
Di Negara X
Mario dan Satrio kini sudah membaik.Jika Satrio bekas lukanya masih setengah mengering,Dia sudah bisa jalan jalan ringan.
Sedangkan Mario sekarang masih menggunakan pelindung kepala karena takut luka di kepalanya terbuka.Rara harus membagi dirinya untuk mengurus Satrio dan Mario.
Pada saat mereka bertiga sedang menonton film bersama.Ada sesuatu mengejutkan mereka.
Draaak...suara pintu terbuka paksa..
Semua orang beranjak dari kursinya dan langsung melihat kearah pintu.Perasaan sangat mencekam langsung menghantui semua orang.
"Halo semua" sapa Sani dengan senyuman mengerikan.
Semua mata langsung terbelalak karena terkejut.
Mengapa gadis mengerikan itu bisa tahu mereka sedang bersembunyi disana.
"Mau apa kamu kesini?" tanya Mario dengan was was.
"Aku mau rusak suasana disini,emangnya gak boleh" ucap Sani.
"Hah,aku????" ucap Mario heran mengapa Sani mengucapkan kata aku.
Rara dan Satrio saling berpegangan tangan karena takut Sani akan berbuat hal gila apa lagi.
"Hmmm,aku mau bicara sama kamu Ra" ucap Sani sambil mendekat kearah Rara.
"bicara apa?" ucap Rara sambil keringat bercucuran.
"Ikut aku" ucap Sani sambil menarik tangan Rara dan membawanya pergi ke suatu tempat.
Setelah sampai di taman dekat apartemen Mario,Rara dan Sani duduk di bangku yang telah disediakan di taman tersebut.Sani kemudian memulai percakapannya.
"Ra,Maafin aku ya selama ini sudah jahat sama kamu" ucap Sani penuh penyesalan.
"Sudahlah" ucap Rara sambil menatap langit yang berwarna biru menyejukkan mata.
"Kamu gak bisa maafin aku ya" ucap Sani sambil memegang tangan Rara.Dia berlutut memohon supaya Rara mau memaafkannya.
"Aku tak tau harus bagaimana" ucap Rara sambil melepaskan tangan Sani.
"Ya kamu cukup maafkan aku" ucap Sani masih dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.
"Aku belum siap.Aku masih berduka dengan kepergian orangtuaku dulu." ucap Rara sambil pergi meninggalkan Sani di taman sendirian.
__ADS_1
Apa-apaan ini?Sani Ratu jahat itu meminta maaf bahkan sampai berlutut.Aku sulit mempercayainya. Mengapa dia tiba-tiba menjadi lebih baik dan sopan. Apa dia menyesalinya saat di penjara.Akan tetapi seharusnya dia masih lama berada di penjara karena percobaan pembunuhan.Huh,dunia ini memang tidak adil.Aku benar-benar ingin menjauh dari sini. Gumam Rara didalam hatinya.
Rara memasuki Apartemen Mario kembali.Mario sudah menunggu Rara didepan pintu.
"Apa yang terjadi?" tanya Mario dengan wajah khawatir.
"Dia kerasukan sepertinya" ucap Rara sambi masuk kedalam Apartemen.
"Cantikku kamu tidak apa-apa?" ucap Satrio sambil memegang kedua bahu Rara.
"Iya,aku masih sehat." ucap Rara dengan wajah lesu.
"Lantas dia mengajakmu kesana ada apa?" tanya Mario.
"Dia minta maaf" ucap Rara sambil duduk di sofa empuk diruang engah.
"Sani?meminta maaf.Pasti ada udang dibalik batu" ucap Mario.
"Iya pasti seperti itu." ucap Satrio sambil berusaha menenangkan Rara.
"Aku bingung,wajahnya seperti tulus dia meminta maaf padaku" ucap Rara sambil menundukkan kepalanya.
"Mengapa Kamu bersedih" tanya Satrio sambil mengusap kepalanya Rara.
Sani kemudian masuk kedalam Apartemen dan Menghampiri Mario.
"Heh Kakak tidak berguna,kenapa lo gak temenin Rara?Bukannya lo cinta sama dia?" ucap Sani dengan gaya bicara sangat tidak sopan.
"Hahahahaha,sudah kuduga kamu pasti berpura-pura baik" ucap Mario sambil menepuk bahu Sani.
"Kakak,gue ada rencana buat Rara dan Satrio.Tapi Lo akan hancurin semua usaha gue." ucap Sani.
"memangnya kamu mau buat apa?tanya Mario.
"Tak akan kuberitahu" ucap Sani sambil pergi meninggalkan Mario yang masih bingung dengan ucapan Sani.
Tiba-tiba bodyguard Sani datang mengambil Rara,Satrio dan Mario dengan paksa.Mereka semua dibius dan tak sadarkan diri.Sani melancarkan semua rencananya.
Setelah beberapa lama kemudian
Rara membuka matanya dan dia tiba-berada di sebuah venue pernikahan.Rara merasa sangat takut Sani membawanya ke tempat yang membahayakan.
Setelah pandangannya semakin jelas Rara melihat sebuah altar pernikahan dengan Pemandangan yang sangat cantik.
terlihat ada beberapa orang yang datang,mereka berpakaian rapih dan memakai jas.Ada yang menggunakan gaun yang cantik.
__ADS_1
Rara masih sibuk dengan melihat keadaan sekitar dan tiba-tiba semua orang berkumpul.Rara tidak melihat Mario dan Satrio.Rara ingin berlari akan tetapi tubuhnya masih terikat.
Di tempat lain.
Satrio dan Mario mulai tersadar dari pengaruh obat biusnya.Setelah pandangan mereka mulai jelas betapa kagetnya mereka sudah berada didepan Altar pernikahan.Mario dan Satrio saling pandang melihat pakaian mereka kini sudah berganti menjadi jas formal.
setelah semua orang berkumpul,datanglah seorang yang berpakaian seperti yang akan menikahkan pasangan.Tiba-tiba orang tersebut mengucapkan beberapa kalimat.
"Hadirin yang berbahagia,hari ini Saya datang untuk menikahkan dua insan yang saling mencintai.Adapun mempelai pria dimohon untuk segera memasuki altar pernikahan.
Tak lama ikatan Satrio dilepaskan dan dia dipaksa untuk berjalan menghampiri orang tersebut.Didalam hati Satrio sangat berkecamuk karen dia sangat takut jika harus menikahi Sani.
Lalu Sani datang menghampiri Satrio,dia menggunakan gaun cantik bak seorang bidadari. Satrio kemudian menundukkan kepalanya karena benar benar apa yang dirasakannya terbukti kalau Sani berniat menikah dengannya.
Satrio dipaksa mengucapkan janji pernikahan dengan penuh ketakutan.Tuhan,mengapa engkau membuat aku menikahinya.Bukan wanita jahat itu yang ingin aku nikahi.Tangis Satrio didalam hati.
Sudah berarti kini aku harus merelakan Rara menikah dengan orang lain jika aku menikah dengan Sani.Tapi rasanya sangat tak rela.
Rara melihat dari kejauhan saat prosesi akan dimulai.
Satrio diberikan teks untuk mengucap janji pernikahan.
Rara menahan tangisnya dan terus berharap ada keajaiban.Ikatan Rara akhirnya dilepas kemudian Rara disuruh berjalan menghampiri Satrio.Betapa teganya Sani membiarkan Rara menonton upacara pernikahan mereka.Gumam Rara didalam hatinya.
Pada awalnya Rara melihat air muka Satrio dengan wajah sedih. Akan tetapi setelah membaca surat janji pernikahan dia menyunggingkan senyuman manis kepada Rara dan Sani.Satrio mulai mengucapkan janji itu satu persatu.Hingga bagian yang paling akhir dia menyebutkan nama Rara Prisilia untuk menjadi istrinya.
Betapa terkejutnya Rara mendengar Satrio mengucapkan janji sucinya kepadanya.Rara terharu karena Satrio sekarang jadi suaminya.Pasangannya untuk sehidup semati.
Rara menatap kearah Sani dan langsung memeluknya.
"Aku tak sangka kamu akan membiarkan Satrio untuk menikah denga ku" ucap Rara terharu sambil berurai airmata bahagia.
"Sudahlah,kamu harus bahagia.Jika kamu tak bahagia dengan Satrio maka aku akan merebut Satrio kembali dari tanganmu." ucap Sani sambil mengantar Rara berdiri disamping Satrio.
Betapa Rara sangat bahagia kini dia dan Satrio menjadi pasangan suami istri.Mario menatap haru upacara pernikahan Rara dan Satrio.Meskipun didalam hatinya sangat sedih.Dia patah hati lagi,untuk kedua kalinya oleh Rara.
Semua orang berada dalan sukacita,suasana yang tadi begitu mencekam menjadi sangat hangat penuh kebahagiaan.
Max yang sudah lelah berhari-hari mencari Rara begitu sangat terkejut melihat Rara menggunakan gaun pernikahan yang sangat cantik dan berdiri disamping Satrio.
Usahanya kali ini dia menjadi sia-sia karena pada akhirnya Rara dan Satrio dipersatukan lewat janji pernikahan.Untuk sesaat Max terdiam membisu tak bisa berkata apa-apa lagi.Hatinya harus sedih sekaligus gembira.Sedih karena dia kehilangan Rara akan tetapi senang karena Rara akhirnya bersama orang yang dicintainya.
Max kemudian pergi meninggalkan Rara dan kembali ke hotel tempatnya menginap untuk segera check out.Dengan susah payah kini Max hanya membawa luka.Dirinya harus ikhlas kalau Rara akan bahagia bersama Satrio kelak.
Tamat.
__ADS_1