
Malam ini Atika dan Dewa menghabiskan malam di Vila milik laki-laki itu, meskipun awalnya tidak menyangka sama sekali jika Dewa mempunyai Vila di daerah puncak Bogor.
"Aku beli Vila ini satu tahun yang lalu, awalnya ada teman yang menawarkan tempat ini, setelah aku lihat-lihat aku suka dengan Villanya jadi aku beli saja, sebenarnya saya sudah berniat mau mengajak April, kamu dan terutama Rion, namun untuk sekarang kehadiran Januari sudah lebih cukup untuk mereka, jadinya aku ngajak kamu ke sini" Atika hanya menganggukkan kepalanya, kini mereka tengah berada di balkon Villa dan menikmati suasana malam hari di daerah puncak itu.
"Mas, emmm.. soal yang waktu itu di rumah apa..." belum sempat Atika melanjutkan ucapannya, Dewa kemudian menyelanya.
"Saya serius saat itu, saya benar-benar mencintai kamu, dan tepatnya kapan saya juga ngak tahu" Atika menatap pria di hadapannya itu tersenyum, jantungnya berdebar kencang dan juga seperti ada ribuan kupu-kupu yang bertebaran dari tubuhnya ini.
Dewa menggenggam kedua tangan Tika dan menatap dalam mata kecoklatan milik gadis dihadapannya, sementara Atika lagi-lagi dia berusaha menetralkan detak jantungnya.
"Saya memang bukan laki-laki yang romantis, tapi hari ini tepat di hadapan kamu, aku ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu, kamu mau kan jadi istri saya Tik?" Mata Atika melebar saat ini dirinya tengah di lamar oleh pria di hadapannya, seseorang yang awalnya selalu membuat dirinya jengkel dan juga kesal karena sifat dingin dan kekakuannya, dan kini pria itu melamarnya.
"Mas apa ini tidak terlalu cepat?" Jujur Atika juga mempunyai perasaan yang sama seperti Dewa, namun setelah pernyataan cinta dari Dewa kemarin, kini laki-laki itu melamarnya bahkan mungkin belum sampai 24 jam.
__ADS_1
"Saya ngak ingin lama-lama pacaran atau semacamnya, saya cinta sama kamu dan lima tahun itu bukan waktu yang cepat bukan?" Atika mengangguk, memang selama ini mereka hanya saling mengenal dan mengobrol pun jarang, meskipun begitu Atika mengetahui tentang kebiasaan-kebiasaan, dan sebagian hal tentang laki-laki itu.
Atika menghela nafasnya kemudian dia mengangguk " Aku mau mas, aku mau jadi istri kamu"
Dewa tersenyum kemudian dia mengeluarkan sebuah cincin dari saku celananya dan memasangkan langsung ke jadi manis Atika.
Kemudian Dewa merengkuh tubuh gadisnya ke dalam dekapannya, mereka saling menyalurkan perasaan penuh cinta.
Pelukan itu perlahan merenggang dan kini mata mereka berdua bertemu, Dewa menatap mata gadisnya dengan lekat, kemudian dia mendekatkan keningnya ke kening Atika.
Ciuman mereka semakin dalam, kemudian Dewa memangku gadisnya dan membawanya ke kamar utama yang berada di Villa itu, mereka berdua terhanyut dengan setiap sentuhan masing-masing.
Atika hanya bisa pasrah dan membiarkan calon suaminya kini menggerayangi tubuhnya, dan menikmati setiap sentuhan dan juga perlakuan Dewa.
__ADS_1
**
Maaf yah part ini sedikit
Makasih buat para pembaca yang menyukai karyaku ini, jujur aku sangat terharu dengan respon baiknya.
Disini aku masih belajar meskipun ini bukan cerita pertamaku, tapi aku minta maaf jika ada kosakata yang tidak di mengerti atau alur cerita yang kurang pas.
Aku harap kalian semua bisa menyampaikan kekurangan cerita ini agar aku bisa mengoreksi dan juga menjadi motivasi ku untuk kedepannya.
Untuk cerita Mantan Pacar ini sendiri, aku hanay berfokus dengan keluarga kecil Januari dan April, kemudian hubungan Dewa dan juga Atika.
Beberapa part kedepannya pasti banyak kebucinan jadi stay terus untuk membaca cerita ini
__ADS_1
Jangan lupa juga mampir di cerita aku yang baru, cerita baruku ini penuh dengan ke bucinan.