
Aku menatap nanar pasangan yang sedang memadu kasih tepat didepanku itu, senyum merekah dari sudut bibir mereka, tanpa mereka sadari disini ada seseorang yang merasakan sakit begitu dalamnya.
“Ap..ril” laki-laki itu dengan wajah terkejutnya melihat ke arahku, begitupun dengan wanita disampingnya.
Dengan pelan aku melangkah menuju dua sejoli itu dengan perasaan sakit dan perih.
“Aku.. tau kamu punya alasan untuk ini, jadi bisa coba jelaskan!” bibirku bergetar ketika mengucapkan itu, aku menahan airmata yang hampir jatuh.
“Prill.. aku bisa jelaskan, aku..”
“Jelaskan aku akan mendengarkan!” tukas ku dengan berusaha tersenyum
“Aku.. Emm punya kekasih selain kamu” ucap pelan laki-laki dihadapan aku itu
“Sudah berapa lama?”
“Enam.. Bulan”
“Janu, sebelum kita memutuskan untuk pacaran aku sempat bilang kan sama kamu, aku benci dengan dua hal bahkan mungkin sulit untuk dimaafkan, yaitu kekerasan dan pengkhianatan. Tapi kamu melakukan salah satu dari hal yang aku benci itu..” ucapanku begitu bergetar dan parau, aku sudah berusaha menahan airmata itu, namun dia jatuh dengan sendirinya.
“Maafkan aku prill..”
“Jan, kamu juga tau kan konsekuensi ketika kamu melakukan salah satu dari itu..”
Laki-laki itu berusaha meraih tanganku dan ingin memelukku, namun aku tepis begitu saja. Meskipun aku melihat dari sorot matanya yang berair.
“konsekuensinya kamu akan kehilangan aku..”
Laki-laki itu membungkuk dan memohon-mohon bahkan aku mendengar tangisan yang menyedihkan darinya.
“Maafkan aku sayang.. aku mohon jangan tinggalin aku..” dia terus menerus mehon tanpa henti, namun bagaimanapun ini adalah konsekuensi yang harus dia terima atas perbuatannya yang melanggar janjinya sendiri.
__ADS_1
“Makasih untuk Empat tahun lebih ini, aku harap cukup aku yang kamu khianati jangan perempuan lain, aku pergi!”
Aku berlari tanpa memperdulikan teriakan dan kejaran laki-laki itu,hatiku sudah terlalu sakit dan perih, laki-laki yang begitu sangat aku cintai dengan tega mengkhianatiku selama enam bulan lebih ini.
“Aprill... Sayang...!!!!”
“Hah hah hah”
aku mengatur nafasku dengan pelan keringat membanjiri tubuhku, lagi-lagi mimpi tentang laki-laki brengsek itu bahkan kini bayangan ketika dia menyakitiku semakin jelas terlihat dan menyakitkan.
“Hiks.. hikss..., Kenapa kamu datang lagi Jan, kenapa??? Apa belum cukup rasa sakit yang kamu berikan untuk aku?? Hikss “
Aku terus menangis hatiku rasanya sangat sakit, bahkan ketik lima tahun ini aku berusah melupakan kejadian itu, dengan susah payah hingga pada akhirnya aku belum bisa melupakan.
Lalu kemudian dia datang kembali, dunia baruku yang ku bangun seakan sia-sia bahkan sampai detik ini aku masih mencintai laki-laki brengsek itu.
_______
Pagi ini aku tidak masuk kantor karena suhu tubuhku yang panas serta kepalaku yang pusing akibat menangis semalaman.
“Ngak Tik aku sudah lumayan ko, kamu kerja ajah wakili aku ikut rapat hari ini!”
“baik mbak, kalau ada apa-apa telefon aku ajah!”
“Iya bawel, mbak istirahat dulu!”
Aku menutup sambungan telepon ku dengan Atika, aku masing ber gelung dengan selimut tebal dan berusaha memejamkan mataku yang terasa berat, serta kepala yang sangat pusing.
Setelah cukup istirahat akupun pergi ke dapur untuk membuat makanan, karena perutku sudah sangat ingin diisi.
Setelah masak aku pergi ke ruang tamu dan makan disana meskipun rasanya terasa sedikit pahit didalam mulutku aku harus menghabiskannya agar bisa langsung meminum obat.
__ADS_1
Tok tok tok
Setelah meminum obat aku mendengan suara ketukan pintu dari luar, aku berjalan dengan gontai dan malas untuk membuka pintu, dengan langkah pelan aku membuka pintu.
“Seben..” kalimatku terpotong ketika melihat seseorang di balik pintu itu, mataku membulat melihat seorang Januari datang ke rumahku dan melihat penampilannya yang cukup berantakan.
“Pril, kamu sakit? Sakit apa?!” tanya laki-laki dengan begitu cemasnya.
“Tau dari mana kamu rumah saya?!”
“Tadi ketika rapat aku Ngak ngelihat kamu, jadi aku tanya Atika dan bilang kalau kamu sakit!”
“Aku udah Ngak papa lebih baik kamu pergi!”
moodku kembali buruk setelah mimpi sialan itu kini orang yang tidak ku harapkan kehadirannya munc dihadapanku.
“Syukurlah kalau kamu sekarang baik-baik aja, aku bawakan makanan untuk kamu, takutnya kamu belum makan!” dia menyodorkan paper bag yang entah apa isinya itu.
“Ngak makasih aku udah makan! Sekarang kamu bisa pergi!”
“Pril aku mohon terima yah, kamu pasti belum makan, muka kamu pucat lagi..”
“Cukup!!!, Memangnya kamu tau apa tentang kehidupan aku selama ini!, Mau aku sakit parah pun kamu tau apa?!! Bahkan selama lima tahun ini aku baik-baik saja tanpa kehadiran kamu dan kenapa sekarang kamu harus datang lagi di kehidupan aku!!!”
Aku berusaha mengatur nafasku, jujur aku sudah muak dengan tingkah laki-laki dihadapanku sekarang ini.
“Prill, maaf!”
“Apa dengan maaf semua akan bisa kembali seperti biasa Jan?, Lebih baik kamu pergi aku ingin istirahat!” Aku menutup pintu dengan kencangnya dan berlari menuju kamar.
“Hikss hikss hikss”
__ADS_1
Tubuhku terasa lemas airmatku terjatuh dengan derasnya, aku menangis dengan begitu pedihnya.
Laki-laki itu memandang pintu rumah gadisnya dengan sangat sedih, jika waktu bisa diputar kembali maka dia bersumpah tidak akan mengkhianati gadisnya. Dia bersumpah!!