MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Pelajaran pertama


__ADS_3

"vania,gimana caranya kamu bisa ngajarin aku untuk dapetin Eki? setiap aku ketemu aja rasanya seperti mau meledak. deg-degan parah" ucap Rara sambil menopang dagunya.


"hmmmm,kita harus rubah perasaan suka kamu yang berlebihan itu."ucap Vania sambil menepuk pundak Rara.


"rasanya dengan melihat wajahnya aja buat aku menjadi tergila-gila" ucap Rara sambil menghela nafas.


.


.


"hmmmmm,mulai sekarang kamu alihkan rasa suka kamu dengan membuat diri kamu lebih menarik,,contohnya dengan senyuman terbaikmu" ucap Vania sambil memegang pipi Rara supaya tersenyum dengan manis.


.


.


"tapi aku masih gak pede Van,gimana ya caranya?" ucap Rara tak berdaya sambil berwajah sedih termenung didepan cermin.


"kamu kan cantik,cuma kamu ngerasa gak cantik karena kamu jarang senyum dan menutup diri kamu. coba kamu kasih kesempatan kepada diri kamu untuk menjadi cantik". ucap Vania kepada Rara sambil menyisir rambut Rara.


.


.


"hmmm,rambut aku gak oke ya, acak_acakan. bagusnya gimana ya?". ucap Rara.


"hmmmm,aku ada ide. Tunggu sebentar ya,aku ambil sesuatu ya" ucap Vania sambil mencari sesuatu.


.


.


.


Vania membuka lemarinya dan mencari disela -sela lacinya. Dan akhirnya dia menemukannya,sebuah alat pelurus rambut dan vitamin rambut.


.


.


"itu apaan?" tanya Rara.


" itu mainan,,"ucap Vania.


"ah masa mainan?"ucap Rara seolah tak percaya.


"ih,kamu jadul banget ini catokan alat pelurus rambut." ucap Vania sambil menyalakan alat pelurus rambutnya.


.


.


"mau diapain rambut aku?" tanya Rara sedikit takut.


" aku mau buat kamu jadi lebih cantik" ucap Vania


.


.


."berarti wajah aku gak natural lagi dong" ucap Rara.


" ya elah,wajah kamu gak akan berubah,tapi bakal keliatan lebih cantik aja" ucap Vania.


.


.


.


Vania memulai meluruskan rambutnya Rara. berjam -jam berlalu begitu cepatnya. Dan akhirnya rambutnya Rara menjadi bagus dan cantik. Rara merasa tidak percaya wajahnya terlihat menjadi berbeda.


.


.

__ADS_1


.


"nah ra,sekarang kamu udah cantik. hmmm tapi kekuatannya cuma sehari aja,kalau kamu ingin ke sekolah jadi cantik ini aku kasih pinjam untuk kamu" ucap Vania sambil menyerahkan pelurus rambut miliknya.


"eh tapi kan kamu juga mau pakai?" ucap Rara


"santai,aku bisa minta cowokku belikan yang baru" ucap Vania.


"makasih ya,nanti aku akan gunakan ini besok" ucap Rara sambil memeluk sahabatnya ini.


.


.


.


Keesokan harinya Rara mulai berdandan seperti yang diajarkan sahabatnya kemarin.


Hatinya berdebar karena perubahan ini setidaknya dan harus bisa menarik perhatian Eki. Setiap langkahnya Rara berharap bisa bertemu dengan Eki. Tiba tiba terdengar suara dari arah belakang "rara" begitulah suara yang samar terdengar. Suara yang tidak asing dan mendebarkan jantungnya. Suara yang dirindukannya bahkan walau hanya sebentar.


"Rara tunggu" suara itu kembali terdengar di telinga Rara.


Rara menengok kearah dimana suara itu berasal. Pada saat menoleh kebelakang,ternyata Eki sudah berada tepat dibelakangnya. "hei,kamu jalannya cepet amat kaya mau lari maraton" ucap Eki dengan terengah engah.


"hehehe,aku takut telat kak. oia kakak baru berangkat juga nih"ucap Rara sambil menahan detak jantungnya yang begitu cepatnya.


.


"iya tadi kakak telat bangunnya habis bantu ronda malam" ucap Eki sambil mengatur nafasnya.


"wah,emangnya boleh gitu anak-anak jaga pos ronda" tanya Rara dengan herannya.


"kakak bukan anak-anak lagi dong Ra,kan udah kelas 12. bentar lagi masuk universitas." ucap Eki sambil mengelus kepala Rara.


Seketika Rara menjadi terkejut dan hampir ingin pingsan rasanya saking bahagianya Eki berbuat hal semacam itu.


"ra,kamu kenapa?" tanya Eki dengan wajah sedikit khawatir.


Melihat wajahnya Eki yang mengkhawatirkannya,membuat Rara menjadi semakin bahagia.


"udah dekat kelas kak,makasih ya aku masuk kelas dulu. selamat belajar ya kak" ucap Rara.


"iya,selamat belajar juga ya" ucap Eki sambil melambaikan tangannya.


.


.


lalu bel istirahatpun berbunyi.


semua murid berkumpul untuk membeli jajanan untuk mengganjal perutnya yang lapar.


.


.


Vita mengajak Rara pergi ke kantin sekolah dan mereka mengobrol dengan dekatnya.


"eh,kamu jadi cantik gitu siapa yang catokin rambut kamu?" tanya Vita.


"nyatok sendiri lah,pengen cantik harus mau berubah" ucap Rara.


"nah gitu dong. Ra minggu ini kita jalan bareng yuk,aku sama Tata. nanti aku ajakin Eki,biar sama kamu." ajak vita.


"ih,dia kan punya cewek,ntar aku dilabrak sama pacarnya lagi" ucap Rara.


.


.


"baru pacaran mah sah sah aja kali rebut pacar orang" ucap Vita.


"ih,kan aku gak mau jadi pengganggu hubungan orang." keluh Rara.


"kalau kamu suka kenapa harus sedih,orang lain juga suka gitu. suka sama punya orang. emangnya orang dengan sukarela ngasih kebahagiaannya biat orang laen gitu. ambil aja kalau dia-nya suka bukan salah kamu" ucap vita menguatkan hati Rara.

__ADS_1


"emang ada benernya juga sih. tapi..." Rara tidak melanjutkan kata katanya.


"santai aja sih beb,jodoh gak kemana" ucap vita.


.


.


"hai boleh gabung gak?"ucap Tata sambil duduk disamping Vita.


"boleh dong sayang,kamu mau makan sama apa?aku bayarin" tanya Vita.


"hmmm,gak usah dibayarin sayang,aku udah pesen kok. bentar lagi juga datang makanannya." ucap Tata.


tiba tiba Eki berjalan dan langsung menghampiri Rara.


"hai,lagi pada ngapain nih" sapa Eki.


"eh lu ki,mau jajan apa lu?"tanya Tata.


"gua cuma beli bakso aja,eh ada Rara,lagi makan apa nih?" tanya Eki sambil tersenyum manis melihat wajah Rara.


wajah Rara langsung tersipu malu karena Eki menyapanya sambil tersenyum manis.


"aku lagi makan mie ayam,kakak mau?" tanya Rara sekedar basa basi.


"hmmm kayaknya enak nih,kakak pengen disuapin dong sama kamu?" ucap Eki sambil membuka mulutnya.


oh Tuhan,apakah ini nyata?Eki minta disuapi oleh aku,apa ini mimpi terindah?rasanya tak ingin bangun.


"kok diem sih gak rela ya mie nya aku pinta? ucap Eki sambil tersenyum.


"maaf kak,aku kirain bercanda. ini kak" ucap Rara sambil menyuapi mie ayam kedalam mulutnya Eki.


sambil gemetar tangannya pun menyuapi Eki.


.


.


Vita menertawakan Rara yang gemetar ketika menyuapi Eki.


"gimana kak rasanya?disuapin sama Rara" gurau Vita dengan terkikik-kikik.


"hmmmm,enak banget makasih ya" ucap Eki sambil mengusap kepala Rara.


.


.


Mengapa Eki hari ini memberikan perhatian yang berlebihan kepada dirinya.apakah hari iniada sesuatu yang salah atau Eki sudah mulai menyukainya?gumam Rara didalam hatinya.


.


.


"kak Eki,besok ada acara gak?minggu ini kita pergi ke taman yuk. sama Tata,Vita dan Rara" ajak Vita.


" yah,kita berdua jadi kayak nyamuk dong?" ucap Eki.


"ya elah,kan ada Rara,ya lu ajak ngobrol dia aja. susah amat"ucap Tata ingin Eki ikut bersama mereka.


"kalau kamu ikut gak?" tanya Eki pada Rara.


"aku sih kalau kakak ikut aku mau "ucap Rara sambil malu malu.


"ya udah sih kalau gitu minggu kita Janjian di depan jalan taman ya jam 7 pagi." ucap Tata.


"ok jam 7 pagi deal ya" ucap Vita.


.


.


lalu bel sekolah pun berbunyi dan mereka masuk ke kelas masing masing.

__ADS_1


__ADS_2