Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Masa Lalu Kia dan Rako ( 3 )


__ADS_3

** Dua minggu setelah sepasang kekasih itu kencan romantis dan haru, saat ini Kia benar-benar bingung, apa yang harus dikatakan. Ia ingat betul Ibu kekasihnya itu setahun yang lalu menghampiri dirinya saat sedang bekerja di Toko Kue.


Saat itu Ibu Rako langsung datang dan memaki Kia depan banyak orang.


#Flashback on Ibunya Rako#


"Kia!!!!!.. teriak wanita paruh baya namun tetap cantik dan berkelas. kia yang mendapat panggilan keras dari seorang yang ia kenal sangat terkejut. Ia yang sedang melayani customer itu tubuhnya langsung gemetar, jantungnya berdebar sangat kencang.


" Heh,, Dengar baik-baik ucapan saya!!!Jauhkan anak saya!!! Jika kamu ingin hidup tenang tinggalkan anak saya!! Dia sudah saya jodohkan dengan wanita yang jauh lebih cantik dari pada kamu!!tentuny dia dari keluarga terpandang!!.." ucap Ibu nya Rako dengan nada tinggi. Kia yang mendengar hanya bisa diam dan meneteskan air mata. Orang-orang yang berada di area Toko itu pun sangat terkejut kedatangan Designer terkenal dan memaki salah satu karyawan toko kue itu yang bisa di bilang sangat cantik.


"*eh itu kan Designer Elina kan ya! ngapain dia marah-marah sama mbak cantik itu ya?"..ucapan dari seorang pengunjung


"iyaa, kasian mbak nya, lagi berani banget pacaran sama anak orang kaya, walau cantik tetap saja mereka pasti cari yang sederajat.. ucap pengunjung lainnya*.


Begitulah kira-kira ucapan dari pengunjung lain yang terdengar di telinga keduanya.


Ibu dari Rako itu sangat malu, ia tak sadar dan tidak mengontrol emosinya. Ia lupa bahwa ia sangat terkenal. Lalu ia berbisik ke Kia.


"Ingat ya, kalau sampai kamu masih berhubungan dengan anak saya, saya tidak akan segan-segan membuat dia juga tidak punya apa-apa!". bisik wanita itu dengan penuh penekanan.


Deg!!


Jantung Kia seakan berhenti. Ia tidak mau kekasihnya itu akan kehilangan segalanya. Ia tahu betul bahwa Rako sudah memulai semua dari nol. Maka ia memutuskan untuk mengikuti perintah wanita paruh baya ini.


"maafkan aku yank, aku harus melakukan ini. aku mengingkari janji kita untuk tetap bersama apapun yang terjadi. Aku tidak bisa melihat kamu menderita".. batin kia


"Baik Bu".. ucap kia sendu dengan meneteskan air mata dan menundukkan #kepalanya.


Ibunya Rako sangat senang mendengar jawaban Kia. Dan tanpa sepatah katapun ia pergi begitu saja.


#Flashback Off Ibunya Rako#


Tak terasa hubungan mereka sudah berjalan 3 tahun. Kia sudah sangat yakin akan keputusannya. Kia mencoba menghubungi kekasihnya itu untuk mengajak bertemu. Ia mengambil benda pipih di nakas kamarnya, dan menyentuh kontak yang bertuliskan *My Boy..


tuut..tuutt..📞*


Tak butuh waktu lama pria tampan di balik telpon itu sudah menjawab telponnya.


"Iya Sayank.. tumben telepon kangen yaa?".. tutur Rako terkekeh di balik telepon. Kia mendengar ucapan kekasihnya itu tersenyum senang, seakan ia lupa akan sesuatu yang pernah mengancamnya


"Kangeeen banget sayank".. jawab kia menggoda


"Wah..wah..wah... semakin berani ya kamu menggoda aku..hmm.." jawab rako senang. " oke, aku kerumah kamu sekarang ya, kamu libur kan ?".. tanya rako


"Ya udah aku tunggu yaa. GPL!" .. jawab kia manja


" Siapp!!, AADC Sayank!!..".. jawab Rako meragakan suara lantang seorang Polisi.


"Apaan tuh Aadc kaya judul film yank?".. tanya kia bingung


"Aku Akan Datang Cesana sayank.. Hahaha".. tawa Rako karena ia memaksa singkatan 'kesana' menjadi 'cesana'.. hihii


'' Hahahah.. maksa banget kamu, yaudah aku tunggu yaa, dadaaa".. ucap kia tertawa


"dadaa sayank"..jawab rako dan menutup teleponnya.


Satu jam kemudian, Rako tiba di rumah Kia, kebetulan Kakak Kia, Shania sedang ada di Bandung untuk menengok saudara dari Alm. Ayah nya mereka. Kia tidak bisa ikut, karena akhir-akhir ini Bosnya selalu marah-marah kepadanya tanpa alasan yang jelas. Ia jadi tidak berani meminta izin atau cuti, kakaknya sangat mengerti. Rumah di Bandung itu adalah rumah Kakak dari Ayahnya mereka atau mereka biasa memanggil Mang Said. Ya, karena Kia berdarah Bandung, tetapi mereka lama di Jakarta.


tokk tokk.. Assalamualaikum..

__ADS_1


Rako mengetuk pintu dan mengucapkan salam di depan pintu kontrakan Kia.


Tak lama Kia pun membuka kan Pintu. Kia yang sedang memakai kaos santainya berwarna putih dan celana berbahan katun dengan panjang 3/4, rambut di gulung ke atas. Terkesan berantakan, namun karena Kia yang sangat cantik dengan menampakkan leher jenjang dan mulusnya membuat Sang Kekasih terpesona.


"Walaikumsalam, masuk sini Yank"..Jawab Kia dengan membuka pintu dan mempersilahkan Rako masuk.


*cup..


''k*amu cantik banget sih ".. Ucap Rako mencium pipi Kia. Kia yang tiba-tiba mendapat kiss dari sang kekasih, wajahnya merona.


"ihh kamu nih, maen nyosor aja."..jawab kia malu, yang langsung duduk bersama Rako di sofa miliknya


"Yank ada yang mau aku bicarakan, aku harap kamu tidak marah".. tutur kia lembut dan menatap wajah tampan yang ada disampingnya.


"mau ngomong apa sayank, mana pernah aku marah sama kamu". ucap rako lembut.


" Sepertinya hubungan kita tidak bisa di lanjutkan".. ucap kia dengan berlinang air mata.. Sedangkan Rako mengerutkan dahinya. Ia tahu pasti kekasihnya ini pernah mendapat ancaman dari seseorang.


" Siapa yang sudah mengancam mu??". tanya Rako lembut. Kia sangat kaget, dan tiba-tiba air matanya menetes di pipi mulusnya. Bagaimana dia tahu bahwa ini semua karena ancaman. Ya, ancaman dari sang Ibu kekasihnya itu.


"Jujur sama aku yank, siapa yang sudah buat kamu seperti ini?".. tanya rako lembut dan mengusap air mata wanita cantiknya itu.


Kia hanya diam, ia bingung apakah ia akan menceritakannya?? Jika ia mengatakan yang sebenarnya, ia takut akan membuat Ibu dan Anak itu bertengkar.


Kia mengehela nafasnya..


"Bukan karena siapa- siapa yank, tapi aku cukup tahu diri. Siapa aku dan siapa kamu.. " ucap kia lembut dan menjeda ucapannya sebentar.


"Kita pernah sepakat, bahwa akan menikah jika orang tua kamu merestuinya. Bahkan sudah 3 tahun kita sabar dan tetap tidak ada perkembangan. Orang tua kamu sudah menjodohkan kamu yank, mau tidak mau kamu harus mau menerimanya!!" ucap kia menangis.


" Tidak akan!!! Kalau kamu mau putus.. Ok aku terima! Tapi kalau kamu meminta aku untuk menikah dengan wanita lain??! Maaf..!!!Aku lebih baik sendiri dari pada menikah dengan wanita yang tidak aku cintai KIA!!!". jawab Rako dengan nada tinggi. Kia terkejut dengan ucapan Rako. Dia harus bagaimana, ia sendiri juga tidak mau berpisah. Baiklah ia harus mengatakannya.


" Baik, kalau kamu ingin aku hidup dengan penuh kesengsaraan!! Lakukan apa mau kamu. Apa kamu tidak berpikir, orang tua kamu itu sangat berpengaruh dalam negara ini!! Mereka bisa melakukan apa saja!!Apalagi hanya aku lawannya. Aku bahkan lebih rendah dari pada pelayan-pelayan di rumah kamu Rako!!!hikss.. hiksss".. ucap Kia dengan suara tinggi dan terisak.


"Lalu kamu mau aku bagaimana?". tanya Rako dengan sikap dingin


Kia menghapus air matanya.. dan menghela nafasnya..


"Tinggalkan aku, dan turutilah perkataan orang tuamu!".. lirih Kia dengan mencoba menatap kedua mata Kekasih yang sangat di cintainya itu. Sakit..sakit sekali ia mengatakan itu..Dan apa ini..!? Baru ini ia melihat Rako menangis. Ya Tuhan.. apa aku mengajaknya untuk kawin lari saja..


"Baiklah. Ingat, aku melakukan ini demi kamu!".. Rako berucap meneteskan air mata. Ia juga sangat sedih. Apakah ia bisa menikah dengan wanita lain??!.. Dan ia langsung berdiri untuk meninggalkan Kia yang sedang menangis. Kia yang melihat Rako berjalan ingin keluar pintu, langsung memeluknya dari belakang. Seketika Rako menghentikan langkahnya. Ia merasakan Kia menangis di punggung kekarnya itu. Tanpa di sadari, ia juga menangis tanpa mengeluarkan suara. Di balikan tubuhnya dan grep, ia langsung memeluk tubuh wanita cantiknya itu. Pikiran mereka sama, mungkin ini adalah pelukan yang terakhir untuk mereka. Mereka hanya diam dalam berpelukan. Rako melepaskan pelukannya, di pandangi wajah sembab kekasihnya itu..


cup


Rako mencium bibir Kia dengan pelan, tidak ada penolakan, ia mulai memperdalam ciumannya. Dan Kia membalas ciuman itu. Cukup lama mereka berciuman, akhirnya mereka melepaskan dengan perlahan, merek menyatukan keningnya.


"Aku sangat mencintaimu Kia"..ucap Rako sendu


"Aku juga sangat mencintaimu Rako".. gumam Kia yang masih terdengar di telinga Rako.


Akhirnya Rako pergi dan Kia menangis tersedu-sedu..


"Ya Allah..hikss.hikks..Jika memang dia bukan jodohku kuatkanlah Hamba dan semoga kami bahagia dengan jalanmu..".. Doa Kia dengan menangis menatap kepergian yang sudah menjadi mantannya itu.


***


Rako sudah berada dirumah mewahnya. Ia tahu betul pasti Ibunya yang sudah mengancam Kia. Dengan emosi ia berteriak memanggil wanita yang sudah melahirkannya itu.


''Mii...Mamiii!!!... Mamiiii!!!!.." teriak Rako kesana kemari mencari maminya.

__ADS_1


'' Rako!! apa-apaan kamu ini!! Manggil Orang tua kok teriak-teriak!! Ini nihh akibat gaul sama wanita itu!! Sudah miskin dan tidak berkelas, jadi tidak ada sopan santunnya kamu!!" tutur Sang Ibu dengan nada tinggi.


"Kia???tidak berkelas?? tidak sopan kata Mami??" jawab lelaki itu dengan tegas


Ternyata saat setahun berpacaran dengan Kia, Rako yang tidak sengaja mendengar Mami nya berbicara di balik telepon entah dengan siapa, mengatakan bahwa ia akan mendatangi gadis itu dan akan meminta menjauh dari Rako. Rako yang mendengarnya sudah pasti tau siapa yang dimaksud. Ia langsung menyuruh seseorang untuk mengikuti Ibunya itu. Dan ternyata benar. Ia memaki Kia di depan banyak orang. Tapi selama ini ia hanya diam, karena hubungannya dengan Kia setelah itu masih berlanjut walau Kia ada beberapa sifat dan sikapnya yang berubah.


"Apa mami lupaa waktu mami memaki wanitaku??".. tutur Rako dengan sinis


"Mami wanita yang terkenal dan berkelas memaki gadis cantik yang sedang bekerja di toko kue. Apa itu sopan Mi?? hmm?? Mami memang Kaya harta, tapi tidak Kaya Iman!!.." lantang Rako. Maminya hanya diam. Ia tidak tahu harus berkata apa. Pikirannya hanya satu, gadis miskin itu pasti sudah mengadu sama anaknya ini.. Dan dia akan balas semuanya.


"Apa Mami tidak melihat perubahanku??selama aku kenal dengan Kia, aku begitu ramah sama Mami, Papi, bahkan sama Maid di sini!! Aku sudah rajin Sholat, aku bahkan bisa mengaji Mi!! Padahal Mami sama Papi tidak pernah mengajari aku itu kan!?? Siapa lagi kalau bukan Kia!! Dia yang sudah membuat aku seperti ini. Dia selalu memintaku untuk selalu menghormati dan menghargai orang yang lebih tua.". ucap Rako sendu.


" Mami sudah menjodohkan mu dengan Lidya, anak teman Mami.". ya, hanya itu yang di ucapkan Mami nya dan berlalu pergi meninggalkan Rako sendiri di ruamg tengah nan megah itu. Setelah mendengar ucapan anaknya, sebenarnya ia merasa bersalah. Benar.. 2 tahun belakangan ini memang sering sekali datang Guru Mengaji. Dan anaknya juga sangat santun terhadap semua orang, bahkan para pelayan di sini juga sangat senang akan sifat Tuan Mudanya yang ramah dan baik hati.


" Apa sikapku benar? memang selama ini Rako sangat berubah. Tapi aku juga tidak mau punya menantu yang tidak punya orang tua ditambah lagi ia hanya gadis miskin".. batin sang Ibu yang sudah di kamarnya.


***


Dua Bulan Kemudian


"Lidya, pernikahan kalian akan di laksanakan 1 bulan lagi. Mami tidak sabar cepat-cepat punya cucu".. ucap mami Rako kepada calon menantunya itu.


" Iya Mi. Terimakasih yaa..Akhirnya Rako mau menikah denganku. Ternyata rencana kita berhasil ya Mi.." ucap Lidya terkekeh..


Ya, Lidya lah yang sudah mempengaruhi Mami untuk mendatangi dan mengancam Kia! Ia sendiri tidak tahu bagaimana paras dan sifat Kia. Ia hanya menyelidiki hal yang berhubungan dengan wanita yang menjadi saingannya itu.


Saat itu, ia menelpon Ibu yang akan menjadi mertuanya itu untuk mendatangi Kia agar mau meninggalkan Rako, karena ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Walau Rako selama ini hanya cuek dan tidak menganggapnya, ia tidzk perduli. Pikirnya yang terpenting Rako menikah dengannya, karena lambat laun pasti ia akan jatuh cinta. Tapi ternyata??... Tidak!!..


***


Hari ini adalah pernikahan Rako dan Lidya. Kia yang sudah mengetahuinya hanya bisa menangis tersedu sambil memandangi Undangan Pernikahan mantannya itu.


Seminggu lalu ada kurir yang mengirim undangan ini ke rumahnya. Ia sangat terkejut melihat nama siapa yang ada di dalamnya.


Nafasnya sesak, Jantungnya berdebar kencang, tubuhnya seakan tak mempunyai tulang. Ia terlunglai duduk di lantai mendekapkan undangan itu di dadanya dengan menangis tersedu-sedu. Sang Kakak yang sudah mengetahui kisah percintaan mereka hanya berdoa agar adiknya selalu bahagia. Shania yang melihat adiknya itu langsung memeluknya.


"Sabar ya Ki, pasti ada hikmahnya dengan semua ini"..tutur Shania yang ikut menangis. Ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Seandainya Kia Jatuh cinta bukan pada anak Sang Penguasa Negeri ini, mungkin ini semua tidak akan terjadi.


Kia harus ikhlas, karena inilah yang di inginkanya. Shania yang akan menikah juga satu bulan lagi di Bandung, mengajak Kia untuk tinggal disana. Sekaligus untuk melupakan Rako. Kia langsung menyetujuinya, mungkin inilah yang terbaik. Karena ia juga sudah tidak bekerja di toko kue itu. Ia di pecat hanya karena tidak masuk kerja dikarenakan sakit..


***


Pernikahan Rako dan Lidya berlangsung lancar. Di pelaminan, hanya Lidya yang sangat bahagia. Sedangkan Rako..? Ia hanya diam dengan memasang wajah dinginnya.


Lidya yang sedang mencari sesuatu membuat Rako heran. Dia seperti sedang mencari seseorang.


''heh, kamu cari siapa sih?? dari tadi celingak-celinguk gitu!!" tanya rako ketus


"eh, gak kok nanti kamu juga tahu sayank". jawab lidya yang senang Suaminya ini menyapa nya


"Jangan panggil aku SAYANK!! ngertii!!!" tegas rako dengan berbisik dan penuh penekanan..Lidya menelan salivanya dan hanya menganggukan kepalanya.


Sampai acara selesai pun seseorang yang diharapkan datang pun tidak menampakkan batang hidungnya. Dia adalah Kia. Lidya sengaja mengundang Kia tanpa sepengetahuan Rako. Rencananya ia akan membuat malu dan menunjukan bahwa dialah yang pantas mendampingi Rako. Dan ternyata.. gadis cantik itu tidak datang.


°


°


°

__ADS_1


°


°


__ADS_2