
Setelah puas berlibur,Rara dan keluarga kembali ke rutinitas seperti biasa.
Max yang sekarang sudah sibuk bekerja di salah satu rumah sakit besar pun,sudah tidak ada waktu untuk mengantar Rara ke sekolah.
Rara pergi ke sekolah naik angkutan umum seperti biasa. tak disangka dia satu mobil dengan Vania sahabatnya.
"hai Ra,kamu apa kabar?kamu gak hubungin aku ih udah sombong ya" ucap Vania.
"ya ampun,Vania. maaf ya aku gak ngehubungin kamu,oh iya sekarang kak Max tinggal di kota A loh" ucap Rara.
"yang bener Ra,aku pengen ketemu lagi sama kak Max,dia kakak paling keren deh. seandainya dia pacar aku" ucap Vania sumringah.
"yah dia kan oppa kita semua hahahahahaha" ucap Rara sambil tertawa bersama Vania.
"kamu masih pergi ke sekolah Ra?"tanya Vania.
"aku masih masuk Van,kamu sendiri mau kemana sekarang?" ucap Rara.
"aku mau ketemu pacar aku Ra," ucap Vania.
"emangnya dia kerja dimana?" tanya Rara.
"perusahaan luar negri Ra,cuma ada satu di kota A" ucap Vania.
"oh gitu,semangat ya.semoga ketemu sama pacar kamu ya" ucap Rara sambil berdiri karena akan turun dari mobil.
"bye Ra,ntar aku main ke rumah kamu" ucap Vania.
"iya,kita palak kak Max sama sama." ucap Rara sambil melambaikan tangan.
Sesampainya disekolah,
Rara bertemu dengan Eki yang sudah menunggunya digerbang sekolah.
Rara berusaha tersenyum manis dan tak ingin merusak suasana bahagianya.
"sayang,sudah selesai liburannya?" ucap Eki sambil tersenyum manis.
"sudah dong" ucap Rara sambil tersenyum lebar.
"wah bawa oleh oleh dong buat aku" ucap Eki menggodanya.
"yaaahh,ketinggalan. besok aku bawain deh spesial buat kakak" ucap Rara.
"apa nih yang spesial buat kakak?" tanya Eki.
"ada deeh,aku masuk kelas dulu ya kak" ucap Rara sambil meninggalkan Eki.
Ada apa dengan gadis ini?mengapa aku menjadi tak senang saat dia bertingkah biasa saja. Aku menjadi egois dan hanya ingin perhatian hanya untukku. Padahal aku juga tak ingin dan tak berencana mencintai dia.Dia hanya alat untuk membuat Satrio sakit hati.
beberapa jam kemudian....
bel sekolah berbunyi tanda istirahat untuk makan siang.
Rara berjalan menuju kantin bersama Vita. Rara dan Vita memesan makanan dan menunggu di meja paling pojok sekolah.
__ADS_1
Pada saat makanan sudah sampai di meja,Vita tiba tiba mual. Dia merasa tidak enak badan,dia langsung bergegas ke kamar mandi.
Rara merasa heran mengapa Vita ke sekolah jika dia sedang sakit.
Tak lama kemudian Eki datang dan langsung duduk disebelah Rara. "sayang,kamu lagi makan apa?pengen dong" ucap Eki.
"hmmmm,ni buka mulutnya" ucap Rara sambil memberikan sesuap makanan yang dimakannya kepada Eki.
"ehmmm,ehmmm enaaaakkk,eennaaakk(dengan ekspresi wajah seperti mendapatkan bom molotov)" ucap Eki.
"asli enak gitu (sambil menahan tawa melihat ekspresi Eki)" ucap Rara.
kemudian Vita datang,
"eh kak Eki datang,kak Tata kemana?" tanya Vita.
"dia sedang mengerjakan remedial,nilainya hancur" ucap Eki sambil minta disuapin lagi sama Rara.
"kenapa dia begitu tidak sukanya belajar sampai nilainya hancur seperti itu?" ucap Rara sambil menyuapi Eki.
"kalian itu kan pada pintar,sedangkan aku dan Tata otaknya cuma setengah" ucap Vita.
"jangan gitu,kita bisa karena rajin belajar" ucap Eki sambil mengusap rambut Rara.
"yaaaa,bener tuh Vit. jangan pacaran melulu" ucap Rara sambil menepis tangan Eki.
"hmmm,Vita kamu kenapa,sakit bukan ?wajahmu pucat sekali" ucap Eki.
"hah,aku gak sakit biasa aja" ucap Vita sambil makan makanannya.
"enaak"ucap Eki dengan wajah masam.
"bilang aja kepedesan,hahahahaha" ucap Rara tertawa terbahak bahak.
"ih kamu nakal ya ngerjain kakak." ucap Eki sambil menggelitik tubuh Rara.
"gak geli" ucap Rara sambil memberikan muka jelek tanda meledek Eki.
"yaaa,sekarang sudah berani ya" ucap Eki sambil mengusap rambut Rara.
lalu Tata datang duduk disebelah Vita.
"aduuuh sayang,pacarmu ini begitu bodoh,,semua ujian di remedial.kenapa aku begitu malas belajar" ucap Tata sambil menghantukkann kepalanya ke meja.
"kasian,aku juga sama sayang,ujian penuh dengan remedial" ucap Vita sambil mengusap kepala Tata.
"tuh mereka saling penuh kasih sayang,kenapa kamu jadi jailin aku" ucap Eki mencolek pipi Rara.
"hahahahaha,sekali kali hiburan sayang" ucap Rara merasa puas sudah menjahili Eki dengan makanan penuh sambal.
"gak apa apa,aku tetep sayang ko,walau kamu jahilin aku" ucap Eki.
Rara menghela nafas karena sudah kalah bicara dengan Eki. Rara mengajak Vita untuk masuk kelas karena bel sudah berbunyi.
Eki tersenyum kecil karena hari ini Rara bersikap imut sekali dan apa adanya.Dia menjadi senyum senyum sendiri.
__ADS_1
"ngapain lo senyum,ngetawain gue?" ucap Tata.
"geer amat gua ngetawain lo" ucap Eki.
"ah lo udah demen tuh sama si Rara" ucap Tata.
"masa???gak percaya gue lo gak suka sama si Rara. gua juga suka kok,dia kan cantik, pinter lagi" ucap Tata.
"lo mah liat cewek cantik dikit langsung suka.kambing dibedakin aja lo suka"ucap Eki sambil memakan makanan yang ada di meja.
"abis kalo kambingnya cantik menggoda juga sih" ucap Tata sambil tertawa geli.
"sakit lo ya" ucap Eki sambil tertawa terbahak bahak.
"lo jangan terlalu benci,ntar lo juga yang gak bisa pergi" ucap Tata.
"lo mau kuliah dimana?" tanya Eki.
"gua sih dapet ijazah aja udah bagus,gua mau buka toko kue aja,Vita kan seneng bikin kue" ucap Tata.
"lo kayak mau kawin aja sama Vita." tanya Eki.
"iya lah,masa gua cuma pacarin doang. pasti gua kawinin,lo sendiri mau kuliah gitu?"ucap Tata.
"gua mau daftar di fakultas kedokteran,gua mau jadi dokter,biar si bule itu gak deketin Rara terus" ucap Eki.
"eh,,bule?siapa yang bule?wah lo udah bener bener nih" ucap Tata sambil menunjuk nunjuk Eki.
"apa yang bener bener?" tanya Eki.
"lo udah cemburu sama tu bule" ucap Tata.
"hahahha lo mimpi,gua cemburu? mana mungkin gua cemburu." ucap Eki.
"makanya lo jangan terlalu geer geerin si Rara." ucap Tata sambil menepuk pundak Eki.
Aku suka Rara,tidak mungkin.aku tidak mungkin suka dia.aku hanya membuat dia jadi pelampiasan aku. eh bukan pelampiasan tapi dia adalah alat balas dendamku sama Satrio.
Bel pulang sekolah pun berbunyi...
senja sudah menghampiri dunia,kini saatnya meneduhkan harapan digelapnya malam.Rara masih menunggu di perpustakaan sekolah,mencari bahan materi untuk membuat makalah.
Rara pergi mengambil buku yang sudah dipilihnya. ternyata hari semakin gelap. Rara lupa untuk menghubungi Max karena dia berjanji untuk menjemputnya hari ini.
Pada saat Rara berjalan menuju pintu gerbang,terlihat Eki sedang berdiri didekat lapangan parkir. Rara heran mengapa Eki tidak pulang duluan saja. Sedangkan dari arah jalan,Rara melihat cahaya mobil menyoroti wajah Rara. Dia sudah menyangka kalau Max sudah datang.
Dari kejauhan Eki melihat Rara dijemput oleh seorang lelaki.Tubuhnya tinggi semampai,dia sudah menyangka orang itu adalah Max.
Rara menghampiri Max dengan senyuman lebar.
"kok kakak tau aku baru keluar sekolah" ucap Rara.
"pokoknya tau aja,oh iya,temen kamu Vania datang kerumah menunggu kamu" ucap Max sambil menyetir mobilnya.
Melihat Max dan Rara begitu dekat membuat Eki kesal dan melempar helmnya.
__ADS_1