Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Jodohku


__ADS_3

Tak terasa Baby Raja sudah berusia 2 bulan. Kia dan Rako pun masih tinggal di rumah utama karena permintaan Orang tuanya itu. Sebulan yang lalu pun keluarga Kia datang ke rumah utama untuk menjenguk Baby Raja. Mereka sangat senang melihat Kia sudah bahagia dengan keluarga barunya.


Kini Kia dan Rako sedang menjemur Raja dengan matahari pagi di halaman belakang. Raja berada di pangkuan Kia yang duduk di bangku yang terkena paparan sinar matahari, sedangkan Rako berdiri disamping keduanya.


"Yank, lama-lama mukanya Raja mirip kamu ya, jadi tampan banget perpaduan Papanya juga" ucap Rako terkekeh


"Iya donk, ini kan anak Bunda" saut Kia tersenyum


"Anak aku juga donk sayank, kalau gak ada aku, Raja gak ada juga loh" ucap Rako tak terima, Kia pun terkekeh


"Iya,,iya,, makasih ya sayank udah buatin Raja" ucap Kia dengan meledek. Rako pun tertawa dan mencium pipi istrinya


20 menit kemudian, mereka sudah masuk ke dalam rumah. Karen waktu menjemur Baby Raja sudah bisa di bilang cukup. Raja pun di beri Asi oleh Kia di ruang keluarga.


"Duh cucu Oma haus yaa abis di jemur?"ujar Mami menghampiri Kia dan Raja.


"Iya Oma, aku haus banget" jawab Kia menirukan suara anak kecil.


"Heii gembulss Ontiii.. nanti pinjem Bunda nya sebentar yaa, Raja sama Oma dulu". saut Shiren yang datang tiba-tiba.


"Memangnya jadi Ren?" tanya Kia.


"Jadi Kak,, anterin yaa sebentar aja kok gak lebih dari 2 jam!" jawab Shiren tersenyum menampakan giginya. Ya, Shiren minta Kia untuk menemaninya mencari gaun di salah satu Mall terbesar di Kota Jakarta. Karena ia akan menghadiri acara pesta temannya saat di Sidney.


"Ya udah, Aku mandiin Raja dulu ya". ujar Kia dan dia pun pamit pada Mami.


****


Kia dan Shiren kini sedang berada di Butik ternama yang berada di dalam Mall X.


"Kak, ini bagus gak?" tanya Shiren menunjukan Gaun warna hitam yang terlihat sexi


"Terlalu terbuka Ren" jawab Kia sambil memilih-milih gaun yang lain.


Saat Shiren sedang memilih satu gaun berwarna merah dan ia ingin tunjukan pada Kia, ia bertabrakan dengan seorang laki-laki.


brukk


"Aaargh!!" teriak Shiren yang hampir jatuh dan untungi ditangkap oleh laki-laki itu, mereka pun saling bertatapan karena mereka saling mengagumi saat pertama bertemu.


"Emm..Maaf yaa saya gak sengaja" ucap laki-laki itu ramah.Shiren pun merapikan pakaiannya dan rambutnya.


"I..iya gak apa-apa kok" jawab Shiren tersenyum.


"Duhh ganteng banget sih nih cowok. Baik banget lagi!! Dan kenapa jantung berdebar kencang gini! Apa dia jodohku Ya Allah.?!" batin Shiren menatap laki-laki itu.


"Ren, kamu udah dapat belum bajunya?" tanya Kia menghampiri Shiren dan shiren pun tersadar dari lamunannya.


"Eh,,Kak..Hmm..Kayanya yang ini aja" jawab Shiren kikuk meperlihatkan gaun yang di pegangnya.


"Loh.. Mas Ari??" tanya Kia pada laki-laki itu


"Ehh,,Nona Kia ya?tanya lagi Ari. Ya, laki-laki itu adalah Ari, tourguide saat mereka berbulan madu ke Maldives.


"Kalian saling kenal?" tanya Shiren pelan


"Iya Ren, dia ini Tourguide aku sama Rako waktu Honeymoon di Maldives". jawab Kia tersenyum


"Nona makin cantik aja",, ujar Ari lembut, Shiren pun memasang wajah cemberutnya. Kia hanya tersenyum membalas ucapan Ari, dan ia melirik Shiren yang terlihat cemberut.


"Oia, ini adik ipar saya, namanya Shiren", ucap Kia ramah dan memperkenalkan Shiren. Ari pun mengulurkan tangannya pada Shiren.


"Ari.. salam kenal ya" ujar Ari ramah, Dinda pun tersenyum senang.


"Oiaa, kamu ngapain ke sini? sama istrinya ya?" tanya Kia meledek.


"Istri? hehe saya masih jomblo Non. Kebetulan butik ini milik Kakak perempuan saya, dan saya di minta untuk mengontrol di sini." jawab Ari senyum.


"Oh gitu, bisa diskon donk?" ucap Kia terkekeh


"Bisaa donk..mau yang mana ?" tanya Ari ramah


"Tuh Ren, kamu mau yang mana?" senggol Kia pada Shiren yang dari tadi diam.


"Yang ini aja Kak." jawab Shiren tersenyum.


"Yuk langsung ke Kasir aja" ajak Ari ramah, mereka pun mengikuti Ari.


Setelah membayar belanjaannya yang mendapat Diskon 25% dari Ari, Shiren dan Kia pun pamit.


"Mas, terimakasih yaa.." ucap Shiren ramah pada Ari.


''Iya sama-sama.. Oia, kita ngopi dulu yuk disana" ajak Ari pada mereka. Kia yang paham kalau Shiren sepertinya menyukai Ari meminta Shiren saja yang menemari Ari.


"Sama Shiren aja ya Mas Ari.. Saya harus buru-buru pulang, soalnya kasian Oma nya dirumah nunggu anak saya'' saut Kia ramah. Ari pun membulakan matanya.


"Nona sudah punya anak??" tanya Ari kaget


"Iya, udah 2 bulan" jawab Kia tersenyum, Ari pun ikut tersenyum


"Selamat ya Non, Suaminya tokcer juga ya" ucap Ari terkekeh, Kia pun ikut tertawa.


"Ren, kamu sama Ari aja, biar aku naik taxi yaa..gapapa kok" ucap Kia lembut


"Tapi Kak..." ujar Shiren ragu


"Udah gapapa!! Sana temenin siapa tahu dia jodoh kamu" bisik Kia terkekeh pada Shiren, Shiren pun wajahnya merah merona.


"Maaf, Non Kia bawa mobil aja, nanti Shiren saya yang antar." ujar Ari

__ADS_1


"Ya Kak, Kakak bawa mobilku aja ya", ujar Shiren, Kia punmenelan salivanya


"Duhh gimana yaa..? Aku kan gak bisa nyetir." jawab Kia pelan di selingi senyuman kuda. Mereka pun tertawa.


"Ya udah Kakak hati-hati yaa" ujar Shiren


"Iyaa, Mas Ari titip Shiren ya. Oia panggil saya Kia aja!" ujar Kia tegas


"Hehe,, siap Non eh Kia." jawab Ari terkekeh.


****


Di Kedai Kopi


"Kamu adik kandung Pak Rako ?" tanya Ari yang duduk berhadapan dengan Shiren


"Aku Adik sepupunya Mas, cuma dari kecil udah deket banget sama Abang". jawab Shiren


"Pak Rako itu waktu di Maldoves terlihat cemburu banget loh sama aku" ujar ari terkekeh.


"Ohyaa?? Dia sih bucin parah emang sama Kak Kia. Padahal Kak Kia itu setia. Gak mungkin bisa melirik laki-laki lain". ujar Shiren terkekeh


"Mereka itu yang aku lihat pasangan yang sangat serasi." ucap ari tersenyum.


"Oia aku minta nomor ponsel kamu boleh?" tanya Ari, Shiren pun dalam hatinya sangat senang dan berbunga-bunga.


"Boleh Mas.. Nih nomor aku" ujar Shiren menunjukan ponselnya yang terdapat nomor dirinya.


"Oke.. Nah itu nomor ku ya" saut Ari yang misscall ke ponsel Shiren, shiren pun langsung menyimpannya.


****


"Anak Bunda rewel gak nih??" tanya Kia lembut pada anaknya yang sedang di beri Asi. Ia pun sudah membersihkan dirinya terlebih dahulu.


"Anteng banget loh cucu Oma" jawab Oma nya senyum


"Shiren kok lama banget ya Sayank?" tanya Mami pada Kia, mami sebelumnya sudah di ceritakan Kia kalau Shiren sedang mampir ke kedai kopi bersama teman nya.


"Sebentar lagi paling Mi". jawab Kia.


Tak lama mobil Shiren terparkir di halaman rumah utama.


"Tun Shiren Mi" ucap Kia mendengar suara mobil Shiren, Mami pun berjalan keluar menemui Shiren.


Shiren pun disambut Mami yang sudah berdiri di ambang pintu masuk.


"Assalamualaikum" salam Shiren mencium punggung tangan Mami


"Waalaikumsalam" jawab Mami.." Kamu dari mana sih Nak?" tanya Mami lembut


"Diajak ngopi sama temen aku Mi" jawab Shiren. Dan Mereka pun menyusul Kia yang sedang memberi Asi pada Raja di ruang keluarga.


"Sama siapa dek kencannya??" saut Rako yang tiba-tiba datang dari kantor, ia pun menghampiri anak dan istrinya.


"Tadi aku sama Shiren ketemu Mas Ari di Mall X yank."jawab Kia antusias, Rako pun mengerutkan keningnya seolah sedang mengingat nama itu, Kia yang mengerti langsung berucap kembali.


"Itu loh yank Tourguide kita waku di Maldives." ucap lagi Kia, Rako pun mulai ingat dan ia langsung terlihat kesal


"Nostalgia donk kamu" ujar Rako datar pada Kia, Shiren dan Mami pun saling pandang dan terkekeh tanpa suara.


"Kok aku? orang Shiren tuh yang abis ngedate sama Mas Ari" jawab Kia terkekeh tapi beda dengan Rako.


"Mesranyaaa manggil cowok lain MAS!!!" ujar Rako dan berlalu menuju kamarnya.


"Kak, abang cemburu tuh, kata Mas Ari juga waktu di Maldives abang cemburu banget hihii" ucap shiren terkekeh.


"Sini Raja sama Oma ya, kamu susul suamimu sana" ucap Mami tersenyum, Koa pun menghela nafasnya.


"Sebentar ya Mi" pamit Kia dan menyusul suaminya dikamar.


Saat masuk ke kamar, Rako sepertinya sedang mandi karena terdengar suara gemericik air. Kia pun menyiapkan pakaian santai untuk suaminya.


Tak lama Rako pun keluar dari toilet hanya mengenakan handuk di pinggangnya.


"Yank, ini sudah aku siapkan" ucap Kia lembut menunjuk pakaian suaminya, Rako tetap berlaku ke walk in closet, dan ia pun keluar dengan memakai pakaian pilihannya sendiri menuju pintu hendak keluar kamar tanpa menyapa dan meoihat Kia. Kia pun nampak sedih.


"Yank, Apa kamu masih cemburu sama Ari??" tanya Kia datar dan mampu menghentikan langkah Rako.


"Gak." Jwab Rako datar


"Yank, kalau kamu marah aku memanggil dia dengan sebutan Mas, sekarang kasih tau aku, aku harus menyebut dia siapa? Dia itu lebih tua dari aku". ujar Kia , Rako pun membalikkan tubuhnya menghadap istrinya.


"Lalu aku? apa aku lebih muda dari kamu hmm?" tanya Rako datar


"Kamu kan aku panggil dengan nama kesayangan.. YANK! jawab Kia tegas.


"Tapi dulu kamu manggil aku Rako Rako aja!!" ketus Rako


"Karena aku gak mau manggil kamu Mas seperti mantan istri kamu!!" jawab Kia sedikit bersuara tinggi. Rako pun diam. Ia sadar bahwa mungkin Kia tidak mau meningatkan kenangan saat bersama Lidya.


"Kenapa diam??" tanya Kia datar, Rako pun menghela nafasnya.


"Maaf", lirih rako.


"Aku ini sudah menjadi milik kamu Yank! Apalgi kita sudah punya Raja! Saat gadis aja aku bisa menjaga hati aku untuk kamu, Apalagi sekarang?! Aku tidak pernah cemburu sama kamu, karena aku percaya, kamu tidak akan pernah mengkhianati aku!!" ucap Kia menteskan airmata. Rako pun menghampiri istrinya, ia langsung memeluk tubuh Kia.


"Maafkan aku sayank. Aku terlalu cemburu. Aku janji tidak akan seperti ini lagi" ucap Rako lembut dalam pelukan Kia, Kia pun semakin menangis dalam pelukan suaminya itu. Rako mulai melepaskan pelukan Kia, ia mendekatkan wajahnya ke bibir Kia, dan mulai ********** dengan lembut. Lama kelamaan ciuman itu menjadi panas dan terjadilah adegan ranjang.


****

__ADS_1


"Duh Abang berantem kali ya Mi sama Kak Kia?! kok lama banget sih mereka keluar kamar!" ujar Shiren khawatir, sedangkan mami nya hanya tersenyum.


"Kamu juga nanti kalau sudah menikah paham" jawb mami terkekeh, Shiren pun mengerutkan keningya heran.


Tak lama pasangan suami istri itu menghampiri Shiren, Mami dan Raja. Mereka berjalan dengan Rako merangkul pundak Kia, dan Kia memeluk pinggang Rako dengan satu tangannya.


"Alhamdulillah gak berantem" ucap Shiren lega


"Gak lah, udah di kasih jatah!" jawb Rako dan mendapat cubitan di pinggangnya


"Auuw! sakit sayank". lirih Rako dan Kia pun menatap tajam Rako. Rako pun terkekeh


"Jatah apaan??" tanya Shiren polos. Karena dia tidak pernah berpacaran selama ini, ia pun terlihat bingung akan ucapan Rako.


''Udahlah kamu belum ngerti" ujar rako dan menggendong raja.


"Anak Papa udah emam??" ucap Rako lembut pada anaknya.


"Udah donk Pah, tadi aku mimi cucu banyak sama Bunda" jawab Kia menrtukan suara anak kecil


"Pinterr..! terus mau punya adik lagi yaa hmm?" ujar Rako pada sang bayi, Kia pun membulatkan matanya..


"Yank, ih jangan bicara sembarangan sama anaknya" tegur Kia , Rako pun tertawa.


"Tapi kayanya Raja mau adik perempuan deh sayank, nanti kita namain Ratu" ucap Rako senang.


"Iya benar, Mami setuju, udah sana buat lagi " ujar Mami bahagia, Kia dan Shiren pun membulatkan matanya.


"Mamii, baru juga 2 bulan, nanti aja kalau sudah 4 tahun Rajanya.'' jawab Kia dan mendapat serangan dari Mami dan Rako.


"4 tahun?? Gak Bisa!!" ucap mereka bersamaan. Kia pun menyunggingkan bibirnya sedikit.


"Pokoknya kamu jangan Kb ya sayank" ujar Mami tegas pada Kia.


"Tapi Mi,.." ucapan Kia terpotong oleh perkataan Mami


"Tolonglah Mami nak, Mami sudah berpengelaman, kalau memiliki 1 anak itu sangat kesepian. Mami sudah tidak bisa punya anak lagi, dan mami ingin masa tua Mami di kelilingi banyak cucu" lirih mami menetskan airmata. Kia pun mengerti perasaan mertuanya itu.


"Iya Mi, aku janji tidak akan Kb. Dan Insyaallah Mami akan dapat cucu yang banyak dari Aku sama Rako, Shiren dan Al". ujar Kia memeluk Maminya.


"Aamiin".. jawab mereka bersamaan.


****


Malam harinya


Shiren sedang memainkan ponselnya, ia ingin sekali menghubungi Ari. Tapi dia malu kalau harus ia duluan yang mulai. Tak lama ponselnya pun berdering tanda pesan masuk.


"Hai..lagi apa?" isi pesan itu. Shiren pun membulatkan matanya dan terlihat bahagia sekali


"Lagi rebahan aja dikamar Mas, Kamu lagi apa?" balas Shiren pada Ari. Ya, Ari lah yang mengirim pesan pada Shiren.


"Lagi mikirin kamu" balas Arim shiren pun tersenyum bahagia sambil menatap ponselnya


"Gombal banget sih" balas Shiren


"Aku serius. Entah kenapa aku merasa cocok banget sama kamu. " balas Ari. shiren pun merasakan yang sama


"Bisa aja mas, baru sehari kenal". balas Shiren basa basi


"Boleh gak kapan-kapan aku main kerumah kamu? aekaligus bertemu dengan keluarga kamu" balas Ari


"Boleh Mas, nanti atur aja jadwalnya ya." ucap Shiren


"Makasih ya, ya udah tidur gih udah malam.. Have a nice Dream my Sweety 💕.." balas Ari yang membuat Shiren meleleh


"Malam Mas, mimpi indah juga ya😊" balasan Shiren. shiren pun sontak kegirangan, dia meloncat-loncat di kasur springbednya itu dengan wajah yang bahagia. Tanpa di sadari Ali melihat kelakuan adiknya itu.


"Kesurupan loe dek??" tanya Al yang sudah diambang pintu, daaann..


brukk!!


"Aduhh!!" lirih shiren, ia terjatuh dari kasur karena terkejut oleh suara abangnya itu. Ali pun tertawa terbahak-bahak melihat adiknya tersungkur di lantai.


"Ihh..Abang tuh kalau masuk kamar ketuk dulu kek!!" ucap shiren kesal


"Kamu tuh yang gak dengar! Abang udah ketuk berapa kali tapi gak ada jawaban, pas abang mau masuk taunya liat topeng monyet lagi beraksi hahaa" ledek Al pada adiknya


"Ihh jahat!!'" ucap Shiren cemberut dan Ali pun masih tertawa.


****°


°


°


°


°


°


##Kira-kira cocok gak yaa Shiren sama Ari?? 😆


Tinggal beberapa Episode lagi Selesai Gaess..


Jangan lupa tinggalkan jejak ya..💙


Makasihhh Sayaaaank..😙

__ADS_1


__ADS_2