
Sudah satu minggu berlalu setelah acara pergi ke Bandung. Saat ini mereka semua telah beraktivitas seperti biasa. Dan dalam satu minggu ini, Rako baru bertemu Kia satu kali. Di karenakan Kia menolak untuk bertemu tiap hari, karena Kia ingat pesan kakaknya saat di Bandung: ( Jangan terlalu dekat dengan Suami Orang)!!. Bahkan untuk antar document yang biasa ia lakukan, di ambil alih oleh Asisten Pak Regar, Dony Perkasa usia 25 tahun. Dari awal memang Kia yang meminta dengan alasan Pak Rako suka bertanya perihal document-document tersebut, dan Kia tidak paham akan hal itu. Maka Pak Regar menggantikan Kia dengan Dony. Dony sendiri bukan anak baru, hanya saja ia anak yang pendiam, dan bicara hanya seperlunya saja. Wajahnya cukup tampan, berkulit sawo matang, hidung mancung, tinggi dan cool. Dony sejak awal menyukai Kia, namun ia hanya diam dan cukup mengagumi, namun tidak bisa di pungkiri jika Kia sedang berbicara padanya, ia sangat gugup dan hatinya berbunga-bunga. Kia pun tidak tahu itu.
Awalnya Rako tidak terima dengan aturan yang Kia buat, bertemu hanya seminggu sekali. Tapi setelah di jelaskan oleh Kia bahwa posisi dia saat ini masih orang lain, dia tidak mau dianggap pelakor. Rako pun mengerti akan hal itu, ia juga takut hubungan belum resminya tercium oleh keluarganya, dan yang pasti akan membahayakan Kia.
Bima yang sejak kemarin bingung akan syarat yang di berikan Ibunya, terlihat tidak focus bekerja. Shinta dari kejauhan memperhatikan sikap dan tingkah Bima yang berbeda dari hari lainnya bertanya-tanya ada apa dengannya?!.. Ya, memang Orang tua Bima khususnya Mama nya, ingin sekali cepat-cepat memiliki cucu. Mama Bima yang sedang sakit di rumah mewahnya, namun tak semewah rumah Bima, meminta Bima untuk pulang ke rumahnya dengan membawa calon menantu untuknya, karena selama ini dia nge kost walau rumahnya sendiri pun tidak terlalu jauh. Bima beralasan ingin mandiri.
Bima sendiri pun bingung, siapa yang dia bawa!. Pacar atau teman dekat wanita dia pun tidak ada. Shinta memang menyukai Bima, namun Bima tidak mau mengajak Shinta. Karena bpia sendiri tidak menyukai Shinta. Ia ingin sekali mengajak Kia, selain dia menyukainya, Mama nya pun sejak awal berbicara by phone dengan Kia sudah jatuh hati. Namun sepertinya Kia akan menolak.
"Duh apa gw minta tolong aja sama Dinda ya?,,eh gak mungkin lah yang ada gw di tonjok sama Vino"., gumam Bima sendiri. Dinda sudah resmi pacaran dengan Vino sejak 2 minggu lalu. Kia pun dan Bima baru tahu beberapa hari ini. Memang sebulan ini Kia, Dinda dan Bima sering ke kantin untuk makan bareng. Makanya mereka terlihat sudah akrab. Shinta??..hmm.. jangan di tanya, dia semakin benci dengan Kia. Namun dia tidak bisa apa-apa, karena memang selalu Bima yang mengajak Kia.
''Gw coba minta tolong Kia deh buat jadi pacar pura-pura doank. Syukur-syukur jadi beneran"..gumam Bima terkekeh. Ia pun mengirim pesan pada Kia.
Isi Pesan :
Bima : Ki, nanti makan siang bareng ya. Sekalian ada yang mau gw omongin nih 😊
Kia : Ya udah sekalian sama Dinda juga ya
Bima : Okeh..
****
Mereka bertiga sudah berada di Cafe tak jauh dari kantornya. Karena Bima mengajak mereka untuk ke sana. Mereka pun sedang asik menikmati makanan yang di hadapannya masing-masing. Tak berapa lama, mereka pun sudah menyelesaikan makan siangnya itu. Bima yang memang sudah akrab dengan Dinda mencoba untuk cuek dengan permintaan konyolnya ini pada Kia.
"makasih ya Bim udah traktir, sering-sering ya"..ujar Kia meledek.
"Ya bener tuh sering-sering deh biar dapat pahala loe.. btw Maacih Bimaa ganteng",. saut Dinda terkekeh penuh canda. Inilah yang Bima suka, mereka cantil-cantik tapi tidak centil dan tidak berlebihan. Bahkan tampil apa adanya dengan sikap dan sifat mereka yang lucu dan nyablak.
"Bisa aja kalian, kalau pada mau bantu gw sih, gw traktirr deh".. ujar Bima.
"Oia, tadi katanya ada yang mau di omongin, apaan Bim?".. tanya Kia serius, Dinda pun hanya menyimak sambil minum ice bubble nya.
"Gini Ki, Nyokap gw sakit, dia minta gw pulang ke rumah".. ujar Bima yang belum menyelesaikan ucapannya karena sahutan dari Dinda.
"Ya Allah Bim!! Pulang lah!! masa nunggu nyokap loe sekarat dulu baru loe mau pulang?!".. tutur Dinda kesal. kia pun menyenggol tubuh Dinda dengan Siku nya.
"Huss!! Dengerin Bima dulu!".. ujar Kia sambip menyiku pelan Dinda. ia pun diam.
"Ya justru gw mau pulang banget ini, cuma masalahnya nyokap gw kasih syarat harus sekalian bawa Calon Mantu untuk nya!!!".. ujar tegas Bima dan penuh penekanan kata Calon mantu. Dinda pun tersedak ice bubblenya. Kia pun juga sangat terkejut.
"Apaa?? terus loe udh punya pacar belum?".. tanya Kia terkejut. Bima pun menggelengkan kepalanya.
"Justru gw mau minta tolong loe untuk jadi pacar pura-pura gw Ki!".. lirih Bima menatap Kia. Kia pun membulatkan matanya. Dinda pun sama.
"Kenapa harus gw Bim?! Shinta aja, dia kan udah lama banget suka sama loe!". ujar Kia.
"Gw gak mau ah nanti dia malah manfaatin gw!''. elak Bima.
"Gw tadinya mau minta tolong Dinda, cuma loe sendiri dia baru aja jadian sama Vino." ucap Bima.
"kan cuma pura-pura Bim?!".. saut Kia. Bima pun terlihat gugup. karena pasalnya ia ingin beneran serius dengan Kia.
"Ya.. mak..maksud gw itu walau pura-pura kalau sama-sama jomblo kan gak ada yang marah. Dan gak nutup kemungkinan juga bisa jadi beneran",, ujar Bima tersenyum pada kia. Kia pun paham maksud Bima.
"*Wah si Bima ada hati nih sama Bu Boss".. batin Dinda
"Kayaknya Bima gak mau pura-pura jadiin gw pacarnya. Bisa-bisa bumerang buat gw. Jujur aja deh".. batin Kia*.
__ADS_1
"Maksud Loe gw jomblo??". ucap Kia marah meledek. Bima pun membulatkan matanya.
"Loh emang loe udah punya pacar Ki?". tanya Bima serius, Kia pun menganggukan kepalanya.
"Bim, maaf banget gw bukannya gak mau nolongin loe. gw takutnya akan mengecewakan Nyokap loe, karena sudah terlalu berharap. Gw dalam beberapa bulan lagi akan menikah Bim. Gw itu udah menjalin serius sama cowok gw. Tadinya cuma Dinda yang tahu, tapi karena loe berharap sama gw, loe adalah orang kedua yang tahu. Please, jaga rahasia ini dulu ya.",. ucap Kia jujur. Ia pun tidak tahu dapat restu keluarganya atau tidak, yang pasti dia tidak mau buat Bima terlalu berharap. Bima pun nampak diam dan tidak menyangka, orang yang di sukainya akan menikah dalam waktu dekat. Dinda pun sangat terkejut dengan perkataan Kia.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mendengar percakapan mereka sejak awal. Ia pun tampak tersenyum bahagia.
"Makasih sayank, kamu mengakui hubungan kita".. batin Rako.
Ya dia adalah Rako. Sejak mereka makan, Rako sudah berada di Cafe tersebut dengan Kliennya. Ia berada di belakang Kia dengan membelakanginya. Mereka pun tidak ada yang tahu Boss nya berada di dekat mereka. Rako awalnya ingin memberi pelajaran pada Bima. Namun mendengar jawaban dari Kia membuat ia luluh dan berbunga- bunga.
"Bim, loe gak apa-apa kan,? kalau kata gw jangan memaksakan sesuatu hal yang berhubungan sama masa depan loe. Apalagi ini menyangkut kebahagiaan orang tua loe. Loe pulang aja, nyokap loe pasti ngerti kalau anaknya yang ganteng ini belum punya pacar!".. ucap Kia terkekeh. Bima pun membenarkan ucapan Kia. dari pada dia buat mamanya sedih nantinya, lebih baik sedih di awal.
"Huft., padahal gw berharap banget loe mau gw bawa Ki, soalnya nyokap gw dari awal dengar suara loe aja sudah jatuh hati",, ucap Bima terkekeh. Rako yang mendengar pun terasa panas.
"Kapan ya?".. tanya Kia sambil mengingat-ingat.
"Waktu awal loe baru-baru masuk, yang loe sambungin telepon dari nyokap gw".. ujar Bima menjelaskan, kia pun akhirnya ingat.
"Ohh..iaa gw ingat!!. Ah kan gw sama siapa orang di telepon emang ngmngnya begitu Bim." ujar Kia
" tapi kata nyokap gw loe itu sopan santun banget, dan suaranya cantik".. ujar Bima jujur, Kia pun sangat malu. Ia pun berandai-andai jika mertuanya menyukai dia seperti ibunya Bima.
Rako yang memang menunggu kia walau kliennya sudah pulang, telah mendengar ucapan Bima,ia pun sangat kesal. Akhirnya Rako keluar dari Cafe itu tanpa mereka tahu.
***
Rako yang masih sangat kesal Kia bercanda-canda dengan Bima, bahkan mengatakan ganteng itu tidak mengirim pesan pada Kia. Kia pun memang berharap Rako mengirimi pesan. Karena biasanya, mau pulang kantor pun Rako sempat mengirim pesan untuk mengatakan hati-hati. Kia pun menunggu pesan dari Rako. Dia tidak mau menghubungi duluan karena ia cukup tahu diri dan ketahuan Lidya.
"Tumben Rako gak chat aku".. gumam Kia memainkan ponselnya.
"Barusan di cafe kamu bilang sudah punya calon suami, tapi sekarang jalan bareng sama cowok lain!!!". batin Rako.
***
Kia yang sudah berada di kontrakannya sedang gelisah memikirkan Rako. Sudah jam delapan malam, tidak ada chat satu pun. Bima pun tadi sore hanya mengantar saja dan tidak mampir kerumah Kia. Dinda pun semenjak resmi pacaran dengan Vino jarang sekali menginap di kontrakan Kia.
"Rako kemana ya? Apa dia marah kalau aku nyuruh dia ketemu seminggu sekali??aku pun juga kangen sama dia, tapi ini demi kebaikan kita!".. gumam Kia meneteskan air mata.
Kia memang tidak tahu Rako sedang cemburu saat ini. Rako yang sudah berada di apartemennya terlihat kusut sekali wajahnya. Lidya pun tidak berani bertanya banyak.
Rako terlihat sedang minum Wine. Sudah lama sekali ia tidak menyentuh minuman itu.
"Apa kamu bahagia dengan pria lain sayank??".. gumam Rako terkekeh.
****
Kia yang gelisah tidak bisa tidur , akhirnya menelpon Shiren menanyakan kekasihnya itu.
tut..tut..tut..
"Hallo kak".. saut Shiren di balik telepon
"Hallo, Ren kamu lagi dimana? udah tidur belum?".. tanya kia lembut
"Aku lagi di Apartement Abang Kak. Jam segini mah belum tidur lah".. ucap Sjiren terkekeh.
__ADS_1
"Ren, aku minta tolong, abang kamu lagi apa sekarang? soalnya tumben dia gak chat aku",, lirih Kia. Shiren pun mengerti.
"Tadi sih aku denger dia udah pulang. Ya sudh aku cek dulu ya nanti aku kabari kakak".. ucap Shiren pelan.
"Makasih ya cantik".. saut Kia dan menutup telponnya.
Shiren pun keluar dari kamarnya, ia mencari sosok abangnya itu. Lidya yang melihat Shiren pun bertanya.
"Cari abang dek?". ujar Lidya pada Shiren.
"Iya, kok gak ada ya!". ucap Shiren sambil celingak-celinguk mencari Rako,
"Tuh dia diatas lagi di ruangannya. Oia, apa di kantor ada masalah dek? Soalnya dari tadi mukanya kusut aja, mbak aja takut mau negur.". ucap lidya. Shiren pun mengerti. Pasti Abangnya itu sedang ada masalah dengan Kia. Namun ia tidak mengayakan pada Lidya.
"Hmm..Apa gara-gara tadi ya..? jadi tadi abang ketemu klien, kayaknya dia gak jadi kerjasama sama perusahaan kita.".. ujar Shiren berbohong. Dan Lidya pun percaya.
"Ya udah aku liat abang dulu mbak". pamit Shiren dan menuju ke lantai atas.
Saat berada di ruangan kerja Rako, terlihat beberapa botol wine tergeletak kosong. Rako yang masih sadar, mengetahui adanya Shiren.
"Bang, abang kenapa?? Kak Kia khawatir banget sama abang. Dia tadi telepon aku nanyain abang.". ujar Shiren sedikit berbisik . Rako pun terkejut.
"Apa? dia nanyain abang? tapi dia tadi pulang bareng sama cowok boncengan mesra, teman kantornya".. saut Rako tersenyum getir dengan suara serak dan sedikit beler karena banyak minum.
"pasti itu temennya bang, ya udah besok kalian bicara aja. Sekarang mending abang tidur di sini, dari pada janti ngoceh-ngoceh gak jelas." tutur Shiren, Rako pun menganggukan kepalanya.
Shiren sudah kembali ke kamarnya, ia pun menelpon Kia.
tut..tutt..
"Hallo Ren, gimana?" tanya Kia langsung dari telepon
''Kak, sebenarnya ada apa dengan kalian?".. tanya shiren, kia pun mencerikan perihal ia meminta rako untuk bertemu sekali dengan alasannya.
"Tapi,, kata Abang dia liat Kakak boncengan mesra sama teman cowoknya?!".. ucap Shiren pelan, Kia pun terkejut, Rako pasti salah paham.Akhirnya Kia menceritakan semua pada Shiren.
"Ya udah Kak, besok dateng aja ke ruangan abang ya. Dia kalau cemburu atau yang berhubungan sama kak kia serem. Sekarang aja abang lagi minum wine banyak banget di ruang kerjanya".. ucap Shiren jujur. Kia pun sangat kaget, ia khawatir dengan Rako. Kia pun menangis, dan Shiren mendengarnya
"Ya sudah ren, makasih yaa",, ucap Kia menahan tangisannya. dan ia pun menutup telponnya.
"Kasian Kak Kia. Satukanlah cinta mereka Ya Allah.. Tunjukkanlah wajah asli nenek ganjen!!". gumam Shiren
***
Kia tidak bisa tidur semalaman ini. Dia sangat khawatir dan merasa bersalah pada Rako. Rako pun sudah tertidur nyenyak di ruang kerjanya efek minuman beralkoholnya itu.
°
°
°
°
°
##Hallo **Readers,, saya ucapkan terima kasih sama kalian yang udah mau baca, like dan comment di Novel Autho. Insyallah aku akan update setiap hari di malam hari 😂..
__ADS_1
Terus dukung saya yaa.. jangan lupa tinggalkan jejak ya sayaank😙
Dan buat kalian yang penasaran dengan Lidya, simak terus yaa😆**