
“Maksud ini apa sialan!” Januari bak kesetanan, setelah dimarahi oleh ibunya kini dia datang ke apartemen Vanya.
“Apasih Mas aku Ngak ngerti!” elaknya
“Jangan pura-pura bego bangsat!, Setelah semua kebaikan gue dan Loe hanya memanfaatkan Gue, sialan Loe, gara-gara Lo April pergi dari rumah!” Januari terus mencaci dan meneriaki Vanya.
“Baguslah aku fikir permainannya akan lama, tapi nyatanya baru berapa kali percikan kamu sudah kehilangan orang yang kamu sayang, haha haha!” ucap wanita itu dengan begitu liciknya.
“Baik, akan aku pastikan kamu benar-benar menderita karena sudah beraninya mempermainkan ku!”
“Silahkan saja, itu tidak akan sepadan dengan penderitaan yang nantinya akan kamu rasakan karena sudah kehilangan wanita yang paling kamu saya!” Januari pergi dari apartemen itu dengan perasaan penuh amarah dan dia pasti akan mengutuk siapapun orang yang sudah berani bermain-main kepadanya.
“Siksa wanita itu dan kirim dia sejauh mungkin, biar dia rasakan apa itu penderitaan yang sesungguhnya!” Ucap Januari kepada dua orang bodyguard dengan bentuk tubuh besarnya.
“Siap bos!”
__ADS_1
Laki-laki itu pergi dengan hati dan perasaan yang penuh dengan rasa penyesalan dan amarah, setiap jalan yang dia susuri rasanya begitu suram, hatinya kosong dan fikirannya berkecamuk. Wanita yang sedari dulu dia jaga agar bisa dibahagiakan kini lagi-lagi dia menyakitinya.
Wanita yang dia janjikan dan dia perjuangkan pernikahan yang indah, meski harus berlutut atau mengorbankan nyawanya untuk menebus rasa bersalah, mungkin itu tidak akan pernah cukup dengan apa yang sudah dia lakukan kepada sang istri tercinta.
Wanita yang kini tengah mengandung anaknya, tapi keberadaannya entah dimana, semua tempat yang berhubungan dengannya telah dia datangi, rumah lamanya dulu ketika menjabat sebagai manager pun sudah dipindah tangan menjadi atas nama orang lain, kemudian dia mencari-cari tentang setiap keluarga dari ayah maupun ibunya tapi itu juga sama, tidak memberikan hasil.
“Maaf sebelumnya bos, Nona April terlihat di salah satu bandara internasional pada hari kepergiannya, ketika meminta data penumpang Nona terbang menuju Singapura, namun pihak bandara dari Singapura tidak ada sama sekali penumpang yang bernamakan Non April, dan sepertinya Non April masih di Indonesia!” jelas anak buah kepercayaan Januari itu.
“Sial!, Terus dia dimana kenapa dia bisa sebegitu pintarnya dalam bersembunyi!” Januari berteriak kesal dengan berita yang baru dia dapatkan dan beberapa barang dimejanya sudah berantakan.
“Pokonya saya tidak mau tahu, cepat cari istriku!” keadaanya semakin kacau, bahkan mungkin lebih kacau dari lima tahun yang lalu, ketika kali pertama dia menyakiti wanitanya, Kini hanya ada tatapan sayu dan penampilan yang bisa dikatakan tidak baik.
@@
“Mbak!” sapa Atika kala kini April sedang duduk di kursi Belakang rumah
__ADS_1
“Iya tik kenapa?” aprilpun menjawab seperti dengan enggan
“Mbak jangan gini trus yah, aku ngak tega lihat mbak melamun bahkan sering menyendiri seperti itu!” Semenjak masuk perusahaan April dan Atika berkawan baik bahkan mereka sudah seperti keluarga, sosok Atika yang sudah seperti seorang adik bagi April membuat dia bisa melewati masa sulit kehidupannya dulu setelah ditinggalkan oleh sang ibu.
“Mbak ngak papa ko, kamu jangan khawatir yah!” dengan tenang April perusahaan untuk menenangkan Atika
“Yasudah kalau seperti itu, Mbak makan dulu yah, sedari pagi mbak belum makan, lagian sekarang kan mbak tengah hamil, kasian dede nya mungkin sudah lapar!” aprilpun tersenyum dan dia menyetujui untuk makan, dia juga tidak boleh egois karena, sekarang yang terpenting baginya adalah kesehatan sang janin.
Sudah banyak rencana yang sudah dia siapkan untuk memulai hidup baru ini, memang ketika awal pernikahan April berniat untuk membalaskan dendam akan rasa sakitnya yang dia rasakan lima tahun yang lalu, dia berencana untuk meninggalkan Januari ketika dia sudah sangat bergantung kepadanya.
Rencana itu sudah dilakukan matang-matang dan dia juga akna melibatkan Dewa dalam hal ini, namun karena melihat perubahan dalam diri Januari, dan keseriusannya dalam berumah tangga akhirnya rencana tidak dia lakukan, pada akhirnya perasaan manusia itu berubah-ubah, hingga perhatian dan pembelaannya bukan lagi untuknya, dengan berat diapun kembali pada rencana awal.
Perubahan pada sosok Januari ketika awal pernikahan membuatnya yakin lagi dan mencoba memaafkan dan memperbaiki hubungan kami, jujur April tidak bisa membohongi dirinya kalau dia masih sangat mencintai seorang Januari.
Sosoknya yang menjadi laki-laki kedua setelah ayahnya, yang begitu amat dia cintai dan bahkan banyak bayangan indah yang sudah dia susun bersama seorang Januari, ekspetasi yang sudah sangatlah besar namun dihancurkan oleh realita bahwa Januari tidak bisa disamakan dengan sang ayah, dia berbeda. Ketika Sang ayah berusaha untuk tidak membuatnya terluka dan sakit, justru dengan gamblangnya dia menyakiti April dengan berselingkuh.
__ADS_1