
*Sebelum Penculikan*
"Luna, pulangnya langsung dijemput?" Rion menatap Luna dengan gemasnya, meskipun umurnya baru lima tahun tapi Rion sudah menyukai Luna, apalagi Luna mempunyai lesung pipi yang manis.
"Iya ion, itu mamah udah ******!" tunjuk luna ke arah sang ibu yang tenang menunggunya.
"Momy ion mana?"
"Belum datang mungkin!"
"Yaudah Luna duluan yah, bye bye!"
"bye!"
Rion melambaikan tangannya ke aa Luna yang sudah memasuki mobil bersama ibunya, sementara itu pandangan Rion melihat kearah seorang wanita yang persis sekali seperti momy, meskipun wanita itu membelakangi namun baju dan juga mobilnya Rion begitu hafal.
Rion pun lari menghampiri wanita yang dia anggap momynya itu, dan memeluknya dari belakang.
"Momy!" Ucap Rion yang sangat antusias, namun wanita itu sama sekali tidak menyapa atau menciumnya seperti yang selalu momynya lakukan setiap menjemput.
"Rion langsung masuk mobil yah!" Rion sedikit bingung dengan wanita yang dia sangka momynya karena wanita itu tidak menghadapnya dan juga suaranya berbeda dengan momy biasanya.
Namun Rion tetaplah anak lima tahun yang belum bisa membedakan secara benar, diapun masuk kedalam mobil tanpa keraguan sama sekali bahkan dia begitu bahagia dan menyanyi ria.
Di sepanjang jalan Rion terus berceloteh, bahkan dia tidak menyadari kalau sebenarnya dirinya sedang di culik.
"Momy sakit tenggorokan yah, dali tadi dian telus!" namun wanita yang dia ajak bicara itu masih terdiam tanpa mau menjawab ucapan dan juga celotehan dari sang anak.
"Huh! momy ngeselin masa ngak bicara-bicara dari tadi!" Rion terlihat kesal dengan momynya yang masih saja diam.
Kini anak lima tun itu di buat bingung dengan jalanan yang tidak biasa dia lewati, karena biasanya ketika pulang sekolah Rion akan langsung ke Toko bunga, namun kini jalanan di hiasi dengan pepohonan yang rindang.
__ADS_1
"ohh, Momy mau ngajak Rion camping yah, yeyyy.. Camping!" Rion terlihat bahagia dengan karena pikirnya sang momy akan mengajaknya camping.
Mobil itu berhenti di sebuah rumah yang bisa di katakan berada di tengah hutan dengan gaya rumah yang terlihat sederhana.
Wanita itu keluar dari mobil, sementara Rion yang dari tadi semangat karena berpikir akan camping, dalam perjalanan tadi anak itu tertidur.
"Bawa anak itu ke dalam!" Wanita itu mengangguk ketika sebuah perintah di berikan kepadanya.
Rion yang masih dalam keadaan tertidur di bawa masuk kedalam rumah yang bernuansa kayu itu, dan di tidurkan di sebuah kamar kecil dengan kasur tipis.
"Baguslah anak itu tidur, itu akan memudahkan kita!" Gumam wanita yang penampilannya berbeda dari wanita tadi.
"Setelah ini, bagaimana bos?"
"Kita hanya perlu menjaga anak itu sementara, aku tidak berniat membunuhnya, aku hanya ingin melihat Januari hancur melalui anak itu" Wanita yang di panggil bos itu tersenyum jahat, bahkan kini mungkin hatinya merasa puas dengan apa yang telah dia lakukan.
"Jagalah baik-baik anak itu, aku akan menjadikan dia sebagai bom waktu untuk ayahnya sendiri!" Wanita satunya lagi mengangguk patuh, dan pergi dari hadapan sang bos.
**
"Mas.. apakah belum ada informasi lagi, apa anak buah mu sudah menemukan Rion?"
Sedari tadi April terus mengucapkan hal itu kepada sang suami, bahkan Januari semakin menatap sedih sang istri.
"Kita masih belum menemukan jejak Rion sayang, tapi kita tunggu sebentar lagi aku yakin anak buah ku bisa menemukan Rion!"
"Tapi ini sudah malam mas, bagaimana jika Rion kelaparan, dia sama sekali tidak pernah melewatkan makan siang dan malamnya!" April terus saja menangis sedih.
Januari memeluk sang istri yang sedari tadi masih menangis dan maracau nama sang anak.
Kini dia sudah tidak tahan dengan anak buahnya yang masih saja belum menemukan sang anak sampai sekarang, biasanya anak buahnya sangat mudah di andalkan dalam hal apapun itu.
__ADS_1
"Mamah sama papah, mereka jangan dulu tahu yah mas, aku tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi mereka!"
"Tentu sayang, aku belum memberitahukan hal ini, tapi kemungkinan besar besok papah akan tahu mengingat dia juga selalu mengawasi kalian dari jauh dengan detektif sewaanya!"
"Huuh kenapa sih ngak kamu ataupun papah selalu saja mengawasi kita!" gumam april sementara Januari terlihat terkekeh degan penuturan sang istri.
"Karna kamu tidak dalam pengawasan aku maupun papah sayang, jadi dengan terpaksa kita menyewa detektif untuk melihat keseharian kalian, kecuali kalau kamu tinggal lagi dengan aku, mungkin papah juga tidak akan menyewa detektif."
setelah mendengar penjelasan Januari, april hanya bisa bisa terdiam, karena apa yang dikatakan oleh suaminya itu benar, namun hatinya masih berat jika harus tinggal bersama lagi.
**
Di tempat penyekapan, para pengawal nampak kewalahan dengan tingkah anak lima tahun itu, setelah bangun dari tidurnya awalnya Rion mencari keberadaan sang momy.
Namun seorang wanita mengatakan bahwa momynya pulang dulu dan dia di titipkan disini, sementara waktu. Rion awalnya kesal tapi setelah mengetahui tempat yang dia tinggali sekarang berada di tengah hutan dan juga beberapa laki-laki yang perawakannya besar berada di setiap sudut luar rumah membuat Rion senang, bukannya takut. Karena dia bisa bermain dan juga di rumah ini banyak orang, padahal sebenarnya dia sedang di culik.
"Terus paman, haha haha" Rion terus tertawa ketika salah satu pengawal dia jadikan kuda, sementara Rion menaiki punggung pengawal itu
"Ayo kuda.. terus...!" sebagian pengawal lainnya nampak terkekeh melihat temannya di jadikan kuda oleh anak lima tahun.
Mereka tidak bisa menolak karena tugas mereka menjaga anak itu dengan baik, kalau sampai anak itu terluka, mereka takut jika bosnya akan marah.
"Ini sudah malam, waktunya tidur!" seru seorang wanita yang berpenampilan pelayan itu.
"Yah.. ion masih mau main, tapi ngak papa deh besok lagi, sekarang aku bobo dulu yah paman!" Rion di tuntun menuju kamarnya, dan para pengawal itu bernafas lega akhirnya penderitaan yang anak lima tahun itu berikan berakhir.
"Gila.. gue disini di bayar cuman jadi kuda-kudaan tuh anak" keluh pengawal yang sedari tadi di jadikan kuda oleh Rion.
"Udahlah nikmati keuntungan juga banyak, selan duit kita juga ng harus capek-cepek berantem!" seru pengawal lainnya.
Ini pertama kalinya untuk mereka mendapatkan tugas mengawasi anak kecil dan di buat repot oleh anak itu, bahkan sampai kewalahan.
__ADS_1
Sementara Rion yang polos dan menggemaskan itu tidak tahu bahwa dia di kelilingi oleh penjahat yang telah menculiknya, bahkan kini dia tertidur pulas di kamar, yang meskipun kecil namun anak itu sepertinya menikmati.