
Rumah tangga itu memang tak selamanya manis dan juga pahit, bahkan jika terus merasa bahagia mungkin ada yang salah pad rumah tangga itu. Meskipun kemarin banyak sekali perdebatan antara aku dan Mas Juna, tapi hari ini kami memutuskan untuk berbaikan seperti biasa.
Bahkan pagi ini kami berangkat ke kantor bersama dan makan siang juga bersama, dalam pernikahan komunikasi adalah kunci berjalannya rumah tangga, meskipun begitu kepercayaan juga sangat penting dalam sebuah hubungan.
Meskipun aku pernah dikecewakan oleh mas janu, namun aku berusaha lagu untuk percaya kepada mas Janu, karena kepercayaan adalah hal yang sangat penting bagi hubungan.
“Yang, kamu akhir-akhir ini aku lihat kamu kaya gendutan deh!” pernyataan mas Janu sontak membuatku kesal.
“Apa yang kamu bilang barusan?!” tanyaku dengan nada marah dan kesal.
“Ngak yang, maaf!” ucapnya
“Bodo ah kamu mah gitu!” balasku yang kini terisak .
“Loh, kok sekarang nangis, maaf yah mas salah!” aku semakin terisak, dan tangisanku semakin kenceng.
“Aku ngak gendut ko!” ucapku sambil terisak
__ADS_1
“Iya-iya Ngak ko, maaf mas salah udah yah jangan nangis!” mas Jun memelukku dan aku hanya terhanyut dalam dekapan hangatnya itu.
Terkadang hal kecil seperti ini yang aku suka dari mas Juna, dia memelukku dan menenangkanku, mungkin karena aku sudah tidak punya siapa-siapa selain mas Janu di dunia ini,biasanya aku selalu memeluk bapak atau mamah ketika aku sedih ataupun bahagia.
“Mas kayanya aku mau berhenti kerja deh!” ucapku masih dalam pelukan mas Janu.
“Kenapa tiba-tiba!” tanyanya.
“Mas Ngak suka, aku berhenti!” ucapku
“Ngak sayang, mas suka malahan, cuman kenapa Ngak dati dulu gitu!”
“kalau gitu besok mas umumin, pas meeting supaya kita bisa nyari kandidat baru buat gantiin kamu!”
“Makasih yah mas!” aku kini semakin mengeratkan pelukanku
“Sama-sama sayang!”
__ADS_1
_______
“Rencananya harus dimulai secepatnya! Aku Ngak mau lagi nunggu!” cerca wanita itu.
“Baik, Bu sepertinya kita sedikit punya celah karena, saya dapat kabar bahwa istri Pak Janu sudah Risen!” jelas laki-laki itu.
“Bagus, aku Ngak ingin melihat mereka kembali lagi sementara disini banyak pihak yang merasa sakit dan luka akan hubungan mereka! Kamu boleh pergi!”
“Baik Bu!” laki-laki jangkung itu pergi dari ruangan bernuansa abu-abu itu,
Wanita itu dengan mata sinis dan jahatnya tertawa lebar, dendamnya akan terbalas sebentar lagi rasa sakit yang dirasakan dia dan adiknya akan terbalas, dia benar-benar akan menghancurkan keluarga Januari, bahkan dia akan merasakan penyesalannha.
“Janu, Janu, sebentar lagi kita akan lihat hidup kamu berantakan sama seperti Lima tahu lalu, bahkan sekarang lebih menyakitkan lagi!, Haaa haaa haaa!”
Wanita itu tidak main-main, rasa sakitnya akan ia balaskan bahkan mungkin bakal banyak pihak yang akan terluka akan aksi balas dendam ya itu, meskipun begitu dia tidak perduli. Dam fikirannya hanya ada satu yaitu membalaskan setiap rasa sakit yang dia dan adiknya rasakan.
“Vanya, sekarang kita akan lihat bagaimana menderitanya laki-laki yang telah mencampakkan kamu itu, dan membuat kamu terpuruk hingga mengakhiri hidupmu, Kaka janji Kaka akan balaskan rasa sakit dan lukamu itu!”
__ADS_1
Wanita itu mengusap sebuah bingkai foto, sisa ada dua orang gadis berseragam SMA yang tersenyum bahagia, dia hanya bisa menitikan airmata kala ingat kembali bagaimana adiknya itu tewas mengenaskan.
Adiknya ditemukan tewas dikamar mandi dengan luka sayatan di pergelangan tangan serta mulutnya yang mengeluarkan busa, dia masih ingat bagaimana memgenaskannya saat itu, bahkan jika kembali mengingat rasa sakit itu kian mendera dihatinya kala sang adik dinyatakan telah meninggal.