
Tak terasa hari terlewati begitu saja. dan hari minggu yang sudah dijanjikan pun datang.
Pagi pagi buta,Rara sudah bersiap - siap untuk menghadapi hari jalan jalan bersama Ekì.
semua telah dipersiapkan dengan baik. Rara membawa beberapa makanan cemilan buatannya hanya untuk memikat hati Eki seorang.
.
.
waktu berlalu begitu saja dan sekarang waktu sudah menunjukkan jam 6.30 pagi. Rara segera berangkat dari rumahnya. Dia tak ingin datang terlambat dihari spesialnya ini.
tak lama kemudian Rara sampai di taman yang sudah dijanjikan.
.
.
begitu tak sabarnya Rara melihat jam terus,setiap detiknya berdetak begitu lambatnya. membuat Rara menjadi gelisah. apakah mereka semua membatalkan janjinya,mengapa mereka belum datang juga.
.
.
dari kejauhan terlihat seorang laki-laki yang memakai sweater hitam. tubuh atletisnya begitu tak bisa dipungkiri. dia Eki,orang yang sedang ditunggu-tunggu Rara.
.
.
"hai Ra,kamu udah lama nunggu?" tanya Eki sambil tersenyum manis.
"enggak,cuma sebentar aja kok. kakak gak bareng Kak Tata?"tanya Rara.
"katanya mereka gak jadi ikut,soalnya Vita lagi sakit perut."ucap Eki.
"wah,kok jadinya cuma berdua?" keluh Rara.
"kenapa ,gak suka jalan sama kakak?"tanya Eki.
"suka kok,"ucap Rara.
"kok kayak gak suka?kita pulang aja" ucap Eki.
"jangan kak," ucap Rara sambil memegang tangan Eki menahannya supaya tidak pergi.
"ya udah ayo kita masuk."ucap Eki sambil tersenyum manis.
.
.
wah hari ini begitu menyenangkan,akhirnya Eki dan Rara jalan berdua saja.
"kamu bawa apa? sini biar kakak bawain"ucap Eki sambil mengambil tas jinjingan yang Rara pegang.
"makasih kak"ucap Rara sambil tersipu malu.
"kamu gak usah sungkan sama kakak,jangan jadi kaku. santai aja ya" ucap Eki sambil memegang tangan Rara.
.
.
__ADS_1
begitu hangatnya genggaman tangannya Eki. membuat Rara semakin deg degan. mengapa Eki berbuat seperti itu kepadanya. ini akan membuat Rara menjadi salah paham.
.
.
akan tetapi Rara pun tak rela jika Eki melepaskan genggaman tangannya.
hal ini membuatnya menjadi salah tingkah.
"kamu kenapa?udah sarapan belum"tanya Eki.
"belum kak,kalau kakak gimana?" tanya Rara.
"kakak juga belum.kita beli sarapan ya" ajak Eki.
"aku bawa makanan sih,mau gak?" ucap Rara sambil menunjukkan beberapa makanan kepada Eki.
"hmmm sepertinya enak,kita makan ya disana" sambil menunjukkan tempat yang sangat bagus untuk beristirahat.
.
.
Rara membuka sekotak makanan buatannya didepan Eki,bentuk makanan yang cantik sungguh membuat air liur menetes begitu deras.
"kakak coba ya" ucap Eki sambil memasukan makanan itu kedalam mulutnya.
"hmm enak sekali,kamu pinter masak juga ya" ucap Eki sambil terus mengunyah makanan yang ada didepannya.
"bagus deh kalau enak,aku jadi tenang"ucap Rara sambil tersenyum manis kepada Eki.
"kamu juga makan dong,jangan kakak aja" ucap Eki sambil menyuapi Rara.
.
.
.
.
"Ra,kamu kenapa?"tanya Eki heran melihat Rara yang tersenyum sambil terus menatapnya.
"oh,maaf kak. aku tadi sempet kaget kakak tiba-tiba menyuapi aku"ucap Rara.
"santai aja Ra,mau dilanjut gak jalan-jalannya?" ucap Eki.
"mau dong kak,jadi gak sia-sia kita kesini" ucap Rara penuh semangat.
.
.
Sepanjang perjalanan,Rara tidak bisa menikmati pemandangannya karena terlalu gugup dia berjalan berdua saja dengan lelaki idamannya ini.
.
sesekali Eki memberikan senyuman manisnya kepada Rara. Potongan rambutnya yang pendek begitu mudahnya bergerak mengikuti angin,seperti pria yang ada didalam iklan shampo. Bibirnya merah merekah kulitnya yang bersih dan badannya yang tinggi semampai membuat para kaum hawa menyukainya.
.
Tak heran dia memiliki berderet mantan kekasih di sekolah. Rara yang hanya gadis biasa saja apakah mungkin bisa menjadi kekasih Eki.
__ADS_1
.
.
"Ra,kenapa kamu suka sama kakak?"tanya Eki sambil melihat bunga yang bermekaran ditaman.
deg,deg,deg,debaran jantung Rara berdetak dengan cepatnya. mengapa Eki bertanya seperti itu?waktu menyatakan cintanya pun sudah membuatnya sangat malu,tapi kenapa dia malah bertanya hal seperti itu sekarang. gumam Rara didalam hatinya.
.
.
"kenapa gak jawab?"tanya Eki sambil menatap wajahnya Rara.
"aku,,aku,..aku suka aja.semuanya yang ada di kakak" ucap Rara.
"kamu hanya suka fisik kakak kan,iya sih kalau diberikan paras rupawan siapa saja pasti akan suka." ucap Eki dengan sangat percaya diri.
"ah kakak,terlalu percaya diri. kalau fisik,masih banyak yang tampan lebih dari kakak."ucap Rara.
"eh,jadi kamu" ucap Eki dengan terheran heran.
"aku suka sama hal hal aneh yang kakak suka lakukan.fisik juga suka,tidak aku pungkiri."ucap Rara sambil melihat wajah Eki.
"lalu kamu suka kakak dari apa?" tanya Eki.
"kalau diceritain panjang" ucap Rara.
"gak apa apa,aku akan dengarkan" ucap Eki.
.
.
"awal pertama aku suka sama kakak,waktu aku pulang dari perpustakaan,saat itu gak ada siapa-siapa karena semua orang udah pulang sekolah. aku melihat kakak akan memakan permen,eh permennya jatuh kelantai. aku kira kakak akan membuangnya,akan tetapi kakak malah mengambil permen yang terjatuh dan melap permen itu dan langsung memakan permen itu. pada saat itu aku pengen ketawa,tapi itu adalah sisi lucunya kakak." cerita Rara.
.
.
"hahahha,kelakuan jorok kakak kamu ternyata pernah melihatnya ya" ucap Eki sambil tertawa terbahak bahak.
"iya,bukan cuma itu. aku suka kakak dengan semua hal yang ada di kakak" ucap Rara.
"kakak tidak sebaik itu,kamu mungkin lihat semua yang bagusnya dari kakak"ucap Eki.
.
.
"lagi lagi kakak juga cuma asal tebak. aku suka kakak yang sedang menangis ketika putus dari kakak Amanda. sepertinya kakak benar benar menyukainya,aku melihat kakak bersembunyi dibawah pohon besar dibelakang kelasku. aku jadi tersentuh. aku juga menjadi pendukung setia kakak pada saat pertandingan voli antar sekolah. aku merelakan sepatu aku dipakai oleh kakak,karena kakak kehilangan sepatu kakak di loker.untungnya aku selalu menyukai sepatu anak lelaki." ucap Rara sambil mengingat masa masa dia menyukai lelaki impiannya.
"wah,jadi malu. semua yang jelek dari kakak,kamu udah mengetahuinya."ucap Eki dengan wajah memerah sambil menengadah keatas langit.
"iya sih,sampe saat bersin,batuk,sakit aku jenguk kakak lewat makanan yang suka aku berikan kepada kakak dengan menitipkannya kepada kak Tata.
.
.
"wah kamu ini seperti stalker,hahahaha..baru aku disukai sama cewek yang menyukai sisi burukku"ucap Eki sambil tertawa sambil mengusap rambut Rara.
"enak aja,aku bukan penguntit. tapi aku gak bisa suka sama lelaki hanya dengan wajah tampan saja"ucap Rara.
__ADS_1
"iya kakak tau. Rara,kamu mau gak kita pedekate dulu aja. kalau kamu cocok dan benar benar suka sama kakak dan kakak juga nyaman sama kamu kita jadian." ucap Eki.
"hehehehe kita kan emang lagi pedekate kak"ucap Rara sambil tersenyum manis.