
Sinar matahari kini menyoroti kamarku, aku berusah mengerjap kan mataku yang terasa berat. Aku merasakan tangan besar kini tengah memeluk dengan begitu eratnya, hingga aku tersadar akan kejadian tadi malam. Aku segera bangun dan melihat tubuhku dan Januari tanpa busana.
“Arghhh” aku berteriak hingga membangunkan Januari.
“Pril kena..pa?” dia sepertinya tersadar dengan apa yang terjadi ketik melihat ku menutupi tubuhku dengan selimut.
“Hiks hiks” aku menangis dengan sedihnya meskipun aku menikmati malam tadi tapi itu diluar kendaliku.
“Prill ma..af!” aku menatap Januari dengan perasaan campur aduk, ini sepenuhnya bukan salah dia aku juga terlena akan kejadian semalam.
Aku hanya menagis dan tubuhku Bergetar hebat, perlahan Januari memelukku dan akupun semakin mengencangkan tangisanku.
“Prill maaf semalam aku mabuk” ucap Januari .
“Ini bukan salahmu juga, aku yang salah dengan membawamu ke rumahku, karena aku pikir semalam kamu mabuk berat dan aku takut Bu Amelia akan memarahiku” jelasku sambil menunduk.
“Aku akan tanggung jawab Pril!” aku terlonjak kaget mendengar ucapan Januari.
“Ngak,.. Ngak usah lagian semalam bu..kan masa suburku!”
“Tapi Pril tetap saj aku yng sudah mengambil keperawanan kamu!”
__ADS_1
“Ngak usah aku ngk papa ko!” aku berusaha untuk menguatkan hatiku, entahlah ku belum berfikir untuk hal pernikahan.
“Ngak Pril, aku akan tanggung jawab!, Lagian kita udah Ngak muda lagi Pril dan aku masih sangat mencintaimu!”
“Ta..Pi aku masih ragu!”
“Aku sadar kesalahan ku dimasa lalu mungkin tidak akan bisa termaafkan tapi, aku menyesal Pril, aku akan berubah, aku janji!”
Aku tertunduk dengan kebingungan, jika dibilang aku masih mencintai Januari, maka jawabannya tentu aku masih mencintainya, namun masih ada sedikit rasa khawatir dan takut kalau-kalau dia melakukan kesalahan yang sama.
Dengan berat hati aku mengiyakan permintaan Januari itu, meski hatiku masih ragu tapi dia berusaha untuk mempercayainya kembali, aku hanya bisa berharap dengan adanya.
pernikahan ini Januari benar-benar menyesal
“Udah sekarang kamu panggil mamah yah, kamu kan sebentar lagi mau jadi anak mamah juga” tukas Bu Amelia kala aku memanggilnya dengan sebutan ibu, karena jujur aku masih sangat canggung apalagi Bu Amelia adalah orang yang aku hormati selama ini.
“Iya mah!” aku tersenyum simpul
“Oh iya untuk persiapan pernikahan kalian semuanya sudah selesai, mamah juga udah siapin tiket honeymoon kalian ke Bali!” ucapnya dengan penuh semangat.
“Tapi mah, aku tidak bisa lama-lama meninggalkan kantor!” .
__ADS_1
“Kamu itu udah mau jadi menantu Keluarga Atmaja, kalau urusan kantor itu gampang yang terpenting kamu nikmati dulu pernikahan sekaligus honeymoon kalian yah!”.
Aku hanya bisa mengangguk patuh kala nyonya Atmaja itu memerintah, bahkan rasanya baru seminggu yang lalu aku dan Januari memberitahu tentang hubungan kami serta niat kami untuk menikah, sekarang persiapannya sudah selesai bahkan , aku hanya bisa berdiam diri dirumah sampai hari pernikahan tiba yaitu lima hari lagi.
Sungguh ini bukanlah mimpi, karena aku akhirnya bisa menikah dengan seorang Januari meskipun dengan jalan cerita yang berbeda dari apa yang aku impikan. Aku hanya bisa berharap pernikahan ini akan membawa aku kedalam kebahagiaan, dan semoga kali ini Januari benar-benar memenuhi janjinya itu.
Lima hari terasa cepat menurutku, kini aku sudah berdiri di atas Altar dengan balutan baju pengantin dan Januari tampak gagah dengan jas hitamnya.
Janji suci kami sedang berlangsung, aku sangat terharu akan ini semua andai orangtuaku bisa menyaksikan ini secara langsung mungkin akan sangat membahagiakan moment ini.
“Selamat kalian sudah resmi menjadi suami istri, pengantin pria boleh mencium sang istri!” begitu yang dituturkan oleh pendeta
Wajah kami saling mendekat hingga akhirnya Januari mencium bibirku dengan lembut dan sedikit *******, para tamu yang hadir bertepuk tangan dengan sangat ria.
Pesta pernikahan berjalan dengan meriah dan mewah, konsep pernikah yang dirancang langsung oleh nyonya Atmaja, sedangkan aku dan Januari hanya bisa menuruti semua itu.
Januari, aku harap pernikahan ini memberikan kebahagiaan
Tetapi janjimu kali ini
Karena jika kali ini kamu benar-benar menyakitiku lagi
__ADS_1
Aku tidak tau apa bisa hidup di sampingmu lagi