
Januari kini tengah berkutat dengan laptop dihadapannya, banyak pekerjaan yang harus dia bereskan bahkan setelah kepergian sang istri, pekerjaan dia jadikan sebagai pelampiasan atas penyesalannya.
“Bos saya punya informasi terbaru soal keberadaan istri anda!” tatapannya kini berganti kepada seorang laki-laki yang berprofesi sebagai detektif Kelas atas, bahkan untuk bisa memperkerjakan dia harus merogoh kocek yang lumayan banyak.
“Apa infonya!” ucap Januari dengan tidak sabarnya.
“Selama ini istri anda masih berada di Indonesia, telatnya di daerah Surabaya, informasi ini sudah saya pastikan dan selain itu, fakta yang mencengangkannya lagi bahwa yang melindungi dan menyembunyikan setiap informasi terkait istri anda tidak lain adalah Orangtua anda sendiri, bahkan setiap bulannya mereka selalu menemui anak dan istri Bos!”
Dua fakta yang kini Membuatnya merasa bodoh, segala upaya dia lakukan untuk bisa menemukan sang istri namun ternyata Ayah dan mamanya lah yang menetupi dan menyembunyikannya. Kini dia menatap beberapa foto yang menampilkan sang istri yang sudah Lima tahun ini dia cari, dan seorang anak laki-laki yang ketampanannya mewarisi dirinya.
__ADS_1
“Anak laki-laki itu, adalah anak anda usinya Empat tahunan lebih dia sudah bersekolah dan istri anda kini mengelola toko bunga” jelas sang detektif lagi.
“Baik kerjamu bagus, cuman waktu dua bulan kamu bisa menemukan istriku aku akan berikan kamu bonus!” Januari kembali menatap foto-foto itu, sebuah senyuman dan airmata yang dia keluarkan. Dadanya terasa sesak melihat begitu baiknya pertumbuhan sang anak dan juga istrinya yang tamlak bahagia.
“Maafkan Papah sayang! Papah janji akan menjemput kamu dan mamah kamu, papah akan perbaiki ini semua, papa janji!” Januari memelukku foto itu dengan Isak tangisnya.
Setelah pertemuannya dengan seorang detektif diapun memutuskan untuk kerumah Orangtuanya dan ingin mendapatkan penjelasan yang lebih detail dari informasi yang baru saja diadapagkan itu.
“Selama ini aku cari mereka bahkan detektif ternama sudah aku kerahkan, tapi justru yang menyembunyikan mereka itu kalian, kenapa ?!” kini Januari mulai meracau.
__ADS_1
“Itu hukuman buat kamu! Jujur sampai sekarang mamah merasa malu dengan April, bahkan mamah juga malu punya anak seperti kamu yang dengan teganya menyakiti hati perempuan!” ibunya berteriak marah kepada Januari.
“Jan, semua ini Ayah lakukan agar kamu merasakan apa itu arti kehilangan yang sesungguhnya, dulu kau mencampakkan April bahkan bukan sekali tapi dua kali, mungkin ini sudah saatnya kamu harus tau, memang sebelum kamu menemukan April Ayah lebih menemukannya, dan yang meminta untuk disembunyikan itu April, dia yang tidak ingin kamu tahu!” jelas sang ayah.
“aku salah Mah, Yah tapi sudah cukup Lima tahun ini aku sangat tersiksa, aku ingin bertemu dengan anak dan istriku, aku ingin bertemu dengannya!” Januari memohon dengan sangat kepada Orangtuanya.
“Baik, tapi jangan di secara langsung Mamah Ngak mau April membenci mamah dan kami tidak bisa bertemu dengan cucu mamah lagi, jadilah bayangan untuk mereka sampai mereka siap bertemu dengan kamu!” balas sang ibu dengan sarkasnya.
Januari hanya mengangguk setuju, karena dia juga tidak ingin kehilangan mereka untuk kesekian kalinya, jadi dia akan menjadi bayangan untuk anak dan juga istrinya.
__ADS_1
Lambat launpun mereka pasti akan bertemu dan semoga ketika saat itu tiba, mereka bisa menerima lagi laki-laki brengsek ini, dan mungkin ini akan menjadi pembelajaran terberat bagi kehidupannya dia tidak akan menyia-nyiakan lagi orang-orang yang dia sayang.
“April, sayang Aku rindu!”