Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Lamaran ke Bandung


__ADS_3

Tiga Minggu sudah berlalu..


Shinta pun sudah sadar dan sudah kemnali pulang ke Kost annya. Ia juga sudah di peringatkan Ali agar jangan mengganggu Kia. Larena Kia lah yang menyelamatkan Shinta. Shinta pun terpukul dan Bimbang atas kejadian ini. Ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari Perusahaan Mango Group.


Di Kediaman Rumah Utama


Keluarga Pratama kini sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Bandung, tepatnya ke rumah kediaman Keluarga Kia. Kia pun sudah terlebih dulu berangkat ke Bandung bersama Dinda, ia juga sudah menjelaskan pada Keluarganya tentang apa yang terjadi antara Rako dan Mantan Istrinya, akhirnya mereka pun setuju dengan hubungan mereka, karena mereka juga bepikir Kia hanyalah mencintai Rako.


Ya, Keluarga Pratama saat ini akan mengadakan Lamaran resmi kepada Kia. Walau status masih satu langkah lagi menjadi Duda, namun di mata Agama dia sudah resmi bercerai, karena dia sudah mentalak Istrinya.


Mereka menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam. Akhirnya mobil mewah keluarga Pratama yang di kendarai oleh Ali pun sampai di pekarangan halaman Rumah Kakaknya Kia, Shania.


Mami dan Papi Rako sangat kagum melihat keasrian perumahan disana dan suasana yang begitu sejuk membuat mereka nyaman.


Mereka pun sudah di sambut oleh Keluarga Kia, Kia yang masih di dalam kamar bersama Dinda sudah terlihat cantik sekali. Ia mengenakan kebaya berwarna Navy dan kainnya yang senada dengan Baju Batik yang Rako kenakan.


"Assalamualaikum".. ucap Pak Ridho dan lainnya yang memberi salam saat di teras rumah Shania. Keluarga Kia yang terdiri dari Shania, Pandu ( Suami Shania ), Uwa Didi, dan Uwa Asep yang tak lain Kakak kandung dari Ayah Kia dan Shania, mereka sudah menyambut kedatangan Keluarga Pratama yang hanya 5 orang itu. Mami, Papi, Rako, Ali dan Shiren. Ya, memang Kia mau lamaran di lakukan secara sederhana, Rako pun mengikutinya.


"Waalaikumsalam".. Jawab keluarga Kia bersamaan. Mereka pun saling berjabat tangan dengan penuh senyuman.


"Mari silahkan masuk.. Maaf rumahnya agak sempit ya". ujar Pandhu ramah. Dan Papi Rako pun mengakui kediaman Rumah Keluarga Kia sangat nyaman.


"Ah jangan bicara begitu, jujur ini sangat nyaman loh". tutur Pak Ridho yang sembari berjaln menuju ruang tamu di ikuti yang lainnya. Mereka tengah duduk di ruang tamu dengan Rako diantara Mami Papinya.


"Sebelumnya kami ingin memperkenalkan diri dulu ya.. Saya Pandu Kakak ipar Kia, dan ini Istri saya Shania, Kakak kandung Kia satu-satunya. Ini Uwa Didi dan Uwa Asep, Kakak kandung Almarhum Ayah Kia dan Shania". ujar Pandu menjelaskan.


"Salam kenal buat semua Keluarga ya".. ucap Pak Ridho tersenyum mengatupkan kedua tangannya. "Saya Ridho Pratama, dan ini Istri saya Elina Pratama. Ini Ali dan Shiren ponakan saya, dan yang ditengah-tengah kita sudah pasti tau donk..Ini Calon Manten nya Rako Hadi Pratama, Anak sulung kami". ujar Ridho tersenyum bahagia. Mereka pun ikut tersenyum.


"Silahkan atuh di minum dulu ini Teh nya, nanti keburu dingin". ujar Uwa Didi ramah. Dan mereka pun menyeguk tehnya .


"Baik langsung ke intinya saja ya. Maksud kedatangan kami adalah untuk melamar Kia menjadi Istri Rako. Mungkin kalian sudah tahu kalau Rako pernah menikah dan sekarang mereka sudah bercerai. Tentu ini bukan salah Kia. Karena dari awal Rako tidak mencintai istrinya, di tambah lagi Istrinya adalah orang yang jahat, Sekarang dia di penjara karena ulahnya sendiri". ucap Pak Ridho tegas namun terdengar ramah.


"Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa mantan istri Rako. Dan untuk lamaran ini kita tanyakan pada Kia yaa apakah dia mau atau tidak". ucap Uwa Asep terkekeh, mereka pun ikut tertawa. Berbeda dengan Rako, ia sangat gugup.


Kia pun keluar dari kamar dengan di tuntun Dinda yang juga cantik mengenakan kebaya berwarna peach. Rako, Ali dan Shiren sangat kagum dengan kecantikan Kia. Make upnya pun terlihat natural tapi sangat cantik di lihatnya. Rambutnya di hias jepitan bunga melati yang diletakan di samping rambutnya yang di gulung modern.


Kia pun menyodorkan tangannya bersalaman dengan Orang tua Rako, ia menciumi punggung tangan Pak Ridho, Elina dan Rako. Kia duduk di antara Shania dan Uwa Asep. Kia memandangi Rako dan tersenyum saat mereka dalam posisi berhadapan.


"Kia, keluarga Rako sudah datang ke sini, mereka ingin melamar kamu untuk menjadi Istri Rako. Bagaimana apa kamu menerimanya?" tanya Uwa Asep lembut pada Kia. Kia pun menghela nafasnya

__ADS_1


"Dengan mengucapkan Bismillah.. Kia menerima Lamaran Rako." jawab Kia penuh senyuman, mereka pun lega mendengarnya.


"Alhamdulillah". ucap Mereka bersamaan. Rako dan Kia pun berdiri di tengah-tengah keluarga mereka. Rako menyematkan cincin berlian yang baru lagi pada Kia. Kia pun tersenyum menerimanya.


Saat ini mereka sedang menikmati makanan yang sudah di pesankan Shani lewat Catering langganannya. Rako dan Kia duduk berdampingan, Dinda dan Shiren pun duduk tak jauh dari mereka.


"Kamu cantik banget, gak sabar nikahin kamu". ujar Rako berbisik pada Kia. Kia pun tersenyum malu.


"Apaan sih.. eh kamu juga cakep pakai batik.." balas Kia memuji Rako dengan suara pelan. Rako pun bahagia mendengarnya.


****


Mereka pun sudah duduk berhadapan lagi dengan masing-masing keluarga.


Pak Ridho yang sebelumnya sudah di bicarakan Bu Elina tentang penentuan tanggal pernikahannya pun langsung membicarakan lagi pada Keluarga Kia.


"Pak Asep, Pak Didi dan Keluarga..Untuk acara Pernikahannya mau di adakan kapan? Kalau kami mengikuti saja dari pihak wanitanya." ujar ramah Pak Ridho pada Keluarga Kia.


"Maaf Pak Ridho, kalau menurut saya lebih cepat lebih baik. Supaya nantinya mereka tidak banyak dosa". ujar Uwa Asep mencairkan suasana. Mereka pun terkekeh.


"Iya bener Pak..Jadi enaknya bagaimana?".. tanya lagi Pak Ridho tersenyum


"Bagaimana Kia?" tanya Mami Elina pada calon menantunya.


"Kalau Kia, ikut Rako saja Mi. Dan Kia mau acaranya sederhana aja ya di sini, Gapapa kan Mi??" ucap Kia lembut. Rako pun sudah dimintai Kia bahwa ia mau acara yang hanya keluarga dan teman dekat saja.


"Ya sayank Mami setuju aja" ujar Mami lembut.


Akhirnya mereka sepakat akan menikah di hari Minggu, 27 Des 2020. Kia dan Rako sangat bahagia. Alasan Rako menikah 2 bulan lagi karena minggu depan sidang perceraian terakhir dia dan Lidya. Ia ingin status dia benar-benar resmi menjadi Duda. Karena ia tidak mau menikahi Kia secara Siri, begitupun Kia.


****


Setelah obrolan panjang dan sempat bersendau gurau antara Keluarga dan bahkan untuk pertama kalinya orang tua Rako berIbadah karena ajakan keluarga Kia, akhirnya keluarga Rako pamit pulang ke Jakarta karena waktu pun sudah menunjukan pukul 16:00. Tentunya mereka melaksanakan Sholat Ashar berJamaah terlebih dahulu.


Kia yang masih menginap di rumah Shania bersama Dinda pun sudah mengganti baju kebaya nya dengan pakaian santainya.


Dalam perjalanan pulang, di dalam mobil mewahnya Keluarga Rako yang di supiri oleh Ali, Pak Ridho di sampingnya, dan di bangku tengah Mami Elina dan Shiren, Rako yang di belakang sendiri, berbincang mengenai keluarga Kia yang baik dan sangat patuh Agama.


"Mami tadi merasa malu sekali karena sudah lama tidak pernah Sholat". ucap Mami pelan dan sedih.

__ADS_1


"Papi juga Mi. Nanti kita mampir ya di Mall beli keperluan Sholat"..ujar Papi bersemangat


"Iya Pi..Shiren juga mauu",, ucap Shiren semangat.


"Alhamdulillah.. Rako senang dengarnya.. Rako pun jadi lebih dekat sama Allah karena Kia yang selalu mengingatkannya Pi".ucap Rako tersenyum


"Maafkan Mami ya Nak.. Seandainya dulu Mami setuju sama hubungan kalian, pasti kalian sudah bahagia sejak dulu, dan mungkin sekarang Mami sudah banyak cucu, ya kan Pi?".. ucap Mami penuh penyesalan.


"Sudahlah Mi.. yang terpenting Mami dan Papi sudah merestui hubunganku sama Kia. Dan selalu Doakan Rako ya Mi..Pi..biar lancar sampai hari H nanti.." ujar Rako lembut


"Aamiin.." jawab mereka bersamaan.


****


Ditempat yang berbeda, seorang gadis berambut panjang tengah frustasi karena pasca operasi di tangannya, ia tidak boleh banyak menggerakan tangan kanannya itu. Terlebih lagi kecelakaan yang dia alami Senjata makan tuan! Bahkan orang yang ingin dia celakai malah menolongnya. Dia pun ragu untuk melanjutkan mencelakakan Kia nantinya.


"Arrrghhhhhh!!!! Tangan gw udah gak berguna!!!! Kenapaaa semua terjadi sama gw!!!!???? Bahkan dia yang sudah menolong gw!!". teriak Shinta yang saat ini sedang di kamar kost nya.


"Gw harus pulang. Karena duit gw lama-lama habis buat kebutuhan gw di sini!" gumam Shinta bermonolog sendiri.


****


°


°


°


°


°


## Hai Readers.. Terimakasih masih setia di sini.


Mohon maaf kalau terlalu lama Pernikahan Rako dan Kia. Karena aku ingin menceritakan di awal dulu siapa yang Antagonisnya, Jadi nanti kalian gak bingung.


Dan tenaaang... satu episode lagi mereka Menikah. 😊


Bantu aku untuk Like, Comment dan Vote nya yaa..

__ADS_1


Terimakasih Sayaaaank 😙


__ADS_2