Mantan Pacar

Mantan Pacar
41. Balas Dendam


__ADS_3

Januari dan Dewa menyiapkan strategi secara matang, sang musuh memberikan dua titik tempat yang berbeda.


Dan dapat di pastikan salah satu titik itu menjadi sebuah tempat persembunyian penculik sekaligus musuh.


Januari dan beberapa anak buah yang dia sewa pergi dengan mobil hitam ke arah Utara, sesuai dengan lokasi yang di berikan oleh anak buahnya dia pergi ke sebuah bangunan tua yang letaknya di pinggiran kota.


Sedari tadi Januari menyadari jika mobilnya di ikuti, dan rencananya berhasil bisa mengelabuhi musuhnya.


Perjalanan cukup jauh, meskipun di ikuti dan di intai Januari tetap santai, dia akan terus mengikuti apa yang musuhnya lakukan.


Sampai di bangunan tua itu, perlahan Januari masuk ke dalamnya dan melihat siapa yang ada di dalam, beberapa anak buahnya juga ikut berpencar mencari titik yang di berikan oleh anak buah.


Ketika akan masuk ke dalam sebuah ruangan yang masih tertutup oleh pintu, Januari merasakan sakit di kepalanya karena hantaman yang cukup keras.


BUGH


Perlahan pandangan Januari memburam dan tertutup, beberapa anak buah yang melihat itupun langsung melawan, namun sepertinya para musuh lebih kuat di bandingkan dengan anak buah yang hanya beberapa.


Kini sosok Januari di ikat di salah satu kursi dan matanya juga di tutup oleh kain hitam, seseorang di balik rencana itu merasa puas dengan rencananya yang hampir berhasil.


Kesadaran Januari mulai kembali, namun pandangannya gelap hingga di tidak bisa melihat apa-apa.


"Arghh... Siapa kamu sialan!" umpat Januari dengan kesalnya, bahkan dia berusaha untuk melepaskan ikatan di badannya namun sayang ikatan itu sangat kuat sehingga Januari tidak bisa melepaskannya.


Orang itu masih saja tersenyum, bahkan kini dia terlihat sangat puas, laki-laki yang selama bertahun-tahun ini dia incar dan sekarang ada di genggamannya, dan dia akan pastikan kali ini dia tidak akan gagal lagi seperti sebelumnya.


Penutup kain pada mata Januari di buka oleh salah satu penjaga, Januari merasa silau dengan caya lampu yang menyorotinya.


Pandangannya terpaku ketika melihat siapa yang berdiri di hadapannya dengan tatapan angkuhnya.


"Kenapa kaget yah?!" ucap orang itu dengan senyum mengejeknya.


"Bagaimana bisa.. Anjing sialan!" Umpat Januari.

__ADS_1


"Semuanya bisa aku lakukan, bahkan sekarang anak tersayang mu itu masih ada di genggamanku!"


"Mau kamu itu apa HAHH!"


"Emm.. mau aku itu, kamu menderita dan mati secara perlahan!"


"Dasar gila!" Sentak Januari.


"Ohhh.. Santai sayang, ini masih permulaan dan sepertinya kamu akan sangat tersiksa apabila kamu melihat anak kesayanganmu itu aku siksa!"


"Jangan sentuh anakku JALANG!"


"Hahaha.. memangnya di sini siapa yang jalang hah, aku apa istri kamu!"


Januari semakin tidak mengerti apa yang d katakan oleh seseorang di hadapannya itu, bahkan dia juga tidak meyangka jika di balik kekacauan yang dia alamin itu dalangnya adalah wanita yang picik, yaitu Vanya.


"Kamu tahu Januari, kamu harus merasakan penderitaan yang di rasakan oleh adikku, bahkan kamu juga harus sama menderitanya dengan apa yang di alami oleh ibuku, dan sebentar lagi kamu akan merasakan bagaimana sakitnya melihat orang yang kamu sayang itu menderita!"


"Kamu tidak tahu, atau pura-pura tidak tau HAH!, gara-gara kamu adikku bunuh diri dan kepergian adikku membuat ibuku stress dan gila, sialan!"


Januari masih juga belum paham dengan situasi ini, bahkan dia sama sekali tidak tahu tentang Vanya yang mempunyai adik.


"Kamu masih belum ingat, atau perlu aku ingatkan?, kamu tahu seorang wanita yang mengejar-ngejar kamu ketika SMA dan kemudian kamu pacari yang hanya satu bulan! setelah itu kamu dekat dengan April istri jalang mu itu, gara-gara kalian berdua, adikku depresi diputuskan olehmu dan pengkhianatan yang dilakukan oleh April temannya, adikku bunuh diri dan setelah itu ibuku asuk rumah sakit jiwa!"


Januari sekarang ingat gadi yang dia sempat pacari ketika SMA, wanita itu bernama Rani (di chapter yang flasback) keduanya memang mempunyai kemiripan dalam segi wajah, namun selama ini Januari sama sekali tidak menyadari semua itu, bahkan setahunya wanita itu mati karena overdosis bukan bunuh diri.


"Kenapa sudah ingat?" Januar sedikit ngeri dengan wanita yang ada di hadapannya itu, karena selama ini Vanya yang dia kenal baik dan sopan, namun setelah kejadian lima tahun yang lalu, Januari tersadar akan wanita itu, bahkan seingatnya dia sudah mengasingkan wanita itu sejak lima tahun yang lalu.


"Itu bukan salahku, lagian kami putus juga baik-baik ditambah hubunganku dengan April setelah beberapa bulan putus dengan adikmu itu, jadi bukan salah aku!" Bela Januari.


Bugh


Bugh

__ADS_1


Bugh


Beberapa pukulan Januari dapatkan dari anak buah Vanya, bahkan kini wajahnya sudah nampak babak beluk dengan pukulan yang keras.


"Sudah salah, dan masih membela diri dasar BANGSAT!"


Plak


Plak


Vanya menampar Januari dengan kerasnya, amarahnya sudah sampai pada batas akhir, kini wanita itu mengambil sebuah pistol dan mengarahkan senjata itu tepat di kepala januari, sedangkan laki-laki itu keadaannya babak belur akibat pukulan yang dia dapatkan.


"Jika beberapa tahun yang lalu aku gagal membuatmu menderita dengan memisahkan kamu dan juga April, maka sekarang aku akan benar-benar memisahkan klian berdua dalam jarak yang begitu jauh, kamu mungkin sulit di hancurkan Januari, tapi sekarang kamu terlalu mudah untuk di bunuh".


Dorr


Satu tembakan telah di lepaskan oleh wanita gila itu, namun bukan pada kepala, melainkan pada lengan kanan laki-laki.


"Arghh..."


Januari meringis kesakitan dengan peluru yang bersarang di lengannya.


"Peluru selanjutnya akan aku pastikan mengenai kepala atau jantungmu sialan!" Umpat Vanya dengan tawa jahatnya.


Januari masih terus meringis kesakitan, darah pada lengan kanannya mengalir banyak namun dia tidak bisa melakukan apa-apa karena badannya yang masih di ikat.


"Ada kata-kata terakhir sayang?" bisik Vanya di telinga Januari.


Pistol itu kini benar-benar di arahkan pada kepala Januari, bahkan vanya kini tengah mendorong pelatuk pistol itu, wajahnya sangat puas dengan apa yang telah dia lakukan kali ini.


DORRR


"ARGHHH...........!"

__ADS_1


__ADS_2