
Hari Sabtu pun tiba..
Rako yang sudah merencanakan hari weekend ini menemui Keluarga Kia bersama Lidya pun gagal. Lidya masih memerah di sekitar wajah, walau sudah tidak gatal dan bengkak lagi, namun kulitnya belum kembali mulus seperti semula. Kia pun sangat mengerti dengan situasi dan kondisi sekarang.
Hari ini Rako yang ingin mengajak kencan Kia, sudah rapih mengenakan pakaian santainya. Ia menggunakan kaos berkerah yang bermerk berwarna hitam, dan celana jins panjangnya serta sepatu Sport putihnya sangat terlihat muda dan tampan. Kia yang tidak tahu Rako akan kerumahnya, hanya mengenakan tengtop pink dan celana hot pants sangat pendek. Walau daerah kontrakan, tapi sekitarnya sangat aman, dan ada sedikit jarak dari tetangganya. Kia terlihat sangat sexi. Karena ia pikir akan menghabiskan waktu dirumah saja.
Kebetulan ia juga sudah memasak ayam goreng, sambel, dan tumis kangkung. Sekarang ia sedang menonton tv di ruang tamu
Kia adalah gadis yang rajin dan rapih, ia tidak suka rumahnya berantakan. Dan ia sudah mengisi kontrakannya itu dengan barang-barang cukup bagus hasil keringatnya sendiri.
Saat ia sedang asik menonton, Rako datang mengetuk pintu tanpa mengucapkan salam, karena ia ingin memberikan kejutan pada Kia. Rako membawa banyak cemilan, karena ia tahu kekasihnya ini suka sekali mengemil.
tok..tok..tok..
"Siapa sih pagi-pagi gini udah bertamu! Kalau Dinda, pasti dia udah teriak aja".. gumam Kia yang berdiri untuk membuka pintu.
ceklek
"Rako!!.. Ngapain ke sini?". ucap Kia terkejut, Rako pun tak kalah terkejut dengan pakaian yang di gunakan Kia. Ia langsung masuk menerobos Kia dan menutup pintunya.
"Kamu gila ya!! pake pakaian kaya gini terus buka pintu lagi!!kalau yang datang bukan aku gimana??hmm?!!!". ucap Rako bersuara tinggi. Kia pun tersadar, kalau ia hanya menggunakan tanktop pink dan hot pants yang sangat pendek.
"Iya maaf, ya udah aku ganti baju dulu!". ucap Kia pelan dan tanpa aba-aba naluri lelaki Rako pun tergoda. ia menarik tangan Kia dan kia langsung duduk di pangkuannya.
"Eh,, kamu mau ngapain ih aku mau ganti baju dulu!". ucap Kia menggeliat agar terlepas dari Rako yang memeluk pinggangnya.
"Enak aja, kamu sengaja ya mau menggoda aku !". ucap rako menaik turunkan alisnya. Kia pun membulatkan matanya.
"Ih otaknya ngeres banget!! aku mana tahu kamu mau kesini! kalau tahu, aku gak akan dirumah! ".. tutur Kia meledek,Rako pun kesal.
"Wahh, berani sekali kamu sayank keluyuran..hmm!".ucap Rako menciumi bahu kia yang terbuka.
"Ih yank apaan sih gak enak nanti tetangga aku liat loh, lepas ah?!". ucap Kia kesal. rako pun semakin menggila, wajar saja walau sudah beristri, dia tidak pernah melakukan hubungan intim dengan istrinya. karena dia tidak mencintainya.
Rako pun mulai menciumi bibir kia lembut dan memainkannya. Kia yang awalnya tak membalas, akhirnya pun terbuai juga. Mereka melakukan sangat lama, Rako yang tidak tahan, menggendong Kia seperti anak kecil ke kamarnya tanpa melepaskan ciuman mereka. Kia pun tidak berontak. Rako membaringkan tubuh kia di kasur, ia masih menciumi Kia dengan sedikit kasar, Kia pun pasrah. Rako mulai menciumi leher Kia, kia pun mendesah sendirinya.
"ahh..". desah Kia, Rako pun semakin menjadi.
Ia melakukan terus kebawah, sampai tanktop Kia sudah terlepas dari tubuhya. terlihat dua gundukkan yang sekal dan padat masih tertutup bungkusnya. Rako pun yang melihat itu dengan nafas yang cepat mulai menjajahi sekitar dada Kia dengan bibirnya. Kia pun semakin mendesah. Rako mulai melepaskan kaitan pada B** Kia, dan tampaklah dua buah padat putih mulus yang selama ini belum pernah ia dapatkan. Rako mulai mere**s dan mengh***p p******a Kia dengan lembut, Kia pun menggeliat dan berdesah sambil mer****s rambut Rako. Rako pun mulai membuka kaosnya. Tinggalah mereka memakai celana saja. Rako mulai memberi tanda merah di sekitar dada Kia. Kia pun yang terbuai membiarkannya.
"Ahh Yank.. " desah Kia yang membuat Rako semakin senang
"Aku cinta kamu sayank, aku sudah tidak tahan". ucap Rako dengan nafas yang memburu. Ia mulai menciumi seluruh wajah dan tubuh Kia.
Kia yang mulai tersadar akan kesalahannya, mendorong Rako yang di atasnya.
"Yank!! ".. lirih Kia, Rako pun melepaskan aksinya dan menatap Kia.
"Kenapa sayank?". ujar rako lembut.
"Cukup yank, jangan di teruskan!". tutur Kia berlinang air mata. Rako yang melihat Kia mau menangis pun mengangkat tubuhnya dan duduk menyilakan kakinya, Kia pun bangun dari tidurnya memakai tanktopnya lagi tanpa menggunakan b** karena sudah terlempar entah dimana..
"Maafkan aku yank, aku Khilaf !" tutur Rako lembut menggenggam jemari kia. Kia pun menangis. Rako langsung memeluknya.
"Ini semua salahku, aku yang diam saja! Aku yang sudah merebut suami orang!hikss..hiks.. " ucap Kia menangis.
"Enggak sayank, kamu jangan pernah bilang kalau kamu itu perebut suami orang atau pelakor!!" ucap Rako lembut dan memegang kedua pipi Kia untuk di tatapnya. Kia pun menundukkan kepalanya sambil mengusap air matanya.
"Yank, kecuali dia baik sama aku, dia tulus sama aku, mungkin aku akan berusaha mencintainya. Tapi kenyataannya??.." ucap Rako meyakinkan Kia.
"Ya udah sana keluar aku mau mandi!". ucap Kia sambil mendorong tubuh rako pelan, Rako pun terkekeh.
"Ya sayank, nanti kita lanjut pas malam pertama ya!". bisik Rako menggoda, kia pun langsung berlari menuju toilet.
****
__ADS_1
Saat ini Rako bersama Kia duduk di meja makan yang sederhana, hanya ada tiga kursi dan meja bundar. Rako melihat masakan Kia tergiur ingin memakannya.
"Aku kangen masakan kamu yank".. ucap Rako sambil mengunyah makanan yang Kia masak.
"Ya udah abisin ya".. tutur Kia
"Enak banget ini", ucap Rako memakan kangkung. Kia pun tersenyum.
"Hmm.. mbak Lidya gimana apa sudah membaik?". tanya kia ragu-ragu takut merubah mood Rako.
"Udah mendingan.. cuma masih merah di sekitar wajahnya." jawab Rako santai
"Kamu abis ini pulang aja ya, istri sakit masa dirumah anak gadis?!". ucap Kia menuangkan minum ke Rako.
"Yank.. udah deh. Suatu saat kamu akan menyesal udah baik sama dia!". ujar Rako menatap kia.
"Kenapa sih emangnya dia?? perasaan aku dia baik. Buktinya dia mengizinkan suaminya menikah lagi. Sama Mantan nya lagi!!" ujar Kia
"Aku akan ceritakan semua saat kamu sudah menikah denganku!". ucap Rako.
"Tau gak Yank, tadinya tujuan aku ke sini ngajak kamu jalan-jalan. Ternyata enakan gini ya, berasa di rumah istri Muda!" ujar Rako terkekeh, kia pun membulatkan matanya.
"Ihh.. senengnya punya istri dua ya!!". ledek Kia. Rako pun tertawa
"Hahaa seneng banget donk sayank, apalagi kalau empat!" ujar rako tertawa meledek kia.
"Ya udah kalau gitu gak usah ada yang kedua!! langsung ketiga dan keempat aja!''. ucap Kia cemberut. rako pun terkekeh melihatnya
"Uhhh...tayaaankk cini tium duyu " ujar Rako dengan suara cadel seperti anak kecil, Kia pun tertawa.
"CEO Perusahaan Mango Group kaya begini!". tutur Kia meledek dan tertawa.
"CEO Kepincut Receptionist" ucap Rako terkekeh, Kia pun tertawa.
****
"Yank, pulang atuh udh malam. Aku nya gak enak nanti di gerebek tetangga gimana??" ujar Kia lembut.
"Bagus donk, biar langsung di kawinin" jawab Rako sambil menontn tv.
"Ih kamu mah..! Besok kan bisa main lagi!". ujar Kia yang sebenarnya asal bicara agar Rako pulang. Namun tanggapan Rako berbeda.
"Bener nih main lagi?!" ucap Rako menatap Kia dan memajukan wajahnya ke wajah Kia yang berada di sampingnya.
"Ih otaknya perlu di refresh deh kamu nih!". ujar Kia mendorong wajah Rako. Rako pun terkekeh.
"Ya udah aku pulang deh, udah di usir!". ucap Rako pura-pura ngambek. Kia pun sangat bersalah.
"Bukan gitu yank, kamu kan sudah ada Dia, dan kita juga belum resmi." ucap Kia memegang tangan Rako, Rako pun tersenyum.
"Ia sayank, aku hanya bercanda".. cup.. Rako mencium kening Kia.
"Ya udah aku pulang ya. Inget, walau dirumah gak ada siapa-siapa, jangan pernah pake pakaian kaya tadi pagi!". ucap Rako tegas pada Kia.
"Iyaa sayank, aku juga takut ada penjahat mesum" saut kia terkekeh
"Tapi korbannya menikmati kan?!" jawab Rako menaik turunkan alisnya. Kia pun wajahnya sangat merah karena malu.
"Udah sana ah"..cup.. Ujar Kia dan mencium punggung tangan Rako. Rako pun membulatkan matanya, ia sungguh senang di perlakukan seperti itu. Lidya sejak dulu tidak pernah melakukannya, hanya sekali saat ada Kia.
"Aku akan membiasakan seperti itu ya", ujar Kia tersenyum. Rako pun mencium kening Kia.
"Aku juga ya".. saut rako. kia pun tersenyum.
Akhirnya dengan perdebatan yang cukup lama, Rako pulang dari kontrakan Kia. Ia juga tidak langsung menuju Apartementnya, melainkan menghubungi Ali untuk bertemu di Cafe X. Ali pun meluncur atas perintah Abang sekaligus Bosnya itu. Shiren yang sejak pagi sudah di beritahu Abangnya bahwa ia akan ke rumah Kia, diminta untuk tetap dirumah mengawasi Lidya. Ia pun menurut. Karena ia sendiri habis di belikan Sepatu Kets seharga Puluhan Juta oleh Rako sebagai hadiah atas gagalnya rencana Lidya.
__ADS_1
Di Cafe X
Rako yang sudah menunggu Ali di meja no. 8 itu sedang mengirim pesan pada Kia, ia mengatakan sudah sampai dirumah. Tentu saja berbohong. Karena ia akan membicarakan suatu hal dengan Ali.
Tak lama Ali pun datang..
"Sorry Bang, macet banget tadi!". ujar Ali yang langsung menarik kursi untuk duduk di hadapan Rako yang hanya terhalang meja.
"Iya Abang juga belum lama". ucap Rako
"Pesen dulu dih mau makan apa!" ujar Rako pada Ali. Ali pun mulai memesan makanan ringan dan minumannya.
"Kenapa Bang malam minggu ngajak kencan gini?" tanya Ali meledek, Rako pun menatap tajam Ali.
"Sembarangan Loe!Abang nih normal! " jawab Rako tegas, Ali pun terkekeh.
"Al, abang mau menceritakan semua sama loe tentang masalah yang ada saat ini. Tapi loe janji jangan pernah menceritakan kepada siapapun!". ujar Rako serius
"Abang tenang aja, Al bisa pegang janji!" jawab Ali meyakinkan.
Rako pun mulai menceritakan semua masalah yang ada saat ini pada Ali, dwri tentang Lidya, dan akan menikahi Kia sang Receptionist. Ali yang memang suda tahu sebelumnya karena ia mendengar pembicaraan ketiganya saat di cafe terlihat santai dan tidak terkejut. Rako pun mengeritkan dahinya.
"kamu gak kaget Al??" tanya Rako heran.
"Gak!!,, karena Al udah tahu!". jawab Ali terkekeh.. Reko pun terkejut, ia mengira Ali tahu dari Shiren.
"Siapa yang kasih tahu? Iren ya?!". tanya Rako menatap tajam Ali. Ali pun terkejut, pasalnya adiknya sudah tahu juga.
"Iren?? emang dia sudah tahu bang?" tanya balik Ali
"Iya, dia udh tahu, malah dia dukung banget Abang sama Kia." jawab Rako tersenyum.
"Huft curang..! Shiren yang bocah udah tahu semua. Aku itu tahu sendiri pas Abang, mbak Lidya sama Si cantik lagi di Cafe, Kebetulan aku lagi di situ. Jadi denger semua deh." ucap Ali ngambek. Rako pun membulatkan matanya karena Ali menyebut kekasihnya si cantik.
"Hei,, jangan panggil calon istri Abang Si cantik ya!!". ucap Rako menatap tajam Ali, ali pun terkekeh
"Iya .iya.!!. jujur bang, pertama kali Aku ketemu Kia, aku tuh udah suka sama dia, dia cantik banget gak pantes jadi receptionis". ujar Ali jujur senyum-senyum, Rako pun melempar sendok ke wajah Ali,.
"Aduh!!" teriak Ali mengusap keningnya yang kena sendok
"Awas kamu menaruh hati sama dia!! dia itu calon kaka ipar kamu tahu!!" ujar Rako ketus
"Iya deh..! Oia bang terus tujuan Abang apaa nih ngajak kesini ?" tanya Ali
"Nah kan abang jadi lupa tujuannya". jawab Rako mengusap keningnya.
****
°
°
°
°
°
°
##**Hayooo... penasaran yaa gimana kelanjutannya?! 😆
Tetap Pantau terus yaa.. beberapa part lagi pernikahan Rako dan Kia. 💏
Jangan Lupa Like, Comment dan Vote yaa Readers 💙
__ADS_1
Thank you sayaaaank 😙**