Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Surat Cerai


__ADS_3

"Heii Kia!!!..Gw tahu yaa loe lagi deket sama Ceo kita yang masih BERISTRI itu!!"..ucap Shinta lantang menghampiri meja Kia. Kia yang sedang duduk membereskan file-file nya pun tersentak kaget karena ucapan Shinta yang tiba-tiba suda di hadapannya dengan berdiri. Dia memang sudah tahu kalau Shinta adalah Adik dari Lidya, Istri Rako. Namun, Rako meminta pada Kia seolah-olah tidak mengetahuinya. Karena Rako lagi mengikuti permainan Shinta.


"Maksud loe Sin??" tanya Kia dingin. Sontak shinta merasa sangat kesal.


"Emang ya Pelakor itu gak akan pernah kau ngaku!!" ujar Shinta tersenyum getir, Dinda pun menarik nafas dalam dan membuangnya dengan kasar, lalu ia berdiri agar sejajar dengan Shinta.


"Pelakor?? Gw ?? Loe kenapa sama gw Shin?? Apa karena Bima gak bales cinta loe jadi loe masih kesel sm gw ??" ucap Kia tenang dan terkekeh. Sinta pun semakin benci dengan Kia. Ia menahan amarahnya ingin sekali ia menampar wajah Kia, namun ia ingat ada Cctv di setiap sudut.


" Ini gak ada urusannya sm Bima ya cewek murahan!!!" ujar Sinta bersuara tinggi. " Loe itu harusnya ngaca!! Level loe itu jauhhh banget sm Pak Rako!!! Istri dia itu Jauhhhhh lebih cantik dari Loe yang cuma Reseptionist Miskin dan Gak tahu diri!?!" saut lagi Shinta yang tersenyum meremehkan. Kia sangat sakit hati akan ucapannya Shinta. Dadanya begitu sesak. Ia bukan Pelakor. Ia ingin sekali pergi dari hadapan Shinta.


"Siapa yang bilang dia Pelakor??! suara bass terdengar oleh kedua wanita itu. Shinta langsung menoleh ke belakang, ia sangat terkejut , Sedangkan Kia sedikit lega kedatangan laki-laki ini.


"Pak Ali??!" ucap Shinta terkejut.Ya, laki-laki itu adalah Ali, Asisten Rako. Ali yang ingin memberikan berkas pada Pak Regar, melihat keributan di depan meja Receptionis. Ia juga mendengar ucapan Shinta pada Kia. Ali berjalan mendekat ke arah Shinta dan kia. Shinta sangat gugup Ali mulai mendekat.


" Siapa yang Pelakor??!" ucap lagi Ali dengan Dinginnya pada Shinta dan menatap tajam gadis itu. Shinta pun sangat ketakutan.


"I,.itu Pak.. Saya lagi menegur Kia. Karena Kia sepertinya sedang berusaha mendekati Pak Rako!", jawab Shinta takut dan pelan.


"Lalu..hubungannya sama kamu apa???Kamu saudara Pak Rako?? Atau kamu Saudara Istrinya yang sebentar lagi jadi Mantan Istrinya?!!"ucap Ali datar dan tegas. Shinta pun membulatkan matanya.


"Sa..saya ha..hanya kasihan sama Istri Pak Rako karena adanya seorang Pelakor Pak!!" ucap Shinta terbata-bata dan melirik tajam Kia


"Wah perhatian sekali kamu ya! Tapi sayangnya mereka itu bercerai bukan karena orang ketiga. Melainkan Istrinya saja yang Jahat dan licik!!" saut Ali tersenyum getir, Shinta pun refleks marah Kakaknya di hina.


"Jaga bicara Anda Pak!!! Dia tidak seperti itu!!" ucap Shinta menunjuk Ali dan bersuara tinggi. Kia sangat terkejut. Sedangkan Ali hanya tersenyum penuh arti.


"Wow.. sepertinya kamunkenal baik dengan Istri CEO kita?!!" ucap Ali terkekeh. Shinta pun langsung melemas.


"Bodoh!! kenapa gw sampai keceplosan gini sih!! kalau ketahuan gimana coba!?" batin Shinta ketakutan.


"Helooowww!!". ucap Ali mengkibaskan tangannya di depan wajah Shinta yang bengong. Sinta pun melonjak kaget.


"I..iya Pak.. Maaf Pak saya tidak bermaksud marah sama Bapak. Saya cuma merasa kasihan menjadi Istri pak Rako. Sudah di ceraikan, terus di hina seperti itu". ujar Shinta menunduk.


"Kamu dengar yaa SINTA!!" ucap Ali penuh penekanan.." Jangan ikut campur urusan orang!!Apalagi urusan Boss kamu!! Dan mau dia dekat dengan siapapun ,itu bukan urusan kamu!!! Dan Kia bukan lah Pelakor.!! Malah saya dan Pak Rako menyukainya!!" ujar Ali tersenyum meledek. Kia pun membulatkan matanya, begitupun Shinta.


"Jika kamu masih mau bertahan di Perusahaan ini, jangan pernah ikut campur urusan orang lain!! Mengerti kamu!!!" ujar lagi Ali dengan suara tinggi. Shinta pun terlonjak kaget.


"I..iya Pak". saut Shinta.


"Sekarang sana kembali kerunganmu!! ini masih jam kerja bukan?!!" ucap Ali datar.


"Baik Pak"., jawab Shinta dan berjalan menuju ruangannya. namun langkahnya terhenti mendengar panggilan Ali.


"Hei tunggu!! Kamu minta maaf dulu sama Kia!!". ucap Ali tegas, Shinta pun membulatkan matanya. Ia malas sekali harus meminta maaf dengan orang yang sangat dia benci. Namun karena dia tidak mau Ali curiga, akhirnya dengan sangat terpaksa dia meminta maaf.


"Maaf ya". ujar datar Shinta, Kia pun tersenyum. Shinta langsung masuk ke dalam ruangannya.


"Makasih ya Al.." ucap Kia lembut pada Ali.

__ADS_1


"Sama-sama Calon Kakak ipar". ujar Ali terkekeh


"Syutt!! jangan ngomong macem-macem Al!!" ucap Kia menaruh jari telunjuk di mulutnya. Ali pun terkekeh.


"Sungguh beruntungnya Abang di cintai wanita secantik dan sebaik dia!". batin Ali menatap Kia.


****


Rako sudah memproses perceraiannya dengan Lidya. Ia juga memakai pengacara yang handal. Rako sekarang dalam perjalanan menuju Lapas X bersama pengacaranya. Ia ingin meminta tanda tangan Lidya di surat cerai nya.


Tak butuh waktu lama, Rako dan pengacaranya sudah sampai di tujuan. Dan sekarang ia sedang menunggu Lidya keluar untuk bertemu dengannya.


"Mas..?" ucap Lidya ingin memeluk Rako. Namun, pengacara Rako menghalanginya. Lidya sekarang duduk berhadapan dengan Suami dan seorang pengacara.


"Gimana kabar kamu hmm.?" tanya Rako datar. Lidya pun menangis.


"Mas,,aku mohon keluarkan aku dari sini ..hiks.." ucap Lidya menangis.


"Apakah kamu menyesali perbuatan kamu??" tanya dingin Rako menatap tajam Lidya


"Aku melakukan itu karena kamu sudah tidak adil Mas!!" teriak Lidya.."Dia yang belum menjadi Istri kamu aja sudah kamu prioritaskan!!" ucap lagi Lidya. Rako hanya tersenyum getir menanggapinya.


"Lidya..Lidya!! Apa kamu lupa perjanjian Kita hah?? Dari awal menikah aku sudah ingin menceraikanmu karena kamu sudah tidak suci lagi!! Tapi kamu menolak kan??" ucap Rako terkekeh, Lidya hanya diam.


"Dan bahkan Kia menolak menjadi istri keduaku karena dia tidak mau menyakiti kamu!!!" ucap Rako bersuara tinggi. "Karena dia tahu, pasti aku akan lebih perhatian padanya dan bersikap tidak Adil!!!Tapi kamu.. kamu kan yang mengemis pada Kia agar dia tetap mau menikah denganku?!! Kenapa Lidya!! Harusnya kan kamu senang!!" ucap lagi Rako terkekeh. Lidya hanya diam dan takut


"A..aku menyesalinya Mas. Aku sadar aku lebih mencintai kamu dibandingkan Harta kamu.,hiks".. ucap Lidya pelan, Rako pun tertawa mendengarnya.


"Haha..Lidya..Lidya!! Kamu pikir aku Bodoh!!.. Nih tanda tangan!! Aku tidak punya waktu banyak!!" ujar Rako memberikan kertas yang isinya Gugatan Cerai Rako. Lidya sangat terkejut.


"A..apa ini?!" tanya Lidya pelan dan mengambil kertas itu.


"Gugatan Cerai!!" jawab Rako tegas.


"Nggak!! Sampai kapanpun aku gak akan mau tanda tangan surat ini!!!" teriak Lidya melempar kertas ditangannya.


"Kamu ini tidak tahu malu ya Lidya!!" ujar Rako dengan tatapan tajam.


"Jelas-jelas kamu tidak bahagia denganku!! Dan aku tidak pernah mencintai kamu!! Lalu apa yang mau kamu pertahankan?? Apa kamu butuh uang hmm??? Berapa yang kamu mau???!" ucap lagi Rako dingin.


"Oke!! aku akan menanda tangani surat itu!! Tapi dengan satu syarat!!" ucap Lidya tersenyum penuh arti. Rako meredupkan matanya seolah bertanya apa rencana Lidya.


"Katakan!!" jawab Rako datar


"Bebaskan aku dari sini!!" ucap Lidya penuh penekanan. Rako pun tersenyum penuh arti.


"Oke. Tanda tangani dulu nanti pengacaraku akan membantu mu". ujar Rako. Lidya pun tersenyum.


"Baiklah..Sini kertasnya."ucap Lidya . Rako pun merasa Lidya sangatlah bodoh.

__ADS_1


Pengacara Rako memberikan surat cerai itu dan Lidya pun sudah menanda tanganinya.


"Aku sudah tanda tangan Rako!! Sekarang giliranmu membebaskan aku!!" ucap Lidya yang sudah merubah panggilannya pada Suaminya itu, Rako pun terlihat tidak memperdulikannya.


"Saat resmi bercerai denganmu, aku akan membebaskanmu!" ucap Rako tersenyum getir dan pergi meninggalkan Lidya yang masih duduk.


"Brengsek kamu Rako!! Kamu sudah menipuku!!!Bebaskan aku Rako!!!" teriak Lidya pada Rako yang sudah tidak terlihat itu. Dua orang Polisi dengan sigap langsung memegangi kedua tangan Lidya yang berontak. Dan dia sudah di masukkan ke dalam sel lagi.


****


#Di Rumah Utama#


"Mi, Mami...?" teriak Rako memanggil Ibunya di Rumah Mewahnya.


"Ada apa sih sayank teriak-teriak gitu!! Bahagia banget kayanya?!" ucap Mami yang menghampiri anaknya.


"Aku bahagia banget Mi, aku sudah lepas dari Iblis itu!!" ujar Rako memeluk Maminya. Mami pun membalas pelukan Rako.


"Maksud kamu, kamu resmi bercerai dengan dia??" tanya Mami dalam pelukan Rako, Rako pun melepaskan pelukannya dan tersenyum.


"Iya Mi. Dan segera di proses oleh pengacaraku". jawab Rako tersenyum senang. Rako juga menceritakan soal Lidya yang memberi syarat itu.


"Lalu apa kamu akan membebaskannya??" tanya Mami khawatir


"Tentu saja.." Rako menjeda ucapannya.." TIDAK AKAN PERNAH Mi!!" lanjut Rako dan membuat maminya bernafas lega.


"Syukurlah, Mami sangat senang mendengarnya. Maafkan Mami ya sayank". tutur Mami lembut dan meneteskan air matanya, ia sungguh menyesal memaksa Rako menikah dengan Lidya. Bahkan selama bertahun-tahun anaknya tidak bahagia. Rako pun menggenggam kedua tangan Maminya.


"Sudahlah Mi. Yang terpenting Mami tidak akan melakukan hal yang sama lagi!!" ucap Rako lembut


"Tentu sayank. Mami sangat merestui hubungan kamu dengan Kia." ucap mami tersenyum. Rako pun bahagia mendengarnya


****


°


°


°


°


°


°


#Hai semua.. jangan lupa Like, Comment dan Votenya ya, biar aku semangat bikin ceritanya. 😊


Terimakasih pada kalian yang setia menunggu kelanjutan Episodenya.😙

__ADS_1


__ADS_2