Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Ketahuan


__ADS_3

Tiga hari kemudian..


Surat resign Kia sudah di approve oleh Pak Regar. Awalnya Pak Regar meminta Kia untuk menunggu dua bulan lagi, namun Kia tetap pada pendiriannya, ia mengatakan bahwa suaminya akan berangkat ke luar kota hari sabtu ini. Pak Regar pun akhirnya menanda tangani surat resign Kia itu.


Dan dua hari lagi Kia bekerja di kantor Suaminya, karena ia akan fokus mengurus Suami dan Anak-anaknya kelak.


"Ki, kata Pak Regar jumat kan loe terakhir tuh, kita mau makan-makan di Restorant Jepang Pa***u yaa. Gw udah booking juga jam setengah 5 sore udah disana". ucap dinda pada Kia. Kia pun terkejut.


"Apa?? Kok loe gak bilang gw dulu sih Din!" ujar Kia kaget


"Ih loe mah, harusnya nih Pak Regar nyuruh kita diem-diem aja, mau kasih surprise gitu ke loe. Nah gw ngomong ke loe sekarang supaya loe bisa bilang laki loe. Jadi loe nanti pura-pura gak tahu yaa!" tutur Dinda. Kia pun menghela nafasnya


"Ya udah deh nanti gw bilang laki gw". ucap Kia pasrah.


****


Kia sehabis menerima telepon dari suaminya bahwa ia sudah di parkiran, langsung berjalan ingin menghampiri Rako. Tak butuh waktu lama Kia menghampiri Rako yang sedang bersandar di pintu mobil sambil menelpon seseorang. Kia pun berdiri di sampingnya menunggu suaminya selesai.


"Maaf sayank tadi si Sam yang telepon". ujar Rako selesai menelpon dan mencium kening Kia. Kia pun mencium punggung tangan Rako.


"Yaa yank, yuk pulang.."ucap Kia lembut, mereka pun masuknke dalam mobil. Semenjak menikah, Rako jarang menggunakan supir, kecuali saat ia tidak bersama Kia atau ada kerjaan di luar, Ali lah yang mengendarai mobilnya.


Tanpa mereka sadari, ada pasang mata melihat kejadian Rako dan Kia di parkiran. Seseorang itu sangat terkejut. Ia sengaja mengikuti Kia karena ia mendengar kia sedang teleponan dengan Suaminya.


#Flashback On#


"Assalamualaikum Yank..Oh kamu udah di bawah, ya udah aku turun ya". itulah ucapan Kia di balik telepon yang terdengar oleh orang itu. Orang itu pun itu yakin bahwa Suami Kia menjemputnya di lantai bawah. Karena penasaran, ia pun mengikuti Kia. Dia masih setia membuntuti Kia, hingga kia menuju lantai bassement. Dia sempat heran kenapa Kia ke Bassement Vip dimana tempat CEO yaitu Rako, Ali dan Shiren memarkirkan kendaraannya. Ia pun berjarak tidak telalu jauh dengan Kia.


" Maaf sayank tadi si Sam yang telepon",ujar Rako dan mencium kening Kia. Orang itu sangat terkejut. Ia sampai membulatkan matanya.


"Yaa Yank, Yuk pulang".jawab Kia yang di dengar orang itu


"Ja..jadi Pak Rako suami Kia?!!" gumam orang itu dan langsung pergi dari Bassement Vip itu.


#Flashback Off#


"Apa benar Kia penyebab cerainya Pak Rako dengan istri pertamanya?" orang itu bermonolog sendiri di ranjangnya


"Gw harus tanya ke Dinda". gumam orang itu dan ia langsung menghubungi Dinda


tut..tut..


"Hallo". jawab Dinda


"Din, gw mau ngobrol penting sama loe. Ini tentang Kia. Gw tunggu di Cafe X jam 7 malam ya". ujar orang itu langsung menutup teleponya. Dinda pun bingung dan tetap bersiap-siap menuju Cafe X. Kebetulan tidak jauh dari rumahnya.


Di Cafe


"Sorry..udah lama nunggu?" tanya Dinda pada orang itu yang telat 15 menit. Ia pun langsung duduk di hadapan orang itu.


"Santai aja Din.. mau pesan apa?"tanya orang itu


"Capucino aja lah, gw udah makan tadi" jawab Dinda. Orang itu pun memanggil Waitres dan memesan Capucino untuk Dinda.


"Sebenarnya ada apa sih loe ajak gw kesini??" tanya dinda datar


"Langsung aja ya Din. Gw udah tau siapa suami Kia!!" jawab Orang itu dingin dan Dinda pun terkejut.


"Ma..maksud Loe?? " tanya Dinda gugup


"Gw tadi sore gak sengaja mendengar Kia telponan sama suaminya yang sudah menunggu dibawah. Gw penasaran banget sosok pria idaman Kia itu seperti apa, makanya gw ngikutin Kia. Dan gw benar-benar gak nyangka Din, ternyata Pak Rako lah suaminya Kia". ucap Orang itu, Dinda pun membulatkan matanya


"Ja..jadi loe membuntuti Kia??" tanya Dinda bersuara tinggi


"Tenang Din.. Gw gak akan kasih tau yang lain. Loe tau kan gw suka sama dia??.. Gw cuma mau nanya aja sama loe, apa gosip dulu itu benar kalau adanya pelakor dalam rumah tangga Pak Rako dan isterinya dulu??" tanya orang itu serius. Dinda pun mengerti maksud dari perkataannya.


Dinda menghela nafasnya..


"Itu gak bener. Pak Rako cerai dengan istrinya karena istrinya menyuruh orang untuk memperkosa Kia. Untungnya aksinya gagal, karena Kia berhasil melawannya dan dibantu Pak Rako juga. Udah gitu Istrinya pernah beberapa kali mencampuri obat yang sangat berbahaya untuk Pak Rako yang saat itu masih suaminya. Sekarang dia sudah di penjara". tutur Dinda menjelaskan. Orang itu pun terkejut mendengar cerita dinda, tapi ia juga tenang bahwa bukan Kia perusak rumah tangga orang.


"Syukurlah.. tapi kenapa Istri Pak Rako bisa mau mencelakai Kia?? tanya Orang itu. Akhirnya Dinda pun menceritakan semua dari awal.Bahkan tentang Shinta alias Sindy.Orang itu pun sungguh terkejut dan akhirnya pun ia mengerti.


"Pantas saja Kia tidak pernah membuka hatinya untuk pria lain. Ternyata cinta mereka benar-benar tulus. Dan gw benar-benar gak nyangka Shinta sejahat itu". ucap Orang itu pelan


"Gw harap loe gak cerita sama siapapun ya Bim, karena sekarang cuma loe yang tahu dikantor". ujar Dinda. Ya, orang itu adalah BIMA. Bima sudah tahu semuanya sekarang.


"Loe tenang aja Din. Tapi harusnya Kia membuat resepsi di Jakarta agar dia tidak di tuduh macam-macam" ucap Bima


"Insyaallah dalam waktu dekat kok Bim Resepsinya", ujar Dinda senyum.


"Gw di undang yaa". ujar Bima terkekeh, mereka pun tidak lama di Cafe X dan akhirnya kembali ke rumah masing-masing.


****


Kia sedang bersandar di ranjangnya bersama Rako. Kia menggunakan baju tidur yang tipis diatas lututnya, sedangkan Rako memakai baju tidur lengan pendek dan celana panjang.


"Yank, tadi Dinda bilang katanya Pak Regar mau adain acara buat perpisahan aku jumat ini di Pa***u sepulang kantor." ucap Kia lembut


"Wah kamu hebat sayank, baru 1 tahun kamumsudah di sayang Pak Regar" ujar Rako terkekeh.

__ADS_1


"Ya mungkin emang sudah tradisi disana yank, kalau ada yang resign ngadain acara makan-makan."ujar Kia datar


"Gak yank, Pak Regar itu bisa di bilang pilih-pilih orangnya. Bahkan dulu ada anak buah dia, sudah bekerja 5 tahun, tapi dia tidak membuat acara seperti ini. Shinta aja gak kan?" ujar Rako terkekeh, Kia pun menganggukan kepalanya


"Oh gitu., Alhamdulillah donk aku termasuk orang yang terpilih oleh Pak Regar" ucap Kia senyum-senyum, Rako pun menyentil dahi Kia pelan.


"Gak usah senyum-senyum gitu.. " ujar Rako. Kia pun mengusap dahinya


"Ih kamu mah sakitt tau!" ujar kia cemberut.


"Aku kan pelan sayank.. sini aku liat". ujar Rako melihat dahi Kia.


"Terus jumat nanti aku pulangnya sama Dinda ya yank, kamu duluan aja". tutur Kia lembut.


"Gak, kamu sama aku, nanti aku pakai mobil lain jemput kamu disana". ujar Rako, Kia pun akhirnya mengalah. Rako pun mencium bibir Kia pelan, hingga Kia pun membalasnya. Rako pun akhirnya meminta hak nya lagi..


****


Hari Jumat pun tiba..


Pagi ini Kia sangat cantik. Ia memakai dress berwarna putih berkerah dengan panjang selutut dan sedikit longgar, serta di ikat pinggang kecil berwarna hitam melingkari pinggangnya yang ramping itu. Rambutnya di ikat menjadi satu, dan wajahnya sedikit di poles bedak dan lipstik pink.


"Pagi Kia.. Cantik banget hari ini". sapa Bima ramah.


"Pagi Bim.. Makasih ya" saut kia tersenyum


"Hari ini kamu terakhir di sini ya Ki? Kamu masih mau kan berteman sama aku??" tanya Bima pelan.


"Iyalah Bim, kita tetap teman kok". jawab Kia ramah, Bima pun senang mendengarnya. Bima pun pamit ke mejanya kembali.


Tak lama kemudian datang Nadia receptionist yang akan menggantikan Kia.


"Pagi Ki.." sapa Nadia yang umurnya sama dengan Kia. Ia berwajah manis, rambutnya panjang sedada, kulitnya kuning langsat, dan agak tinggi.


"Pagi Nad.." jawab Kia ramah.


Kia pun menyerahkan semua data-data klien yang biasa di kirim teman-teman kantornya dan Pak Regar. Nadia pun sudah paham semua kerjaan Kia.


Sore pun tiba.


"Ki, kamu bawa motor gak?" tanya Pak Regar yang menghampiri ke mejanya Kia.


"Enggak Pak, memangnya kenapa Pak?" tanya Kia ramah dan pura-pura tidak tahu


"Oke, kamu sama Dinda ikut mobil saya ya, kita mau makan-makan aja''." jawab Pak Regar


"Wah asik.. oke deh Pak". tutur Kia tersenyum.


"Selamat Sore semuanya.. Terimakasih sudah mau menyempatkan waktunya di sini. Saya ingin menyampaikan bahwa acara ini adalah untuk memberikan Kia sebuah kenangan bahwa ia pernah menjadi Karyawati terbaik di MANGO GROUP. " ucap Pak Regar memberikan sambutan dan di iringi tepuk tangan dari teman-temannya. Kia pun terharu dengan semua ini.


"Dan untuk Kia silahkan maju ke dapan" ujar Pak Regar, Kia pun maju ke depan dan berdiri di samping Pak Regar. "Terimakasih kamu sudah bekerja sangat baik selama 1 tahun ini. Dan ini ada kenang-kenangan dari kita semua disini, sekali lagi saya ucapkan Selamat menempuh hidup baru semoga kami bahagia selalu" lanjut Pak Regar lembut dan memberikan 2 buah paper bag berisikan tas bermerj dan sepatu kets bermerk. Kia pun tidak menyangka akan di berikan hadiah yang diwakili Pak Regar.


"Terimakasih banyak Pak". ujar Kia lembut sambil menerima pemberian Regar.


"Mungkin kamu mau memberikan satu dua kata untuk kita di sini?" ucap Pak Regar. Kia pun menanggukan kepalanya.


"Assalamualaikum Teman-teman.. Saya mengucapkan banyak terimakasih pada kalian semua, dan Pak Regar, yang mana saya sudah di perlakukan sangat baik selama bekerja di Mango Group kurang lebih 1 tahun ini. Saya harap perpisahan ini bukanlah akhir dari kita menjalin pertemanan. Dan Insyaallah dalam waktu dekat saya akan mengadakan resepsi pernikahan saya di Jakarta, tentunya kalian semua akan saya undang". ucap Kia tersenyum, Teman-temannya pun termasuk Pak Regar sangat antusias mendengarnya


"Dan saya minta maaf jika selama ini ada perkataan atau perbuatan saya yang kurang menyenangkan baik sengaja atau tidak sengaja pada Pak Regar dan teman-teman di sini", lanjut Kia sedikit bersedih, ia sudah nyaman sekali dengan teman-temannya yang baik, Tapi ia juga harus menuruti perkataan suaminya. Dinda yang sedari tadi diam, ternyata menangis dalam diam. Ia sangat kehilangan sosok sahabat di kantor, walau di luar kantor tetap akan menjadi sahabat, tapi ia merasa kehilangan teman curhatnya di kantor.


"Baik Kia, saya pribadi dan mewakili teman-teman di sini juga meminta maaf jika ada ucapan atau sikap kita yang buat kamu sakit hati" ujar Regar lembut . "Baiklah mari kita makan sepuasnya'',, saut lagi Pak Regar bersemangat, Kia pun kembali duduk bersama Dinda dan lainnya. Tak lupa juga mereka berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.


1 jam berlalu..


Mereka sudah menyelesaikan acaranya. Rako sudah mengirim chat pada Kia bahwa dia sudah berada di parkiran sebelah mobil Dinda. Kia pun dan lainnya pada beranjak dari duduknya untuk pulang ke rumah masing-masing. Dan mereka pun bersalaman pada Kia, termasuk Bima.


"Kamu di jemput Ki?" tanya Bima


"Eh,, aku bareng Dinda Bim". ujar Kia bohong, Dinda pun belum bicara pada Kia bahwa Bima sudah tahu semuanya.


"Maaf ya Bim kalau selama ini aku banyak salah", ujar Kia ramah. Bima pun tersenyum


"Sama-sama Ki.. Aku doakan kamu cepat-cepat dapat momongan ya" ujar Bima lembut


"Aamiin". ucap Kia dan Dinda bersamaan.." Ya udah kita duluan ya Bim..Dah.." ucap Dinda. Kia dan Dinda pun menuju parkiran. Sebelum masuk mobil Rako yang sudah di dalam, Kia memeluk erat Dinda.


''Makasih ya Din udah menjadi sahabat gw yang paling baik"., ujar Kia meneteskan airmata, Dinda pun tak kuasa menahan air matanya


"Sama-sama Ki..hiks.. gw sayang sama loe". ujar dinda membalas pelukan Kia.


"Pokoknya setiap minggu loe harus main ke rumah gw, atau kita jalan bareng ya", ujar Kia melepaskan pelukannya.


"Siap Bu Boss" ucap Dinda terkekeh. Kia pun akhirnya masuk ke mobil Rako yang berwarna hitam itu.


"Maaf lama ya sayank?" tanya Dinda lembut


"Gak kok, baru 15 menitan lah"jawab Rako senyum dan menjalankan mobilnya.


Dalam perjalanan Kia menceritakan semua yang terjadi di Restorant tadi, ia juga memberi tahu bahwa ia di berikan hadiah. Rako pun tersenyum menanggapinya.

__ADS_1


"Ohia sayank, besok Mami mau kerumah, mau cobain masakan kamu loh". ucap Rako senyum, Kia pun kaget.


"Apa?? Duhh aku takut Mami gak cocok sama masakan aku yank?" lirih Kia melihat suaminya yang sedang menyetir itu. Rako pun melirik sekilas Kia dan tersenyum.


"Lidah Mami itu sama kaya aku yank, jadi kamu tenang aja ya. Mami juga senang kamu berhenti kerja loh". ujar Rako lembut


"Huft Syukurlah.. Terus besok masak apa donk yank?" tanya Kia panik


"Hmm.. Kamu masak makanan sunda aja, Mami waktu lamaran kerumah kamu bilang masakannya enak loh", jawab Rako


"Itu kan Chatering yank.." saut Kia cemberut Rako pun terkekeh


Mereka pun akhirnya sampai di rumahnya.


****


Keesokan Harinya..


Sabtu pagi ini Kia sibuk di dapur di bantu Bi Ati. Ia sedang menyiapkan makanan untuk sang mertua yang akan datang untuk makan siang bersama. Sebelumnya ia dan Rako sudah sarapan roti dan susu. Sekarang Kia sedang memasak nasi liwet, pepes ikan mas, pepes ayam, tahu dan tempe goreng, sayur asam, sambal goreng dan sambal terasi serta lalapannya.


"Non Kia pintar ya masaknya",puji Bi Ati


"Ah gak kok Bi, aku dari dulu biasa mandiri, jadi terbiasa masak sendiri juga". ucap Kia ramah.


"Tuan Rako beruntung sekali punya istri yang mau turun langsung ke dapur" ujar bi Ati senyum


"Bibi bisa aja, aku juga beruntung loh Bi punya suami kaya Rako. Dia sangat baik" ujar Kia.


Kia pun akhirnya sudah menyelesaikan masakannya itu. Ia pun bergegas ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap, karena menurut suaminya, Mami, Papi, Ali dan Shiren dalam perjalanan kerumahnya. Untung saja sebelumnya Shiren bilanh bahwa ia akan ikut, jadi Kia memasak banyak hari ini.


Kia sudah menyelesaikan ritual mandinya, Ia saat ini memakai dress vneck lengan pendek diatas lutut berwarna biru. Dan tentunya terlihat longgar di tubuhnya. Karena Rako tidak suka Kia memakai pakaian yang ketat di depan banyak orang.


"Assalamualaikum.." ucap Mami dan lainnya.


"Waalaikumsalam'' jawab Rako dan Kia bersamaan, mereka pun menyambut hangat keluarganya. Kia dan Rako menciumi punggung tangan orang tuanya.


"Ayo masuk" ujar Rako lembut, mereka pun kagum dengan rumah baru Rako dan Kia. Karena mereka baru pertama kali kerumahnya


"Rumahmu bagus Rako, Mami suka dekornya, warnanya.." ucap Mami lembut


"Ya donk, Aku buatkan ini khusus untuk istriku Mi". ucap Rako tersenyum menatap Kia disampingnya


"Romantis juga kamu ya" ucap Papi terkekeh.


Jam makan siang pun tiba.


Selepas Sholat Dzuhur berJamaah, Kini mereka semua tengah duduk bersama di meja makan. Mereka sangat antusias melihat menu makanan di meja.


"Wow.. ini kakak yang masak?" tanya Shiren


"Ya di bantu Bi Ati" jawab Kia senyum


"Bi Ati cuma bantu potong-potong sayuran aja, rasa dan tekstur buatan Istri Abang laah" saut Rako bangga dan semua pun tertawa.


"Mami jadi mau makan semuanya" ujar Mami


"Ya sudah ayo di makan semuanya" tutur Kia ramah


Mereka pun menikmati makanan yang Kia masak. Mereka semua memuji masakan Kia yang sangat enak.


"Pantas saja kamu sekarang makannya dirumah terus, orang istrinya pinter masak" ujar Mami meledek Rako.


"Ya donk Mi, Kia itu dari dulu suka masak" saut Rako


Mereka pun akhirnya menghabisi masakan Kia. Dan sekarang mereka semua tengah mengobrol di teras belakang rumah.


Papi, Rako dan Ali terpisah dari cewek-cewek yang membicarakan masalah fashion.


"Rako, selama Kia dirumah kamu harus memakai jasa security yang handal" ucap Papi Rako khawatir


"Tentu Pi, semua sudah aku pikirkan. Besok sudah ada yang menjaga rumah ini. Dia bukan security biasa, Ali sudah mencarikannya untuk menjaga Kia di sini Pi". ucap Rako


"Baguslah.. Karena Papi khawatir Keluarga Lidya akan balas dendam lewat Istri kamu". ujar papi menatap Rako.


"Iya Pi, aku mengerti. Orang ku juga sudah mengatakan bahwa Sindy sudah kembali ke orang tuanya", tutur Rako, Papi pun menganggukan kepalanya.


****


°


°


°


°


°


##Haii Readersku 😍... terimakasih masih setia di sini..

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 💙


Makasihh Saaayaaaank 😙


__ADS_2