Mantan Pacar

Mantan Pacar
14. Karen dan patah hatinya


__ADS_3

Sepulang kami dari bulan madu, semua jalan seperti biasa aku dan Januari dengan pekerjaan kami masing-masing, meskipun Janu melarangku untuk bekerja tapi aku tetap kekeh karena sangat membosankan bila aku hanya berdiam diri dirumah.


“Ehemmm!” Aku mengalihkan pandanganku melihat siapa yang berdehem.


“Kenapa Pak Karen?!” Tanyaku minat pak Karen seperti ada hal yang aneh pada dirinya.


“Apa ini yang membuatmu selalu menghindar dari saya dan menolak saya?”


“Maksud Pak Karen apa yah?!”


“Kamu nikah sama Januari, Sepupu saya sendiri sementara aku suka sama kamu!” .


“Pak saya sudah pernah bilang akan hal ini, saya itu ngak mencintai bapak dan asal bapak tau Januari itu adalah mantan saya, wajarlah saya menikahinya karena saya masih mencintainya, jadi saya mohon lebih baik bapak pergi dari sini!” jelasku dengan kesal.


“Apa kamu tidak bisa menerima hatiku, aku cinta sama kamu udah lama Pril!” ucapnya dengan wajah memelas.


“Maaf pak dari awal kan saya sudah katakan saya Ngak suka sama bapak!, Silahkan pergi dari ruangan saya!”


“Baik, aku pergi, tapi satu hal yang harus kamu, aku Ngak akan begitu saja lepaskan kamu!” sarkasnya.


Laki-laki itupun pergi dengan penuh amarah dan membanting pintu ruangan ku, aku mengurut keningku yang terasa pening dan pusing, dengan tingkah dari wakil direktur itu. Dan kenapa aku harus berurusan dengan keluarga Atmaja, sampai dua laki-laki itu mencintaiku dengan begitu besarnya.

__ADS_1


Aku pulang lebih awal dan merebahkan tubuhku yang terasa letih, hari ini cukup banyak pekerjaan yang aku tinggalkan karena Persiapan pernikahan dan bulan madu.


Setelah cukup istirahat aku pergi ke dapur melihat bibi sedang memasak, aku mendekatinya melihat apa yang sedang dia buat.


“Non, kalau masih pusing lebih baik istirahat saja!” ucap bi suri.


“Iya bi, saya cuman mau minum!” jawabku


Setelah menikah aku tinggal dirumah yang dihadiahkan untuk pernikahan kami, rumah mewah yang hanya ditinggali oleh aku dan janu serta beberapa asisten rumah tangga.


Aku kembali merebahkan tubuhku yang lelah dan berusaha masuk ke alam mimpi, .namun baru saja ingin tidur aku tersentak mendengar pintu yang terbuka.


“Yang, kata bibi kamu Ngak enak badan, kau Ngak papa?” aku melihat kearah suara yang saat ini mendekatiku dan duduk disampingku.


“Kamu pasti kecapean, kan aku udah bilang jangan kerja, aku Ngak mau kamu kenapa Napa!”


“Janu, aku Ngak papa ko cuman pusing ajah, udah yah aku mau tidur lagi!” aku kembali menutup mataku karena rasa pusing itu semakin menyeruak.


“Oh iya, tadi sekertaris kamu bilang bang Karen masuk keruangan kamu, trus dia marah-marah setelah dari ruangan kamu!” niatku yang ingin beristirahat kini semakin sulit, karena pertanyaan yang dilontarkan oleh janu.


“Dia cuman nanya soal pernikahan kita!” balasku.

__ADS_1


“bahas pernikahan kita bagaimana, kalau tiba-tiba dia marah!”


“Jan, aku ini capek!, Pusing!, Dia itu datang karena merasa tersakiti, sebab aku sempat menolak perasaannya, sementara aku menikah dengan sepupunya!” ucapku dengan habis kesabaran.


“Dia suka sama kamu?, Bagaimana bisa, sementara aku sering melihat di gonta ganti pacar setiap minggunya!.” Aku tidak memperdulikan ucapan Janu dan lebih memilih untuk tidur.


Jujur aku sangat benci dengan sikap keinginan tahuan seorang Januari, bahkan ketik dulu kami pacaranpun dia begitu posessive.


_____


Seorang wanita yang sedang berjalan membawa koper disebuah bandara ternama, kacamata hitamnya sangat membuat dia terlihat semakin cantik.


“Nona, silahkan masuk!” ujar supir itu.


Wanita itu masuk dengan angkuh dan elegannya, setelah duduk di dalam mobil dia membuka notifikasi dari handphone kemudian membalas pesan dari notifikasi tersebut.


“Janu, Janu aku pulang ke sini karena mendengar kamu menikah dengan mantan kamu, jujur aku masih belum bisa melupakan 5 tahun yang lalu, ketika dengan mudahnya kamu campakkan aku!” ucapnya dengan wajah sinis.


Mobil berjalan menelusuri jalanan kota, dan kudian Sampai disebuah rumah mewah, wanita itu turun dan berjalan menuju rumah tersebut.


“Vanya!, Anakku kamu sudah kembali sayang?” ucap wanita yang usianya sudah tua itu dan langsung memeluknya.

__ADS_1


“Iya, ibu aku tidak ingin berlama-lama di Paris, sementara orang yang ku benci tertawa bahagia!” jawab wanita itu.


“Yaudah masuk yuk, ibu akan siapkan makanan kesukaan kamu!”


__ADS_2