Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Rumah Baru


__ADS_3

"Yank kita mau kemana sih sebenarnya?" tanya Kia pada suaminya.


"Pulang lah sayank". jawab Rako tersenyum


"Ke Apartement kamu?..Oia Yank, barang-barang aku banyak di kontrakan. Terus gimana?" ucap Kia sedih


"Kamu ambil baju-baju kamu aja ya. Dan buat barang-barangnya kamu kasih ke ke tetangga aja". ujar Rako lembut.


"Ya sudah. Nanti kita ke kontrakan ya". ajak Kia, dan di anggukan oleh Rako. Kini mereka sudah sampai di perumahaan yang sangat elit. Dan Rako memarkirkan mobilnya di halaman sebuah rumah yang terbilang cukup mewah. Keduanya sudah turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu utama. Mereka disambut 8 Asisten Rumah Tangga, 2 Security, dan 1 tukang kebun. Kia nampak bingung, Ia hanya mengikuti Suaminya yang menggandeng tangannya itu.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya.." sapa salah wanita paruh baya membungkukkan tubuhnya sedikit dan di ikuti yang lainnya. Ia sepertinya pemimpin dari mereka.


"Terimakasih Bi Nini". saut Rako ramah." Oia perkenalkan ini Istri saya, Saskia Pratama" ujar lagi Rako memperkenalkan istrinya pada mereka.


"Salam kenal Nyonya.. Saya Bi Nini, Jika nanti butuh sesuatu katakan saja pada saya." sapa Bi Nini ramah pada Kia.


"Terimakasih Bi, panggil saya Kia saja." saut Kia tersenyum ramah.


"Nona Kia saja ya" jawab Bi Nini ramah. Kia pun akhirnya pasrah.


"Yuk sayank masuk." ajak Rako menggandeng istrinya. Para Art pun sudah kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. Kia masih tampak bingung.


"Yank, ini rumah siapa? katanya ke apartement kamu?" tanya Kia, Rako pun memberhentikan langkahnya dan menghadap ke istrinya.


"Ini rumah baru kita sayank." ucap Rako lembut, Kia pun membulatkan matanya


"Ru..rumah Kita?" tanya Kia terkejut


"Ya sayank.. Yuk kita keliling lihat rumah ini. " ajak lagi Rako dan dianggukan oleh Kia


Kia sungguh senang melihat di belakang rumahnya ada kolam renang. Ia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut. Rako tiba-tiba memeluk Kia dari belakang, Kia pun tersenyum sambil menikmati suasana sore di rumah barunya.


"Apakah kamu suka?" tanya Rako lembut berbisik di telinga Kia, Kia pun menganggukan kepalanya


"Suka sekali yank. Terimakasih yaa Suamiku". jawab Kia lembut. Rako membalikan tubuh Istrinya. Ia tak tahan melihat kecantikan istrinya ini. Rako langsung mencium lembut bibir Kia. Dari ciuman biasa menjadi ciuman panas. Tangan Rako bergerilya ke tubuh Kia. Mereka pun sangat lama melakukan ciumannya.


"Ke kamar yuk sayank, kita lihat kamat kita", ujar Rako pelan setelah melepaskan ciumannya. Kia pun menganggukan kepalanya. Sesampai di kamar mereka yang berada di lantai 2, Kia pun terlihat bahagia melihat suasana kamarnya perpaduan warna putih, abu-abu dan hitam.


"Sayank, ini bagus banget. Aku suka nuansa kamar dan warnanya". ucap Kia tersenyum pada Rako.


"Aku yang membuatkan rumah ini buat kamu sayank". ujar Rako merangkul istrinya.


"Kapan kamu membuat rumah ini Yank?" tanya Kia lembut


"Saat kamu setuju menjadi Istri keduaku kala itu". jawab Rako mencium pucuk kepala Kia.


"Terimakasih sayank". ucap Kia mencium pipi Rako. Rako pun tersenyum penuh arti.


"Disana Walk in Closetnya sayank. Baju-baju kamu sudah banyak di sana. " ujar Rako menunjuk ruangan Walk in Closetnya. Kia pun berjalan menuju ruangan itu. Saat di buka, ia begitu terkejut. Banyak sekali pakaian baru untuknya. Bukan hanya pakaian saja, sepatu bermerk, tas bermerk bahkan perlengkapan make up yang mahal pun sudah tersedia.


"Yank, ini..buat aku??" tanya Kia terkejut. Rako sangat bahagia melihat istrinya senang


"Iya sayank" ujar Rako lembut


"Terimakasih yank.. aku senang banget" ujar Kia memeluk Suaminya.


"Kamu harus membayar lebih sayank". ujar Rako menggoda dan menggendong tubuh kia ala bridal untuk di rebahkan di atas ranjangnya. Akhirnya mereka pun melakukan hubungan suami istri lagi.


****


Keesokan harinya..


Kia dan Rako yang masih libur dan menikmati menjadi pengantin baru terlihat sangat bahagia. Rako masih terlelap karena pertempuran semalam yang entah berapa kali itu dilakukan, sedangkan Kia, pagi ini ingin membuat sarapan untuk suaminya. Ia berlalu ke dapur dan mendapatkan Bi Ati yang sedang ingin memasak.


"Pagi Bi.. mau masak apa?". tanya ramah Kia


"Eh..Pagi Non.. Mau bikin nasi goreng Non". jawab Bi Ati yang usianya sekitar 40 tahun.


"Sini Bi, aku saja yang masak, Bibi kerjakan yang lain saja ya". ujar Kia tersenyum


"Tapi Non, nanti Tuan Rako marah" lirih Bibi takut


"Enggak akan kok Bi. Bibi tenang aja ya." ucap Kia tersenyum, akhirnya Bi Ati pergi meninggalkan Kia di dapur.


Kia yang asik menyiapkan sarapan, di kagetkan dengan tangan kekar yang memeluk pinggangnya. Ia pun tersenyum tanpa membalikan tubuhnya. Karena dia sudah tahu pasti Suami nya lah yang melakukan itu.


"Kamu lagi apa sayank? Aku bangun tidur gak ada kamu". ucap Rako lembut


"Lagi buat Nasi Goreng Spesial untuk Suamiku". ujar Kia terkekeh


"Hmm wangi banget". ujar Rako


"Enak ya yank wanginya?" tanya Kia.


"Iya , jadi mau make lagi". jawab Rako


"Kok make lagi? Makan kali sayank ?" tutur Kia bingung.


"Maksud aku Wangi tubuh kamu sayank, aku mau make lagi" ucap Rako menggoda. Dan mendapat cubitan di tangan Rako yang masih memeluk nya dari belakang.


"Yank, aku aja jalannya masih berasa kebal di V aku tahu!" ucap Kia malu

__ADS_1


"Masa sih sayank? coba liat". ujar Rako tersenyum nakal


"Ih tau ah,, ini kapan kelarnya aku masak coba". ujar kia mendengus kesal


"Ya udah aku tinggi di meja makan aja deh". ucap Rako melepaskan pelukannya. Kia pun menarik tangan Rako, dan ia mengecup bibir rako singkat


cup.


"Morning Kiss". ucap Kia malu, Rako pun sangat bahagia


Tak lama kemudian mereka berdua pun menikmati nasi goreng buatan Kia. Para Art pun juga kebagian, karena Kia memasak cukup banyak.


***


Tak terasa sudah hampir seminggu mereka menikah. Kia yang sebentar lagi masa cutinya habis, sangat tidak bersemangat.


"Yank, kamu resign ajalah." ujar Rako pada Kia, mereka tengah merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Tapi apa gapapa Yank?" tanya Kia lembut


"Ya gapapa lah aku malah sangat senang kamu dirumah. Cukup kamu mengurusi aku dan anak-anak kita nanti". ujar Rako lembut


"Yank, seandainya aku juga tidak bisa memberikanmu anak bagaimana?" lirih Kia. Rako pun merubah posisi menjadi miring menghadap ke kia, dengan satu tangan berada di kepalanya


"Hei Sayank, kamu yang selalu mengajarkan aku untuk yakin dengan apa yang kita minta sama Allah. Buktinya.. Kita bisa bersama sekarang." tutur Rako lembut, Kia pun ikut memiringkan tubuhnya saling berhadapan dengan Rako.


"Ya yank, kita terus berDoa ya supaya di kasih kepercayaan untuk memiliki anak." jawab Kia tersenyum.


"Aamiin.." ucap Rako lembut dan mencium kening Kia.


Tiba-tiba ponsel Kia berbunyi tanda pesan masuk. Ia mengambil ponselnya di atas meja samping tempat tidurnya.


Isi Pesan :


Bima : Hai Ki, Selamat menempuh hidup baru ya semoga kamu selalu bahagia walau aku tersakiti 😁. Maaf aku baru ucapin ke kamu. Aku lihat foto pernikahan kamu donk, pasti kamu makin cantik di dandani 😊.


Ya, ternyata Bima yang mengirim pesan. Rako melihat ekspresi Kia yang berubah saat membaca pesan itu pun bertanya.


"Dari siapa yank?" tanya Rako datar


"Eh,,ini dari ..." jawab Kia ragu, Rako pun merebut hp Kia.


"Bima?" tanya Rako datar menatap Kia


"Itu teman kantor Yank." jawab Kia lembut


"Maksudnya apa kok dia bilang tersakiti? Dia suka sama kamu?" tanya Rako datar. Kia pun menelan salivanya.


"Gak usah di balas". ujar Rako dingin dan mengembalikan ponsel Kia. Ia pun langsung berbaring dan membelakangi Kia. Kia pun menghela nafasnya.


"Yank, kok bobo nya hadap sana! Siniii" ujar Kia manja sambil menarik tangan Rako.


"Aku lagi mau hadap sini". jawab Rako datar


"Kamu marah? Kan dia yang chat aku Yank." ujar kia


"Hmm". jawab Rako singkat tanpa membalikan tubuhnya.


"Yasudah" lirih kia dan berjalan keluar kamar.


"Kamu mau kemana??" tanya Rako dingin saat melihat Kia ingin membuka handle pintu kamarnya


"Cari angin". jawab Kia singkat. Dan berlalu meninggalkan Rako. Kia sedang duduk menghadap kolam renang. Ia menikmati angin malam yang sejuk. Ia hanya menggunakan piyama tidurnya. Tanpa di sadari ia meneteskan air mata.


Rako memperhatikan istrinya itu dari jarak yang tidak terlalu jauh. Ia sangat menyesal sudah merajuk pada istrinya. Ia pun mengikuti istrinya, yang ternyata berada di belakang rumah.


"Maafkan aku sayank". ucap Rako lembut memeluk Kia yang posisi duduk. Kia pun menangis


"Aku tidak ada apa-apa dengan dia, bahkan dengan pria mana pun". lirih Kia.


"Ya sayank aku percaya. Aku hanya cemburu melihat ada pria yang menyukai kamu". ujar Rako mencium pipi Kia.


"Yuk masuk lagi, disini dingin loh", ujar rako lembut melepaskan pelukannya. Kia pun menganggukan kepalanya.


Akhirnya mereka kembali ke kamarnya, dan tentunya Rako meminta hak nya sebagai suami untuk ke sekian kalinya.


****


Hari Minggu ini, Dinda dan Shiren sudah menelpon Kia bahwa akan main ke rumah barunya. Tentu nya Kia sangat senang, karena selama cuti, ia hanya melayani Rako di ruamahnya saja, dan beberapa kali ke mall untuk membeli kebutuhan di dapur dan berbagai cemilan untuk Kia. Karena keberangkatan bulan madu mereka ke Maldives masih dua minggu lagi. oleh karena itu Kia di minta Rako untuk mengundurkan diri dari perusahaannya.


"Yank, Shiren sama Dinda nanti sore mau kesini, gapapa kan sayank?" tanya Kia lembut pada suaminya yang sedang menatap laptop di ruang kerjanya. Walau dia seorang Ceo, ia tetap bertanggung jawab ata kerjaannya, bahkan beberapa hari lalu dia datang ke kantor untuk bertemu klien penting.


"Boleh donk.." jawab Rako lembut dan menatap lia sekilas


"Makasih ya sayank.."cup.. ujar Kia senang dan mengecup pipi Rako. Rako pun menghentikan aktivitasnya dan ia menatap kia.


"Wahh.. istriku kalau lagi senang nyosor duluan yaa". ujar Rako terkekeh. Kia pun merasa malu


"Ih bukan gitu yank.. aku cuma seneng aja mereka mau datang". ucap Kia malu


"Ya sayank, undang saja teman-temanmu kalau kamu bosan." ujar Rako lembut

__ADS_1


''Dan nanti kita undang Shania dan bang Pandu kesini". tutur Rako yang membuat Kia terharu. Pasalnya Rako juga menyayangi keluarga Kia.


"Terimakasih sayank, pasti Kak Nia senang banget",saut Kia tersenyum senang


"Aku akan bahagia jika kamu bahagia Yank".tutur Rako lembut dan berdiri berhadapan dengan kia. Perlahan wajah Rako mendekat, dan cup. Rako mencium bibir Kia lembut, dan kia pun membalasnya. Rako mulai menggerayangi tubuh Kia, hingga terjadilah hubungan intim itu di ruang kerja Rako.


****


Sore pun tiba..


Rako dan Kia yang sedang menonton tv di ruang keluarga, mendengar suara bel di depan pintu rumahnya. Dan terdengar suara heboh para gadis yang mencari sosok Kia. Bi Ati yang membukakan pintu pun mempersilahkan dua gadis itu untuk masuk dan menunggu di ruang tamu. Dinda sangat bahagia melihat kehidupan Kia sekarang. Ya, karena dia tahu dari dulu Kia sangatlah sederhana. Dan sekarang, ia menjadi Cinderlela yang selamanya akan mendampingi sang Raja.


"Permisi Tuan, Non.. Ada teman-teman Non Kia datang".ucap Bi Ati ramah.


"Oh Dinda..Shiren".ucap Kia berlalu meninggalkan Rako dan Bi Ati. Rako pun menyusul istrinya.


"Dinda..Shiren!!!" teriak Kia senang memeluk sahabatnya itu. Mereka pun berpelukan sepertu sudah tidak ketemu beberapa bulan saja.


"Ki, loe kok makin cantik sih". ujar dinda tersenyum


"Iya bener..udah gitu nih pipi makin tembem". saut Shiren mencubit pipi Kia


"Ih kalian nih, jangan gitu donk. Iya nih aku emang makan terus". ujar Kia, yang membuat rako tersenyum senang, Rako pun menghampiri sepupu dan teman istrinya itu.


"Kalian berdua saja?" tanya Rako pada mereka


"Iya Bang, masa mau se Rt!" jawab Shiren meledek, dan semua terkekeh.


"Ya udah yuk masuk, kita ke belakang yuk.." ajak Kia menuju kolam renang pada mereka. Dinda dan Shiren pun sangat terpana melihat kemegahan rumah Kia dan Rako. Rako sendiri izin pada Kia untuk ke ruang kerja.


"Ki, ini mewah banget sumpah!!" ujar Dinda


"Iya Kak, Nenek ganjen aja dulu pernah minta pindah ke rumah kaya Mami dari Apartement, tapi Abang nolak terus. Dan sekarang..Abang membuat ini semua untuk Kakak.. Begitu besarnya cinta kalian". saut Shiren terharu


"Makasih ya Ren, Din.. Aku juga sangat beruntung punya suami kaya Rako''. tutur Kia lembut. Mereka pun duduk di depan kolam renang, tentunya dengan minuman jus dan berbagai cemilan.


"Nanti makan malam sama-sama ya, aku nanti masak sop ayam, perkedel, kentang balado dan sambal loh", ujar Kia


"Mauuuu". ucap Dinda dan Shiren bersamaan. Kia pun tertawa.


"Eh, Ki.. Bima penasaran banget liat foto pernikahan loe! Dia nanya ke gw terus", ucap dinda


"Huft.. Kemarin aja Rako sempat salah paham sama gw Din, gara-gara Bima chat aku kaya gini". ujar Kia menunjukan isi chat Bima. Shiren dan Dinda pun membacanya.


"Wah bener-bener dia ya, gw kasih pelajaran juga tuh orang!". tutur Shiren kesal.


"Udahlah Ren, toh dia gak ganggu Kak Kia juga". saut Kia lembut.


"Oia Din, gw kayaknya mau resign aja deh.. Suami gw udah nyuruh terus", tutur Kia pada Dinda yang kebetulan Hrd disana.


"Ciee Suamiku Ren!!" ledek Dinda terkekeh. Kia pun memukul lengan Dinda.


"Ya Ki, gampang. Besok loe udah ngantor kan? loe langsung buat aja surat pengunduran dirinya. Palingan seminggu kemudian loe berhentinya, nanti gw bisa bantu." tutur Dinda.


"Ribet amat sih Kak, bilang aja sama Abang, nanti di urus tinggal cuss deh. Toh Perusahaan itu milik Kak Kia juga sekarang". saut Shiren pada mereka.


"Ya beda lah Ren, kan semuanya gak tahu aku Istri Rako." ujar Kia pelan


"Lagian sih Kakak pake ngumpetin segala. Toh gosip di kantor itu udah lama gak ada kak. Udah di urus sama Bang Al semua". ujar Shiren


"Iya Ki, loe harus buat resepsi lagi di Jakarta. Dan undang semua yang di kantor Pak Rako. Tahu sendiri status dia Duda banyak yang ngincer. Dan cuma sebagian aja kan yang tahu dia udah nikah".ucap Dinda yang membuat Kia berpikir


"Bener juga kata Dinda. Toh aku bukan pelakor. Aku nanti harus bicara sama Rako mengenai Resepsi di Jakarta". batin Kia.


"Iya Din, nanti aku bicarakan sama Rako dulu". ucap Kia lembut


Mereka pun akhirnya menikmati makan malam masakan Kia. Rako yang selalu di layani oleh Kia membuat Dinda dan Shiren saling senggol akan keromantisan mereka. Shiren sangat tahu bahwa Lidya tidak pernah mengambilkan nasi apalagi memasak untuk Suaminya. Ia benar-benar bahagia melihat Abangnya itu menemukan Istri yang cantik, baik, Solehah dan perhatian.


****


°


°


°


°


°


##Halloo.. Masih disana kan?? 😄


Jujur..aku jadi makin semangat nulisnya karena komentar positif kalian. 😊


Terimakasih ya atas dukungan, kritik dan sarannya. Tetap ikutin terus yaa.


Nanti ada beberapa konflik di episode yang aku belum bisa tentukan kapannya..😆


Tapi yang pasti, Rako dan Kia bukan lah orang lemah. So..Simak terus yaa, Jangan lupa Like, comment dan Vote nya 💙


Terimakasih Sayaaaank 😙

__ADS_1


__ADS_2