Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Tertembak


__ADS_3

Rako pagi ini akan berangkat ke Bogor, tepatnya markas dia dan Ali jika sedang ada masalah dan sesuatu yang ingin di bereskan. Tentunya dia hanya memberitahu istrinya bahwa ada pekerjaan disana. Dinda pun sudah di peringati Rako agar tidak bicara tentang kejadian semalam pada Kia.


"Sayank, aku berangkat ya. Kalau mau sesuatu, minta buatkan Bi Ati dan Bi Nini ya. " ucap Rako lembut dan mengecup puncak kepala istrinya.


"Ya Yank..Kamu hati-hati yaa.. Jangan lupa Sholat!" ujar Kia menatap suaminya sambil memeluk pinggang suaminya.


cup


"Ya sayank..Love you cantikku" ucap Rako setelah mengecup singkat bibir Kia.


"Love you too Kesayangan" jawab Kia terkekeh. Rako pun akhirnya berangkat dengan membawa kendaraanya sendiri.


****


Di tempat yang berbeda


"Bos, sepertinya di rumah itu Kia hanya sendiri" ujar Edi pada pria yang tak lain bos nya itu.


"Mana mungkin!! Setelah kejadian kemarin, pasti Rako akan memperketat penjagaannya pada Istrinya itu!!" ucap Edi.


"Saya yakin Bos!! Karena saya mengirim anak buah saya untu memantau kediaman Kia disana ", jawab Edi yakin, Pria itu pun tersenyum getir.


Saat Edi, Pria itu dan wanita itu dalam perjalanan menuju rumah Kia. Edi mendapat telepon dari nomor tak dikenal. Ia pun mengacuhkannya.


"Siapa sih ini!! Telpon terus!!" keluh Edi kesal dan tetap tidak mengangkatnya. Wanita itu pun nampak cuek.


Akhirnya mereka sampai di kediaman Kia.


"Permisi Pak, mau tanya..Jalan Merpati dimana ya?" tanya wanita itu lembut pada Jali. Dan saat Jali ingin menjawab, tengkuk lehernya di pukul oleh Edi sangat keras, hingga ia terjatuh pingsan di lantai.


"Ayo kita masuk" ujar Pria itu. Dan mereka bertiga pun masuk diam-diam ke dalam rumah Rako dan Kia.


Kia dan Dinda sedang menikmati cemilan di teras belakang sambil bersendau gurau. Tiba-tiba Kia ingin buang air kecil, ia pun pamit untuk pergi ke toilet.


"Din, gw ke toilet dulu yaa." ujar Kia dan dianggukan Dinda. Kia pun sudah berada di toilet. Dinda yang mendengar suara Bi Ati dan Bi Nini berteriak menghampiri ke depan. Ia sungguh terkejut melihat tiga penjahat itu menyekap Bi Ati dan Bi Nini.


Saat ia ingin melarikan diri, ia di tangkap oleh Edi!


"Lepasin gw!!!! Kiaaaaaa ... lariiiii!!!" teriak Dinda dan Edi pun menyekap dan mengikat dinda seperti Bi Ani dan Bi Nini. Mulut mereka pun di tutup dengan lakban. Kia saat ingin keluar dari toilet, mendengar teriakan Dinda, ia pun mengintip dari bilik toilet, dan ia sungguh terkejut dengan kedatangan 2 pria tak dikenal dan 1 wanita yang ia sangat kenali. Ia pun bersembunyi di dalam toilet.


"Kamu cari di atas, kita di sini!" ujar wanita itu pada Edi. Edi pun memeriksa ruangan lantai 2.


****


Rako melihat cctv di rumahnya sangat geram, ia pun sudah menghubungi polisi. Dan Rako segera menghubungi Pria itu kembali. Ya, yang sedari tadi menelpon pria itu adalah Rako.


"Om, angkat dulu lah teleponnya, siapa tau penting!!" ujar wanita itu kesal.


"Ini video call!! Siapa coba!!" ujar pria itu. Akhirnya ia pun mengangkatnya


"Hallo!!" ketus Pria itu menjawab video callnya, dan tidak ada tampak wajah atau apapun, hanya ada suara.


"Hallo Endrako Vincent !!" ucap Rako terdengar lembut di balik telepon itu.


"Hei siapa kamu!! Tampakkan wajahmu!!" teriak Pria itu. Rako pun menampakkan dirinya yang sedang duduk diantara 1 wanita yang berusia 42tahun dan 2 anak laki-laki yang berusia 12 tahun dan 8 tahun di dalam sebuah mobil mewah yang di kendarai oleh anak buah Ali. Pria itu sangat terkejut! Wanita itu langsung menghampiri Pria itu yang tiba-tiba diam dan kaku.


"Siapa sih Om?" tanya wanita menghampiri Pria itu. Pria itu hanya diam menatap ponselnya


"Wah..wah kalian kompak sekali yaa.. Ponakan dan Om nya sedang melakukan kejahatan di kediaman ku!!" ucap Rako terkekeh. Wanita itu pun kaget setelah melihat wajah Rako di ponsel Pria itu. Ya, Pria itu adalah Vincent, Om dari Lidya dan Shinta! Dia pernah bekerja sebagai Hrd di Perusahaan Mango Group, namun ia di pecat secara tidak hormat karena melakukan korupsi. Dan wanita itu adalah Lidya! Mantan istri Rako. Ia kabur dari penjara di bantu oleh Om nya itu


"Vincent, apakah kau mengenali mereka??" tanya Rako tersenyum getir.


"Pengecut!!! Kenapa kau libatkan keluargaku!!!!" teriak Vincent.

__ADS_1


"Aku Pengecut?!!" tanya Rako terkekeh." Lalu apa yang akan kalian lakukan terhadap Istriku hah???" teriak Rako


"Lepaskan keluarga ku Rako!!! Dan aku akan melepaskan Istrimu!!!" ucap Vincent penuh penekanan. Rako pun tahu dari Cctv tersembunyi yang di pasang di setiap sudut rumahnya, bahwa Kia belum ditemukan, ia masih berada di toilet


"Lidya!! Kau memang wanita pecundang!! Kau seperti orang yang tidak berhati nurani!! Bisa-bisanya kau mau mencelakai wanitaku hah!!!" ucap Rako menatap tajam pada Lidya lewat video call.


"Rako..Rako.. Jika aku tidak bisa memilikimu, maka dia pun juga sama!!" jawab Lidya terkekeh


"Ali, Lakukan!! " titah rako terhadap Ali. Ali pun yang tepat duduk di belakang Istri Vincent meletakan pistol ke arah kepala istrinya itu, Ia begitu ketakutan dan menangis, padahal Rako hanya menggeretak suaminya yang bejat itu. Vincent pun akhirnya menohon pada Rako


"Rako..Rako.!!Hentikan!! lepaskan Istri dan anak-anaku, aku mohon!! Aku akan membawa pergi Lidya dan anak buah ku! Dan aku akan membebaskan Istri dan asisten rumah tanggamu!" lirih Vincent, Rako pun tersenyum kecil yang hampir tidak terlihat.


"Kau pikir aku percaya?? mana istriku dan lainnya??" tanya Rako tegas. Vincent pun menelan salivanya.


"Mana Vincent?!!!!" bentak Rako, dan Vincent pun mengarahkan ponselnya kepada Dinda , Bi Ati dan Bi Nini.


"Ternyata kalian tidak menemukan istriku ya?!!" ujar Rako terkekeh. Lidya pun nampak geram. Dan Edi pun turun dari tangga dengan tidak ada hasil.


"Bos, gak ada juga di kamarnya!!" ucap Edi pada Lidya, dia pun tidak tahu kalau Rako sedang melakukan Vcall. Lidya pun memberikan kode lewat matanya mengarahkan ponsel yang di genggam Vincent. Edi pun sedikit mengintip, dan ternyata Suami dari Kia sedang menyekap keluarga Vincent.


"Rako, aku tidak tahu Istrimu dimana! aku akan melepaskan mereka, Dan tolong.. lepaskan keluargaku Rako!" ucap Vincent melemah.


Kia tidak kuat lama- lama di toilet, rasanya ia ingin muntah. Ia pun perlahan keluar dari sana, dan berjalan mindik-mindik melihat kejadian di dalam rumah. Ia melihat Dinda dan Dua Art nya di ikat. Ia pun nekat keluar dari persembunyiannya.


"Lepaskan mereka mbak Lidya!!" ucap tegas Kia. Lidya pun menoleh dan tersenyum penuh arti melihat Kia. Vincent dan Edi hanya diam.


"Hei Nyonya, akhirnya kau keluar juga!" ujar Lidya terkekeh. " Bagaimana rasanya jadi orang kaya Nyonya Kia??" tanya Lidya menyindir Kia


"Hmm mungkin pertanyaan di ganti Lidya!! Bagaimana Rasanya menikah dengan Pria yang mencintai kita?!" jawab Kia terkekeh. Lidya pun nampak geram. Rako di balik telepon sangat khawatir dengan Kia yang keluar dari persembunyiannya. Namun ia mencoba rileks.


"Vincent, katakan pada Lidya, jangan menyentuh Istriku!! Atau salah satu dari mereka akan merasakan akibatnya!!" ucap Rako tegas menunjuk keluarga vincent.


"Ba..baik Rako!!" ucap Vincent terbata-bata


"Ayo kita pulang!! Tante dan ponakanmu berada dalam bahaya!" ucap Vincent pelan.


"Aku akan pergi setelah dia mati om!!" ucap Lidya datar dan menatap Kia.


"Kenapa Lidya?? Kenapa kau ingin aku mati??" tanya Kia


"Karena kau!!! Rako meninggalkan aku!!" teriak Lidya, Kia pun terkekeh


"Karena aku?? Dengar Lidya!!! Dari awal kau memaksakan menikah dengan pria yang jelas-jelas tidak mencintaimu! Dan kau, selalu ingin menyakiti suamimu sendiri!! Jadi ini semua karena ulahmu sendiri Lidya, bukan aku!!!" ucap Kia tegas.


"Dasar wanita J****g!!!" teriak Lidya dan berlari ingin menusuk pisau di perut kia, Dinda dan Art nya pun berteriak histeris. Untung saja Kia bisa menghindar dengan menangkap tangan Lidya yang berisi pisau, lalu ia melintir tangan Lidya ke belakang.


"Aaaauuw!! lepaskan aku J****g!!!" teriak Lidya pada Kia. Dan tanpa di sadari Edi berjalan pelan ke arah belakang Kia, Sedangkan Rako melihat kejadian itu dari cctv langsung berteriak.


"Suruh anak buahmu berhenti Vincent!!!! atau ku tembak kepala Istrimu!!!" teriak Rako, Vincent pun menyuruh Edi berhenti.


"Edi!!! Jangan!!!" teriak Vincent. Edi pun menghentikan langkahnya, Kia langsung mendorong tubuh Lidya ke depan, dan pisaunya pun terjatuh di bawah kaki Kia


"Sialan kau Kia!!! Kali ini kau akan mati!!!" teriak Lidya mengambil pistol di saku celananya dan menodongkan ke arah Kia, Kia pun terkejut dengan tindakan Lidya.


Dorr!!!


"Tidak!!!!" teriak Dinda dan 2 Art nya.. Dan ternyata Lidya terjatuh berlutut dengan mata menatap Kia. Kia pun merasakan gemetar di tubuhnya, karena ia juga tidak merasakan tembakan mengenai dirinya. Dan Lidya pun akhirnya jatuh terlungkup di lantai dengan punggung yang mengeluarkan darah.


"Tangkap mereka!!" titah salah satu Polisi terhadap rekan-rekannya. Ya, ternyata Polisi lah yang menembak Lidya, mereka datang tepat pada waktunya. Begitupun Rako dan lainnya, Ia membiarkan Keluarganya menghampiri Vincent yang sudah di borgol dengan Polisi.


"Mas!! Hiks..hiks.." lirih istri vincent memeluknya.


"Maafkan aku Jen!" ujar Vincent pelan.

__ADS_1


"Tolong jaga anak-anak kita ya!" ucap Vincent lembut, Jeni pun yang tak lain istri Vincent menganggukan kepalanya.


"Ki , loe gapapa kan ?? hikss.," ucap Dinda memeluk Kia, ia dan Dua Art pun sudah di lepaskan ikatannya oleh para Polisi.


"Sayank!!" teriak Rako larinke arah Kia, Kia pun menghampiri Rako dengan berjalan perlahan, mereka pun berpelukan sangat lama.


"Maafkan aku sayank,, kamu hebat! Anak Papa juga hebat!" ujar Rako masih memeluk Kia, kia pun hanya menangis.


"Permisi Pak" ucap seorang Polisi. Mereka pun melepaskan pelukannya


"Ya Pak" ucap Rako ramah


"Saya ingin meminta rekaman Cctv di rumah ini. Dan sekaligus ingin mengabarkan bahwa tawanan bernama Lidya sudah meninggal dunia". ucap Polisi itu, Kia pun menutup mulutnya terkejut. Rako merangkul pundak istrinya dan mengusap-usap bahu Istrinya itu.


"Innalillahiwainalillahirojiun.." ucap Rako dan Kia bersamaan.


"Tolong hubungi keluarganya Pak, dan makamkan dengan layak".ujar Rako


"Baik Pak, Kalau gitu kami permisi dulu" ujar polisi itu dan dianggukan oleh Rako.


Dinda dan dua Art pun di mintai keterangan oleh Polisi. Mereka sudah beristirahat di kamar masing-masing di kediaman Rako dan Kia.


****


"Hallo Pi, tolong kabarkan pada keluarga Lidya, bahwa Lidya sudah meninggal dunia hari ini", ucap Rako menelpon papi nya. Papi pun sangat terkejut


"Apa?? ada apa Rako??" tanya Papi khawatir, Rako pun menceritakan semuanya via telepon, Dan papi nya pun langsung ingin kerumah Rako untuk menemui menantunya itu, tentunya Mami dan Shiren juga ikut.


Tak lama.. Papi, Mami, Shiren dan Ali pun tiba kerumah Rako.


"Sayank, kamu baik-baik saja kan?" ucap lembut Mami memeluk Kia. Kia pun tersenyum


"Alhamdulillah aku baik-baik saja Mi". saut lembut Kia, Mami pun mengajak Kia duduk di sofa dan Shiren pun ikut duduk bersama mereka.


"Rako, lebih baik kamu dan Kia tinggal bersama Mami Papi" ucap Papi terhadap Rako


"Papi bisa menebak saat menghubungi keluarga Lidya, mereka terdengar tidak terima dan marah sekali. Papi khawatir mereka akan membalaskan dendamnya", ujar Papi, dan Rako pun tampak berpikir.


"Nanti aku bicarakan pada Kia ya Pi" jawab Rako lembut.


****


Kia saat ini sedang merebahkan tubuhnya di ranjang. Rako pun juga berada di sampingnya memeluk istrinya.


"Yank, aku merasa bersalah atas meninggalnya Lidya." lirih Kia memeluk pinggang Rako. Rako pun mengusap kepala Kia.


"Kamu gak salah sayank, Dia yang ingin menembakmu. Untung saja Polisi datang tepat waktu" . ujar Rako lembut. Kia pun hanya diam.


****


°


°


°


°


°


##Hallo readers, maaf baru Update yaa ☺


Terimakasih masih setia di Novelku 😘.. Jangan lupa tinggalkan jejak ya 💙

__ADS_1


Makasiiih Sayaaank 😙


__ADS_2