Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
SAH


__ADS_3

Dua Bulan Kemudian


Hari yang sudah di nantikan pasangan Rako dan Kia pun tinggal 4 hari lagi. Kia yang masih bekerja di Kantor berniat mengambil cuti besok selama 1 minggu. Rako sudah memintanya untuk mengundurkan diri, karena ia ingin Kia focus mengurus suami dan anak-anaknya kelak. Namun Kia belum mau sekarang ini, ia berniat akan resign dari Perusahaan Calon Suaminya itu setelah dia Sah menjadi Istrinya. Rako pun mengalah. Semua teman-temannya sudah tahu bahwa Kia akan menikah, tapi tidak tahu bahwa Rako atau CEO mereka lah yang menjadi Suaminya. Ya, Kia memang merahasiakannya. Ia tidak mau orang berpikiran bahwa ia lah yang menyebabkan perceraian Lidya dan Rako.


Dua bulan lalu pun, Rako dan Lidya sudah resmi bercerai. Lidya yang mengamuk saat di pengadilan karena tidak terima keputusan yang mengatakan mereka resmi bercerai. Dan ia juga meminta harta gono gini pada Rako. Rako pun karena kasihan akhirnya memberikan uang sebesar 1 Milyard kepada Mantan Istrinya itu. Keluarga Lidya pun, khususnya Ibunya sangat tidak terima. Ia meminta separuh dari kekayaan Rako. Tentu saja Rako Bukan orang bodoh, ia tidak akan memberikan lebih pada Mantan Istrinya itu. Apalagi mereka tidak mempunyai keturunan yang harus di tanggung oleh Rako. Pengacara Rako pun menerangkan pada Ibu Lidya, bahwa harusnya pihak Rako lah yang menuntut meminta uang pada keluarga Lidya. Karena kasus percobaan pembunuhan yang di lakukan Lidya bisa jadi Rako meminta ganti rugi dalam jumlah besar. Tentu saja Ibu Lidya itu ketakutan, dan menerima pemberian Rako sebesar 1 Milyard.


Di Kantor


Semua rekan kerja Kia sudah tahu bahwa dia akan menikah di hari Minggu ini. Kia memang tidak mengundang mereka berupa sebuah undangan, namun Kia hanya meminta Doa mereka agar acaranya lancar. Kia juga mengatakan acara di adakan di Bandung dan di hadiri oleh Keluarga serta kerabat dekat saja. Mereka pun mengerti. Pak Regar yang tak lain Manager Perusahaan Mango Group memberi sebuah amplop kepada Kia tanda ucapan Selamat. Pak Regar pun tidak tahu bahwa yang menjadi suami Kia adalah pemilik Perusahaan Mango Group.


"Kia, keruangan saya ya sekarang."ucap Pak Regar via telepon.


"Baik Pak". jawab Kia ramah dan menutup teleponnya.


Kia pun langsung berjalan menuju ruangan Pak Regar. Bima yang sedang berjalan ingin ke toilet berpapasan dengan Kia. Ia pun sudah tahu Kia akan menikah beberapa hari lagi. Perasaan dia pun sedikit bersedih, ia masih sangat menyukai Kia. Namun ia juga bahagia jika Kia bahagia.


"Hai Ki, mau kemana?" sapa Bima tersenyum saat berpapasan


"Hai Bim, ini mau keruangan Pak Regar". jawab Kia ramah


"Oia Ki, besok kamu udh mulai cuti ya? hmm..Aku boleh datang gak ke Pernikahan kamu?". ucap Bima yang ingin menghadiri pernikahan Kia. Kia pun sedikit gugup, karena dia tidak siap kalau sekarang semua harus tahu Rako lah yang menjadi Suaminya.


"Hmm..Maaf ya Bim, gw bukan gak izinin loe hadir, tapi beneran deh ini sederhana banget, cuma keluarga aja". ucap Kia lembut, Bima pun sedikit kecewa


"Tapi Dinda boleh datang?!" ucap Bima sedikit cemberut dibuat-buat.


"Eh..Din..Dinda itu temannya Calon Suamiku Bim". jawab Kia gugup. Bima pun mengerti


"Yasudah.Aku Doakan acaranya lancar ya Ki, dan kalian menjadi keluarga yang selalu Bahagia Dunia dan Akhirat".. tutur Bima tulus mendoakan Kia


"Aamiin..Makasih banyak ya Bim. Gw juga Doa in loe semoga dapat calon istri yang Sholehah dan sayank sama loe ya..aamiin." balas Kia tersenyun


"Aamiin..Makasih ya Ki..Ya udah gw mau ke toilet dulu". ujar bima terkekeh dan berjalan ke arah Toilet


"Yee dasarr.." ucap Kia dan berlalu keruangan Regar.


tok..tok..tok


"masuk"..jawab Pak Regar saat Kia mengetuk pintu ruangannya


"Permisi Pak".. ucap Kia membuka pintu


"Sini duduk Ki". ucap Regar ramah. Kia pun duduk di bangku yang berhadapan hanya terhalang meja dengan Managernya itu.


"Besok kamu sudah cuti ya?" tanya pak regar


"Iya Pak..Saya 7 hari cutinya". jawab Kia tersenyum


"Ini buat kamu Kondangan dari saya. Semoga acara kamu lancar ya Ki. " ucap pak regar memberikan sebuah amplop berisikan uang pada Kia . Kia pun terkejut


"Terimakasih ya Pak.. Maaf ya Pak saya gak undang Bapak harus kesana. Soalnya acaranya sangat sederhana, dan cuma di hadiri keluarga saja". ujar Kia yang tidak enak pada Bosnya itu.


"Iya gak apa-apa Ki. Yang penting saya senang kamu sudah menemukan Calon Suami. Saya sebenarnya penasaran seperti apa tipe kamu.Karena banyaj banget cowok di sini yang kamu tolak". ujar pak Regar terkekeh.


"Ah Bapak bisa aja. Iya Insyaallah suatu saat Kia kenalin ya Pak". ucap Kia ramah.


"Ya sudah saya manggil kamu untuk kasih itu aja. Sekalian nanti kamu kasih tau Nadia ya apa saja yang biasa kamu kerjakan". ucap Pak Regar. Ya, Nadia adalah Receptionis dari cabang lain untuk menggantikan posisi Kia sementara.


"Siap Pak. Terimakasih ya Pak. Kalau gitu Kia permisi dulu". ujar Kia ramah dan bangun dari duduknya. Ia pun sudah, meninggalkan ruangan Pak Regar.


****


Akad Nikah


Hari yang di nantikan pun tiba. Kia sudah mengambil cuti dan sekarang dia sudah berada di Bandung bersama Dinda. Rumah Shania di hias menjadi semakin cantik. Dengan nuansa serba putih dan di hiasi bunga-bunga.



Kia pun sudah di dandani oleh tim make up yang dipilihkan mertuanya. Baju pernikahannya pun dibuatkan spesial oleh Mami Elina untuk menantu dan anaknya itu, secara Mami adalah Designer terkenal. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk menantu dan anaknya.


Keluarga Rako yang di hadiri Papi Ridho, Mami Elina, Shiren, Ali, Dan beberapa kerabat terdekat Rako yaitu Dr. Sam dan Satria mereka adalah sahabat dari Rako, tentunya ia juga mengenal Kia. Karena saat berpacaran dulu, Kia selalu di ajak oleh Rako jika ada acara bersama teman-temannya. Dan Kerabat serta Saudara orang tua Rako pun sudah berada di rumah Shania, mereka datang sejak sabtu dan menginap di Hotel berbintang 5 tak jauh dari rumah Shania. Karena nantinya akan ada resepsi pernikahan mereka akan di adakan di hotel yang mereka tempati. Rako sudah menyewa satu lantai untuk acara resespinya nanti. Tentunya tanpa pelaminan, hanya sekedar makan malam, dan memperkenalkan Istri dari Rako Hadi Pratama. Awalnya Kia menolak, tapi setelah mendengar alasan dari mertuanya akhirnya Kia setuju. Pak Ridho mengatakan banyak rekan bisnisnya yang sudah mendengar Rako menjadi duda. Dan banyak pula yang menjodoh-jodohkan putri mereka pada Rako.

__ADS_1


Rako sudah duduk berhadapan dengan Uwa Asep dan Penghulu. Dan yang menjadi saksi adalah Pak Ridho dan Uwa Didi. Dan disana banyak juga saudara, ponakan dan sepupu Kia yang datang.


"Baik, langsung saja di mulai ya. Boleh di panggilkan calon mempelai wanitanya." ucap Pak Penghulu. Shania pun langsung menghampiri Kia yang dikamar bersama Dinda. Dinda dan shania pun tampak cantik di make up oleh orang yang profesional.


"Ki, Ayo..mau di mulai acaranya", ajak Shania pada Kia. Kia pun gugup sekali. Dinda dan Shania menuntun Kia sampai di kursi disamping Rako. Rako dan yang lainnya sangat terpesona dengan kecantikan Kia. Kia pun sudah duduk disamping Rako yang terlihat tampan itu. Tim Kamera dan Video pernikahan mereka pun sudah di pilihkan oleh Rako yang sangat profesional. Walau acara sederhana, ia ingin maksimal hasilnya.


"Baik, kedua mempelai sudah di sini, sekarang kita mulai ya. Aa udah siap ?" ucap penghulu dengan logat sundanya. Rako pun menghela nafas. Jujur, ia sangat gugup hari ini. Walau bukan yang pertama, tapi Kia lah yang pertama yang menjadi istri yang sangat di cintainya hingga maut memisahkan mereka.


"Siap Pak", jawab Rako yakin.


"Mari Pak Asep dan Aa Rako Hadi Pratama berjabat tangan"..ujar Penghulu mengarahkan. Mereka pun berjabat tangan


"Ananda Rako Hadi Pratama..Saya Nikahkan dan Kawinkan Engkau dengan Ponakan kandung saya yang bernama Saskia Zavendra Binti Handi Zavendra dengan Mas Kawin seperangkat alat Sholat dan Emas Berlian sebesar 50 gram dibayar TUNAI"..Ucap Uwa Asep tegas.


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA SASKIA ZAVENDRA BINTI HANDI ZAVENDRA DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT DI BAYAR TUNAI!!!". Rako menyebutkan dengan satu nafas dan lantang. semua orang di sana mengatakan..


"SAH!!!" jawab semua bersamaan. Shiren, Shania dan Dinda pun meneteskan airmata bahagia.. Kia pun juga meneteskan air mata bahagia. Laki-laki yang selama ini ia cintai menjadi Suami Sah nya secara hukum dan Agama. Mami Elina pun sangat bahagia.


Akhirnya Rako menyematkan cincin berlian di jari manis kanan Kia, Kia pun bergantian memasangkan cincin yang terbuat dari bahan silver untuk Rako. Ya, karena dalam Islam, laki-laki tidak di perbolehkan memakai perhiasaan dari emas.


Mereka pun sudah melakukan foto-foto menunjukan cincin mereka yang dibuat serupa hanya berbeda kadarnya.



Para tamu pun sedang menikmati hidangan yang tersedia. Suami Istri baru itu terlihat sangat bahagia. Mereka duduk di Sofa yang disediakan, dan Rako selalu memandangi Istrinya yang cantik itu.


"Kamu jangan liatin aku terus donk yank!!".ucap Kia malu. Rako pun terkekeh


"Kamu cantik banget Yank. Aku bahagiaa banget hari ini. Terimakasih ya sayank sudah mau menerima aku yang Duda ini. Terimakasih sudah mencintai aku sampai sejauh ini..Terima..."ucapan Rako yang membuat Kia terharu itu terpotong karena Dr. Sam dan Satria menganggunya.


"Woii penganten baru! Mojok aja udah kaya sapu sama pengki!" ujar Satria terkekeh


"Kok sapu sama pengki sih Sat?" tanya Sam.


"Hehee,,emak gw naro sapu sama pengki di pojokan soalnya !" jawab Satria menyengir kuda dan membuat yang lainnya memutar bola mata malas


"Garing banget haha".. ujar Sam.


"Kak Sam dan Kak Satria apa kabar ?" tanya Kia lembut, karena mereka sudah saling mengenal sejak lama.


"Baik donk.. Nyonya Rako semakin cantik ya". ujar Satria yang mendapat tatapan tajam dari Rako.


"Wess seloww Boss". ucap lagi Satria yang membuat mereka terkekeh.


"Ki, gw mau foto sama loe donk". ujar Dinda datang tiba-tiba. Saat Satria menoleh, ia langsung kagum akan kecantikan Dinda.


"Eh ia Din, sini kenalin dulu ini teman-teman nya Suami gw". ucap Kia pada Dinda. Dinda pun menoleh pada kedua laki-laki single itu. Dan mereka berkenalan dengan menyebutkan nama masing-masing. Dinda dan Kia pun berfoto bersama. Dan banyak juga yang bersama kedua pengantin. Saat Dinda mau bergabung bersama Shiren, Satria langsung memanggilnya.


"Eh tunggu.. " panggil Satria pada Dinda. Dinda pun menghentikan langkahnya.


"Iya Kak?". tanya Dinda datar


"Kayaknya kamu gak asing deh.. Hmm.. boleh tau nomor kamu gak?" ujar Satria basa basi dan Dinda pun mengerutkan keningnya, Sedangkan Sam dan Rako terkekeh geli melihat caranya Satria minta nomor Hp Dinda.


"Hmm. gimana yaa?!" ujar dinda melirik keatas seolah-olah berpikir. Satria pun membulatkan matanya. Satria adalah sosok yang juga tampan, tubuhnya yang atletis dan tinggi, kulit kuning langsat dan berusia 27 tahun sama dengan Rako. Ia bekerja sebagai Arsitek yang sudah mendunia. Bahkan ia juga mempunyai sekolah belajar menggambar itu. Rako, Kia dan Sam pun tertawa melihatnya.


"Hahaa.. Sukurin loe Sat.. Garing banget sjh cara kenalannya. nih kaya gw donk". ucap Sam yakin


"Kamu kan temannya Kia, aku minta nomor kamu? Kalau suatu saat terjadi apa-apa sama Rako dan Kia tidak bisa di hubungi, aku bisa hubungi teman dekatnya Kia.". ucap Sam lembut pada Dinda, Dinda pun menahan tawanya karena melihat ekspresi Satria yang cemberut dan memperhatikan mereka.


"Oh boleh., sini hapenya kak." jawab Dinda tersenyum. Sam pun memberikan ponselnya sambil melirik ke arah Satria dan meledeknya dengan senyuman getir. Satria pun membulatkan matanya.


"Sini Kak Satria mau juga? mana ponselnya?" ujar Dinda pada Satria karena dia tidak tega melihat wajah melas Satria. Satria pun langsung kegirangan dan memberikan ponselnya.


"Kalian ini malu-maluin aja. Kalau mau ketemu dia, di kantor gw. Dia sama Kia kerja disana." ucap Rako dan di respon bahagia oleh mereka.


"Wahh kamu kerja disana?" ucap Satria dan Sam berbarengan. Dinda dan Kia pun terkekeh.


"Haduhh Kak Sam sama Kak Sat bersaing secara sehat yaa!" ujar Kia bercanda. Mereka pun menganggukan kepalanya. Dinda pun akhirnya pergi untuk menghampiri yang lainnya di teras,


****

__ADS_1


Acara Akad pun selesai. Waktu sudah pukul 15:00, Kia dan Rako sudah berada di kamar hotel bintang 5 daerah Bandung. Keluarga Kia pun ikut di undang, namun tidak menginap di hotel karena jarak dari rumah mereka pun tidak jauh, hanya 30 menit. Mereka hanya di jemput oleh beberapa mobil yang sudah di siapkan oleh Rako.


Kia yang baru saja selesai mandi dan sudah memakai kaos putih lengan pendek dan celana pendek berwarna pink sepahanya itu membuat Rako ingin melakukannya sebagi pengantin baru, ia memeluk istrinya dari belakang saat sedang memakai pelembab di wajahnya. Kia pun tersentak karena kaget.


"Kamu wangi bangett sih" ujar Rako menciumi aroma rambut dan leher Kia.


"Ih yank gelii". ujar Kia


"Yank kalau sekarang kamu mau gak??" tanya Rako lembut yang masih memeluk istrinya itu.


"Maaf sayank, aku gak bisa".. ujar Kia pelan


"Ya udah gapapa, nanti malam aja ya abis resepsi" tutur Rako pelan dan menciumi pucuk kepala Kia, Kia pun membalikan tubuhnya dan menghadap suaminya yang tampan itu.


"Hmm..maksud aku.. aku gak bisa sekarang yank.Ak.." ucap Kia menatap Rako dan terpotong ucapanya.


"Ya sayank aku ngerti kalau kamu belum siap, besok juga bisa", ujar Rako memotong pembicaraan Kia.


"Yank aku lagi Haid!" ucap Kia pelan dan membuat Rako membulatkan matanya


"Apaaa?????"teriak Rako yang membuat Kia tersenyum menampakan giginya itu.


"Kamu kenapa gak bilang yank!Huft,." ujar Rako sedih, Kia pun menahan tawanya.


"Ini aku bilang sayank", ucap Kia terkekeh.


"Maksud aku kamu kenapa gak bilang kalau Haid kamu tanggal segini, jadi aku kan bisa majuin nikahi kamu nya". ujar Rako pelan


"Ya Allah sayank, jadi kamu nyesal??" ucap Kia tegas, Rako pun langsung memegang kedua bahu istrinya.


"Sangat menyesal!!" ucapnya terjeda. "Sangat menyesal kenapa gak dari dulu aku nikahin kamunya sayank!!" lanjut Rako dan mencium kening istrinya, Kia pun langsung memeluk tubuh kekar Suaminya itu.


"Maaf ya yank, Aku aja bisa sabar nunggu kamu selama 4 tahun. Masa kamu gak bisa sabar nunggu aku 8 hari!" ujar Kia dan membuat Rako melepaskan pelukannya.


"Apa??? 8 hari??" tanya Rako bersuara tinggi, kia pun menganggukan kepalanya dan tersenyum menampakkan giginya.


"Emang kamu udah berapa hari Haid nya?" liih Rako


"Baru tadi pagi". jawab Kia pelan. Dan membuat Rako terduduk lemas di kursi meja rias. Rasanya kia ingin sekali tertawa tebahak-bahak. Kia hanya ingin mengerjai suaminya. Padahal Haid dia pun besok sudah selesai.


"Yang kamu lakukan ke aku itu J A H A T sayaank!" ucap Rako menirukan adegan film cinta. Kia pun akhirnya tertawa.


"Hahaa. kamu apaan sih. Ya udah ah aku mau rebahan, pegel banget badan aku sayank". ujar Kia dan berlalu ke arah ranjang hotel itu. Rako pun menghela nafasnya dan akhirnya mengikuti Kia berbaring di kasur single bed itu.


Kia yang melihat Rako diam, dan memainkan ponselnya pun berinisiatif memeluk suaminya itu.


"Yank, makasih ya.." ucap Kia sambil memeluk pinggang suaminya yang duduk


bersandar di ranjang. Rako pun mengusap lembut kepala Kia dan sesekali memainkan rambut Istrinya itu.


"Yank, jangan mancing aku deh.. Kamu kan lagi gak bisa di pake", ujar Rako karena Kia tidak bisa diam di pelukannya.


"Hahaa sayank, maaf ya.. Ya udah kamu istrihat juga nanti tim make upnya datang abis Maghrib kata Mami." ujar Kia melepas pelukannya


"Huft,, sabar sabar.." gumam Rako yang masih terdengar Kia.


****


°


°


°


°


°


##Yeeee akhirnya SAH ...😍😍.. Siapa yang seneng??? 😆


Ayo pada Kondangan sama Rako dan Kia dengan banyakin Like nya yaa.. 😆

__ADS_1


Besok di Lanjutin lagi ya Gaes.. jangan lupa like, comment dan Vote yaa 💙


Terimakasih Sayaaankk 😘


__ADS_2