
Suatu hari Sani mengajak Rara untuk hang out bersama-sama.Sani yang saat ini sedang menyelidiki kedekatan Rara dengan Satrio. Sani mengajak Rara ke taman hiburan bersama.
Rara mengajak Satrio untuk menemani mereka.Satrio mau tidak mau harus ikut karena akan sangat mencurigakan jika dia menolak ajakan Rara.Karena selama ini dia tidak pernah menolak ajakan Rara.
Sani terus memancing supaya Satrio berdekatan dengan dia.Sani terus memepet Satrio sehingga dia bisa berjalan bertiga bersama Rara.
Sani dengan terang terangan menggandeng tangan Satrio.Rara tidak curiga dengan Sani karena dia seolah olah mengajak Satrio untuk ikut bersama mereka.
Rara pergi ke toilet sendirian,disaat itulah Sani mulai mengajak Satrio berbicara.
"hai,lo gak lupa kan sama gue?" tanya Sani pada Satrio.
"gak lupa,aku masih inget.tapi buat apa kamu datang sekarang?" tanya Satrio.
"gue mau tagih janji lo ke gue" ucap Sani.
"Sani,sekarang aku sudah punya kekasih. aku gak bisa tepatin janji aku sama kamu" ucap Satrio.
"heh,janji itu hutang.makanya jangan mau berhutang kalau gak bisa bayarnya.gue gak mau tau lo harus jadi pacar gue.meskipun gue harus celakain Rara supaya lo gak bisa deket dia lagi" ucap Sani.
"kamu kok kayak gitu San,kamu itu kan orang baik. tapi kenapa kamu jadi berubah seperti ini" tanya Satrio dengan nada sedih.
"cih,gue gak suka cowok lemah.lo harus jadi yang gue mau.lo harus jadi pacar gue" ucap Sani.
Tiba tiba Sani memeluk Satrio dan mencium pipinya Satrio. Rara yang baru keluar dari kamar mandi melihat Sani yang sedang memeluk dan mencium pipi Satrio.
hah kenapa ini?sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka. gumam Rara didalam hatinya.
Kemudian Rara menghampiri mereka berdua yang sudah berjauhan.Sani sebenarnya sengaja melakukan seperti itu supaya Satrio diputuskan oleh Rara.Akan tetapi Rara tidak mengucapkan sepatah katapun dan bersikap seolah biasa saja.
__ADS_1
"hai kak,sekarang kita main itu yuk" ajak Rara sambil menggandeng tangan Satrio.
Sani marah dan tidak ingin mengalah.Dia menggandeng tangan Satrio juga dan menarik Satrio untuk menaiki wahana yang berbeda dengan yang Rara tunjukkan.
Sani melirik kearah Satrio dengan manajamkan matanya seolah olah Satrio harus menuruti kemauannya.Satrio tidak dapat berkutik karena ancaman dari Sani akan mencelakai Rara. Rara terkejut karena Satrio tidak mengikutinya.Satrio melepaskan tangannya kemudian pergi bersama Sani untuk menaiki wahana tersebut.
Rara tidak mengikuti mereka dan hanya menonton mereka dari bawah.Sani tertawa manja,dan berpura pura menjadi perempuan yang lemah di hadapan Satrio dan Rara.Sani kini berubah menjadi sangat jahat menurut Rara. Dia dengan terang terangan mendekati Satrio didepan matanya.Merebut Satrio dengan tenangnya.
Tapi Rara tidak langsung marah pada Satrio,Rara meyakini kalau Satrio sebenarnya mencintainya bukan Sani.Sani berpelukan pada Satrio.wajah Satrio yang terlihat sangat risih dengan sikap Sani terlihat sangat jelas.
Didalam hati Rara ingin rasanya menangis dengan kencang,karena untuk kedua kalinya lelaki yang disukainya bersama perempuan lain.
Rara duduk di bangku yang disediakan taman bermain.Dia termenung karena harus memikirkan apa yang terjadi dengan mereka ini.Rara harus merebut cintanya dan tidak boleh diambil lagi oleh orang lain.
Sani dan Satrio kini menghilang dari pandangan Rara. Sungguh mengejutkan kini pacarnya menghilang dan dia ditinggalkan sendiri disini.
Rara menahan airmatanya yang sudah menumpuk dipelupuk matanya.kenapa Satrio tega meninggalkannya sendirian disini,ditempat asing. Rara terus mendongakkan kepalanya supaya dia tidak menangis.Saat dia sedang terus mendongakkan kepala menatap langit tiba tiba ada seorang lelaki menutupi pemandangan langit dengan tangannya.
Max tidak tau apa yang terjadi akan tetapi kata hatinya berkata dia harus menemani Rara ke taman hiburan.Jadi Max pergi ke taman hiburan sendirian dan berjalan jalan sambil mencari Rara beserta Satrio dan temannya.
terdengar seperti isak tangis yang keluar dari bibir Rara.Max mencoba bertanya tapi diurungkannya. Max membiarkan Rara terus menangis dalam pelukannya walaupun bajunya kini sudah terasa basah karena airmata Rara yang menetes di bajunya.
Max melihat sekeliling tapi tidak mendapatkan Satrio di sisinya Rara.Dan temannya pun tidak ada juga menemani Rara.
Kemana mereka berdua,mengapa Rara sendirian disini?mengapa Rara menangis sendirian disini?apa dia tersesat atau Rara ditinggal sendirian oleh mereka berdua?ada apa Satrio dengan teman barunya Rara? begitulah pertanyaan demi pertanyaan beruntun hadir didalam pikiran Max.
"kak Max,kok kakak ada disini?" tanya Rara menyelesaikan tangisnya dan menghapur airmata dengan jari tangannya.
"jangan pakai jari,nanti pipimu terluka. Pakai sapu tangan kakak" ucap Max menahan jari tangan Rara dan mengusap airmatanya Rara dengan saputangan ditangan sebelahnya.
__ADS_1
"kakak,bisakah kita pulang" ucap Rara mengajak Max untuk pergi dari taman hiburan.
"kakak baru saja sampai,biarkan kakak menikmati permainan ini lalu pulang bersama ya" ucap Max sambil menggenggam tangan Rara kemudian menariknya bersama.
Max berjalan sambil merangkul pundak Rara,dia mencoba menenangkan hati Rara dengan mengajaknya naik kincir besar.
"Ra,lihat,matahari terbenam dengan cantiknya coba kamu perhatikan" ucap Max sambil menunjuk matahari yang mulai kembali ke peraduannya.
"aku benci matahari terbenam," ucap Rara meskipun didalam hatinya dia sangat menyukai pemandangan ini.
"hmmmm,jangan membencinya hanya karena sesuatu hal yang menyakitimu.karena bisa jadi disaat itu pula kamu akan menemukan jalan kebahagiaan" ucap Max dengan bijak.
"kak Max,kenapa bisa ada disini?"tanya Rara kembali.
"kakak lagi gak enak perasaan aja,jadi kakak kesini." ucap Max sambil mengambil foto sunset.
"oh,terima kasih ya kak sudah menemukanku disini." ucap Rara sambil berusaha untuk tersenyum kepada Max.
"Rara sayang,mata kamu sembab. jangan sampai ayah dan ibu tahu.kasihan mereka sudah terlalu tua untuk melihat putri tercintanya menangis.kamu harus kuat walau tak ada kakak disini" ucap Max sambil memeluk dan menepuk nepuk pundaknya Rara.
"kakak,kenapa sih laki laki itu suka gampang sekali jatuh cinta?" tanya Rara.
"mungkin karena diberi perhatian melebihi pacarnya sendiri" kata Max.
"berarti kak Max juga dulu begitu waktu sama kakak aku?" tanya Rara.
"beda ceritanya dong Rara.kamu belum saatnya tahu dan mengerti masalah ini" ucap Max.
kemudian kincirnya pun selesai berputar dan Max mengajak Rara menaiki komedi putar. Rara menaikinya bersama Max sambil berpegangan tangan layaknya sepasang kekasih.
__ADS_1
Satrio melihat Rara yang sedang bersama Max merasa cukup lega karena Rara sudah bersama orang yang tepat. Satrio kemudian ditarik oleh Sani untuk pulang dengannya.