
Kepergian Januari membuat sisi lain dari diri April merasakan kehilangan, bagiamana pun juga Januari masih menjadi suaminya dan sosok laki-laki cinta pertamanya.
"Momy kenapa sih, kaya galau gitu tan?" Rion menatap sang momy dengan sedikit heran, beberapa hari ini Momynya terlihat jarang bicara dan sering melamun.
"Tante juga ngak tau, coba Rion tanya langsung!" Seru Atika yang kini juga merasa aneh dengan sikap wanita yang sudah dia anggap sebagai kakanya itu.
"Ngak Ahh males, soalnya kalau lagi gitu momy suka sensian nanti Rion yang kena marah!"
"Udah Ahh biarin mungkin lagi mikirin Dady baru Rion!" Atika tertawa melihat Rion yang berdecak kesal
"Ihh No yah tante, aku Ngak mau punya Dady baru, apalagi om lebay!"
"Om lebay? maksud kamu om karen?!"
"Iya siapa lagi, aku Ngak suka pokonya, tapi kalau om pesawat aku bisa pikilin lagi!" Atika masih tertawa dengan tingkah Rion yang begitu lucu, bahkan wajah cemberutnya itu sama sekali tidak memudarkan ketampanannya.
"Om pesawat siapa?!"
"Ihh itu om nya juga pelnah ketemu momy, pokoknya omnya ganteng kaya Rion, bukan kaya om lebay yang selalu deketin momy!"
"Iya deh terserah situ, mending tante pergi ah beli eskrim!" Ucapan Atika sebenarnya hanya memanas-manasi Rion yang beberapa hari ini dilarang oleh April untuk memakan eskrim.
__ADS_1
"Ihh Tante ko jahat, kan aku mau eskrim!" Rion terlihat merengek, sedangkan Atika masih tidak perduli dengan bocah itu.
"Ngak ah, kan Rion dilarang makan eskrim sama Momy jadi, Tante pergi dulu dadahh!" Atika melambaikan tangannya dengan tawa melihat ekspresi wajah Rion yang akan menangis.
"Huaa momy tante tika jahat!!" Rion berteriak dan membuyarkan lamunan April, dia melihat sang anak tengah menangis dan merengek.
"Kenapa sayang?" tanya April yang mencoba menenangkan sang anak.
"Momy tante mau beli eskrim, tapi ion Ngak di bolehin ikut! Huaaa!" Atika memutar bola matanya dengan malas melihat Rion yang mengadu.
"Kan momy udah bilang untuk beberapa hari ini kamu jangan dulu makan eskrim, katanya giginya sakit!"
"Tapi sekalang Ngak sakit ko, boleh yah Mom!" April menghela nafas melihat tatapan memohon dari anaknya yang tidak bisa dia tolak.
"Yeyyy, janji mom!"
Atika tersenyum melihat sang anak yang berlari menuju tantenya dengan perasaan gembira.
***
Disisi lain, Januari mengacak rambutnya dengan kesal dan amarah melingkupi seluruh kepalanya.
__ADS_1
Perusahaan yang keluarganya bangun kini mengalami masalah yang cukup serius, banyak beberapa rekan bisnisnya yang menarik investasi dengan jumlah saham yang tak main-main.
Bahkan beberapa saham yang dimiliki oleh perusahaannya dipegang oleh seseorang yang dia tidak ketahui, hampir setengah dari saham perusahaan itu dimiliki oleh orang yang sama namun tidak bisa dilacak identitasnya.
"Bangsat, kenapa bisa begini Hah! Baru dua bulan saya tinggalkan perusahaan tapi sudah kacau seperti ini!" Amar Januari meledak-ledak, para karyawan yang melihat amarah dari pemilik perusahaannya kini hanya bisa menunduk takut.
"Selidiki masalah ini dalam 24 jam, kalau masalah ini belum selesai jangan harap kalian bisa kerja lagi di sini!"
Januari pergi dari ruang rapat itu dengan tatapan dinginnya bahkan semua karyawan yang melihatnya tampak takut.
Tiba diruangannya Januari menyandarkan kepalanya di kursi, fikirannya masih kacau rasanya dia ingin sekali membunuh orang yang sudah bermain-main dengannya.
"Permisi pak, untuk data yang bapak minta saya menemukan beberapa kejanggalan dalam pemilik saham itu, karena namanya tidak dicantumkan tetapi dalam statusnya saya melihat masih salah satu karyawan di perusahaan ini pak!" Jelas Kevin, sekertaris pribadinya itu.
"Cari tahu dalangnya, kali ini aku tidak mengampuni mereka yang sudah terlibat dalam masalah ini!"
"Baik pak, file yang atas itu beberapa foto kegiatan istri dan anak anda yang detektif berikan, kalau begitu saya permisi!"
Januari perlahan membuka file itu, disana memperlihatkan istri dan anaknya tersenyum bahagia, April dan Rion dua orang yang begitu dia cintai dan dia rindukan.
Foto pertama terlihat Rion yang bermain di taman sekolahnya dan beberapa kegiatan bocah laki-laki itu yang sedang memakan eskrim.
__ADS_1
Foto berikutnya terlihat sosok April yang sedang melayani pelanggan dan tersenyum melihat Rion yang sedang bermain, hatinya kini terenyuh dan sedikit membaik setelah melihat kedua orang itu.
"Aku kangen sama kamu Pril, sama Rion juga, tunggu yah setelah masalah ini selesai akan aku pastikan kita bersama seperti dulu!"