Mantan Pacar

Mantan Pacar
Adik


__ADS_3

Kabar kehamilan Atika sudah terdengar ke telinga April dan juga keluarganya, mereka turut bahagia dengan kabar itu, dan sekarang Rion akan mempunyai adik dan teman baru.


"Yeyy, jadi Rion bisa jadi kaka yah mom?" Rion terlihat sangat bersemangat ketika mengetahui dirinya akan mempunyai adik.


"Iya sayang, Rion seneng ngak?" Ucap April


"Seneng mom, ion bisa bilang ke temen-temen kalau ion bakal punya adik" Mereka yang berada di ruang tamu itu tertawa lepas mendengar kepolosan Rion.


"Kamu kapan nyusul lagi Pril?' Apri hanya tersenyum tipis mendengar ucapan ibu mertuanya.


"Doain ajah mah, lagian Rion juga sudah cukup kalau di kasih lebih yah April juga bersyukur" Amelia tersenyum ke arah menantunya.


"Itu sih terserah kalian, cuman kalau banyak anak kecil kan makin rame di rumah, jadi mamah sama papah ngak kesepian lagi"


"Tenang mah kami lagi usaha ko, jadi jangan khawatir serahkan semuanya ke kita" April mencubit pinggang sang suami yang kini membuatnya sedikit malu.


"Mas apaan sih" Januari tersenyum ke arah istrinya, kedua orangtua itu juga ikutan tertawa sementara Rion tengah asik memainkan pesawatnya.


***


Pagi ini ion tegah bersiap dengan seragam sekolahnya, setelah sarapan Januari mengantarkan Rion ke sekolah barunya yang sudah beberapa bulan ini Rion menimba ilmu disana.


Sekolah yang sangat elit ditambah juga anak-anak yang berada di dalamnya kebanyakan dari kalangan atas, mulai penjabat hingga pembisnis seperti Januari.


"Dady ke kantor dulu yah, Rion jangan nakal, sekolah yang baik" Rion mengangguk dan mencium pipin dadynya kemudian dia memasuki arena sekolah.


Rion memang bukan seperti anak lain yang di temani oleh baby sister nya namun, Januari tetap menugaskan beberapa orang untuk mengawasi anaknya dari kejauhan dia sangat takut jika kejadian di surabaya kemarin terulang kembali.


Rion adalah anak yang pintar dan juga aktif, banyak guru-guru juga yang sangat menyukai Rion, tingkah anak itu sangat lucu juga membuat siapapun terpana melihat ketampanan Rion.

__ADS_1


"Adit, tau ngak ion mau punya adik loh" anak laki-laki yang di panggil adit itu terlihat serius mendengar ucapan Rion.


"benarkah, wah kita sama-sama punya adik dong?" Rion mengangguk dengan semangat.


"Kata momy, aku bakalan jadi kaka


jadi harus rajin belajar sama harus mandiri juga"


"Bunda juga bilang gitu pas aku mau punya bayi, trus nanti perut bunda bakalan besar, nah bayinya nanti bakalan keluar deh" Rion menganggukkan kepalanya namun ia sedikit bingung karena yang hamil itu adalah tantenya.


"Benarkah? tapi kata momy yang hamil itu tante Tika dia istrinya papah Dewa, berarti nanti perut tan Tik akan besar dong?"


"Jadi bukan momy kamu yang hamil?" Bocah itu menggelengkan kepalanya.


"Ihh, ion kata bunda adi itu bayi yang keluar dari perut bunda setelah aku, jadi kalau keluarnya bukan dari perut bunda itu bukan adik" Rion terdiam, dia menunduk.


"Jadi ion ngak punya adik dong?" Adit menggeleng dan meninggalkan Rion yang bersedih.


Sepulang sekolah Rion terlihat murung dan juga tidak mau berbicara dengan siapapun, April merasa aneh dengan sikap anaknya, tidak biasanya Rion diam dan tidak bisa di ajak bicara.


"Rion,sayang kamu kenapa hem, cerita ke momy, apa tadi di sekolah ada yang nakalin kamu?' Rion menggeleng dia masih terus menunduk dengan tatapan sedih.


"Mom, kata adit, adik itu yang keluarnya dari perut momy, kalau bayinya bukan keluar dari perut momy berarti itu bukan adik Rion"


April sedikit tertegun dengan penuturan anaknya yang sangat menginginkan seorang adik, dia menghembuskan nafasnya secara perlahan dia akan memberikan pengertian kepada anaknya.


"Sayang, ngak semua bukan terlahir dari perut momy itu tidak akan menjadi adik kamu, kan Rion anaknya papah Dewa jadi, bayinya tante Tika itu adiknya Rion, dan Rion sebagai seorang kaka harus melindungi adiknya"


"Tapi kan, papah dewa bukan papah kandung ion mom, kata dady begitu, jadi bayinya tan Tik bukan adiknya ion' April hanya bisa menelan ludahnya dia sangat bingung harus mengatakan apa lagi kepada anaknya.

__ADS_1


Rion berlari ke kamarnya, April tau anak itu butuh waktu untuk sendiri, setelah pulang suaminya nanti mereka akan memberikanku pengertian lagi.


Soe menjelang Januari sudah pulang dari kantor, namun dia tidak mendapati Rion yang biasanya selalu menyambutnya pulang.


"Rion mana yang?" tanya Januari kepada istrinya.


"Di kamar, lagi ngambek, kamu mandi dulu yah nanti aku ceritain" Laki-laki itu mengangguk dan berjalan ke arah kamar.


Setelah mandi dan juga mengganti baju, Januari menghampiri istrinya untuk menanyakan perihal Rion.


"Jadi ada hal yang terjadi, sampai-sampai anak itu ngambek?" Tanya Januari.


"Rion bilang kalau bayi yang di dalam kandungan Atika itu bukan adiknya, dia ngambek sampai ngak mau bicara, dia bilang papah Dewa juga bukan papah kandungnya jadi otomatis bayinya itu juga bukan adiknya" Januari menghela nafasnya mereka berdua menghampiri kamar Rion.


Terlihat rion yang sedang melamun dan tertunduk sedih, anak itu memeluk pesawat mainan kesayangannya.


"Baby Boy dady ini kenapa hem?" Rion melihat ke arah dadynya yang kini tengah menghampiri dirinya.


"Dad, kenapa ion ngak punya adik? adit punya adik dua, tapi ion ngak punya"


"Sayang, dengerin dady, adik itu ngak harus semuanya adik kandung, contohnya momy dan tante Tik, momy kan sudah menganggap tante Tika itu sebagai adiknya, begitupun dengan baby nya tante Tik, Rion bisa menganggapnya sebagai adik Rion, kan papah dewa sudah Rion anggap seperti dady bukan?" Rion mengangguk cepat.


"Jadi bayinya tante Tika juga adiknya Rion, meskipun bukan adik kandung tapi Rion bisa menganggap nya sebagai adik" Rion kini mulai faham akhirnya setelah bujukan yang cukup lama, Rion pun kembai ceria, padahal Atika saja belum melahirkan namun kasusnya sudah sangat seribet ini.


"Yang, kayanya kita harus cepat beri Rion adik deh, kasian kan dia sedih terus" April terkekeh mendengar ucapan suaminya.


"Itu mah maunya kamu juga!" Januari tertawa


"Yah, sambil menyelam minum air yang, lagian kan anak itu butuh proses, dan untuk bisa cepet hamil mending kita pergi bulan madu deh" April mendelik kesal ke arah suaminya.

__ADS_1


"Ngak ah kenapa harus bulan madu, aku ngak mau ninggalin Rion juga"


"Cuman beberapa hari yang, Rion pasti ngerti ko, lagian mamah sama papah juga dukung banget kan?" April hanya pasrah dan mengiyakan ajakan yang berupa paksaan


__ADS_2