
Sepasang Suami Istri baru ini masih tertidur berpelukan dalam satu ranjang. Padahal waktu sudah pukul 17:30. Kia yang terbangun karena ponselnya berdering melepaskan pelukan Rako secara perlahan yang berada di pinggangnya. Ia pun duduk dan mengambil ponsel yang berada di atas meja disamping ranjangnya itu.
"Hallo Assalamualaikum".. jawab Kia dengan suara khas bangun tidur dan menempelkan benda pipih itu di telinganya.
"Kia loe baru bangun ya??" tanya Dinda bersuara tinggi dan di timpali oleh Shiren yang berada di belakang Dinda,. Ya, karena mereka berdua menginap di satu kamar hotel.
"Duhh penganten baru anteng banget nieh?!" saut Shiren terkekeh..
"Hei anak kecil kalian..ganggu aja nih!" ujar Kia bercanda. mereka pun tertawa, Rako yang mendengar suara Kia, terbangun dari tidurnya, ia dalam posisi tiduran langsung mendekati Istrinya dan memeluk pinggang Kia dari belakang. Kia pun tersentak.
"Ya Allah Yank kaget aku" ujar Kia menoleh suaminya, Suaminya pun menenggelamkan wajahnya di pinggang Kia.
"Ada apa Din pake telpon segala?!" ucap Kia pada Dinda.
"wah bener-bener nih pengantin baru..! Ini udah mau Maghrib Kia!! Loe kan harus di make up lagi nanti." ucap Dinda dan Kia pun membulatkan matanya.
"Hah??udah jam 6 sekarang??" ucap Kia mencari jam dinding. Dan benar saja, sebentar lagi Adzan Maghrib dan Tim Make up pun akan datang ke kamarnya.
"Makasih ya Din udah ingetin. Bye...!" ujar Kia dan langsung menutup teleponya. Dinda dan Shiren pun tertawa dengan tingkah Kia.
****
Selesai Rako melakukan Sholat , kini keduanya sedang di rias. Kia yang sudah berbalut Gaun malamnya terlihat sangat cantik. Rako pun terlihat sangat tampan. Rako yang melihat istrinya begitu sexi dan sangat cantik di matanya, komplen pada Tim make upnya.
"Mbak, Istri saya jangan terlalu menor begini !" ujar Rako datar.
"Gak Kok Pak, Ini pakai nya tipis-tipis. Memang Istri Bapak sudah sangat cantik, jadi di poles dikit aja udah terlihat mempesona". jawab Salah satu wanita yang mendandani wajah Kia. Rako pun mendengus kesal. Kia yang melihat heran.
"Kenapa Yank?Terlalu menor ya?" tanya Kia pada Rako. Rako pun diam menatap istrinya
"Ya udah mbak di apus dikit aja ini, lipstiknya ganti warna aja ya". ujar Kia pada tim make up, dan Rako langsung merasa bersalah. Sebenarny tidak menor, hanya dia tidak rela akan banyak pasang mata menatap Istrinya itu yang terlihat sangat cantik.
"Eh gak usah sayank, kamu udah cantik kok. Aku cuma takut banyak yang lihatin kamu aja". ujar Rako pelan dan mendapat kekehan dari sang make up, Rako langsung menatap tajam wanita itu.
"Huft kamu mah, kalau aku gak boleh di lihatin orang-orang, aku di sini aja! Biar kamu yang turun di lihatin cewek-cewek!" jawab Kia cemberut.
"Bukan gitu sayank maksud aku,, Hhft,,,( Rako menghela nafasnya ).. Ya sudah maafin aku ya". ucap Rako lembut menatap istrinya dari pantulan cermin. Kia pun tersenyum dari cermin menatap suaminya.
"Tapi janji, kamu jangan jauh-jauh dari aku!!" ujar Rako tegas.
"Siap Boss!!" jawab Kia semangat.
****
Seluruh Keluarga, Saudara dan para sahabat sudah berada di lantai 4 dimana Gedung Hotel itu di sewa untuk Resepsi Pernikahan Rako. Mereka menyaksikan dengan kagum Penganten itu, Rako dan Kia berjalan di red karpet yang tersedia diantara para tamu. Mereka berdua bergandengan tangan dan terlihat sangat bahagia. Mami dan Papi Rako yang melihat anaknya tertawa Bahagia pun ikut senang. Dulu saat resepsi megah dengan Lidya, Rako sama sekali tidak menampakkan senyuman
Kia dan Rako di minta berdansa di tengah-tengah para tamu. Rako menatap Istrinya dengan tatapan cinta.
"Aku sangat mencintaimu Istriku Saskia Pratama" ujar Rako berbisik lembut pada Kia yang di hadapannya.
"Aku juga sangat mencintaimu Rako Hadi Pratama". jawab Kia tersenyum, tanpa di sadari mereka sudah menyatukan bibir mereka, para tamu pun ikut terbuai menyaksikan kemesraan mereka. Kia tersadar bahwa ia sedang di antara para tamu. Kia pun melepaskan ciumannya dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Rako. Sedangkan Rako hanya tersenyum.
Rako sedang berbincang bersama rekan kerjanya, Kia pun pamit berbisik pada Rako untuk menghampiri Dinda dan Shiren. Ia sebenarnya ingin memberikan kejutan pada Suaminya itu. Ia berjalan mengampiri pemain musik yang mengisi acaranya itu. Kia pun berbisik pada sang pianis untuk memainkan sebuah lagu yang akan di nyanyikan oleh Kia. Rako masih belum menyadari Istrinya sudah berada di atas panggung.
"Selamat Malam semua.. Lagu ini saya nyanyikan spesial untuk Suamiku, Rako Hadi Pratama".. ucap Kia di depan Mic. Rako pun sontak menoleh ke arah sang istri. Ia tak menyangka Kia akan bernyanyi di hadapan banyak orang. Alunan musik pun dimulai. Rako terus menatap kagum istrinya
Di saat hati tak berdaya
'Ku kuat hanya karena cinta
Yang membara di dalam dada
Hanya untukmu
Berjanji 'ku menjaga sampai mati
Walau berat jalannya, aku bahagia
'Ku di sini berdiri karena cinta
Bertahan untuk bahagia
Hanya untuk cinta
'Ku di sini akan selalu menunggumu
Akan selalu menjagamu
Seumur hidupku
Semua karena cinta
Semua karena cinta
Berjanji 'ku menjaga sampai mati
Walau berat jalannya, aku bahagia
'Ku di sini berdiri karena cinta
Bertahan untuk bahagia
Hanya untuk cinta
'Ku di sini akan selalu menunggumu
Akan selalu menjagamu
Seumur hidupku
__ADS_1
Semua karena cinta
Semua karena cinta
Semua karena cinta
Cinta
'Ku di sini berdiri karena cinta
Bertahan untuk bahagia
Hanya untuk cinta
Aku di sini
Akan selalu menunggumu
Akan selalu menjagamu
Seumur hidupku
Semua karena cinta
Semua karena cinta
Semua karena cinta
Semua karena cinta
Aku di sini
Akan selalu menunggumu
Akan selalu menjagamu
Seumur hidupku
Semua karena cinta
Semua karena cinta*
Rako mencium kening istrinya itu di atas panggung. Suara tepuk tangan gemuruh pun memenuhi gedung itu. Semua para tamu dan saudara yang ada disana sangat kagum akan suara merdu Kia. Rako sangat bahagia dapat kejutan dari Istrinya.
****
Acara pun sudah selesai pukul 22:00, Keluarga Kia sudah pulang kerumahnya. Sedangkan keluarga Rako, kembali ke kamar hotelnya yang berada di lantai 5. Rako dan Kia sendiri berada di lantai 8. Kia dan Rako sudah membersihkan tubuhnya. Dan Rako hanya menggunakan celana boxer dan kaos tanpa kerah warna putih. Kia pun menggunakan daster lengan pendek bergambar Mickey Mouse di atas lutut. Mereka berdua kini tengah merebahkan tubuhnya dan melihat ke langit-langit kamar.
"Yank, kamu cuti seminggu di kantor?" tanya Rako menoleh sekilas istrinya
"Ya yank". jawab Kia lembut, Rako pun beralih memiringkan tubuhnya dan menghadap ke Kia.
"Besok kita udah check out dari sini. Dan aku akan ajak kamu ke suatu tempat" ujar Rako lembut. Kia pun memiringkan tubuhnya dan saling berhadapan.
"Itu gampang sayank. Aku pengen ajak kamu bulan madu ke Maldives" .ujar Rako tersenyum, Kia pun bahagia mendengarnya.
"Hah Maldives?? Itu keinginan aku yang mustahil dulu sayank." ujar Kia berlinang air mata, Rako pun langsung memeluk erat istrinya.
"Mulai sekarang, apapun yang kamu inginkan tidak ada yang mustahil bagi Rako, Suamimu ini!". ujar Rako menciumi pucuk kepala Kia.
"Terimakasih Sayank.." ujar Kia menatap Rako. Mereka bertatapan cukup lama hingga bibir menyatukan mereka. Mereka cukup lama berciuman, hingga Rako melepaskan ciumannya.
"Sudah cukup, nanti aku gak kuat gimana! huft.." lirih Rako,
"Besok aku sudah selesai sayank" bisik Kia menggoda di telinga Rako. Rako pun membulatkan matanya dan ekspresinya berubah seperti ingin menerkam.
"Wah kamu membohongi aku ya..hmm.." ujar Rako mendekatkan wajahnya ke Kia. Kia pun terkekeh dan memundurkan wajahnya. Rako pun mencium kening Kia.
"Yuk kita bobo, besok kita udah harus check out", ujar Rako lembut
****
Sinar matahari memasuki celah jendela kamar pengantin baru itu. Kia yang terbangun lebih dulu membuka jendela kamarnya. Rako pun ikut terbangun karena silau matahari menyinari kamarnya.
"Yank, udah jam berapa?" tanya Rako dengan khas bangun tidur
"Jam 7 sayank.. Aku mandi duluan ya". ujar Kia dan berlalu ke toilet.
Tak butuh waktu lama, Kia sudah selesai berendam dengan aroma terapi wangi anggur itu.Ia pun sudah mensucikan dirinya karena sudah selesai Haid. Ia berbalut handuk karena lupa membawa baju gantinya. Di depan cermin toilet, ia bergumam sendiri.
"Aku harus siap kalau suamiku meminta haknya" gumam Kia. Ia pun keluar dari toilet hanya berbalut handuk. Rako yang sedang duduk bersandar di ranjang pun sontak berdiri menghampiri istrinya yang sedang mencari pakaian di kopernya.
"Wah kamu menggoda aku yaa..hmm?" ujar Rako memeluk kia dari belakang dan menciumi wangi anggur di leher Kia.
"Aku lupa bawa baju ke dalam yank". saut Kia yang sudah mendapatkan bajunya.
"Kamu sudah selesai kan sayank? Racil udah gak tahan dari semalam nih!". ujar Rako pelan. Kia pun mengerutkan keningnya
"Racil??" tanya Kia heran
"Rako kecil sayank" jawab Rako sambil mengarahkan tangan kanan kia memegang racilnya. Sontak Kia langsung menarik tangannya itu.
"Ih yank, mesum banget sih!" ujar Kia dan membalikan tubuhnya. mereka saling berhadapan
"Apa boleh sekarang?" tanya lembut Rako menatap istrinya. Kia yang sudah siap pun menganggukan kepalanya
"Ya yank" jawab Kia senyum. Rako langsung mencium bibir kia dengan lembut, kia pun membalasnya. Mereka berciuman sangat lama dan menjadi ciuman yang panas. Rako dengan satu tangannya melepaskan handuk yang melilit ditubuh Kia, hingga Kia sekarang polos tanpa sehelai pun. Rako menggendong Kia tanpa melepaskan ciumannya. Kia pun di baringkan diatas ranjang oleh Rako. Rako melepas ciumannya sebentar dan ia membuka kaos nya, ia memandangi tubuh polos istrinya. Kia pun sangat malu. Rako mulai menjajahi tubuh istrinya itu. Ia menciumi leher dan terus turun kebawah, Rako memainkan dua bukit kembar Kia dengan lidahnya. Kia pun berdesah yang membuat Rako semakin panas.
Hingga akhirnya Racil Rako mulai di arahkan ke area V Kia.
"Yank pelan-pelan''. lirih Kia
__ADS_1
"Ya sayank" ujar Rako menciumi bibir istrinya
Sedikit demi sedikit, Racil Rako mulai masuk ke V Kia. Rako melakukannya dengan sangat lembut.
"Ah..Yank ..Sa...Kit.." lirih Kia me****s rambut Rako
"Sakitnya sebentar aja sayank" ucap Rako sambil menggoyangkan tubuhnya perlahan. Lama kelamaan hubungan panas mereka memakan waktu cukup lama. Bagaimana tidak, dari pukul 7 sampai pukul 11 siang Rako baru berhenti melakukannya. Mereka berdua saling berpelukan tanpa sehelai pun. Rako menciumi pipi istrinya yang tertidur sangat lelap.
"Hmm..jam berapa sayank?" tanya Kia bangun dari tidurnya
"Jam setengah 12 sayank". jawab Rako lembut, Kia pun langsung bangun untuk duduk. Namun karena perih di area V dia mencoba perlahan menggerakan kakinya. Rako yang melihatpun langsung duduk di atas ranjangnya.
"Kenapa sayank?? tanya Rako khawatir
"Sakit banget, perih yank".ujar Kia pelan.
"Coba sini aku lihat" ucap Rako ingin membuka selimut Kia.
"Eh gak usah. Malu tahu!!" ujar Kia malu dan menahan selimutnya
"Ya ampunn.. aku udah lihat semua sayank, kamu masih malu hm..?Sini aku lihat dulu!" ujar Rako menatap Kia, kia pun pasrah menahan malu.
"Ya Allah yank kok bisa kaya gini yaa, Agak bengkak dan merah gitu". ujar Rako yang kasihan sama istrinya.
"Huft.. lagian sih kamu mainnya semangat banget. Udah gitu berjam-jam lagi!" ujar Kia cemberut. Rako pun terkekeh dan mencium kening istrinya.
"Maaf ya sayank. Aku gak bisa lihat kamu telanjang, Ini aja mau lagi". ujar Rako tersenyum menggoda. Kia pun membulatkan matanya.
"Yaaank!! Ini aja masih ledes!!" ujar Kia, dan Rako pun tertawa.
"Becanda sayank, aku juga mana tega sih lihat kamu begini. Ya udah nanti kita periksa ya".. ujar Rako lembut.
"Gak usah yank, aku mau berendam air hangat aja. Katanya bisa menghilangkan rasa nyeri." ucap Kia dan mencoba berdiri. Walau berjalan seperti anak yang baru belajar jalan, ia tetap kekeh tidak mau di gendong Rako. Ia pun sudah berendam di bath up. Rako melihat di kasurnya ada bercak darah. Ia pun tersenyum bahagia.
"Terima kasih sayank.. kamu menjaganya untukku".. batin Rako senang.
****
Kini Rako, Kia beserta keluarga Pratama sudah di jalan menuju Jakarta. Temtunya mereka mampir kerumah Keluarga Kia dulu untuk berpamitan. Rako yang membawa mobil sendiri di temani sang istri disampingnya. Sedangkan Mami, Papi, Shiren dan Dinda dalam satu mobil yang sama. Rako yang sejak tadi selalu tersenyum dan tertawa membuat Mami nya ikut bahagia. Selama ini ia tidak pernah melihat anaknya seperti itu.
"Pi, tadi papi liat gak anaknya senyuuum teruss" ujar Mami terkekeh
"Iyaa, Papi senang lihat Rako bahagia seperti itu." jawab Papi senyum
"Mami sangat bersyukur punya menantu seperti Kia. Andai dulu mami tidak egois." lirih Mami.
"Sudahlah Mi, yang terpenting mereka sudah bersatu kembali." ujar Papi menenangkan
"Sepertinya Abang Rako baru dapat jatah dari istrinya!"ucap Shiren tiba-tiba dan membuat mereka tertawa
"Huss.. anak kecil sok tahu!!" ujar Ali sambil menyetir.
"Yeee Abang makanya nikah juga.!" saut Shiren.."Eh di pikir-pikir kenapa Bang Al gak sama Dinda aja ya??" ujar Shiren menatap Dinda yang berada disampingnya. Dinda pun menatap tajam Shiren.
"Iya Mami setuju. Apalagi Dinda sahabat Kia dan kamu kan sayank?" tanya Mami pada Shiren.
"Iya Mi, Dinda udah cantik, pintar, bawel lagi.!haha" ujar Shiren meledek Dinda,dan membuat yang lainnya tertawa termasuk Ali. Dinda pun menginjak kaki Shiren.
"Auuu!!" teriak Shiren menatap Dinda. Diinda pun pun menjulurkan lidahnya
"Oia, Dinda menginap saja ya di rumah Mami sama Shiren juga", ujar Mami lembut
"Maaf tante, Dinda pulang aja ya soalnya udah 2 hari izin sama Papa dan Mama Dinda". saut Dinda lembut
"Oh yasudah, nanti kamu kerumah Mami dulu, habis itu kamu pulang di antar Al ya!". ucap Mami tegas. Dinda pun hanya mengehela nafas, dan menatap tajam Shiren.
"Awas loe ya Ren!! Gw kutuk loe jadi cacing tanah, terus gw taburin garem baru tau rasa loe!!kelojotan..kelojotan loe!! Bisa-bisanya loe comblangin gw sama Pak Ali, abang loe itu!!". batin Dinda
****
Di dalam mobil pengantin baru, Rako terus saja mengenggam jemari Kia sambil menyetir dengan tangan satunya. Sesekali ia pun mencimi punggung tangan Kia.
"Yank, apa masih sakit?" tanya Rako melirik sekilas pada Kia.
"Udah agak mendingan kok yank". jawab Kia
"Berati nanti malam bisa donk?!" tanya Rako tersenyum penuh arti
"Bisa aja, tapi hanya Satu Kali". jawab Kia penuh penekanan.
"Siapp Nyonya!" ucap Rako tegas.
"Aku akan melakukannya satu kali kok sayank. Tapi.. satu kali setiap jam!!" ..batin Rako terkekeh sendiri
****
°
°
°
°
°
##Haii Readerskuuu.. gimana nih suka gak??😀
Aku sekalian ceritain MP nya Rako dan Kia loh di sini 😂..
Terus Dukung Author yaa,, Jangan lupa tinggalkan jejak 💙
__ADS_1
Terimakasih Sayaaaank😙😙