MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
Ada Apa Denganmu?


__ADS_3

Di Kota A..


Eki sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke Negara Y. Eki yang masih sedih karena melihat kenyataan bahwa Amanda kini bukan Amanda yang dia kenal membuat dirinya semakin ingin meninggalkan kota A.


Setiap langkah dan panjangnya perjalanan kota A membuatnya teringat akan masa masa indah bersama Amanda.


Mengapa Amanda begitu kejam,apakah ini karmaku yang telah menghancurkan hati Rara? tapi Rara sudah memaafkanku.


Banyak pertanyaan demi pertanyaan yang terlontar di bibir Eki. Bagaimana keadaan Rara saat ini? Rasanya baru kemarin aku menemani saat orangtuanya meninggal.Ternyata sudah satu tahun berlalu,waktu begitu cepat bergulir sampai aku tak merasakan perubahan yang berarti.


Beberapa jam kemudian..


Eki sampai di Negara Y,suasana yang berbeda dengan kota A.Suasana musim gugur yang sudah terasa.Pemandangan daun yang mulai berubah warna sangat kental dan menenangkan hatinya.


Beginikah rasanya jika berada di negara lain. Mengapa rasanya ada yang kurang,sekarang hatinya menjadi hampa.


***


Di tempat lain,Satrio susah berada lebih dulu di Negara Y dengan menaiki pesawat pribadi milik keluarga Sani.


Sani sangat antusias bisa pergi berobat di Negara Y. Dia ingin segera bisa berjalan lagi dengan normal. Sani sudah diperiksa oleh dokter dan sedang mengalami pengobatan secara intensif.


Setiap harinya Satrio hanya memikirkan bagaimana keadaan Rara saat ini.Apakah dia hidup dengan baik sekarang atau tidak. Apakah sekarang dia mempunyai kekasih hati? Apakah dia masih menyayangiku? Begitulah setiap harinya yang ada dipikiran Satrio.


Hari ini Rara pergi untuk melamar pekerjaan di rumah sakit sebagai pengantar makanan untuk para pasien. Ya, Rara melakukan banyak pekerjaan untuk mengobati perasaannya yang masih terluka meski hanya sedikit.


Max mengantar Rara ke rumah sakit besar di Negara Y. Rara mengikuti wawancara di rumah sakit dan akhirnya diterima bekerja.


"Aku diterima kerja kak" ucap Rara sambil loncay loncat kegirangan.


"Kamu yakin mau bekerja disini?" tanya Max.


"Iya kak,untuk apa aku kesini kalau tidak yakin" ucap Rara sambil tersenyum manis.


"Terserah kamu saja yang penting kamu bahagia" ucap Max sambil mengusap rambutnya Rara.


Deg...Deg...Deg... Kembali jantung Rara berdebar dengan kencang. Perasaan aneh apa ini,mana mungkin aku menyukai kak Max lebih dari kakak? gumam Rara didalam hatinya.


Max tersenyum manis membuat perasaan Rara menjadi berbunga bunga.Dedaunan mulai berjatuhan dan menghiasi jalanan kota.

__ADS_1


"pemandangan yang cantik ya kak" ucap Rara mencoba mengalihkan perasaannya.


"hmmmm tak secantik senyum kamu yang manis" ucap Max dengan tenang.


Wajah Rara kini memerah,Rara tidak percaya kalau Max sedang merayunya.


"wajah kamu kenapa merah?sedang sakit?" tanya Max sambil memeriksa suhu tubuh Rara.


"aku gak apa-apa" ucap Rara terdiam membatu.


Max kemudian mengajak Rara untuk segera masuk kedalam mobilnya.Pada saat Rara akan masuk kedalam mobil,disudut mata Rara melihat seseorang seperti Satrio sedang berjalan kearah rumah sakit.


Rara merasa hal itu tidak mungkin terjadi.Oleh karena itu Rara langsung duduk dan pergi bersama Max.


didalam perjalanan


"Kamu tadi kenapa?ada seseorang yang kamu kenal?" tanya Max.


"Tadi aku seperti melihat kak Iyo tapi mungkin mataku saja yang salah" ucap Rara sambil membuka ponsel- nya.


"Hmm mau menghubungi siapa?" tanya Max ingin tahu.


"Hei,mulai rahasia-rahasiaan ya sama kakak" ucap Max tersenyum manis sambil melihat wajah Rara.


Kak Max,mengapa kamu seperti ini?Kamu terlihat seperti orang cemburu.Jangan seperti itu, tolonglah.


gumam Rara didalam hatinya.


"Aku mau menghubungi temanku Kania,aku akan segera keluar dari supermarket karena gaji yang dibayarkan sangat kecil." ucap Rara.


"Oh,lain kali ajak dia bertemu dengan kakak ya.Ajak makan bersama di rumah kakak" ucap Max.


"Tidak mau,nanti dia menyukai kakak" ucap Rara sambil cemberut.


"Mengapa kalau dia menyukai kakak" tanya Max memancing Rara.


"Nanti dia suka sama kakak dan aku sendirian disini.Aku tak punya siapa siapa lagi dan aku tak mau kakak direbut siapa-siapa lagi." ucap Rara sambil memalingkan wajahnya kearah jendela mobil.


"Hmmmm,Rara sayang(sambil mengusap rambut Rara dengan lembut) Kakak akan selalu sayang sama kamu.Itu janji Kakak sama Tuhan" ucap Max dengan senyuman menawannya.

__ADS_1


Deg...deg...deg...Kembali lagi..debaran jantung ini seperti...orang yang sedang jatuh hati. Max merasakan kalau Rara sekarang sudah mulai mempunyai perasaan terhadapnya. Rara begitu tak senang jika dia dekat dengan perempuan lain.


Max melajukan kendaraannya dengan sangat cepat,Rara merasa sangat ketakutan.Rara mulai berkeringat dingin,Rara menjadi teringat kejadian saat Kakaknya terkena serangan jantung.


Rara semakin tidak kuat dan akhirnya tak sadarkan diri.Max yang terkejut melihat Rara tiba tiba pingsan kemudian dia menepikan mobilnya di bahu jalan.


Max memeriksa keadaan Rara,lalu Max memberikan pertolongan pertama.Dia memberikan oksigen yang ada di bagasi mobilnya.Max sangat khawatir jika Rara mengalami sakit. Rara akhirnya tersadar,melihat Rara berkeringat dingin Max segera mengambil tisu dan mengelap keringat Rara yang bercucuran.


"Kak Max,aku kenapa?" ucap Rara sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.


"Kamu pingsan.Mengagetkan saja,rasanya jantung Kakak hampir copot." ucap Max sambil terus mengelap keringat Rara yang berada dileher Rara.


"Aku tadi tiba tiba teringat waktu Kakakku meninggal. Saat itu aku sedang berada di mobil yang melaju sangat kencang.Aku jadi takut kecelakaan lalu aku tak sadarkan diri" ucap Rara sambil mencoba membenarkan posisi duduknya.


"Ya sudah,Kakak akan mengendarainya dengan pelan supaya kamu tidak trauma lagi ya" ucap Max sambil mengusap wajah Rara yang terlihat pucat.


Rara akhirnya tertidur di mobil karena Max memutarkan lagu klasik yang menenangkan telinga dan perasaannya.


Max akhirnya sampai di rumahnya.Max kemudian menggedong Rara yang masih tertidur di mobil. Ibunya Max melihat Max begitu hati-hati menggendong Rara sambil terus memandangi wajah Rara dengan tatapan penuh kasih.


Setelah selesai membawa Rara tidur ke kamarnya,Max keluar dengan wajah ceria.Ibu Max sudah berada diluar pintu kamar Rara.


"Oh my god Mom,you scared me" ucap Max terperanjak terkejut melihat ibunya ada didepan pintu.


"Maximillian can we talk outside(Maximillian bisakah kita bicara diluar)" tanya Ibunya Max.


"of course,come on" ucap Max sambil mengajak Ibunya pergi ke sebuah restoran kecil.


Sesampainya di restoran,mereka memesan minuman dan mulai berbicara.


" Maximillian,tell me the truth. Do you love Rara?(Maximillian jujur padaku.Apakah kamu mencintai Rara)" tanya ibu Maximillian.


"Why do you ask me like that (Mengapa Ibu tanyakan hal itu)" ucap Max ingin menghidari pertanyaan Ibunya.


"I think you love her,why you pretending to me?(Ibu pikir kamu mencintai dia,mengapa kamu berpura pura padaku)" tanya Ibu Max.


"I'm not pretending Mom.But I just leave Her choose herself(Aku tidak berpura pura bu.Tapi aku hanya membiarkan dia memilih sendiri)" ucap Max sambil memegang erat tangan ibunya.


"If you love her,just say it.Don't be sorry for the second time(Jika kamu cinta dia,ayo katakan.Jangan sampai kamu menyesal untuk kedua kalinya)" ucap Ibu Max memberi nasihat.

__ADS_1


Max hanya tersenyum karena dia juga tak tahu kapan dia bisa jujur kepada Rara.


__ADS_2