Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Positif


__ADS_3

Tak terasa mereka sudah 4 hari berada di Maldives. Dan kebanyakan mereka menghabiskan waktu di kamar. Karena kondisi Kia yang masih lemas dan sering muntah-muntah, di tambah lagi Rako selalu meminta Hak nya. Kia pun tak menolak karena ia suka mencium aroma tubuh Rako yang tidak memakai wewangian. Rako pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke Jakarta hari ini.


Ari yang sudah menunggu di kapal, melihat pasangan Suami istri ini yang sedang berfoto ria tersenyum membayangkan jika dia punya istri secantik Kia. Rako melihat Ari menatap istrinya tersenyum langsung memanggilnya.


"Hei kamu!! Sini!!" ujar Rako ketus, Kia pun heran dengan sikap suaminya itu. Ari langsung sadar dalam lamunannya, ia pun turun dari kapal menghampiri Rako.


"Iya Tuan bisa di bantu ?" tanya ramah Ari


"Tolong fotoin kita berdua" ujar Rako datar memberikan kamera digital pada Ari. Sebelumnya merekapun sudah banyak mengambil gambar di Kamera digital m2aupun di ponselnya.


"Oke Tuan", ucap Ari tersenyum dan menerima ponsel Rako.


"Tuan agak geser kesini," ujar Ari meminta Rako sedikit menggeser tubuhnya dari Kia. Rako pun menurut menggeser sedikit tubuhnya.


"Ok..satu..dua..hmm maaf nyonya, gayanya sambil melihat ke laut aja, jadi seolah-olah candid". usul Ari melihat Kia yang ingin berfoto gaya saling pandang dengan Rako.


"Oh ya bener juga kamu.." ucap Kia tersenyum, Rako pun menahan amarahnya. ia masih sabar saat ini.


"Nah, iya gitu bagus.. Oke siap ya.. Satu..dua..ti..."cekrek. Ari pun berhasil mengambil gambar suami istri itu. Dan ia langsung memperlihatkan hasilnya pada Rako dan Kia. Namun Rako langsung marah pada Ari.


"Heh, kamu ini bagaimana sih!! Kamu sekolah apa tidak hah??!" ujar Rako bersuara tinggi, Kia pun memegang lengan suaminya itu.


"Maaf tuan apa salah saya ya?" tanya Ari ramah


"Tadi kamu itu baru menghitung sampai Ti... dan tiba-tiba sudah di tekan aja tombol kameranya!! Saya itu lagi mau bersin, kamu sudah main jepret aja!!!" ujar Rako menatap tajam Ari. Kia pun menahan senyumnya, ia ingin sekali tertawa. Ya, karena hasil fotonya Kia yang focus dan Rako sedang ancang-ancang mau bersin dengan mulut terbuka dan mata terpejam. Ari pun juga menahan tawanya.


"Sudahlah sayank, kamu tetap tampaan loh! Kita foto lagi aja yuk." ujar Kia merayu


"Gak usah! Dari tadi dia ini sudah banyak atur.!! Ya sudah ayo pulang!" titah Rako datar. Kia pun menghela nafasnya


"Maafkan saya Tuan", ucap Ari sendu. Rako pun hanya diam.


"Ya sudah gapapa Mas Ari, kita berangkat sekarang aja takut telat nanti". saut Kia . Akhirnya mereka pun naik kapal untuk ke daratan.


****


Tak terasa Kia dan Rako sudah sampai di Bandara Soekarno Hatta. Mereka sampai pada pukul 20:00. Ali yang sebelumnya di hubungi Rako untuk menjemput di Bandara sudah siap menyambut kedatangan Bos nya itu.


''Selamat Malam Boss dan Nyonya Boss" sapa Ali menghampiri keduanya


"Hmm.." jawab Rako datar


"Malam Al.."saut Kia ramah."Panggil Kia aja kali Al.."lanjut Kia tersenyum pada Ali.


"Oh tidak bisa itu Nyonya" ujar Ali meledek. Mereka pun berjalan menuju kendaraannya. Rako pun hanya diam memasang wajah juteknya.


"Kenapa??" tanya Ali pada Kia tanpa suara dan hanya menggerakan lewat bibirnya sambil matanya melirik Rako. Kia pun mengerti maksud Ali.


"Ngambek" jawab Kia hanya menggerakan bibirnya dan terkekeh tanpa suara. Ali pun tersenyum menggelengkan kepalanya.


****


Dalam perjalanan pulang ke rumah, mereka hanya diam. Ali yang menyetir melirik sekilas lewat spion untuk melihat apa yang terjadi di bangku belakang. Dan ternyata mereka sama-sama duduk dekat jendela, jadi ada jarak di tengah. Kia pun awalnya sudah membujuk, merayu dan mengajak Rako bercanda. Tapi suaminya itu acuh dan menjawab dengan singkat. Saat Kia mual di pesawat pun, Rako hanya memesan teh hangat untuknya. Kia pun sudah jengkel dengan suaminya yang tidak jelas marahnya kenapa. Jika di tanya jawabnya "Gapapa".


Sekitar 20 menit dalam perjalanan, Kia merasa kepalanya sangat pusing, perutnya juga seperti di kocok-kocok. Ia pun menutup hidungnya dengan tangannya. Ali yang melihat pun bertanya.


"Nyonya Boss kenapa?" tanya Ali, Sontak Rako pun menoleh ke arah istrinya yang menyenderkan kepalanya di kaca jendela dan menutup hidungnya. Ia pun mendekat pada Kia


"Kamu kenapa? masih mual?" tanya Rako datar, Kia pun menganggukan kepalanya


"Kok lama banget efek mualnya ya, Dari berangkat sampai pulang masa masih mabok perjalanan?!" gumam Rako sendiri dan masih terdengar Kia dan Ali. Kia pun sangat sedih.


"Maaf kamu harus punya istri norak seperti aku! Aku belum pernah naik pesawat, karena aku gak mampu! Dan besok-besok gak usah ajak aku kalau mau naik pesawat ya!!" ucap Kia pelan tapi dalam dan ia pun meneteskan airmatanya. Rako pun langsung menggenggam tangan istrinya.


"Yank, maaf.. Maksud aku kamu.." ucap Rako terpotong oleh kata-kata Kia


"Udah sana aku mau tidur!" ujar Kia menghempaskan tangan Rako. Ali pun hanya diam mendengarkan keributan suami istri itu. Akhirnya Rako mengalah, ia kembali pada posisi semula.


1 jam kemudian, mereka pun sudah sampai di halaman rumah Rako dan Kia. Kia langsung membuka pintu mobil dan berlari ke arah pintu utama. Rako pun kesulitan untuk mengejarnya, karena ia harus membawa barang-barangnya yang menjadi 2 kali lipat itu.


"Bang, ada apa sih??" tanya Ali saat menurunkan koper-koper dan bawaan lainnya dari bagasi


"gapapa". jawab Rako datar. " ya sudah Al, kamu langsung pulang aja. Makasih ya Al." ujar Rako senyum.


"Ya Bang. Al pamit yaa.. Assalamualaikum". saut Ali.


"Waalaikumsalam". jawab Rako, Dan ia pun langsung masuk ke dalam untuk menemui istrinya.


****


"Hoek..hoek..hoek." Saat Rako masuk ke dalam kamar mencari sosok istrinya, terdengar suara muntah Kia di toilet kamarnya. Rako pun langsung menghampiri isterinya.


"Sayank kita berobat aja ya?" ujar Rako lembut sambil memijat tengkuk leher Kia.


"Gak usah!" jawab Kia datar dan berlalu begitu saja. Rako pun menyusul Kia.


"Sayank maafin aku.. Aku gak bermaksud seperti itu. Aku cuma heran kenapa mabok udara itu bisa berhari-hari. Justru aku takutnya kamu keracunan atau sakit sayank", jelas Rako lmbut pada Kia yang sedang mengganti baju karena habis mandi.


"aku mau tidur!" ucap Kia langsung menuju ranjangnya. Rako pun menghela nafasnya.


"Kamu makan dulu sayank, mau makan apa hmm?" tanya Rako lembut


"Gak laper!" jawab datar Kia. Akhirnya Rako tetap meminta Bi Ati membuat makanan untuk Kia.


Rako pun sudah membersihkan dirinya, dan tak lama makanan itu datang di antar ke kamar mereka.


tok tok tok


"masuk".. saut Rako dari dalam


"Permisi Tuan" ucap Bi ati membuka pintu dan membawa nampan berisikan beberapa makanan.


"Taruh di sana saja Bi", ujar Rako meminta untuk menaruh di meja dekat jendela. Bi Ati pun langsung menaruhnya. Ia melihat Kia berbaring lemah.

__ADS_1


"Non Kia kenapa tuan?" tanya Bi Ati


"Mabuk udara Bi, muntah terus dari tadi".jawab Rako menatap istrinya sendu.


"Owalah..Di urut saja Tuan.. Lalu di balurkan minyak kayu putih seluruh tubuhnya". ucap Bi Ati khawatir.


"Gak apa-apa Bi, besok juga enakan." saut Kia ramah


"Baiklah kalau gitu,,saya permisi dulu ya Non.,Tuan.," ujar Bi Ati dan di anggukan kepala oleh Mereka.


"Makasih ya bi". jawab kia. Bi Ati pun keluar dari kamar.


"Sayank, makan dulu yuk. perut kamu kosong tuh". ujar Rako menghampiri istrinya duduk di tepi ranjang sambil membawa satu piring nasi goreng. Kia pun duduk bersandar di ranjang. Saat ingin di suapin oleh Rako, Kia mencium bau masakan nasi goreng langsung merasa mual. Ia pun berlari ke toilet melewati Rako.


"Hoek..Hoek." Rako langsung menghampiri istrinya, memijat tengkuk lehernya.


"Ya Allah Yank, mual lagi?" tanya Rako dan di anggukan Kia. Rako pun langsung menghubungi Dr. Sam untuk kerumahnya malam ini.


"sini aku pijitin ya." ujar rako memijat kepala kia yang sudah merebahkan dirinya di ranjang. Kia pun tiba-tiba menangis.


"Sayaank maafkan aku yaa." ucap Rako memeluk Kia. Kia pun semakin menangis tersedu-sedu.


"Kamu dari kita di pesawat sudah cuek sama aku!! Salah aku apa hah?? sampai di mobil pun kamu bilang seperti itu!! Mulai sekarang kamu gak usah ajak aku kemanaa-kemana!" lirih kia sambil menangis. Rako pun menangkup wajah Kia


"Hei sayank dengarkan aku.. Aku minta maaf untuk hari ini. Aku cuma kesal sama si Ari yang selalu memandang kamu senyum-senyum. Dan kamu seolah-olah membela dia. Dan yang di mobil, aku gak bermaksud menghina kamu sayank. Aku khawatir kamu sakit, bukan mabuk perjalanan." ujar Rako lembut


"Aku tidak pernah membela Ari. Kalau dia memandangi aku, terus salah aku? kenapa kamu juteknya sama aku!" jawab Kia ketus


"Ya aku tahu kamu gak salah, cuma aku kesel aja yank. Ya udah aku minta maaf ya.." ucap Rako memeluk Kia. Dan suara ketukan pintu membuat Rako melepaskan pelukannya.


"Masuk". ucap Rako. Ternyata Dr. Sam yang sudah datang. Ia pun masuk ke kamar mereka.


"Haii Kia..Apa kabar ?" sapa Sam ramah pada Kia.


"Baik Kak," jawab Kia tersenyum.


"Baik apanya sayank, kamu lagi sakit gini. Sam, istri gw udh 4 hari muntah sm pusing terus. Dia kayanya mabuk udara deh". ujar Rako pada Sam. Sam pun malah tersenyum.


"Coba sini gw periksa. Yuk berbaring dulu Kia". ucap Sam, Kia pun langsung berbaring dan Rako duduk di atas ranjang mendampingi istrinya. Sam pun memeriksa denyut nadi Kia, dan perut Kia. Ia langsung tersenyum.


"Terakhir menstruasi kapan Ki?" tanya Sam ramah. Kia pun nampak berpikir kapannya, karena bulan ini ia belum haid.


"Eh Sam, ngapain loe nanya-nanya jadwal Haid istri gw!" ucap Rako ketus. Sam pun tertawa.


"Tenang bro, loe akan tahu jawabannya nanti". ujar sam


"Kalau tidak salah akhir bulan kemarin deh kak".jawab Kia.


"Bro, besok bawa Istri loe ke Dr. Kandungan ya". ucap Sam, dan membuat dua insan itu membulatkan matanya.


"Istri gw hamil Sam???" ucap Rako bersuara tinggi dan nampak berbinar. Kia pun hanya meneteskan airmata dan mengelus perutnya


"Gw rasa begitu. Makanya untuk lebih pastinya kalian besok ke dokter kandungan saja biar di lakukan USG. Atau Kia bisa pakai tespack dulu". ucap Sam. Rako pun langsung menyuruh Jali ( satpam baru mereka yang bertubuh kekar dan berusia 30 th itu ).


"Jali, tolong belikan Tespack 3 macam di Apotek depan yang 24 jam itu ya." titah Rako menghubungi Jali dari ip phone rumahnya menuju pos satpam.


"Sayank, aku seneng banget". ucap Rako meneteskan air mata memeluk Kia, Kia pun membalas pelukan Rako dan menangis.


"Aku juga senang, semoga dia beneran ada di sini". ucap Kia mengelus perutnya. Sam pun bahagia melihat sahabatnya bahagia seperti ini.


"Bro, gw pamit pulang ya", ucap Sam dan mereka pun melepaskan pelukannya.


"Thanks Bro.." ucap Rako memeluk Sam.


"Iya, semoga ada kabar baik ya, gw tunggu loh". saut Sam terkekeh. Akhirnya Sam pun pulang.


Tak lama Jali menghubungi Rako lewat ip phonenya.


"Tuan, maaf ini saya taruh mana barangnya?" tanya Jali


"Oke, kamu tunggu di depan pintu ya, saya turun sekarang". ujar Rako dan menutup teleponya.


****


Kia sedang menunggu hasil tesnya keluar, secara bersamaan ia mengecek dengan ketiga tespek nya dengan merk berbeda. Rako pun menunggu Kia di luar kamar mandi, karena Kia yang meminta.


"Sayank, udah belum? Aku masuk yaa?" ujar Rako tak sabar


ceklek


Kia keluar dari toilet dan memegang hasil tiga tespack itu, ia menangis tersedu-sedu. Rako pun langsung memeluk Kia.


"Aku gapapa sayank, jangan sedih ya. Aku yakin suatu saat Allah menitipkan anak untuk kita". ujar Rako yang mengira Kia menangis karena hasilnya mengecewakan. Kia pun melepaskan pelukannya.


"Yank..ini liat". ujar Kia memberikan 3 tespack itu. Rako pun menerima ketiganya, daaaan...


"Garis dua??? berati Positif????" ucap Rako menatap Kia dengan berbinar. Kia pun menganggukan kepalanya dan tersenyum.


''Alhamdulillah Ya Allah".. Rako langsung memeluk tubuh Kia dan mengangkatnya sedikit. Kia mendengar Rako menangis, ikut menangis juga.


"Makasih sayank". lirih rako dalam pelukannya.


"Maafin aku ya, ternyata kamu bukan mabuk udara, tapi ada dia disini" ujar Rako lembut mengelus perut Kia. Kia pun tersenyum. Rako mencium kening Kia dan bibir kia singkat. Mereka pun akhirnya tidur dan besok akan ke Dr. Kandungan.


****


"Yank aku takut." lirih Kia yang sudah berada di dalam ruangan Dr. Kandungan, yaitu Dr. Nindya.


"Bismillah sayank". ucap Rako mengecup kepala Kia.


"Mari silahkan berbaring Ibu Saskia" ucap ramah Dr. Nindya. Kia pun berbaring di brankar Rumah Sakit itu dengan di dampingi Rako yang duduk di kursi yang berada di sampingnya.


Dokter pun mulai mengoleskan gel pada perut Kia. Ia mengarahkan kesana kemari, dan ekpsresi wajah Dr. Nindya pun tersenyum.

__ADS_1


"Wah selamat ya Bu.. Pak.. usia kandungannya sudah masuk 5 minggu, Janinnya juga sehat". ujar Dokter itu dan membuat mereka bahagia.


"Alhamdulillah".. ucap mereka bersamaan.


"Baik, Sudah selesai. Nanti saya resepkan vitamin untuk Ibu Saskia ya". ucap dokter itu, Kia pun dibantu rako turun dari brankar.


Mereka sekarang duduk berhadapan dengan Dr. Nindya.


"Dok, Istri saya ini sudah 4 hari muntah-muntah. Bahkan dia sensitif sekali mencium bau-bau tertentu. Makan nya pun jadi jarang." ujar rako


"Itu memang wajar Pak untuk Ibu hamil. Biasanya di semester pertama memang seperti itu. Yang penting Bapak Rako sebagai suami harus sabar dan banyak mengalah ya" ucap Dokter itu terkekeh. Rako pun menganggukan kepalanya.


"Ini saya kasih resep untuk pereda mualnya sama beberapa Vitamin ya" ujar Dokter memberikan kertas resep obat pada Rako. Rako pun menerimanya.


''Oia Dok..Hmm..Apa kita masih bisa melakukan hubungan suami istri?" tanya Rako pelan, dan Kia langsung mencubit lengan Rako.


"Auuw,,sakit sayank" ucap Rako pelan. Dr.Nindya pun tersenyum


"Sebenarnya bisa saja Pak. Tapi kondisi Bu Saskia saat ini kan lemah, Jadi kalau bisa jangan terlalu sering ya. Kecuali kondisi Ibu Saskia nya sudah lebih baik". ucap Dokter itu ramah. Rako pun langsung lemas dan wajahnya berubah sendu. Kia pun menahanya tawanya melihat ekspresi suaminya itu.


"Hmm Dok, apa saya boleh makan yang pedas-pedas? karena saya bisa makan kalau pedas". ucap Kia


"Bu, orang hamil itu bukan orang sakit. Makanlah yang ibu bisa makan. Tapii ibu juga harus ingat batasannya, karena ada anak Ibu di rahim. Perbanyak makan sayur dan buah ya. Dan jangan makan makanan mentah ya bu." ujar dokter itu. Kia pun mngerti.


****


Sepanjang perjalanan Rako menggenggam jemari Kia sambil menyetir, ia juga sesekali menciumi punggung tangan Kia.


"Sayank, makasih yaa kamu sudah mau mengandung anakku", ujar Rako tersenyum


"Anak kita sayank.. Berati waktu di Maldives kemarin aku sudah hamil ya yank." ucap Kia mengelus perutnya


"Iya yank, kalau tahu gitu kita gak berangkat" ucap Rako


"Jadi nyesel ngajak Istrinya jalan-jalan??'' tanya Kia cemberut.


"Haduh salah ngomong lagi deh gw!!" batin Rako


"Gak nyesel sayank, tapi kan kemarin kamu sampai diving segala. Alhamdulillah anak kita kuat ya sayank", ucap Rako lembut


"Iya juga ya yank.."jawab Kia dan Rako pun lega.


"Assalamualaikum anak Bunda.. Sehat-sehat ya Nak".. ucap Kia sendiri mengelus perutnya, Rako pun tersenyum.


"Bunda??" tanya Rako


"Nanti aku mau di panggil Bunda ya yank. Kamu Ayah ". ujar Kia antusias


"Aku maunya di panggil Rako aja yank" ujar Rako tertawa, Kia pun ikut tertawa.


Sesampainya di rumah, Rako langsung menghubungi Maminya.


"Halo Assalamualaikum Mi" ucap Rako meloudspeaker ponselnya dan Kia duduk di sampingnya. Ya, mereka saat ini sedang duduk di teras belakang depan kolam renang.


"Waalaikumsalam Nak.. Tumben telepon ada apa?" tanya mami


"Lagi apa Mi?" tanya Rako lagi dan terkekeh tanpa suara.


"Lagi nemenin papi kamu nih di teras". jawab Mami.


"Mi, Selamat yaaa" ujar Rako


"Selamat apa sih kamu!., Kamu baik-baik saja kan Rako??" tanya mami panik dan membuat Kia dan rako tertawa tanpa suara


"Yaa Aku sama Kia mau bilang Selamat sama mami dan Papi", ujar Rako membuat Mami penasaran.


"Selamat Apa?? Emangnya mami ulang tahun.?? Pi, ini anaknya kenapa nih". suara mami bicara sama Papi.


"Hallo Rako, kamu kenapa nak?" tanya Papinya dibalik telepon.


"Papi sekarang loudspeaker ponselnya" ucap Rako, dan Papi pun melakukannya.


"Sudah nih". ujar Papi,


"Aku sama Kia mau bilang Selamat sama Mami dan Papi.. Karena sebentar lagi kalian akan menjadi Kakek dan Nenek" ujar Rako gembira dan hening terdengar disana. Kia pun menatap suaminya.


"Hallo Mi..Pi.." ucap Rako.


"Hallo.. haloo.. mami papii...kalian dengar gak?" ujar Rako lembut.


"Sayank kok gak ada suaranya, apa rusak kali ya", ucap Kia


Tak lama suara Shiren terdengar


"Haloo abang mami sama papi kenapa sampai pingsan gini??" ujar Shiren berteriak disana.


"Apaa?? Pingsan???" jawab Kia dan Rako bersamaan. Mereka pun langsung bergegas untuk pergi ke rumah orang tuanya itu.


****


°


°


°


°


°


##Hahaaaa.. lucu gak sih?? 😅


Lanjut gak niehhh????" 😆

__ADS_1


Yukk... kasih like, coment dan vote nya ya💙


Makasihhh Sayaaaaank 😙


__ADS_2