Mantan Pacar

Mantan Pacar
End


__ADS_3

Kecelakaan itu sudah dua minggu terlewat kini mereka juga sudah pulang ke mansion, namun Rion masih dalam penanganan dan juga terapi berjalan.


Seluruh kelurga menyemangati Rion, adiknya juga sudah keadaannya sudah membaik, namun Rion yang dulu seakan sudah hilang tak ada lagi canda tawa atau senyum yang terukir di bibirnya.


Semua orang awalnya memaklumi hal tersebut namun perubahan Rion sampai sekarang tidak tidak ada perubahan sehingga membuat seluruh keluarga sangat sedih.


Hari ini Rion tengah melakukan terapi berjalan, kondisinya berangsur membaik dan diapun bisa menjalankan kedua kakinya meskipun sedikit dei sedikit, namun itu adalah perubahan yang membuat semua orang bahagia.


"Rion sayang, setelah terapi mau kemana lagi?" Tanya Januari kepada sang anak, namun dia hanya bungkam laki-laki menarik nafasnya dan mendorong kursi roda sang anak.


Mereka sudah berada di dalam mobil menuju jalan pulang, Rion bocah itu hanya berdiam diri sembari melihat pemandangan di luar mobil, namun lagi-lagi bayangan kecelakaan yang mengerikan itu terlintas di kepalanya.


Januari melihat sikap aneh sang anakpun memutuskan untuk menghentikan mobil, dai melihat raut wajah ketakutan Rion, Januari paham dengan kondisi sang anak dan memutuskan untuk kembali menyalakan mobilnya.


Mereka telah sampai di mansion, Januari dengan buru-buru menggendong sang anak dan membawanya ke dalam kamar, seluruh anggota keluarga yang melihat itu nampak khawatir terutama April.


Dia melihat wajah pucat Rion, ini bukan kali pertamanya, bahkan selama dua minggu lebih ini Rion sudah berkali-kali dalam kondisi yang sama, dan dokter bilang ini akibat dari trauma pasca kecelakaan.


"Tenang sayang momy disini.." Ucap April yang berusaha menenangkan sang anak yang jauh dari kata baik-baik saja.


Seorang dokter datang kedalam dan memeriksa tubuh Rion, dia menyuntikan obet penenang kepada Rion, karena hanya itulah jalan yang terbaik.


"Dok, anak saya ngak papa kan?" April memeluk sang suami, keduanya diliputi rasa khawatir.

__ADS_1


"Pak Janu, sepertinya Rion harus di bawa ke psikologi, takutnya trauma yang dia alami ini akan berkelanjutan" Januari mengangguk dia menghampiri sang anak yang sudah tertidur, perasaan sedih lagi-lagi terasakan olehnya, Rion anaknya yang malang harus merasakan kejadian seperti ini, dia sangat merindukan Rion yang ceria dan juga selalu membuat orang lain tertawa.


April mengusap rambut sang anak, dia sama rapuhnya terkadang bayangan kecelakaan itu juga sering terbayang, namun Rion masih anak kecil tidak seperti dirinya yang bisa melewati semua ini dengan baik.


Rion terlalu dini untuk merasakan trauma dan rasa sakit, bahkan rasanya ini sungguh tidak adil jika harus Rion yang merasakan, dia masih kecil dan siapapun yang melihat dia seperti ini juga akan sama prihatinnya.


Januari menggenggam tangan sang istri juga memberikan semangat untuknya " Tenang sanya, kita pasti bisa melewati semua ini dengan baik, jangan menangis yah"


April mengangguk, dia tahu jika suaminya juga sama rapuhnya untuk itu dia tidak bisa egois mereka harus saling menguatkan satu sama lain.


**


Kegiatan Rion setiap minggunya bertambah setelah kemoterapi berjalanannya mulai membaik dan mendapatkan perubahan, bocah itu juga sering mendatangi dokter psikolog.


Kini keluarga Atmaja tengah menyantap makan malamnya, semua yang berada di dalam meja makan ini hanya bisa melontarkan ucapan agar membuat Rion tersenyum meskipun lagi lagi gagal.


Rion melihat ke arah adiknya yang sedang dipangku oleh momy nya, meskipun Rion jarang berbicara namun dia sering mengajak Queen adiknya bermain atau menemani bayi itu ketika orangtuanya sedang sibuk.


Rion mengelus rambut Queen dengan sayang, dia begitu sangat menyayangi sanga adik, Semua orang yang melihat itu hanya bisa tersenyum tipis, mereka juga merasa lega dengan perubahan Rion yang semakin membaik.


Setelah makan malam Rion memutuskan untuk pergi ke kamar nya, dia melihat pesawat mainan kesayangannya dan kemudian memeluknya dengan erat, Rion melihat gantungan pesawat jadi ingat dengan sang adik, kemudian dia mengambil tongkatnya dan berjalan menuju kamar orang tuanya, namun Rion yang malang dia mendengarkan pembicaraan yang tidak seharusnya dia dengar.


"Mas stop menyalahkan diri kamus sendiri yah, suatu saat kita akan memberikan pengertian ke Rion, sedikit demi sedikit dia akan paham" Ucap April yang tengah menenangkan suaminya.

__ADS_1


"Tapi sayang, aku takut Rion tidak bisa menerima, apalagi kecintaannya terhadap pesawat dan sekarang dia tidak bisa menjadi pilot karena kecelakaan itu membuat matanya mengalami masalah" Rion tertegun meskipun masih berusia tujuh tahun namun dia sudah paham dengan omongan orangtuanya.


Bocah itu kembali ke dalam kamar dan membanting kan semua pesawatnya, dia menangis dalam diam impian yang selama ini inginkan kini harus terkubur dalam-dalam karena kondisinya yang tidak memungkinkan, dia menyalahkan dirinya sendiri dengan semua ini bahkan kecelakaan itu sejak awal dia menyalahkan itu karena dirinya, andai saja dia tidak memaksa sang ibu menjemputnya mungkin semua ini tidak akan terjadi, dia masih bisa berjalan seperti baisa dan sekolah.


Rion sedari bayi sudah dikenalkan pesawat oleh Dewa sehingga sebagian hidupnya adalah pesawat, apalagi mainan pesawat kesayangannya yang selalu dia bawa kemanapun, dia sedih dan mengutuk dirinya karena impiannya bisa menerbangkan pesawat harus sirna.


Dia yang sudah berjanji kepada sang adik akan membawanya menaiki pesawat yang dia jalankan, Rion benci dirinya yang sekarang hingga semua itu berlanjut, sosok Rion berubah semakin tidak terkendali, dia jarang sekali berbicara tersenyum atau tertawa, semua pesawat yang dia koleksi kini telah lenyap, kamarnya sudah berganti, jejak pesawat sudah tak ada lagi hanya ada kamar bercat abu-abu dengan spray hitam polos.


Semua keluarga yang melihat perubahan Rion mereka merasa sedih, Rion sangat sulit sekali di sentuh atau di ajak berbicara baik itu oleh orag yang da kenal maupun orang baru.


Hanya Queen sang adik yang selalu Rion ajak bicara, jika diluar dia akan terlihat sangat dingin namun ketika berurusan dengan sang adik dia akan berubah mejadi lembut dan baik, mungkin orang-orang akan terheran-heran engan semua itu.


****


Cerita ini sudah tamat yah, namun kalau penasaran dengan cerita Rion maka, kian harus wajib baca cerita baruku yang akan segera d publish.


Jangan khawatir akan ada spesial part dari Dewa dan Atika, jadi jangan lupa untuk selalu ikuti cerita aku.


Cerita baru ini mengangkat bagaimana Rion dengan segala perubahannya juga pertemuannya dengan teman lamanya, banyak hal yang menarik dan juga menegangkan, ikuti terus, jangan lupa komen like dan Follow akun ku.


Tunggu Update selanjutnya mengenai spesial part dan juga novel terbaru mengenai Rion dan kisah cintanya.


Makasih buat para pembaca setia yang sudah mengapresiasi ceritaku, aku seneng dengan respon baiknya, dari awal memang aku ingin membuat sad ending dan sedikit menggantung agar kalian penasaran dengan jalan cerita selanjutnya.

__ADS_1


🙏🤧💜💜💜💜💜


__ADS_2