
** Pagi hari pun tiba. Dinda yang masih tidak menyangka bahwa mantannya Kia adalah Ceo di Perusahaan tempat mereka bekerja sedikit khawatir dengan nasib sahabatnya itu. Entah bagaimana nasib Kia jika istri dan keluarga besar Pak Rako tahu jika dia bekerja di Perusahaan miliknya.
Mereka yang sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja, karena waktu masih menunjukkan pukul 06:15 terlihat agak santai. Kia yang sedang memakai pelembab di depan cermin itu melihat sahabatnya melamun.
"Din..!?". panggil kia pelan, dan Dinda masih setia dalam lamunannya.
"Dindaaaaaa???"..teriak Kia yang membuat dinda kaget.
"Ya ampun Ki,, lw ngagetin aja deh!! Kaya gw budek aja".. ucap Dinda sambil memegang dadanya
"Lahh.. mang loe budek Din!! hahaa. gw udah panggil-panggil loe tapi loe ga denger.. kia menjeda ucapannya sambil menatap sahabat manisnya itu.
"Lagian loe mikirin apa sih? Anak perawan pagi-pagi udah bengong. ntar kesambet loh.." ucap kia terkekeh
Dinda menghela nafasnya..
"Gw tuh lagi mikirin loe Ki. Gw takut suatu saat Istri dan Keluarga Pak Rako tahu loe kerja di sana".. lirih Dinda menatap Kia.
Kia yang mendengar ucapan Dinda tersenyum. Ia dari kemarin juga sudah memikirkan akan hal itu. Jika itu terjadi, dan ia di pecat, maka ia akan tinggal di Bandung bersama Kakaknya, Shania.
"uuu tayang aku.."ucap kia dengan menirukan anak kecil dan memeluk Dinda..
"Gw udah mikirin ini semua kok Din. Misal ini semua terjadi dan gw di pecat, gw akan balik ke Bandung.." tutur Kia santai
Dinda yang melihat ketenangan dalam bicara Kia sedikit lega. Pasalnya sahabatnya itu sudah tahu resiko dan memikirkan solusinya.
"Gw akan selalu ada buat loe Ki".. ucap dinda memeluk sahabatny itu.
"Ya udah ah berangkat yuk, biar ga macet nieh".. ajak kia, dan di anggukan oleh Dinda
***
Tiba di kantor..
Kia yang sedang sibuk bekerja di meja Receptionistnya, kedatangan tamu yang dia kenal.
"Selamat Pagi Kia..".. sapa wanita itu sopan, kia yang sedang sibuk memisahkan berkas-berkas yang akan di berikan kepada rekan karyawannya yang lain, mendengar ada yang menyapa langsung mendongakan kepalanya. Dan ia sangat terkejut kedatangan Mbak Lidya, orang yang pernah di tolongnya itu. Dia pun belum tahu kalau wanita ini adalah Istri dari Mantan tercintanya.
" Pagii.. ehh Mbak Lidya".. jawab Kia yang langsung berdiri dan tersenyum.
"Ada yang bisa saya bantu mbak?". tanya Kia sopan. Lidya tersenyum dan menatap wajah Kia. Dalam benaknya, Memang ia akui Kia gadis yang cantik dan sempurna. Kia yang sedang menggunakan kemeja berwarna Navy yang di masukkan ke dalam rok hitam selututnya dengan wajah di poles sedikit dan memakai lipstik berwarna pink, terlihat sangat cantik. Rambutnya yang di ikat tinggi menjadi 1 terlihat jenjang leher putih mulusnya. Sedangkan Lidya, ia juga terlihat cantik, menggunakan dress di atas lutut berwarna abu-abu dengan leher sabrina dan membawa tas mahalnya itu.
"Hmm. saya kesini mau ketemu kamu, nanti jam makan siang kita ngobrol-ngobrol yuk di cafe depan". ajak Lidya lembut. Kia yang bingung bagaimana Lidya tahu ia bekerja di sini akhirnya bertanya.
" Owh gitu.. boleh mbak.. tapi gapapa mbak Lidya nunggu 1 jam lagi? tanya kia sambil melihat jam ditangan kirinya yang menunjukkan pukul 11:00.
"Oia, kok Mbak tahu Kia kerja di sini??". tanya kia pelan
"Aku gapapa kok menunggu 1 jam lagi, aku bisa tunggu di Cafenya. Nanti kamu langsung kesana saja ya.. ucap Lidya. " Ohia saya tahu kamu kerja di sini, karena saya pernah melihat kamu keluar kantor ini beberapa hari lalu waktu saya lagi di Cafe sana "..ucap Lidya berbohong . Dan Kia hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum. Akhirnya Lidya keluar dari kantor suaminya itu. Rako yang memang hari ini tidak terlihat di kantor, menurut Pak Regar ia bersama Ali Asistennya sedang ada pertemuan dengan klien di Luar Kota.
Didit Ob yang pernah bertemu dengan Istri dari Bos besarnya itu, melihat Lidya berjalan keluar lobby.
__ADS_1
Dan ia bertanya pada Kia..
"Mbak Kia, tadi istri Pak Bos kesini ? kan si Bos nya nggak ada.. Terus ngapain dia ke sini?.. tanya didit heran. Kia yang mendengar pertanyaan Didit membulatkan matanya. Kalau boleh jujur, ia belum siap untuk bertemu dengan istri dari mantannya itu.
"Apa??? Istri Rako??eh Pak Rako maksudnya?".. ucap Kia dengan nada tinggi
"Haduh mbak biasa aja donk, aku kan gak budek".. canda Didit dengan meniup tangannya lalu di taruh di kupingnya..
"hehe maaf Dit, soalnya tadi nggak ada yang ke sini tuh mencari Pak Rako dan mengaku istrinya".. tutur Kia terkekeh
"Oh berati Ibu langsung ke lantai 7 kali ya mbak.. ". ucap Didit mengira-ngira.
"mungkin".. Kia menjawab santai. Ia sedikit lega, kalau istri Bosnya itu tidak ke meja nya terlebih dahulu.
***
Jam Makan Siang
Dinda yang seperti biasa mengajak Kia untuk Lunch bareng, memanyunkan bibirnya. Karena Kia ternyata mau makan di Cafe depan kantornya itu bersama temannya. Kia yang memang tidak pernah cerita tentang kejadian saat ia menolong Lidya, hanya mengatakan bahwa teman lama nya mengajak ketemuan di Cafe depan. Dinda yang pura-pura cemburu itupun akhirnya mengizinkan Kia.
"Awas yah kamu macem-macem''.. ucap dinda berpura-pura cemburu, Kia yang mendengar mengerdikan bahunya
"ihh amit-amit deh.. udah ah gw ke sana dulu yaah"..ucap Kia sambil membawa tas kecil selempangnya itu.
Saat di Cafe, ia mencari sosok Lidya, Lidya yang melihat gadis cantik yang sedang kebingungan, melambaikan tangannya. Kia yang melihat Lidya langsung berjalan menuju meja yang sudah di duduki Lidya.
" Maaf ya mbak kelamaan".. sapa Kia ramah dan tersenyum
"Gapapa Kok Kia, santai aja".. ucap Lidya tersenyum.."Ohia mau pesan apa, nih menunya".. Lidya yang menyodorkan buku menu Cafe tersebut.
Lidya memanggil pelayan Cafe itu dan memesan apa yang Kia katakan.
"Mbak, pesan Ice Capucino 2 dan Garlic Breadnya 2.." ucap Lidya ke pelayan tersebut.
" Loh mbak kok sama pesanannya? saya jadi nggak enak".. ucap Kia tersnyum kikuk.
"Saya juga suka sama pesanan kamu Kia..". jawab Lidya terkekeh
"Oh iya Kia, apa kamu sudah punya kekasih?"., tanya Lidya lembut. Kia yang terkejut kenapa lidya to the point sekali sih bertanya seperti ini.
"hmm.. belum sih mbak hehe,, saya masih ingin fokus sama karir saya". jawab Kia terkekeh. Lidya yang senang jawaban Kia tersenyum.
"yess, bener kan kamu bohong Kia sama Rako kalau kamu mau menikah, kamu aja belum punya pacar".. batin Lidya
"Nah.. bagus donk, saya mau kenalin kamu sama seseorang. Tapi dia maunya cari istri bukan cari pacar. kamu mau nggak ??".. Lidya dengan tersenyum ingin berencana menikahkan Kia dengan suaminya itu akan membuat kejutan untuk keduanya. Sedangkan Kia, ia sedikit mendapat ide, paling tidak ia berkenalan dulu dengan seseorang yang Mbak Lidya tawarkan. Dan ia akan mengajak pria ini makan malam bersama Rako dan Istrinya. Kia yang senang akhirnya ia bisa mendapatkan calon suami pura-puranya itu menjawab sangat antusias.
"Mau mbak mauu".. jawab Kia semngat dan menampakkan gigi nya itu. Lidya yang mendengar jawabn Kia tersenyum senang.
"Kamu senang banget kayaknya, udh ngebet mau nikah ya?" tanya Lidya meledek Kia. Kia yang sadar kalau dia memang sangat senang akan idenya, terlihat gugup.
"Eh.. ee.. ini Mbak, aku.hmm.. Aku di ajakin Double Date soalnya sama teman mbak. Sedangkan aku nggak punya teman dekat laki-laki".. ucap Kia jujur. lidya yang mengerti jawaban Kia menganggukan kepalanya. Tiba-tiba pelayan datang membawa pesanan mereka.
__ADS_1
"Silahkan Ibu 2 Ice Capucino dan Garlic Breadnya"..ucap pelayan sambil meletakkan makanan dan minuman itu di atas meja dua wanita cantik ini.
"Terimakasih mbak".. jawab keduanya ramah
Mereka menikmati hidangan yang ada di hadapannya. Dan Lidya membuka suara kembali yang membuat Kia sedang minum Ice Capucino nya tersedak.
"Kia, Jumat ini ketemuan ya sama orang itu.." ucap Lidya yakin.
"uhukk...uhukkk... Jum..Jumat ini mbak?? " tanya Kia yang habis tersedak minumannya.
"Duh pelan-pelan donk minumnya".. ucap Lidya terkekeh. " Ia, Jumat ini Kia. Kita ketemuan di sini lagi aja, nanti aku bawa orangnya".. jawab Lidya dengan menatap mata Kia. Kia yang bingung harus jawab apa, hanya menganggukan kepalanya.
"Oia, nomor ponsel kamu berapa? biar saya gampang hubungin kamu".. tanya Lidya. Kia langsung mengeluarkan ponselnya dan menyebutkan nomornya itu.
"Oh ia nih mba..0812xxxxxxx... nanti mbak miscall aku ya, biar aku punya juga nomor Mbak Lidya".. tutur Kia ramah. Lidya langsung melakukan panggilan singkatnya itu. Dan Kia langsung menyimpan Kontak dan di namai 'Mbak Lidya'.. Sedangkan Lidya, menyimpan nomor Kia di namainya 'Maduku'.. #aisshhh...
Akhirnya mereka selesai berbincang, Kia yang sudah kembali ke kantor, langsung sibuk dengan pekerjaanya. Ia memikirkan juga perkataan Lidya, Jumat ini ia akan di pertemukan dengan temannya mbak Lidya.
''Apa aku siap membuka hatiku untuk pria lain? tapi sepertinya ini jalan yang Allah berikan untukku".. batin kia
***
Kia yang sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya, mendapat pesan singkat dari Mbak Lidya.
"Malam Kia, jangan lupa dandan yang cantik buat hari jumat yaa 😊".. begitulah isi pesan dari Lidya. Kia merasa memiliki seorang kakak perempuan lagi.
"Ya Mbak Lidya, tapi aku gak suka menor-menor loh hehe".. jawab Kia.
Lidya yang mendapat balasan pesan Kia tersenyum.
"Yasudah, yang pasti kamu akan suka sama orang ini. Karena dia tampan dan Baik.". balas Lidya.
"Insyaallah Mbak, kalau kita berjodoh, pasti bersatu dengan Jalan NYA". Jawab Kia. Lidya yang berlinang air mata membaca pesan Kia sangat tersentuh.
"*kamu benar Kia, Jika berjodoh pasti akan bersatu, apapun jalannya yang di berikan Allah. Seperti kalian yang akan bersatu walau banyak cobaan di depannya".. batin lidya.
°
°
°
°
°
°
°*
## **Hallo.... seneng deh masih bisa update untuk para Readers.. Siapa yang penasaran pertemuan Kia dan Rako di depan Lidya??hmm.. kira-kira Kia mau nggak ya menerima tawaran Lidyaa??..
__ADS_1
Simak terusss yaah😊..
Sehat Selalu Gaesss....😙😙**