MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA

MANTAN ADALAH JODOH YANG TERTUNDA
perasaan


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa murid murid berjalan dengan terburu buru karena bel sekolah sudah berbunyi.


Rara sudah berada didepan kantin sekolah menunggu Vita sahabatnya itu datang ke sekolah.


lalu Eki datang mendekati Rara yang sedang berdiri.


"hai Ra,nunggu siapa?"sapa Eki sambil tersenyum hangat.


"eh kak Eki,aku lagi nunggu Vita nih."ucap Rara.


"ini untuk kamu"ucap Eki sambil memberikan sekotak susu kepada Rara.


"eh,kenapa kakak kasih aku ini?"tanya Rara.


"kakak pengen kamu minum ini aja.diminum ya" ucap Eki sambil berjalan menuju kelasnya.


"terima kasih kak" ucap Rara setengah berteriak.


.


.


sungguh sekarang situasinya berubah,dulu dia yang mengejar diam diam kepada Eki. sekarang Rara merasa Eki sedang mendekatinya dan memberi perhatian. haruskah dia sekarang memilih Eki?! apakah Eki benar benar menyukainya.


.


.


di Sekolah akan mengadakan kegiatan pecinta alam.


Rara dan Vita mengikuti kegiatan tersebut. kegiatan tersebut akan dilaksanakan minggu ini.


Ternyata Eki dan Tata terlibat sebagai panitia penyelenggara. Rara sangat tidak sabar untuk mengikuti kegiatan itu.


.


.


dan hari yang dinantikan pun tiba,Rara dan teman temannya sudah berkumpul didepan pegunungan untuk melakukan persiapan. Vita dan Rara sudah tidak sabar dan memakai seragam olahraga.


.


.


semua murid menyusuri jalan jalan yang sudah ditandai. disaat ada tebing yang sangat curam,ada kakak kelas sebagai pemandu yang membantu siswa untuk menaiki tebing tersebut.


.


.


Rara dan enam siswa lainnya menjadi murid terakhir yang datang untuk menaiki tebing tersebut. ternyata yang sedang menjaga di tebing tersebut ada Tata dan Eki.


.


.


Rara dan Vita sengaja menjadi orang yang paling terakhir naik karena ingin berbincang sebentar dengan Eki dan Tata.


"sayang,kamu hati hati"ucap Tata sambil memegang tangan Vita supaya bisa naik san tidak tergelincir.


"iya,jalanannya licin ya sayang"ucap Vita.


"iya sayang,"ucap Tata sambil memastikan Vita naik ke tebing tersebut.


"Ra,sini pegang tangan kakak ya"ucap Eki sambil mengulurkan tangannya kepada Rara.


"makasih kak"ucap Rara sambil tersenyum manis.


akan tetapi Rara menjadi tidak konsentrasi dan tergelincir sehingga Eki berusaha keras agar Rara tidak meluncur jauh ke dasar tebing.


"tolong kak"ucap Rara dengan sedikit ketakutan.


kemudian Eki mengambil tali dan mengikatnya kesebuah pohon terdekat dan langsung menarik Rara.


Eki memeluk Rara yang sebentar lagi hampir masuk jurang. sambil berjuang untuk bisa berada diatas tebing Eki membisikkan sesuatu "Ra,kamu jangan khawatir ada kakak disini" ucap Eki sambil terus memeluk Rara dan berjalan menaiki tebing.


.


.


Tata dan Vita sempat khawatir apa yang terjadi pada Rara dan Eki. untung saja mereka berdua tidak masuk jurang.


setelah Rara dan Eki sampai ditebing,Vita dan Eki langsung menghampiri mereka berdua.


"kalian gak apa apa kan"ucap Tata.

__ADS_1


"iya,kita gak apa apa" ucap Eki sambil mengambil tali yang diikatkan ke pohon.


"iya untungnya kak Eki selamatin aku,kalau gak aku udah"ucap Rara.


"Iya,sekarang kita langsung lanjutin aja ke pos berikutnya."ucap Tata.


.


.


sesampainya ditempat peristirahatan,Rara dan Vita duduk disebelah pohon rindang. Tata dan Eki pun ikut duduk menemani mereka.


.


.


Eki melihat tangan Rara mengeluarkan darah. sepertinya terkena ranting pohon saat terjatuh tadi. sepertinya Rara tidak merasakan sakitnya.


Eki lalu mendekati Rara dan mengeluarkan kotak p3k di tasnya.


Rara terkejut Eki memegang tangannya. jantungnya langsung berdebar dengan kencang.


"kenapa kak?"tanya Rara.


"kakak mau membersihkan luka ditanganmu itu."ucap Eki.


"aku gak terluka kok"ucap Rara.


" ini buktinya ada darah ditangan kamu"ucap Eki sambil menunjukkan darah yang sudah menempel ditangan Rara.


"kakak,itu sepertinya bukan darahku deh,coba aku lihat" ucap Rara sambil melihat lihat tangan Eki. dan benar saja yang terluka bukan Rara melainkan Eki.


karena terlalu mengkhawatirkan Rara,Eki sampai tidak menyadari bahwa dirinya lah yang terluka.


.


.


Dan akhirnya yang diobati malah Eki.Rara membersihkan luka yang ada ditangan Eki lalu memberikannya obat luka.


"makasih ya"ucap Eki.


"yang harusnya terima kasih itu aku,kakak yang menolong aku sampai terluka." ucap Rara sambil tersenyum manis kepada Eki.


.


.


Rara hanya bisa melemparkan senyum manis tanpa bisa berkata apa apa lagi. mengapa Eki berterima kasih karena aku sudah ada didalam hidupnya.gumam Rara didalam hatinya.


.


.


"ayo Ra,kita kumpul sama anak anak yang lain"ucap Eki sambil mengajak Rara untuk berkumpul.


.


.


pada saat selesai acara pecinta alam mereka mulai menuruni tebing. Rara mengeluarkan roti isi yang ada di tas nya. Rara membagikan rotinya kepada Vita,Tata dan Eki.


.


.


"ni roti isi,buat ganjel perut nih biar gak terlalu laper."ucap Rara.


"wah tau aja lagi laper nih.hahahaha gua ambil ya"ucap Tata langsung menyambar rotinya.


"kamu ya Ra,paling bisa deh buat makanan enak"ucap Vita.


"emangnya enak gitu?"tanya Rara.


"enak lah,kamu sendiri makan coba" ucap Eki sambil menyuapi roti yang ada ditangannya ke Rara.


.


.


Rara semakin tak karuan,melihat sikap manis Eki terhadapnya. Eki mengantarkannya pulang kerumahnya.


.


.

__ADS_1


"Ra,kakak sayang sama kamu. kamu mau gak jadi pacar kakak?"tanya Eki.


"kakak,apakah kak Eki benar benar sayang sama aku? sedangkan kakak baru dekat sama aku"ucap Rara.


"emangnya rasa sayang itu harus udah lama kenal gitu. kamu mau gak jadi pacar aku?"ucap Eki.


"iya aku mau jadi pacar kakak" ucap Rara sambil menunduk.


"makasih ya"ucap kak Eki sambil memeluk Rara.


.


.


begitu bahagianya Rara karena saat ini akhirnya dia bisa berpacaran dengan kak Eki yang selama ini dia sukai. Tapi apakah perasaan ini yang sebenarnya dinantikan oleh Rara.


.


.


.


"Rara,mulai saat ini kamu jangan panggil kakak ya. panggil ayang aja"ucap Eki sambil memegang tangan Rara.


"tapi kan kakak lebih tua dari aku"ucap Rara.


"gak apa apa dong sayang,kan aku sekarang pacar kamu"ucap Eki.


"iya ayang"ucap Rara sambil malu malu.


.


.


"minggu depan kakak mau main ke rumah kamu ya boleh kan?"ucap Eki.


"tapi aku,belum berani bawa lelaki ke rumah kak" ucap Rara.


"kan bisa bilang kita berteman aja sayang,"ucap Eki.


"ya udah nanti aku bilang ke ibu aku kalau ada teman yang datang nanti"ucap Rara.


"bagus dong,gitu sayang" ucap Eki sambil merangkul pundak Rara.


.


.


kak Eki merangkul pundakku,apakah ini mimpi?sebaiknya ini kenyataan,jikalau ini mimpi maka aku tak ingin terbangun.ucap Rara didalam hatinya.


.


.


Tapi apa alasan Eki menjadikan Rara sebagai kekasihnya.kenapa dia merasa Eki tidak benar benar menyukainya.


.


.


walau bagaimanapun Rara akan menikmati perasaan ini. meskipun Rara hanya akan menjadi mainannya kemudian ia buang tak apa.


.


.


"sekarang sudah sampai rumah,kamu jangan main kemana mana lagi ya. nanti kakak sms kamu ya sayang"ucap Eki sambil memeluk Rara dengan erat.


"iya makasih ya ayang.ditunggu smsnya"ucap Rara sambil berjalan menuju pintu pagar rumahnya.


.


.


di perjalanan pulang,Eki termenung memikirkan apa yang dilakukannya sekarang. apakah keputusan membuat Rara jatuh cinta kepadanya dan menjadikannya kekasihnya sudah tepat.


.


.


Sedangkan ditempat lain,Satrio sedang menyiapkan sebuah kejutan untuk Rara. Dia benar benar ingin membuat Rara menjadi kekasihnya. Satrio merasa Rara pantas menjadi kekasihnya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2