Mantan Pacar

Mantan Pacar
29. Lucunya ion


__ADS_3

Hari ini ioan pergi kesekolah seperti biasa, April mengantarkan anaknya sampai gerbang sekolah, setelah itu dia akan pergi ke toko bunga dan siangnya dia akan menjemput sang anak.


“Papah Dewa!” Kejutan yang manis kala Paman yang kini disebut sebagai Papah menjemput dirinya kesekolah.


Hap


“Papah kangen sama ion!” ucap Dewa yang kini sedang memangku ion.


“ion juga kangen, tapi kangen sama oleh-olehnya hehe!” dengan gemas Dewapun mencubit pipi sang keponakan.


“Ishh kamu memang Ngak kangen sama papah?” tanya Dewa.


“Iya kangen ko, jangan bapelan gitu pah!” Dewa hanya menggelengkan kepalanya dan kini membawa anak itu masuk kedalam mobilnya.


Sepulang dari tugas dari Singapura Dewa langsung menemui sang keponakan, rasa kangen akan celotehan yang ngak bermutu dan wajah lucu yang selalu dia bayangkan hingga membuatnya tersenyum sendiri, karena memang ion itu anak unik, dia bahkan bisa membuat orang tertarik hanya dengan melihat wajahnya saja.


“Ihh Papah mana oleh-olehnya!” ion pun merengek kepada Dewa.


“Nih!” sebuah pesawat berukuran sedang yang kini diberikan oleh Dewa, sesuai dengan pesanannya, bahkan sudah hal biasa ketika ion meminta pesawat mainan, karena sedari kecil memang dia sudah diajarkan dan diperlihatkan kedalam dunia penerbangan.


“Wahh, walnannya bagus, sekalang koleksi ion sudah banyak, makasih Papah!” dengan rasa penuh bahagia ion pun memainkan pesawat itu.


“Sama-sama sayang!” balas Dewa.


“Loh, kamu ko Ngak ngasih tau aku kalau mau jemput ion, aku tau dari Tika kalau ion ada yang jemput!” ucap April yang kini dia melihat anaknya sedang asyik memainkan pesawat barunya


“Sengaja biar surprise, lagian kan jadwalku dua Minggu ini padat, aku juga udah kangen sama ion!” jelas Dewa.


“Momy lihat pesawat ion udah banyak!, Nanti mau ion jual buat modal nikah sama Luna hihihi!” seketika mata April melotot mendengar penuturan dari sang putranya.

__ADS_1


“Tau dari mana kamu soal nikah, masih kecil juga!” tanya April.


“Kevin yang bilang, katanya kalau ion suka sama pelempuan halus nikah biak Ngak dosa, tlus juga kata Kevin nikah itu mahal butuh uang banyak, kan sekalang ion udah punya pesawat banyak jadi ion bisa jual untuk modal nikah sama Luna!” lagi-lagi April dibuat takjub dan pusing secara bersamaan dengan tingkah sang anak.


“ ion itu masih kecil, sekolah dulu belajar yang rajin yah!” dengan penuh kesabaran Aprilpun menjawab penuturan sang anak.


“Tapi nanti ion bisa nikah kan sama Luna Mom?”


“tentu sayang, sekarang belajar yang rajin yah biar nanti jadi orang yang sukses, nanti ion bisa nikah sama Luna!”


“Yeyyyy! ion mau mau cepet-cepet sukses, mau nikahin Luna!” bocah laki-laki itu menggoyangkan pantatnya dan berjingkrak-jingkrak senang.


Semua orang tau ion anak yang unik, dia berbeda dari anak kebanyakan sosok yang ceria, lucu dan polos terkadang banyak pertanyaan yang mungkin tidak seharusnya dilontarkan oleh anak yang masih berumur empat tahun lebih itu, namun karena ion itu istimewa maka sebagai orang tua April harus bisa bersabar lagi.


Rion itu ibaratkan obat bagi April, sebesar apapun rasa sakit yang dia dapatkan maka dengan melihat ion ia akan kembali pulih dengan cepat, ion itu warna bagi kehidupan April yang semula gelap dan buram, ion itu semangat dan kehidupan untuk April.


Maka apapun akan ia lakukan demi kebahagiaan sang anak, meskipun terkadang dia juga harus merasakan sakit dan sedih ketika dia menanyakan Ayahnya, sebab cukup sulit untuk menjawab karena lukanya belum sembuh, bahkan mungkin sulit kalau berkenaan dengan masa lalu.


Helly guk guk


Kemarin guk guk


Ayo lari-lari


Helly guguguk


Kemari guguk


Kepin kaya badut

__ADS_1


“Haha haha” ion tertawa puas kala ia meledek balik temannya yang mengatainya, Kevin adalah salah satu teman sekelas Rion namun mereka tidak terlalu bersahabat Karena keduanya saling suka meledek.


“ ion yang kaya badut, Kevin mah ganteng kan Kevin badboy!” dengan bangga Kevinpun bersidekap dada.


“Ihh ion mah ganteng, Kepin jelek weee!” ion pun tak kalah hingga dia menjulurkan lidahnya.


“Kevin , ion bukan kepin!” bocah bernama Kevin itu merajuk karena Rion selalu salah menyebutkan namanya.


“Loh ini pada kenapa?” tanya salah satu guru Paud tersebut.


“ion guru, dia ngatain Kevin kaya badut, bahkan ion sering salah sebut nama Kevin!” Rajuk Kevin dengan tingkah manjanya itu.


“Bener itu Rion?” tanya guru tersebut untuk memastikan apakah ucapan Kevin itu benar apa tidaknya.


“Ihh ibu gulu, yang ngatain duluan itu, Kepin! Ion mah cuman balas ajah, kepin itu cengeng kaya pelempuan huh!” bela ion dengan nada kesalnya itu.


“Ibu tuh ion!” Kevin kembali merengek dengan manjanya.


“Ibu Ngak mau yah kalian bertengkar, sekarang saling minta maaf yah!” bujuk Bu guru tersebut.


“Ngak mau!” teriak keduanya.


“kalau Ngak mau yasudah, nanti ibu kasih tau mamah kalian gimana?” Sedikit ancaman yang dilakukan Bu guru itu kepada muridnya.


“ion minta maaf”


“Kevin juga!”


Mereka berjabat tangan dengan muka malasnya bahkan jabatannya itu hanya sebentar, tingkah mereka berdua membuat Bu guru terkekeh dan membiarkan mereka setelah saling meminta maaf.

__ADS_1


...Rion...



__ADS_2