
“Cepat cari istriku sekarang kalau dalam 24 jam kalian belum menemukannya jangan harap kalian bis hidup!” Januari mengancam beberapa anak buah yang ditugaskan untuk mencari sang istri.
“Baik tuan!” balas serentak ke lima anak buah tersebut.
Kini penampilan seseorang Januari bisa dikatakan sangat berantakan bahkan ia masih mengenakan baju yang dipakainya semalam, karena setelah mendapatkan sebuah kebenaran dari bukti yang istrinya berikan di terus menerus mencari sang istri keliling kota, namun usahanya nihil.
Hingga diapun mengerahkan anak buahnya untuk ikut mencari dan menemukan sang istri serta calon buah hatinya yang bahkan tidak ia ke tahun, perasaannya semakin hancur kala ia menyakiti lagi sang wanita yang dia cintai bahkan dengan mudahnya dia terperangkap dalam sebuah kebohongan yang diciptakan oleh Vanya, hingga waktu juga kepercayaan dia berikan sepenuhnya untuk wanita ular itu sementara dia mengabaikan dan melukai wanita yang dicintainya.
Plak
Satu tamparan keras yang didapatkan Januari kala sang ibu menghampirinya, dengan tatapan tajam dan penuh kemarahan dia menampar sang anak tanpa ampun.
“Ma..mah!” ucap Januari dengan terbata.
“Anak sialan, mamah Ngak habis fikir sama kamu, bisa-bisanya kau sakiti April lagi! Kamu itu bodoh atau Bagaimana hah?!!! Dulu kamu mengejar hingga berlutut dikakinya untuk mendapatkan ampunan dan sekarang kamu menyakiti dia dengan mudahnya!” Ibu Amelia terus mencerca sang anak, yang telah dengan teganya menyakiti sang menantu.
Kabar kepergian karena pertengkaran hingga hubungan sang anak dan wanita yang bernama Vanya itu telah sampai ke telinga sang ibu, bahkan ayahnya pun sangat kecewa dengan apa yang dilakukanoleh Januari.
__ADS_1
“Aku salah, aku minta maaf mah,!” Januari berlutut dihadapan sang ibu dengan wajah penuh kesedihan.
“Kamu salah minta maaf, seharusnya minta maaf kepada istri mu bukan sama mamah, itu juga kalau April mau memaafkan mu!” sang ibu pun pergi setelah mengucapkan kalimat yang menyakitkan itu.
@@
Disebuah rumah sederhana di penjuru kota kini April sedang duduk menatap sayu, fikirannya masih melayang tidak beraturan dan mungkin hatinya masih hancur lebur hanya saja airmata sudah enggan ia keluarkan lagi.
“Kalau kamu Ngak betah disini kita bisa pindah ke solo” wanita itu tersentak dalam lamunannya kala seorang laki-laki berpakaian kantor itu.
“Ngak papa, aku Ngak mau ngerepotin tante sama Om, lagian disini juga ada Atika yang jagain aku!” jawab April yang kini berusaha untuk tidak menampilkan kesedihan.
Tidak lupa juga dia membawa Atika mantan sekretarisnya dulu ketika dia bekerja di perusahaan sang suami, karena Atika juga sudah hampir tiga bulan menganggur akhirnya dia membawa ikut serta Atika untuk tinggal dengannya dan membantu April dalam merintis usahanya.
Kota Surabaya adalah harapan dan memulainya kehidupan baru bagi April, disini awal kehidupannya akan dia mulai dengan merintis bisnis kecil-kecil lan modalnya hasil tabungan ketika dia menjabat sebagai Manager, setelah itu dia akan membesarkan sang anak dan hidup bahagia tanpa ada lagi laki-laki brengsek yang terus menyakitinya.
“Kamu tau, kalau kita bukan sepupu mungkin aku akan menikahi mu dan membuatmu bahagia, jujur sebagai seorang laki-laki aku juga punya ketertarikan dengan mu!”
__ADS_1
“aku memang cantik, wajar kalau banyak orang yang menyukaiku!” aku hnaya terkekeh mendengar penuturan dari Dewa.
“Yah, dan kamu dengan bodohnya mencintai seseorang laki-laki yang justru menyakitimu berulang kali!”
“Aku tau, tapi namanya perasaan kita tidak bisa memaksa untuk dicintai atau mencintai!”
“Tapi Bagaimana itu, mencintai boleh bodoh yang jangan, itulah sebabnya aku masih memilih sendiri karena mencintai seorang wanita itu ribet!”
“iya-iya aku Ngak akan bodoh untuk kesekian kalinya ko, tapi jangan sampai karena kamu malas mencintai wanita sampai-sampai kamu suka sesama jenis!”
“Ngak gitu juga konsepnya kali!, Aku masih normal!” Dewa terlihat kesal kala aku mengejeknya dan aku hanya tertawa, sudah lama sekali kami tidak menghabiskan waktu bersama seperti ini, karena kesibukan Dewa yang berprofesi sebagai seorang pilot, dan dengan jam terbang yang lumayan banyak.
“Yaudah gih sana, katanya kamu siang ini ada jadwal terbang!”
“Bilang ajah kalau mau ngusir, yaudah aku berangkat mau dibawakan apa nanti dari Bali?” akupun Langsung antusias kala mendengar kata Bali, karena hari ini jadwal terbang Dewa yaitu ke Bali.
“Emm, aku mau tas yang dijual pinggir pantai itu loh, yang dulu pernah kamu belikan, yang dari kain batik sama rotan!” balasku.
__ADS_1
“Ok, nanti aku belikan, kalau gitu aku pergi dulu!” akupun mengangguk.