada perawat yang merawat kamu" ucap Rara.
"Aku akan bayar dua kali lipat jika kamu mau menjadi perawatku" ucap Mario.
"Tapi bolehkah aku pulang?" tanya Rara.
"Selama aku dirawat olehmu,dalam satu minggu hanya sehari kamu mendapatkan libur.Itu pun sebelum kamu pergi harus membantuku mandi" ucap Mario.
"Aku pikir-pikir dulu ya" ucap Rara.
"Ya sudah tiga kali lipat mau tidak?" ucap Mario.
"Baiklah aku setuju" ucap Rara pasrah karena tergiur bayaran tiga kali lipat.
Lalu Mario menelepon Kepala rumah sakit untuk membayar denda kontrak Rara dan kini Rara resmi menjadi perawatnya.
"Kamu ini benar benar mata duitan ya" ucap Mario sambil tersenyum puas.
"Aku memang suka uang,karena dengan uang aku baru bisa makan dan membeli pakaian" ucap Rara.
"Kamu sebaiknya membawa pakaian ganti sebelum bekerja disini" ucap Mario.
"Iya Pak bos,tapi aku harus memberitahu kakakku dulu ya.Mulai besok aku akan bekerja full time untukmu" ucap Rara.
"Baiklah,hari ini kamu boleh pulang" ucap Mario."
"Terima kasih pak" ucap Rara sambil memegang tangan Mario.
Rara langsung bergegas untuk memberitahukan hal yang penting ini.
__ADS_1