Mantan Pacar

Mantan Pacar
11. Terjadi begitu saja


__ADS_3

Januari Fajar Atmaja, dengan penuh keikhlasan aku sudah berusaha untuk melupakan semua kejadian dan rasa sakit lima tahun lalu, meskipun namamu masih bertahta dihatiku dan akupun tidak munafik akan hal itu.


Beberapa bulan setelah berusah untuk berdamai hubungan kami kembali membaik meskipun buka sebagai sepasang kekasih melainkan teman dan atasan ketika di kantor, kamu juga cukup banyak menghabiskan waktu bersama dari mulai maka siang atau kadang juga dia yang mengantarkan aku pulang ketika mobilku sedang di bengkel.


Meskipun belum melupakan sepenuhnya tapi disini aku sedang berusaha dan begitupun dengan Januari yang berusaha memperbaiki keadaan ini.


Malam ini salah satu divisi mengundangku makan malam, karena keberhasilan mereka dalam pekerjaannya, akupun menyanggupi permintaan mereka dan sekarang aku sedang duduk dengan anak-anak divisi yang sedang asik menyantap makanan.


“Maaf saya terlambat!” aku menoleh ke asal suara dan melihat Januari dengan baju kemeja lengannya digulung itu.


“Ahh tidak pak, justru kamu sangat bersyukur bapak bisa bergabung dengan kami!” ucap salah satu anak divisi itu.


“Selamat menikmati makan malamnya pak!” ucap serentak anak-anak divisi kepada Januari


Mereka begitu terlihat bahagia dengan keberhasilan proyek yang mereka kerjakan, dan akupun begitu juga bahagia melihat kemeriahan dan suka cita yang mereka rasakan.

__ADS_1


“Kamu disini juga?” aku menoleh kearah Janu yang duduk di sampingku.


“Iya tadi anak-anak maksa aku untuk Dateng!” jawabku.


“Oh aku juga dapet undangan dari mereka!”


Kami menikmati makan malam dengan meriah apalagi melihat beberapa anak divisi itu menyanyi dan melakukan karaoke,aku menatap Januari yang sudah mabuk itu aku hanya menggeleng, dari dulu dia memang tidak mahir dalam minum, sampai akhirnya cepat mabuk.


“Jan.. kamu udah mabuk, udah minumnya!!” aku meraih gelas berisi minuman yang akan dia minum.


“Hek hek” aku melihat dia sepertinya sudah sangat mabuk, sampi Akhirnya tubuh Januari limbung dan tertidur di pangkuanku, moment seperti ini mengingat kembali dimana saat kita masih menjalin kasih.


“Iya, kamu tolong bantuin saya bawa dia ke mobil saya!”


Aku dan Salim laki-laki berambut gondrong itu memapah Januari menuju mobilku.

__ADS_1


“Hahh kamu nanti pulang bawa mobil pak Januari saya yang antar dia, kalau kamu yang antar dia habis kamu di tangan Bu Amelia!” ucapku menakuti Salim.


“Iya Bu saya bawa mobilnya”


“Saya duluan yah!” aku memasuki mobil dan pergi dari bar itu, melihat Januari yang meracau karena mabuk membuatku sedikit kasihn dengannya. Dan akhirnya aku membawa dia ke rumahku, setibanya di rumah aku memapahnya menuju kamar tamu, badan atletis itu sangat berat sekali ketika aku berusaha untuk memapahnya.


“April... Sayang...” Dia tersu meracau namaku sedangkan aku hanya bisa diam ketika mendengar semua itu.


Aku membuka sepatu dan kaos kakinya kemudian menarik selimut, namun taganku terhenti karena cekakan dari Januari, dia menarikku hingg aku berada diatas dada bidangnya.


“April.. sayang.. jangan tinggalkan aku..”racau nya lagi kemudian ku berusaha untuk melepaskan pelukannya namun gagal, laki-laki itu semakin mengeratkan pelukannya dan membuatku sulit untuk bangun,dengan kerasnya aku melepaskan tangannya sampai akhirnya akupun terlepas.


Aku terkejut ketika ingin pergi dia menarik ku lagi dan kini posisi kami saling berciuman, mataku seketika melebar aku ingin melepaskan ciuman itu namun rasanya sulit dan aku justru sangat menyukainya.


“Enghh” aku melenguh disela-sela ciuman kami.

__ADS_1


“Kamu hanya milik aku April!” Ucap Januari yang kini semakin ******* bibirku dengan begitu nikmatnya.


Ciuman itu semakin panas dan tanpa aku sadari kini kamu sudah telanjang bulat, ketika aku ingin mengehentikan semua ini namun tubuhku berat bahkan rasanya aku sangat menikmati.Setelah itu semua berjalan tak terkendali.


__ADS_2