
Hari ini tepat tiga bulan pernikahan kami, mungkin masih bisa dibilang pengantin baru, pernikahan kami berjalan dengan baik meskipun beberapa keributan kecil kerena kesalahpahaman atau semacamnya.
Bahkan pada bulan pertama kami sempat berdebat tentang aku yang tidak seharusnya bekerja, namun aku ngotot untuk bekerja, karena menurutku Bekerja ajalah salah satu kegiatan yang bisa menghilangkan rasa bosanku.
Siang ini kami sedang makan siang bersama di restoran mewah, sebagai Nyonya Atmaja tentu aku akan terus menikmati semua kemewahan ini dan tidak akan pernah menyia-nyiakan nya.
“Loh, Janu?” aku dan Mas janu sedikit tersentak dengan kehadiran seorang wanita berbaju yang cukup minim itu.
“Aku Vanya!, Lama yah kita udah Ngak ketemu!” ucap wanita itu yang kini membuat mataku membulat, aku mendecih dalam hati.
“Oh, hai!” ucap Mas Janu.
“Aku denger kalian udah nikah, Selamat yah!” ucapnya lagi sambil menyalami tangan aku dan Mas Janu
“Iya.. Makasih!” Balasku dengan nada sinisnya.
__ADS_1
“Aku duluan yah, Ngak mah nganggu moment pengantin baru!, By!” wanita itu pergi dengan membuat perasaan kesal dihatiku.
“Yang, kamu Ngak papa kan?” aku menatap sengit Mas Janu.
“Yah emang nya aku harus kenapa Mas?” jawabku dengan sarkasnya, jangan aneh dengan panggilanku kepada Mas Janu karena dia memaksaku untuk menyebutnya Mas, syarat agar aku masih bisa bekerja.
“Ngak ko, mas takut kamu Ngak enak ajah, tapi mas Ngak pernah ketemu lagi sama dia ko ini baru pertama kalinya!” jelas mas Janu.
“Aku ngak papa, dan aku juga Ngak nanya mas soal ketemu apa ngak nya sama tuh perempuan!”
“Emm, iya maaf” aku melanjutkan makan siang ku tanpa memperdulikan lagi perasaan kesal ku karena kehadiran wanita yang dulu membuatku diduakan.
Setelah masakan semuanya jadi, aku langsung makan dengan lahap tanpa memikirkan Mas Janu yang tadi izin pulang malam karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan, aku hanya menikmati ayam kecap, rasanya sangat nikmat dan rindu sekali dengan makanan ini padahal cukup sering aku memasak ayam kecap.
Setelah makan aku hanya berkutat dengan laptop dan membenahi beberapa laporan yang sebagian sudah selesai, jam sudah menunjukan jam 10 malam, dan laki-laki itu belum sama sekali. Karena merasa lelah akhirnya akupun memutuskan untuk tidur tanpa menunggu Mas Janu pulang.
__ADS_1
Di sisi lain.
“Aku harus pulang!” ucap sang laki-laki yang kini sudah berdiri.
“Tapi ini baru jam 10 Mas!” cegah perempuan itu.
“Aku sudah punya istri, aku Ngak mau juga orang berfikir yang macam-macam tentang kita Van!” laki-laki melepaskan tangan sang wanita yang tadi mencekal nya.
“Mas bilang, mau nemenin aku dan menjelaskan semua permasalahan yang terjadi 5 tahun yang lalu, barusan mas minta maaf dan sekarang mas mau pergi?!” ucap wanita itu yang bernama Vanya.
“Maaf Vanya, kamu tau kan mas sudah menikah dengan April, mas takut dia nungguin mas di rumah, mas kesini cuman mau meluruskan apa yang terjadi di masa lalu itu ajah!”
“Ok, Vanya ngerti tapi Vanya harap setelah ini kita berhubungan baik yah, Vanya masih tetep pengen jadi temen Mas!”
“Iya, Mas janji, mas pergi dulu yah!”
__ADS_1
Laki-laki bernama Januari itu pergi meninggalkan seorang Vanya yang sedari tadi melihat punggung laki-laki itu dengan tatapan sinisnya.
“Kita lihat seberapa lama hubungan pernikahan kalian!” Ucapnya dengan nada sinis.