
Kia saat ini sedang berada di ruangan Rako. Ia menceritakan semua pada Rako soal Shinta yang pernah mengikuti dia saat lari pagi bersama Dinda. Ia sendiri tidak tahu kalau ternyata Shinta adalah Adik Ipar Rako.
"Kamu serius??". tanya Rako datar menatap kekasihnya itu.
"Iya, aku yakin banget itu dia! Karena waktu dia tertabrak motor, dia itu langsung lari. Tapi pengendara motor bilang ada luka di bagian siku kanan dan dagu Yank. Dan barusan aku lihat dia terdapat luka dibagian itu!! Masa kebetulan bisa pas gitu sih!" .. Ucap Kia menatap Rako yang duduk di sofa tepat disampingnya. Rako pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
"Yank, ada yang mau aku bicarakan juga sama kamu." ucap rako. Ia menghela nafasnya.
"Adik perempuan Lidya ternyata kabur 4 tahun lalu. Dia pergi dari rumah karena orang tuanya ingin menjodohkan juga dengan laki-laki pilihan Papanya. Sama seperti Lidya. Bedanya Adiknya itu menolak keras, hingga dia pergi dari rumah. Bahkan ia sudah menggantikan identitasnya. Tapi kamu tenang aja. Bukan Rako namanya kalau tidak bisa mendapatkan informasi tentang Dia." ujar Rako tersenyum penuh arti.
"Apa?? Apa dia tahu kalau kakaknya masuk penjara ?" tanya khawatir Kia
"Mungkin!!.. Ali sudah tahu siapa dia sayank..Namun dia belum mengatakannya padaku. Aku meminta Ali terus pantau dia, karena aku ingin mengikuti permainan dia dulu!!" ujar Rako tersenyum mengusap kepala Kia lembut.
"Siapa dia Yank?"tanya Kia penasaran
"Nanti kamu juga tahu, karena aku sendiri belum terima datanya dari Ali".. ucap Rako terkekeh. Kia pun memanyunkan bibirnya kesal.
"Wah minta di cium ya.." ujar Rako mendekatkan wajahnya pada Kia. Kia pun sontak menutup wajah Rako dengan satu tangannya.
"Ih...apaan sih!! Ya udah aku kembali kerja dulu yaa." ucap Kia bangun dari duduknya. Rako langsung menarik tangan Kia, hingga dia duduk dipangkuan Rako.
"Rako apaan sih..! lepas gak?!" ucap Kia memberontak dari pelukan Rako di pinggangnya.
"Yank, aku gak suka kamu pakai rok pendek begini". tutur Rako memegang Rok rample Kia yang diatas lutut.
"Ini kan gak terlalu pendek yank, orang persis diatas lutut kok!" ujar Kia mengelak.
"Tetap saja aku gak suka. Aku gak mau kamu jadi perhatian cowok-cowok hidung belang ya!!", ujar Rako cemberut.
"Iya..iyaa.. yaudah lepasin dulu ah!".ucap Kia yang masih berontak.
"Cium dulu". ucap Rako menggoda
" Yank jangan kaya gitu ah, nanti Shiren sama Ali masuk aja, aku yang disangkanya kecentilan. Padahal Bossnya".. tutur Kia kesal
"Hahaa.. kamu boleh kok centil. Tapi sama aku aja!" ujar Rako terkekeh, Kia pun memutar bola matanya malas
"Yank..!" panggil Rako, Kia pun menoleh..Cup
Rako langsung mencium pipi Kia. Wajah Kia merah merona. Rako yang melihatnya terkekeh geli.
"Kamu kok merah sih? seneng banget ya.. sini aku cium lagi." ujar Rako menggoda Kia.
"Apaan sih., udah yank please lepasin aku. Jangan sampai aku keluarkan jurus aku ya!" tutur Kia galak, Rako pun tersenyum.
"Boleh..coba aku mau liat" ., tantang Rako tersenyum. Kia pun ikut tersenyum penuh arti. Tanpa aba-aba Kia langsung menyikut perut Rako.Hingga kedua tangan Rako terlepas dari pinggang Kia. Kia pun langsung herdiri dan berlari menuju arah pintu.
"Aduhh!! Kamu sadis banget sayank". ujar Rako memegang perutnya
"Kan kamu yang nantikan..wekkk" ucap Kia terkekeh dan menjulurkan lidahnya, Rako langsung bangun dari duduknya, namun Kia langsung membuka pintu dengan cepat sambil mengatakan sesuatu yang membuat Rako tersenyum Bahagia.
"Love You Sayank!".. ucp Kia sedikit berteriak dan langsung kabur dari ruangan Rako.
****
"Bang, mau di eksekusi kapan??"tanya Ali yang sudah di ruangan Rako.
"Ini datanya!".. saut lagi Ali memberikan laporan beberapa lembar kertas mengenai data diri Adik ipar Rako.
"Sindy Tamara Nugroho.. Lahir di New York 15 April 1997." gumam Rako melihat berkasnya, Dan dia sungguh terkejut saat melihat pekerjaan dia.
"Apaa??? Dia bekerja di Perusahaan Kita?? Kenapa bisa Perusahaan kita kebobolan menerima karyawan dengan data palsu kaya gini!!" tanya Rako terkejut dan bersuara tinggi
"Bos.. waktu itu Hrd nya masih Pak Vincent, Om nya Mbak Lidya. Al yakin dia yang sudah menerima Sindy alias Shinta.".. ucap Ali menjelaskan. Rako pun diam. Ya, beberapa tahun dulu Om nya Lidya yang bernama Vincent bekerja sebagai Head Hrd. Namun karena korupsi ia di pecat secara tidak hormat oleh Papinya Rako, Pak Ridho Pratama yang saat itu masih menjabat sebagai CEO di Mango Group.
"Al, Kia siang tadi cerita sama Abang, kalau dia di ikuti Sinta kemarin. Tolong kamu pantau terus pergerakan dia." ucap Rako dingin.
"Saya sudah tahu Bos.. Apa Kia cerita kalau Sinta di tabrak motor??"tanya Ali tersenyum penuh arti. Rako pun menatapnya penuh tanya.
"Kamu kok tahu Al??" tanya lagi Rako heran
"Al gitu loh.." ucapnya bangga. Orang yang sudah menabrak Dia itu suruhan Al Bang..hahaa.." ucap lg Ali. Rako pun membulatkan matanya.
"Hebat kamu Al. Terus jagain Kia ya".. saut Rako menepuk bahu Al tersenyum
"Siap Boss, untuk si Cantik sih tanpa Abang suruh, pasti akan selalu kujaga". saut ali tersenyum membayangkan wajah Kia. Rako pun sontak menendang kaki Ali tidak terlalu kencang.
"Auu!! Sakit Bang!!" ujar Ali mengangkat satu kakinya yang ditendang Rako.
"Makanya jangan macem-macem loe sama calon kakak iparmu sendiri?!" jawab Rako santai
"Iyaa..iyaa kan Al cuma mengagumi".. balas Ali yang mendapat tatapan tajam Abangnya itu. Ali pun tersenyum menampakkan giginya.
****
Kia sepulang kantor memutuskan mengikuti Shinta bersama Dinda. Ya, saat ini mereka sedang menaiki sebuah motor matic berjalan membuntuti Shinta yang naik motor bersama Ojek Online. Dinda yang mengendarai motornya, sedangkan Kia terus memantau pergerakan Shinta. Butuh 1 jam perjalanan, Shinta berhenti di salah satu Lapas X. Kia dan Dinda memberhentikan motornya dengan jarak cukup jauh agar Shinta tidak melihatnya.
"Ki, dia ngapaian ke Lapas ini??" tanya Dinda heran. Kia yang sebelumnya sudah tahu ini adalah tempat dimana Lidya ditahan bertanya-tanya dalam hatinya
"Iya gw jg gak tau! Tapi...kata Rako Mbak Lidya di tahan di Lapas X." ucap Kia pelan. Dinda pun membulatkan matanya.
"Apa??Jangan-jangan Shinta orang suruhan Lidya!??" saut Dinda bersuara tinggi. Kia yang belum mengetahui Shinta adik kandung Lidya, memikirkan perkataan Dinda.
"Masa iya sih? hmm.. kita tunggu sampai dia keluar, terus kita tanya ke dalam dia abis nemuin siapa!". ujar Kia. Dinda pun mengiyakannya.
__ADS_1
#Di dalam Lapas#
Sekarang Lidya dan Shinta duduk berhadapan. Lidya yang mengenakan baju tahanan serba biru terlihat semakin kurus.
"Kak, aku gagal mengikuti Kia kemarin". ucap Shinta pelan.
"Dek, Kakak mau kamu ambil foto Rako dengan Dia!! Dan buat gosip kalau Dia lah perusak rumah tangga Kakak!!" ucap Lidya pelan dan datar.
"Aku usahakan Kak",saut Shiren.
"Apa sudah ada yang curiga tentang kamu?!" tanya Lidya bersuara pelan
"Hmm..sejauh ini sih belum, semoga tidak ada." jawab Shinta tersenyum. Lidya pun ikut tersenyum penuh arti. Ya, memang Shinta tidak tahu kalau Rako dan ali sudah mengetahuinya.
Tak sampai 1 jam, Shinta sudah keluar dari Lapas itu. Dia sudah menaiki ojek online nya.. Dinda dan Kia pun masuk ke dalam Lapas X itu. Disana sudah disambut Pak Polisi yang bertugas menjaga disana.
"Permisi Pak.." ucap Kia ramah.
"Iya bisa dibantu Mbak?"..tanya ramah Polisi itu
"Hmm..maaf Pak saya hanya bertanya, perempuan yang barusan keluar itu apakah tadi menemui Mbak Lidya??Soalnya dia itu susah banget di suruh temui Keluarganya!" tanya Kia yang sebenarnya memancing Pak Polisi agar tidak curiga.
"Ohh, yang tadi pakai jaket hitam ya? " tanya Polisi yang mengerti sedang membicarakan Shinta. Karena dia menggunakan jaket hitamnya. Kia pun menganggukan kepalanya.
"Iya Pak bener!". ucap Kia tersenyum
"Memang kamu siapa nya?" tanya Pak Polisi pada Kia. Kia pun jantungnya berdebar kencang.
"Jadi gini loh Pak.. Tahanan atas nama Lidya itu adalah Kakak tertua dia" ucap Dinda menunjuk Kia. " Nah, yang tadi itu adik mereka paling bontot. Adik mereka ini susah sekali di suruh jenguk Kakaknya". saut Dinda mengarang. Kia pun menganggukan kepalanya cepat.
"Oh begitu.. Dari daftar tamu sih dia ketemu Tahanan atas nama Lidya". ucap Polisi itu yang membuat mereka berdua terkejut.
"Apa???" ucap mereka bersamaan . Pak Polisi pun mengerutkan keningnya. Mereka pun tersadar.
"eh..hmm,,mak..maksud kami tidak percaya gitu Pak kalau ternyata dia beneran mau menemui Kakaknya", saut Kia gugup.
"Apa kalian mau mengunjungi juga??" tanya Polisi tegas.
"Eng..enggak Pak, kalau begitu kami permisi ya.. Terima kasih ya Pak.." ucap Dinda, dan Kia pun ikut berpamitan.
Mereka berdua dalam perjalanan pulang ke kontrakan Kia.
"Tuh kan Ki!! Shinta orang suruhan Lidya! loe harus bilang Pak Rako deh Ki." ucap Dinda sambil mengendarai motor yang sedikit berteriak karena dalam perjalanan pulang.
"Iya nanti dirumah gw telpon dia". jawab Kia mendekatkan bibirnya ke samping kepala Dinda yang tertutup Helm.
****
Mereka tengah merebahkan dirinya di ranjang Kia. Kia langsung menghubungi Rako dengan meloudspeaker ponselnya.
tut..tut..tut..
"Waalaikumsalam.. Kamu lagi sibuk gak?" tanya Kia pelan
"Enggak kok, aku baru aja mau telepon kamu, eh kamu udah duluan".. jawab Rako terkekeh.
"Yank, aku tadi sama Dinda buntutin Shinta!! Dan kamu tau gak dia kemana??"ucap Kia heboh.
"Gakk". jawab datar Rako. Kia pun kesal.
"Ih kamu mah, ya udah deh kalau sibuk aku matiin ya teleponya". ucap Kia marah. Rako pun langsung bersuara hingga Kia tidak jadi menutup teleponnya.
"Ehh..,sayank jangan dimatiin dulu.. gitu aja ngambek..Aku kan jujur gak tau dia kemana".. ucap Rako lembut
"Ya harusnya jawabnya jangan sok acuh gitu". ucap Kia kesal. Dinda yang mendengar pembicaraan mereka memutat bola matanya malas. Kia pun menjulurkan lidahnya pada Dinda.
"Ya udah maaf. Memang dia kemana hmm? tanya Rako lembut
"Dia ke Lapas X yank!!" ucap Kia tegas. Rako pun terkejut.
"Serius kamu??" tanya Rako
"Iya, ngapain aku bohong! Ini ada Dinda saksinya." jawab Kia
Rako menghela nafasnya
"Sayank, aku barusan dapat info dari Ali. Ternyata Shinta itu adiknya Lidya yang hilang!". ujar Rako pelan pada Kia. Kia dan Dinda pun kaget bukan main.
"Apa???" ucap mereka teriak bersamaan yang di dengar Rako
"Iyaa.. tapi gak usah teriak gitu juga kali,,Budek deh kuping aku" ujar Rako meledek.
"Maaf yank , aku kaget aja. Berati dia bener" mau mencelakai aku ya". lirih Kia
"Hei sayank, kamu tenang saja, aku pasti akan menjaga kamu. Kamu tahu, orang yang menabrak Shinta adalah orang suruhan Ali. Kamu akan selalu dijaga 24 jam oleh orang suruhanku dan Ali Yank."ucap Rako untuk membuat Kia tenang.
"Jadi itu suruhan Ali?? Aku harus berterimakasih sama dia". ujar Kia lwmbut. Rako pun cemburu.
"Gak usah!! Kamu aja gak berterimakasih sama aku! Ali itu kan aku yang nyuruh juga!". ucap Rako ketus. Kia pun terkekeh
"Oohh ada yang pamrih nih". saut Kia terkekeh
"Bukan pamrih, tapi saling ngerti aja". ujar rako dingin.
"Haha ..Iya deh.,Makasih yah Rako ganteng.." ucap Kia meledek, rako di balik telepon itu pun tersenyum senang
__ADS_1
"Gitu doank??"jawab Rako
"Teruss??" tanya Kia heran
"Besok ke ruanganku ya, aku mau kasih kamu sesuatu!!" ujar Rako lembut
"Jangan aneh-aneh deh!!" ucap Kia datar
"Gak sayank.. besok aku tunggu ya. Kamu istirhat sana jangan tidur malam-malam!". ucap Rako
"Ya udah aku tutup yaa.. Assalamualaikum", ucap kia
"Waalaikumsalam". jawab Rako dan menutup teleponya.
***
Keesokan harinya..
Pagi ini Rako berniat akan memberikan sebuah cincin berlian yang simple namun cantik untuk Kia. Ia memesan cincin itu khusus untuk calon istrinya. Dan sekaligus ingin menceritakan tentang Adik Lidya, Shinta.
Pukul 11:00, Pak Regar yang sudah di infokan oleh Shiren untuk Kia yang antarkan berkasnya sedang menghubungi Kia via ip phone nya.
"Siang Pak Regar bisa di bantu..?." ucap Kia sopan yang sudah menjawab teleponnya
"Siang Kia.. kamu ke ruangan saya yaa.. Tolong kamu antarkan File ini ke Pak Rako." ucap Regar lembut.
"Tumben saya Pak?" tanya Kia lembut
"Iya tadi Bu Shiren yang minta". jawab Regar. Kia pun sudah tahu kalau ini rencana Rako.
"Baiklah Pak, Kia ke ruangan Bapak sekarang." tutur Kia sopan
"Ok ditunggu ya". saut Regar dan menutup teleponnya. Kia pun langsung berjalan ke ruangan Pak Regar. Saat Kia berjalan, mata Shinta yang penuh kebencian itu menatap tajam ke arahnya. Kia pun tak tahu itu.
****
"Ren, kamu suruh Pak Regar aku yang antar ini?" ucap datar Kia yang sudah di lantai tujuh dimana Ceo nya berada, dan mengangkat satu tangannya berisi file.
Shiren langsung tersenyum menampakkan giginya.
"Biasa abang..sana masuk Kakak ipar.". jawab Shiren terkekeh, Kia pun menggelengkan kepalanya Dan langsung masuk dengan sekali ketukan saja.
" Siang Pak Rako.. Ini berkasnya ya". ucap Kia yang disengaja formal. Rako pun tersenyum melihat Kia. Apalagi dengan pakaian Kia yang langsung berubah. Kia memakai celana kerja yang panjang berwarna abu-abu dan kemeja berwarna Navy lengan panjang yang sedikit kebesaran ditubuhnya, namun ada ikt pinggang kecil dan cantik melingkar di pinggangnya.
"kamu cantik banget sayank". tutur Rako tersenyum.
"Hmm bisa aja ". jawab Kia santai. Mereka pun duduk berhadapan hanya terhalang meja.
"Yank ada 2 hal yang mau aku kasih tau ke kamu." ucap Rako serius.
"Apa?" tanya Kia datar
"Pertama.. Shinta alias Shindy Tamara Nugroho adalah Adik kandung Lidya Nugroho!!" tutur Rako datar. Kia pun membulatkan matanya
"Apa???? Kok bisa???" tanya Kia bersuara tinggi
"Bisa lah sayank".. jawab Rako terkekeh
"Ihhh..bukan gitu. Maksud aku kenapa kamu dia bisa bekerja di sini dengan memalsukan data begitu". ujar Kia heran. Rako pun menceritakan pada Kia tentang Om nya Lidya. Lidya pun mengangguk-anggukan kepalanya.
"Terus yang kedua?" tanya Kia. Tanpa menjawab, Rako bangun dari duduknya, lalu ia menghampiri Kia, memiringkan kursi yang di duduki Kia dan berlutut dihadapannya. Sontak Kia pun terkejut.
"Yang kedua"..Ucap Rako sambil mengeluarkan sesuatu di saku celananya
"Kia,,Selama ini aku selalu berdoa agar aku bisa selalu bersama kamu. Mungkim sedikit demi sedikit Doaku sudah di kabulkan oleh Allah. Dan Aku ingin secara pribadi terlebih dahulu melamarmu". ucap Rako lembut. Kia pun berlinang air mata.
"Will You Married Me??" tanya Rako menatap Kia dan mengeluarkan Cincin berlian yang sangat cantik. Kia pun terkejut dengan perlakuan Rako. Air matanya lolos begitu saja.
"Yes I Will". jawab Kia tersenyum dan menangis. Rako pun bahagia mendengarnya, ia memasangkan cincin di jari manis kanan nya. Mereka pun berpelukan.
"Terimakasih Sayank". ucap Rako lembut. Kia tidak menjawab dia masih terharu.
Mereka melepaskan pelukannya. Kia menatap cincin di jemarinya.
"Ini sangat cantik. Pasti mahal".gumam Kia yang masih terdengar Rako
"Sayank, cincin itu sangat pantas berada di jari manis kamu. " tutur Rako lembut. Kia pun menatap Rako..cup.. Kia mencium pipi Rako. Rako pun sangat bahagia dengan sikap Kia yang jarang romantis itu
"Terima Kasih Rako Hadi Pratama". ujar Kia tersenyum
"Sama-sama Saskia Zavendra Pratama". saut Rako tersenyum bahagia.
Dibalik kemesraan mereka, ada sosok gadis yang sudah mengikuti Kia diam-diam. Saat berada di lantai 7, gadis itu tidak dapat mengikuti sampai dalam, karena ada Shiren duduk manis sambil melihat laptopnya di depan ruangan Rako.
"Ah sial!! gw jadi gak bisa ambil foto mereka!!" gumam Shinta.. Ya, gadis itu adalah Shinta. Dengan rasa kecewa, ia memutar balikan tubuhnya untuk kembali lagi ke ruangannya.
****
°
°
°
°
__ADS_1
°
°