
Para Karyawan dan Karyawati sedang sibuk membereskan meja-meja yang berserakan kertas dan alat tulis, karena waktu jam pulang kantor sudah tiba. Dinda kini berada di depan meja Kia dengan posisi berdiri, sedangkan Kia duduk di bangkunya sembari memasukkan ponselnya di tas.
"Ki, hari ini gw gak nginep dulu ya. Soalnya nanti malam mau ada acara hehe".. ujar Dinda terkekeh
"Wah acara apa tuh?!" ucap Kia tersenyum meledek
"Acara makan malam keluarga Ki sama Vino juga." ujar Dinda tersenyum. Kia sebelumnya juga sudah diceritakan pertemuan Vino dan Ayahnya, dan mereka sudah menjadi keluarga bahagia. Namun kelanjutan kisah cinta Vino dan Dinda belum ada kepastian.
"Gw sebenarnya mau ajak loe Ki, sekaligus mau memperkenalkan loe sama keluarga gw. Tapi setelah gw dengar dari bokap gw kalau mereka mau membicarakan soal Ibunya Vino. Jadi gw tunda dulu yaa Ki, takutnya loe jadi salting nanti..hehe" ucap Dinda tulus
"Iya gpp Din, kaya sama siapa aja sih". saut Kia tersenyum
"Makasih ya Ki ..loe emang sahabat gw yang paling cantik, paling baik, paling paling deh.." ujar Dinda mencubit Kia
"Muji sih muji, tapi gak usah nyubit, tambah tembem deh pipi gw!" ucap Kia cemberut di buat-buat. Dinda pun terkekeh.
Kia sudah berada di parkiran sedang memanaskan motornya. Dia memakai helm, masker dan jaket serta sarung tangan motor. Ia pun mulai menjalankan motornya dengan kecepatan 40 Km. Saat setengah perjalanan, ada sebuah motor sport melaju sangat kencang. Kia pun merasa motor itu mengikutinya. Ia melaju perlahan tapi motor itu tetap melaju kencang seperti akan menabraknya. Untung saja ada sebuah mini market bertulisan A***mart di pinggir jalan, Kia pun langsung membanting Stank motornya ke arah kiri ke tempat mini market itu berada, dan tentunya tanpa memasang lampu shine. Dan...
Brakk!!!
Motor sport yang mengikuti Kia mengalami kecelakaan. Ia tadi sepertinya terkejut dengan Kia yang tiba-tiba belok ke kiri. Karena dia melaju sangat kencang, dia pun tertabrak mobil pick up yang berada di depannya. Pengendara motor itu terpental 5 meter dari motornya. Semua orang yang berada di sekitar pun membantu memberikan pertolongan pertama pada pengendara motor itu. Begitu pun Kia, setelah ia memarkirkan motornya, ia langsung berlari ke arah korban kecelakaan itu. Sekitar 3 orang menggendong korban itu yang pingsan dan di bawa ke pinggir jalan. Kia langsung menyalip di antara kerumunan.
"Pak..Pak.. tolong dibuka dulu helmnya.." ujar Kia panik kepada Bapak-bapak yang menolong korban itu.
"Ya mbak, korban sepertinya seorang perempuan", ujar salah satu Bapak itu. Karena pengendara motor sport itu mengenakan jaket kulit hitam, celana panjang yang pas di body warna hitam, helm full face, dan sepatu Kets warna putih. Setelah berhasil membuka helmnya, Kia sangat terkejut melihat wajah dari si pengendara motor yang mengikuti nya dan ingin menabraknya.
"Shinta??" lirih Kia menutup mulutnya..
"Mbak, kenal dengan orang ini?" tanya seorang Bapak
"I..iya Pak.. Tolong bantu saya bawa dia ke Rumah Sakit terdekat ya Pak." ucap Kia lembut pada Bapak-bapak disana.
Akhirnya Kia membawa Shinta dan dibantundua orang laki-laki paruh baya yang membawa mobil pribadinya. Tidak sampai 15 menit, mereka sudah tiba di UGD Rumah Sakit X.
Shinta yang sudah berada di brankar itu di dorong oleh dua orang suster. Ia pun langsung di periksa. Dan kini hanya Kia yang menemani Shinta. Karena kedua laki-laki yang membantunya sudah pamit pulang. Kia pun menghubungi Rako dengan panik.
"Hallo Assalamualaikum".. ucap Rako lembut menjawab teleponnya
"Wa..Walaikumsalam.. Yank tolong aku,, Aku sekarang lagi di UGD Rumah Sakit X. " ujar Kia yang terdengar panik. Rako yang masih berada di kantor pun sangat khawatir mendengarnya.
"Kamu kenapa sayank??? Oke tunggu aku ya, aku langsung jalan kesana!". ucap Rako panik dan menutup teleponya. Kia pun menghela nafasnya.
"Ya Allah.. kenapa Lidya dan Shinta ingin sekali membuat aku celaka!!" batin Kia
Dalam waktu 30 menit, Rako sudah tiba dengan berlari kecil bersama Ali. Ia langsung melihat kekasihnya duduk dengan tangan di kepala.
"Yank!!". panggil Rako dan memeluk Kia. Kia pun membalasnya dan menangis. Rako membiarkan Kia menangis di pelukannya.
"Yank, Shinta kecelakaan!! Dan dari tadi Dokter yang memeriksanya belum keluar ruangan". ucap Kia pelan yang sudah melepaskan pelukannya, Rako dan Ali pun sangat terkejut.
"Apa?? Jadi kamu kesini karena dia??" ujar Rako bersuara tinggi karena kesal Kia masih saja baik dengan orang yang sudah jahat padanya.
__ADS_1
"Yank, aku bawa dia kesini, karena dia tadi mengikuti aku pakai motor sport! Aku pun tidak tahu awalnya kalau dia yang bawa motor itu. Dia sepertinya berniat mencelakai aku! Tapi Alhamdulillah aku masih di lindungi sama Allah Yank.. Aku sadar dia mengikuti aku, aku pun langsung banting stang motor aku ke arah kiri yang kebetulan ada mini marketnya. Kayanya dia kaget. Karena motor dia melaju kencang, dia pun menabrak mobil pick up yang di depannya." cerita kia pada Rako, Rako sangat tidak menyangka Shinta bisa senekat itu.
"Kamu hebat sayank. Alhamdulillah kamu tidak apa-apa. Allah juga tahu mana yang baik dan mana yang buruk!", ucap Rako lembut dan mengusap kepala Kia. Ali yang mendengar cerita Kia pun tidak menyangka kalau Calon Istri Abangnya ini sangat lihai membaca situasi.
"Kia, kamu selain cantik, ternyata sangat cerdas ya." ujar Ali tersenyum pada Kia, Kia pun membalas senyumnya. Dan Ali langsung mendapat tatapan tajam dari Rako.
"Cuma bicara jujur Bang!" ucap Ali tercengir kuda.
Tak lama Dokter perempuan yang menangani Shinta pun keluar dari ruangan pemeriksaan. Kia dan Rako langsung berdiri menghampiri Dokter yang sekitar 38 tahun itu.
"Dok, gimana keadaan teman saya?" tanya Kia khawatir
"Pasien masih dalam keadaan pingsan. Tidak ada luka yang serius, namun tangan kanannya harus segera di operasi, karena patah di bagian itu." jawab Dokter Nindy lembut.
"Apa Dok? Patah?",,tanya ulang Kia, ia pun menatap Rako. Rako yang mengerti menghela nafasnya.
"Lakukan yang terbaik Dok. Saya akan urus Administrasinya", ujar Rako datar. Kia pun lega dengan sikap Rako. Karena bagaimana pun dia adik ipar Rako sekaligus Karyawan di Perusahaannya. Ali pun langsung menuju bagian Administrasi. Rako dan Kia saling berhadapan.
"Terimakasih ya Yank.. Kamu memang Kakak ipar terbaik". ucap Kia tulus, namun reaksi Rako sangat kesal.
"Dia bukan Adik ipar ku yank!! Aku melakukan ini karena kamu yang minta!" ujar Rako datar. Kia pun menggandeng tangan Rako dan mengajaknya duduk di bangku ruang tunggu. Mereka duduk berdampingan.
"Yank, diluar dia Adik ipar kamu atau bukan, tapi dia tetap Karyawan kamu kan? Dan satu lagi.. Sesama manusia harus saling tolong menolong bukan?" ujar Kia lembut dan tersenyum. Rako pun menatap Kia dengan lembut.
"Ini nih yang buat aku semakin cinta sama kamu!" ujar Rako tersenyum. Kia pun ikut tersenyum malu.
Rako ternyata diam-diam mengirim pesan pada Papi nya bahwa Adik Lidya sudah ketemu dan berada di Rumah Sakit X.
****
"Yank, makan dulu nih." ucap Rako membuka packingan Nasi goreng yang di pesankan Ali. Rako pun menyuapi Kia makan bergantian dengan dirinya.
"Nasib..nasib jadi jomblo! cuma bisa suap-suapan sama nyamuk!" ujar Ali meledek. Kia pun terkekeh.
"Makanya cari pacar!!". ujar Rako ketus. Kia pun memukul pelan paha Rako yang berada disampingnya. Rako hanya tersenyum.
"Bang, kapan sidang pertama?" tanya Ali pelan yang menanyakan Sidang perceraian Rako dan Lidya. Ali pun mendapat tatapan tajam dari Rako. Kia mengerutkan keningnya.
"Sidang apa?" tanya Kia pada Rako. Ali yang mengerti kode dari Abangnya langsung menjawab pertanyaan Kia.
"Ada klien yang kita tuntut Ki, karena kasus penipuan, dan kita sudah lapor Polisi, timggal tunggu sidang nya aja",ujar Ali santai dan tentunya berbohong. Ya, Rako memang belum memberi tahu Kia bahwa dia sedang proses perceraian. Karena dia tidak mau Kia jadi merasa bersalah dan sekaligus ingin memberikan kejutan bahwa dia nantinya akan menjadi Istri satu"nya dan Sah secara Hukum dan Agama.
"Oh gtu.. " jawab Kia tanpa curiga. Rako pun bernafas lega.
"Yank, kita pulang aja dulu yuk. Nanti malah kamu yang sakit. Shinta biar Suster yang menjaganya ", ujar Rako lemut pada Kia.
"Ya Allah Yank!!! Motor aku masih di minimarket ujung jalan!!" ujar Kia bersuara tinggi.
"Owh beresss Kakak Ipar..Ali sudah menyuruh orang untuk memarkirkan di Kantor kita." ucap Ali yang setelah di ceritakan Kia mengenai kecelakaan tadi, ia langsung menyuruh anak buahnya untuk membawa motor Kia agar di parkirkan di Perusahaan Rako. Kia pun mengkerutkan keningnya
"Al, kan kuncinya sama aku??" ucap kia heran
__ADS_1
"Hehee, maaf ya Kakak Ipar, anak buah Al sudah biasa bawa motor tanpa kunci, alias di congkel" ujar Ali tersenyum menampakn giginya, Kia pun membulatkan matanya.
"Apa?? Jangan-jangan anak buah kamu mantan maling??" tanya Kia bersuara tinggi, Rako hanya terkekeh mendengar pembicaraan mereka.
"Bukan lah Kia, mereka kursus di bidangnya!" jawab Ali meyakinkan.
"Tapi masalahnya kunci kontrakan aku di dlm jok motor Al!" lirih Kia
"Ya sudah lah sayank, gitu aja repot. Kamu ikut aku ke Apartement". ucap Rako santai.
"Enak aja!! Kamu mau aku di bilang wanita murahan??" ujar Kia kesal. Rako pun tersenyum.
"Kamu lupa ya kalau Shiren itu tinggal sama aku di Apartement!" tutur Rako santai, Kia pun merasa malu.
"Ya sudah kakau begitu, nanti aku pinjam baju Shiren aja". ucap Kia pasrah.
****
Akhirnya Rako dan Kia sudah sampai di Apartementnya. Kia yang baru pertama kali masuk ke Apartement Rako sungguh takjub. Ruangan yang simple tapi terlihat sangat indah. Dan ada 2 lantai di dalamnya. Rako langsung mengandeng Kia menuju kamar Shiren.
"Ini kamar Shiren sayank. Kamu ketuk aja", ucap Rako lembut.
"Aku gak enak yank, pasti dia udah tidur." ujar Kia pelan
"Ya sudah kalau gitu ke kamarku saja, kita tidur berdua", ujar Rako menggoda. Kia pun refleks mendorong bahu Rako.
"Enak aja kalau ngomong. Dosa tau!! Dan lagi aku pasti kebayang sama kasur itu yang jadi saksi kalian!" ucap Kia pelan dan langsung menutup mulutnya. Rako sangat merasa bersalah, Ia merasa sudah mengecewakan cinta Mereka.
"Maafkan aku sayaank, aku pun melakukan itu karena obat!". ujar Rako memeluk Kia
"Aku yang minta maaf, tadi hanya bergurau saja. Lagian kan kalian sudah suami istri". ucap Kia lembut padahal ia ingin sekali menangis.
"Ya sudah kamu tidur di kamar tamu aja ya", ujar Rako lembut melepaskan pelukannya. Kia pun menganggukan kepalanya.
Akhirnya Kia pun menginap di Apartement Rako, tentunya dikamar terpisah. Ia pun langsung mandi dan menggunakan kaos Rako yang terlihat kebesaran di tubuhnya namun terlihat sexi. Sayang sekali Rako tidak melihatnya..hehe.. Sedangkan Shinta, Ali sudah meminta satu perawat untuk berjaga di dalam ruangan Shinta, dan dua anak buah yang berjaga di depan pintu Vip itu.
****
°
°
°
°
°
#Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 💙
Makasih sayaaaaank 😙
__ADS_1