
** Dinda sedang belajar masak dengan Kia. Karena sekarang weekend , mereka ingin dirumah saja. Dan Dinda masih menginap di kontrakan Kia. Kebetulan di rumah Dinda sedang tidak ada orang. Keluarganya sedang pergi semua ke Singapore untuk berobat adik laki-lakinya yang berusia 15 tahun. Dinda adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Adik Dinda yang bernama Dandi mengalami kecelakaan saat pulang sekolah. Dan sekarang mengalami kelumpuhan di kakinya. Hingga ia tidak mau ke sekolah. Terpaksa orang tuanya meminta Dandi untuk Homeschooling.
Kia yang sedang menjadi Guru masak untuk Dinda, saat ini sedang membuat menu Ayam Goreng Mentega dan Sayur Capcai..
Dinda yang sedang memotong-motong wortel, dan sayuran untuk capcainya memulai pembicaraan.
" Ki, ceritain donk tentang loe jaman pacaran sama doi!." ucap dinda menampakan gigi gingsulnya.
" Kan loe udah gw pernah ceritain. Kalau gw dulu punya pacar dan ditinggal kawin ..hahaa".. ucap kia tertawa
"Ya tapi loe kan cerita intinya aja , gw mau detail sedetail-detailnya. Kenapa sampai doi gak memperjuangkan cinta kalian gitu loh. Kenapa dia memilih wanita yang sudah di jodohkan?! Berati dia gak cinta tuh sm loe".. ucap dinda yang sedang memotong sayurannya.
Kia yang mendengar penuturan Dinda sempat diam sejenak. Dia tidak boleh egois, bagaimanapun dialah yang meminta Rako untuk menikah dengan wanita itu. Jangan sampai Dinda berpikiran kalau Rako hanya main-main saja dengannya. Dia tidak mau lelaki itu di cap buruk oleh Dinda, sahabatnya.
Kia menghela nafasnya...
"Din, dia itu tidak seperti yang kamu katakan. Justru dia melakukan itu karena dia sangat mencintaiku'.. lirih Kia dengan mata sudah berlinang..
#Flashback On#
** 7 tahun lalu **
Saat Kia berusia 19 tahun, dia tinggal bersama Kakaknya yaitu Shania di kontrakan sederhana di Kota Jakarta.
Saat itu, Kia sudah bekerja selama 1 tahun di Toko Kue yang cukup bagus dan ternama. Dan Kia sepulang kerja pukul 20:00 selalu naik angkutan umum.
Saat ia sedang menunggu angkutan umum di pinggir jalan, ada seorang Pria yang sangat tampan menghampirinya. Tetapi ia terlihat sangat berantakan. Mukanya lebam, dan kemejanya sudah ada yang robek. Dia menghampiri Kia, karena hanya dia yang berada di sana. Jam segitu cukup sepi di daerah itu.
"Maaf Mbak, apa saya bisa pinjam uang untuk ongkos pulang saya? Saya tadi kena rampok di ujung jalan sana mbak, semua barang-barang saya di rampas mereka. Saya juga habis di keroyok sama mereka yang jumlahnya lebih dari 5 orang". ucap Pria itu dengan menahan sakit di tubuhnya.
Kia yang melihat pria itu sangat prihatin. Kasihan sekali dia jadi korban perampokan, untung saja masih selamat.
" Memangnya Mas nya mau pulang kemana?" . tanya Kia lembut
" Rumah saya masih jauh dari sini mbak, daerah Kelapa Gading".. tutur rako lemah
Kia yang tidak tega, menawarkan untuk ikut dia saja kerumahnya. Karena ini juga sudah malam, dan lagi kondisi pria ini tidak memungkinkan.
"Maaf Mas, kalau Mas nya mau bisa ikut saya dulu kerumah. Soalnya itu terlalu jauh dari sini, ditambah lagi kondisi Mas nya seperti ini". ucap Kia khawatir
Pria yang memang menahan sakit itu langsung menyetujuinya. Akhirnya Kia memutuskan naik Taxi saja. Kebetulan hari ini dia Gajian, dan besok hari Selasa adalah hari jatah libur dia.
Setelah menaiki taxi bersama pria tampan itu, mereka duduk di belakang supir. Dan hanya diam sepanjang perjalanan. Hingga memakan waktu 30 menit sudah sampai depan Gang kontrakan nya. Mereka berdua berjalan berdampingan. Karena Kia tidak tega sama pria ini, ia menuntun dengan menggandeng lengan pria ini untuk berjalan dari gang menuju kontrakannya.. Tidak makan waktu lama akhirnya mereka sampai ke rumah kecilnya Kia.
Tok..tok..tok...
"Assalamualaikum...".. salam kia dan mengetuk pintu.
Dan terdengar suara sahutan dari balik pintu.
"Waalaikumsalam, iya tunggu sebentar ".. jawab shania. Shania sendiri bekerja di Toko Bunga dekat rumahnya itu, jadi pasti dia lebih sampai duluan ke rumahnya.
Saat pintu terbuka, Shania sangat terkejut. Adik kesayangannya ini membawa pria yang sangat tampan dengan kondisi memprihatinkan.
'Kia, kamu bawa siapa?? ayo masuk dulu".. ucap Shania panik
Akhirnya Kia menceritakan pada Kakaknya itu. Dan Shania bersedia memberi tumpangan untuk satu malam kepada Pria ini.
" Oia, kamu bisa tidur di kamar Kia ya, dan kia hari ini tidur sama Kakak.". ucap shania pada keduanya.
" Ayo aku antar Mas".. tutur Kia pada Pria itu.
Saat masuk ke dalam kamar, Kia seperti mencari kaos yang kebesaran untuk di pakai pria ini. Dan sedari tadi Pria itu memperhatikan Kia sambil duduk di tepi ranjang.
"Dijaman sekarang masih ada wanita yang baik. Cantik paras dan hatinya. Aku janji akan membalas kebaikan kamu Kia".. batin pria ini yang tahu nama Kia karena Kakaknya yang sering memanggilnya
__ADS_1
"Nah..Mas ganti baju dulu aja ya, ini kebetulan baju baru aku kok, memang waktu itu kebesaran. Kayaknya pas nih di Mas nya".. ucap Kia memberikan baju berwarna biru itu ke pria tampan ini.
Rako dengan senang hati menerima kaos dari Kia.
" Terimakasih yaa atas bantuannya, nanti saya pakai. Maaf saya merepotkan kamu sama kakak kamu ya".. ucap Rako dan tersenyum sambil menerima baju dari Kia.
" Tidak apa-apa Mas, selagi saya bisa membantu pasti saya bantu. Lagian kita sesama manusia kan harus saling tolong menolong.." Jawab Kia dan tersenyum
" Oia, panggil saja saya Rako..".. ucap pria itu sambil mengulurkan tangan ke kia.
" Saya Kia Mas..eeh.. Rako.." ..balas Kia bersalaman.
Ya, pria tampan itu adalah Rako Hadi Pratama. Kia sama sekali tidak berpikiran kalau Rako adalah seorang yang kaya raya. Ia benar-benar tulus membantu pria ini. Dan Kia sudah keluar dari kamarnya, membiarkan Rako untuk istirahat.
Rako pun sudah mengganti pakaiannya dengan kaos yang di berikan Kia, yang sebelumnya ia sudah membersihkan dirinya. Rako lalu merebahkan dirinya diatas kasur yang pas untuk satu orang. Di pandanginya sekeliling kamar yang berukuran sangat kecil itu. Hanya ada kasur, lemari yang tidak terlalu besar di kamar itu. Namun, kamar Kia sangatlah rapih dan bersih. Rako yang menatap langit-langit kamar Kia memikirkan bagaimana wanita secantik Kia bisa bertahan dengan keadaan seperti ini. Kemana orang tuanya?? .. Begitu pikir Rako.
Akhirnya lama kelamaan Rako tertidur di kasur milik Kia.
#Pagi Hari Di Rumah Kia#
Kia yang sudah terbiasa bangun jam 5 subuh, langsung bersiap melaksanakan kewajiban sebagi Umat Muslim. Setelah selesai, ia belanja sayuran yang ada dekat rumahnya. Shania juga sudah bangun, namun Kakaknya itu tidur lagi, berhubung ia bekerja dari pukul 08:00 sampai dengan 17:00 WIB.
Saat ini Kia sedang sibuk di dapur memasak untuk kakak dan tamunya, Rako. Hari ini ia memasak satu macam saja, yaitu Soto Ayam beserta sambal dan kerupuk.
Waktu menunjukan pukul 06:00
Rako yang terbangun karena mencium aroma masakan lezat itupun keluar dari kamarnya. Ya, memang dia sudah sangat lapar, karena dia tidak makan malam. Dia ingin ke toilet untuk mandi, karena melewati dapur, dia menyapa Kia yang tengah menghidangkan makanan di meja makan kecilnya itu.
"Kamu bisa masak ?"..tanya Rako
"Eh, kamu udah bangun.. Iya sedikit-sedikit bisa".jawab Kia tersenyum
" Nanti abis mandi kita makan sama-sama yaa ".. Ajak Kia. Dan Rako hanya menganggukan kepalanya dan tersenyunm, lalu ia berjalan menuju kamar mandi.
Di dalam kamar yang hanya ada ember berukuran sedang di dalamnya terdapat gayung dan wc jongkok itu Rako sedikit bingung. Biasanya ia menggunakan bath up atau shower . Akhirnya dia mengisi air di ember itu, dan sembari menyiram tubuhnya dengan gayung. Setelah 15 menit di toilet, akhirnya Rako keluar dengan memakai kaos yang sama semalam, dan celana pendeknya ( kaya boxer gitu yaa yang biasa cowok suka pakai gaess ).
Rako yang melihat Kia menelan salivanya.
"Masyaallah..cantik banget dia.. padahal hanya memakai pakaian yang sangat sederhana dan simple, dan apa ituu, apa dia dandan di dalam kamar mandi?? tapi dia langsung ke meja makan kok".. batin Rako yang menatap kia.
Kia memang langsung menyiapkan sarapan Soto Ayamnya untuk mereka.
"Kak, Rako, ayo kita sarapan dulu.. " ajak Kia pada keduanya.
Ternyata Shania sudah ditunggu pacarnya di depan yang akan mengantar ke tempat kerjanya.
"Maaf ya bebss kakak udah di jemput sama bang Pandu ".. ucap Shania menampakan gigi nya itu.
" Yah Kakak.. yaudah ajak aja Bang Pandu nya"..tawar Kia
"Hmm.. maaf sayang soalnya Pandu buru-buru katanya, nanti siang kakak sempatin pulang deh buat makan sotonya".. ucap Shania lembut.. dan kia mengiyakan nya. Akhirnya Shania sudah berangkat dan dia menitip pesan pada pria tampan itu.
'' Oia,,Rako gw nitip adek gw ya, awas loe jangan macem-macem, disini banyak tetangga yang mantau, jadi lebih baik loe nanti langsung pulang aja ya". tegas Shania.
" Iya Mbak, nanti saya langsung pulang, terimakasih yaa".. ucap rako tersenyum.
Dan tinggalah mereka berdua, suasana canggung pun melanda keduanya. Kia yang tidak pernah pacaran dan mengenal jatuh cinta sangat berdebar jantungnya. Ia seperti sepasang Suami Istri, yang melayani di meja makan.
Rako yang melihat Kia salah tingkah tersenyum geli, karena ia juga merasa seperti pengantin baru, jantungnya juga berdebar kencang. Dia memperhatikan Kia yang menyiapkan soto ayam nya ke mangkuk, lalu menuangkan nasi ke dalam piring untuk Rako.
"kok gw jantung gw berdebar gini. Udah kaya pengantin baru nih.. seneng banget di layanin kaya gini. semoga aja istri gw nanti kaya dia. Udah cantik, pinter masak, baik lagi"..batin Rako
"Silahkan di makan ya, maaf kalau cuma seadanya".. ucap Kia ramah
" Terimakasih ya Kia.. Jujur, soto ayam ini makanan kesukaan aku loh".. tutur rako tersenyum sambil menuangkan sambal ke dalam mangkuk sotonya.
__ADS_1
"Ohya?? wah syukurlah kalau gitu ". ucap kia tersenyum.
Tidak memakan waktu lama, mereka sudah menyelesaikan makanannya. Rako yang memang sangat suka soto ayam, mengakui masakan Kia sangatlah lezat dan pas di lidahnya.
Waktu sudah pukul 10:00.
Dan ia juga bersiap untuk pulang, ia memakai celana panjangnya, dan kemeja yang sobek di tinggalkan di rumah Kia. Dia meminta di buang saja. Dan Kia hanya menganggukan kepalanya. Dan tak lupa ia juga minta tolong kepada Kia untuk kesekian kalinya, karena ia tidak punya uang sepersen pun, ia meminjam uang 200rb kepada Kia. Kia yang memang sudah gajian memberikan uang itu pada Rako.
"Hmm.. Kia, saya bener-bener minta maaf ya sudah merepotkan kamu. Dan hmm itu.. saya ..hmm.. boleh minjem uang gak?".. ucap rako kikuk
"Ya ampunn, maaf Rako, aku lupa hehe.." Kia mengeluarkan uang 200ribu dan langsung diberikan pada pria tampan ini..
"Cukup gak kira-kira kalau naik taxi ?" tanya Kia
"Cukup kok.. oiaa bisa minta nomor telepon kamu? karena hp saya di rampas juga, jadi tolong kamu tulis aja di kertas ya. Biar saya gampang hubungi kamu, buat ganti duit ini juga.." tutur rako ramah.
"Sebenarnya gak usah di ganti, gapapa kok.." jawab kia tulus
Rako yang mendengar ucapan Kia sangat tersentuh. Ia yang hidup sangat sangat sederhana saja dengan ikhlas memberikan uang itu pada orang lain yang notabennya memang sedang... kesusahan, padahal dirinya sendiri juga sudah susah.
"eh jangan donk Kia, saya harus ganti, gimanapun saya sudah sangat merepotkan kamu. Lagian siapa tau kita bisa berteman".. tutur rako tersenyum
" Baiklah,, sebentar aku tulis dulu ya".. ucap kia berlalu ke kamarnya menuliskan nomor telponnya di kertas.
Setelah itu ia keluar kamar dan memberikan pada Rako. Rako yang sudah berdiri di depan pintu menerima kertas itu dan di simpannya ke dalam saku celana.
" Ini nomor aku ya".. ucap Kia samnil memberikan kertas tadi
" Ok, saya simpan ya.." ucap Rako yang menerima kertas itu dan memasukan ke saku celananya.. " Hmm.. saya pamit ya Kia, sampaikan terima kasih saya sama kakak kamu. Dan sekali lagi maaf saya sudah merepotkan kalian"..ucap Rako yang entah kenapa dia berat sekali meninggalkan Kia.
" Iya sama-sama.. hati-hati di jalan ya Rako.. Dan maaf ya aku gak bisa antar kamu keluar gang, soalnya aku gak enak sama tetangga, pagi-pagi udah antar cowok tampan".. canda kia dengan muka merona. Rako yang mendengar ucapan Kia sangat bahagia.
"Iya gapapa, lagian saya juga gak mau nanti banyak orang yang liat kecantikan kamu..hehe".. tutur rako menimpali candaan kia, dan sebenarmya itu isi hati dia. hihii..
Blussh..
Wajah Kia langsung seperti udang rebus, merah sekali. Rako yang melihatnya tersenyum dan ia melihat kia semakin cantik.
Akhirnya Rako sudah pulang dan meninggalkan Kia.
" Apakah kita bisa bertemu lagi?"..gumam rako di dalam taxi..
" Bisa lah, kenapa enggak??kan gw udah dapat nomor teleponnya".. gumam rako menyemangati dirinya sendiri.
****
Malam pun tiba, Kia yang sudah merebahkan tubuhnya di ranjang kecilnya itu, sedang memikirkan Pria tampan yang di tolongnya dengan sangat khawatir, dia takut terjadi apa-apa dengannya. Dia hanya menunggu pria itu menghubunginya. Dan saat ia membolak balikan tubuhnya, dia mencium aroma maskulin di sekitar bantal dan kasurnya.
"Ya ampun ini baunya dia nempel di sini. Wangi banget lagi.." ucap kia mengendus-ngendus bantalnya.
"Ihh gw kenapa sih, baru sekali ketemu juga udah mikirin dia mulu!"..gumam kia yang memang sedah gelisah memikirkan Pria itu.
Dan terlalu lama dalam lamunannya, akhirnya Kia tertidur di ranjang miliknya.
°
°
°
°
°
°
__ADS_1
°