Mantan Pacar

Mantan Pacar
19. Hamil


__ADS_3

Huek huekk huekkk!


Aku terbangun dari tidurku, badanku terasa lemas dan mual, bahkan hari ini dia hany bisa berbaring diatas kasur dan enggan memakan makanan yang sudah disediakan.


“Non, makan dulu yah, saya takut tuan marah!”


“Tapi, bi saya Mual”


“Yaudah sedikit, ajah setelah itu bibi Ngak akan paksa non lagi!” Bujuk bibi kepadaku.


Aku hanya mengangguk dan memakan sedikit demi sedikit, rasa muak itu kembali menyeruak hingga kau berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan semua makanan itu. Bibi hanya mengusap tengkukku dan memberikan aku air hangat.


Aku kembali ke atas kasur dengan badan lemas dan kepalaku yang pening.


“Non, ngerasa Ngak kalau telat datang bulan gitu!” tanya bibi kepadaku


“Emang kenapa bi?”


“Soalnya gejalanya kaga orang yang lagi hamil gitu!”


“Emmm.. kalau dihitung sih saya sebenarnya udah hampir dua bulan ini Ngak haid, karena haid saya emang Ngak teratur gitu bi!” jelasku.

__ADS_1


“Coba periksa dulu yah non, saya beli dulu tespack nya” aku hanya mengangguk dan bibipun pergi keluar.


Cukup lama menunggu akhirnya bibi datang dengan kantong keresek putih serta satu pack testpack yang entah apa mereknya itu.


“Nih non, kalau cobanya jaga satu takutnya Ngak akurat!” bibi menyodorkan 2 testpack itu dan akupun pergi ke kemar mandi.


Aku mencelupkan tespack itu kedalam air pipis yang sudah aku wadahi itu, setah cukup lama aku melihat dua garis merah di kedua testpack.


“Bibi!!” aku menjerit senang melihat hasilnya.


“Gimana non!” tanya bibi penuh dengan rasa penasarannya.


“Dijaga yah, non, sekarang non makan yah!” ucap bibi dan aku hanya mengangguk.


“bi jangan kasih tau mas Janu yah aku mau kasih surprise!”


“Siap non!”


Aku hanya tersenyum sambil mengusap perutku yang kini sudah ditempati bayi kecil, rasa bahagiaku hari ini sangatlah mengesankan, karena kehadiran seorang anak adalah hadiah terindah bagi para orang tua.


“Umurnya kira-kira sudah 9 Minggu Bu!” Ucap dokter yang kini sedang melakukan USG terhadapku.

__ADS_1


Setelah kejadian tadi aku langsung menemui dokter karena rasa penasaran akan umur kandunganku, aku hanya tersenyum haru melihat titik kecil dalam layar USG itu, ini akan menjadi hadiah terindah untuk ulang tahun suaminya nanti.


“Di jaga yah Bu, saya kasih resep vitaminnya, jangan sampai kelelahan karena kandungan ibu masih trisemester pertama!” jelas dokter perempuan itu


“Baik, dok!”


disisi lain


“Mas Janu!” wanita itu kini memelukku seorang Januari di dan dia sedang terisak akan tangisannya.


“Sebenarnya ada masalah apalagi, sama tunangan kamu itu Van?, Tanya Janu.


“Dia memukuliku mas, aku sudah Ngak tahan, aku mau putus tapi aku juga ngak ingin mamah sakit lagi mas!” wanita itu Vanya, yang kini sedang terisak dipelukkan seorang Januari.


“Aku kan sudah pernah bilang, lebih baik kamu putuskan saja laki-laki itu, soal urusan mamah kamu, kamu bisa biacara dengan dia baik-baik!” Januari mengusap rambut wanita itu dan memberikannya ketenangan.


“aku takut mas, hiks hiks!”


“Jangan takut Van, ada aku, udah Jagan nangis terus yah!” tanpa laki-laki sadari di samping mejanya itu ada seseorang yang sedang memotret Kebersamaan mereka, dan mungkin ini akan menjadi awal bencana dalam rumah tangga seorang Januari.


'Kamu akan hancur sebentar lagi Janu' ucap Vanya dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2