Mantan Pacar

Mantan Pacar
13, Bulan madu


__ADS_3

Pesta pernikahan telah usai, para tamu pun sudah mulai sepi didalam kamar hotel ini aku hanya bisa duduk lemas karena rasa pegal dan lelah setelah acara pernikah yang lumayan menguras tenaga ini, dengan pan aku masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual sebelum aku tertidur nantinya.


Aku keluar dari kamar mandi dengan begitu segarnya, bahkan rasanya tubuhku sedikit ringan karena gaun itu sudah terlepas dari tubuhku.


“Kamu udah mandi Yang?” aku berbalik melihat Januari yang baru saja masuk ke kamar hotel kami.


“Iya, lagian aku juga lelah mau tidur!” ucapku dengan merangkak ke tempat tidur dan meraih selimut.


“Ko Ngak nunggu aku?” tanyanya dengan wajah kesal.


“Lah, kamu kan masih lama tadi bilang lagian aku juga udah cape, mending kamu Cepet mandi aku mau tidur!” aku merebahkan tubuhku dan ingin sekali tertawa melihat ekspresi kesal seorang Januari.


“Yang, masa tidur sih, kan kita ini malam pertama!” rengek nya


“Semua orang juga tau ini malam pertama, lagian kira juga udah ngelakuin sebelum malam pertama kan! Mending kamu Cepet mandi aku mau tidur, besok pagi kita akan terbang ke Bali!”


Dengan menahan tertawa aku melihat Januari pergi ke dalam kamar mandi dengan keadaan wajah yang kesal. Jujur sebenarnya akupun belum mengantuk tapi sangat senang sekali ketika mengerjai seorang Januari.


Tidak lama Januaripun keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk, akupun pura-pura tertidur meskipun sedikit susah karena aku ingin tertawa melihat wajah kesalnya itu.


“Yang.. kamu udah tidur?” Tanya dengan mengganggu tidurku itu.


“Emm.. apa sih aku mau tidur!” aku bergumam tanpa mau membuka mataku.


Dengan rasa kaget Januari menerjang ku dia masuk kedalam selimut kamu memelukku dan mencium ku, aku hanya bisa menhan tawa dan menhikuti permainannya.


Ciuman itu semakin panas dan menjadi lumayan, bahkan decapan lidah kami berdua terdengar dipenjuru kamar hotel ini.

__ADS_1


“Ahh shhh!” pergulatan malam ini begitu panas dari yang sebelumnya, dan akh hanya bisa pasrah ketika Januari menghentakkan miliknya dengan kasar.


Bahkan setelah pelepasan kami yang pertama, dia sama sekali tidak menginginkanku untuk tidur tetapi lanjut ke permainan selanjutnya sampai aku terkulai lemas dengan permainan kenikmatan yang dilakukan oleh oleh Januari untukku.


___


Pernikahan yang entah mungkin indah atau tidak, sebenarnya aku juga masih belum bisa memastikan bagaimana perasaanku kepada Januari setelah pengkhianatan itu.


Terkadang aku merasa bahwa pernikahan ini salah, karena dari awal aku sudah berniat melupakan seorang Januari dan memulai hidupku yang baru, namun takdir tidak ada yang tahu bahkan aku tidak pernah terfikirkan akan menjadi istri seorang Januari Fajar setelah rasa sakit yang aku dapat.


“Eughh!... “ aku menggeliat kecil ketika merasa silau karena matahari yang sudah beranjak naik itu, mataku kini terpaku dengan tangan kekar yang memeluk pinggangku.


Seakan berputar kembali ketika laki-laki itu mengucapkan janji suci, dan sekarang aku sudah resmi jadi istri seorang Januari.


Aku perlahan bangun dari kasur dan mengambil handuk, aku berjalan menuju kamar mandi dan melakukan ritual mandi yang cukup lama, Selesai mandi aku masih melihat Januari masih tertidur.


“Eumm.... Apa sih yang ini masih pagi!” ucapnya kembali tertidur.


“Pagi dari mana, ini udah siang!, Bangun ihhh!” aku menarik laki-laki itu agar bangun.


“Morning Kiss dulu!” laki-laki itu duduk dan menggeliat


“Apa sih, mandi sana hari ini kita akan terbang ke Korea Cepet ihhhh!” ucapku kesal.


Januari bangun dari duduknya dan kini dia memakai sebuah handuk di pinggang nya, sementara aku sedang mengeringkan rambutku yang basah. Aku sedikit tersentak ketika Januari mendorongku ke dinding dan dia memberikan ciuman yang membuatku terkejut.


Cup!

__ADS_1


Kupikir ciuman itu hanya sebentar, namun Januari ******* dan semakin menekuk badanku, aku hanya pasrah menikmati setiap ciumannya.


___


Kini aku dan Januari sudah sampai di Korea Selatan, sebagai bentuk Honeymoon yang diberikan oleh mamah Amelia kepadaku.


Aku sangat menikmati setiap kegiatan di Korea ini banyak tempat-tempat yang aku kunjungi, bahkan mungkin memang dari dulu aku ingin berkunjung ke negeri K-Pop ini dan sekarang aku baru bisa merasakannya.


Satu Minggu disini, kami menghabiskan begitu banyak waktu berdua, layaknya pengantin baru yang begitu menikmati suasana bulan madu.


"Semua sudah terencana kamu jangan khawatir!" Ucapku kepada seseorang dibalik layar telpon


"Aku akan membantu, tapi jika suatu saat kamu menyesal aku tidak ingin ikut campur"


"Aku hanya ingin membalaskan setiap rasa sakit yang aku dapatkan selama ini itu saja!"


"*Baik kalau itu mau kamu, aku akan ikuti permainannya!"


Klik*!!


Aku memutuskan sambungan telfon itu dengan perasaan campur aduk.


"Sayang!!" teriak Janu memanggilku


"Kenapa?" aku berjalan kearahnya


"Sini, kita lihat Sunset!" Januari menepuk kursi disebelahnya untuk aku duduki, dengan patuh akupun duduk dan memeluk tubuh seorang Januari.

__ADS_1


'Aku tidak tau masih mencintaimu atau tidak, karena rasa sakit yang aku dapat ini sulit untuk dilupakan begitu saja' Ucapku dalam hati kala pelukan itu semakin erat.


__ADS_2