Mantanku Istri Keduaku

Mantanku Istri Keduaku
Terungkap


__ADS_3

"Lidya...Lidyaaa!!!"... Teriak Rako memasuki Apartemennya.


"Bang, kok teriak-teriak sih!" saut Shiren yang keluar dari kamarnya karena mendengar abangnya berteriak. Rako pun menoleh pada Shiren.


"Dek, dimana wanita ular itu?!" tanya Rako dingin. Shiren melihat wajah abangnya yang agak lebam langsung menanyakannya.


"Ya ampun Bang, wajah Abang kenapa??" tanya Shiren panik tak menjawab pertanyaan Rako.


"Ini perbuatan dia!! Dek, Lidya menyuruh 2 pria untuk memperkosa Kia!! Dan untng saja Kia bisa bela diri, dan abang pun datang menolongnya!" ujar Rako yang kesal terhadap sikap Lidya. Shiren pun membulatkan matanya.


"Apaa???? Bang, ini tidak bisa di biarkan!! Kita laporkan pada Polisi biar dia membusuk di penjara Bang!!". ujar Shiren emosi


"Satu penjahat sudah tertangkap Dek, dan dia juga sudah memberikan keterangan bahwa ia di suruh oleh Lili alias Lidya!!" . ujar Rako menjelaskan pada Shiren. Tak lama ponsel Rako berdering menandakan panggilan masuk. Ia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


"Hallo Mi".. jawab Rako di ponselnya. Ya, Mami Elina lah yang menghubungi anaknya.


"Rako, kamu apakan Lidya!! Sekarang dia dirumah Mami nangis-nangis!! cepat kamu ke sini!". titah sang Mami pada Rako dengan suara tinggi. Rako pun sangat geram, bisa-bisanya dia memutar balikkan fakta!!


"Ok Mi, aku kesana sekarang!" jawab Rako datar dan menutup telponya sepihak. Ia menghela nafasnya.


"Dek, kirim rekaman Lidya 1 tahun lalu! Abang sudah tidak bisa menutupi semua dari Mami!". ujar Rako datar pada shiren.


"Baik Bang, aku kirim sekarang". jawab Shiren sambil mengirim rekaman Lidya satu tahun lalu yang pernah ia dengar di salah satu Restorant mewah.


#Flashback On#


Di sebuah Restorant Mewah, Lidya sedang berbincang dengan seorang laki-laki yang sepertinya lebih muda darinya. Shiren yang kebetulan sedang di Indonesia, sedang makan bersama tiga orang teman perempuannya. Ia melihat Istri dari Abang sepupunya makan berdua dengan laki-laki lain. Ia pun meminta teman-temannya untuk pindah meja tepat di belakang Lidya. Mereka berposisi saling membelakangi. Lidya yang sudah lama tidak bertemu dengan Shiren, tidak menyadari adanya dirinya. Karena Shiren pun selalu mengubah-ubah warna rambut dan gayanya.


"Sampai kapan sih Lid kamu bertahan sama dia! Jelas-jelas dia tidak mencintai kamu!!" ujar pria itu, dan Shiren pun inisiatif merekam percakapan mereka dengan ponsel mahalnya.


"Ya aku tau, dan aku tidak perduli." jawabnya acuh


"Apa kamu tidak mencintai nya juga?" tanya pria itu


"Awalnya aku sangat tergila-gila padanya, aku ingin memilikinya. Bahkan aku juga yang membuat Rako dan pacarnya itu berpisah, sampai Mami pun membencinya!! Tapi setelah tahu kekayaan yang di miliki Suamiku dan keluarganya membuatku lebih mencintai hartanya Lang..haha".. ucap Lidya tertawa. Ya, yang sedang berbincang dengan Lidya adalah Elang. Dokter sekaligus sepupu dari Lidya.


"Lidya, kamu gila ya! Kamu bertahan hanya karena harta!?? bahkan suami kamu tidak pernah menyentuhmu!" ujar Elang menggelengkan kepalanya.


"Kalau itu aku bisa dapatkan dari Rio! Dia sangat mencintai aku. Aku membutuhkannya juga untuk membantuku menjalankan rencanaku ini!".. jawab Lidya tegas. Rio adalah teman kampus Lidya yang dari dulu hingga sekarang mencintainya. Dan Lidya hanya memanfaatkannya saja. Mereka sering melakukan hubungan suami istri. Lidya yang tidak mendapatkan Hak sebagai istri di ranjang oleh Rako, selalu di puaskan oleh Rio. Dan dialah juga yang membuat Lidya sudah tidak per***n untuk pertama kalinya.


"Terserah kamu sajalah. Rahim kamu pun juga ada masalah Lidya, kamu lama-lama bisa di ceraikan oleh dia karena tidak bisa punya keturunan!". ujar Elang datar.


"Aku akan menyuruh dia menikahi mantannya itu. Karena aku sudah selidiki, dia belum menikah sampai sekarang, bahkan belum punya pacar!". ucapnya tersenyum getir.


"Apa kamu gila ?? Yang ada Kamulah yang dicampakkan nantinya setela dia menikahi wanita yang dicintainya!". ujar Elang menasehati dengan suara tinggi. Shiren pun membulatkan matanya.


"Tenang saja, aku sudah bicara pada Mami. Jadi, saat dia hamil dan melahirkan anak Rako, aku akan mengambil anaknya. Dan mengancam akan membunuhnya jika dia tidak pergi dari kehidupan Rako dan Mami pun mendukungku!".. ucap Lidya tegas.


"Rako tidak akan membiarkan itu terjadi Lidya!!" ujar Elang.


"Mami di pihakku Lang! Dia sudah sangat membenci wanita itu!! Aku sudah mengarang cerita bahwa wanita itu hanya mengincar harta Rako, dan bodohnya wanita tua itu percaya,haha".. ucapnya tertawa.


"Kau ini!! Terserahlah!!". jawab Elang malas.


Shiren pun mematikan rekamannya dan mengajak teman-temannya untuk keluar dari Restorant itu. Dia langsung menelpon sang Kakak yaitu Ali dan di kirimnya rekaman itu pada Ali. Ia belum bertemu Rako saat itu, karena besok ia harus kembali lagi ke Sidney. Rako di beritahu Ali tentang rekaman itu sangat terkejut. Dan ia sungguh tidak menyangka semua sudah diatur oleh Lidya. Dia pun tidak menyimpan Rekaman itu, karena ia takut saat tertidur, Lidya mengetahuinya. Maka dari itu, rekaman itu hanya ada di ponsel Shiren dan Ali.


#Flashback Off#


"Sudah bang", ucap Shiren yang sudah mengirim rekaman itu.


"Oke. Abang ke rumah Mami dulu ya dan kamu ayo ikut". ajaknya pada Shiren.


"Siapp Bang, aku ganti baju dulu sebentar". ucapnya dan langsung masuk kamar.


****


Sesampainya di pekarangan rumah yang sangat megah, Rako dan Shiren turun dari mobilnya. Rako berjalan cepat karena sudah tidak tahan dengan sikap Lidya.


Rako dan Shiren pun langsung masuk ke dalam rumahnya, dan di ruang tamu sudah ada Papi, Mami dan Lidya yang nampak masih menangis. Rako melihatnya tersenyum getir.


"Mi.. Pi.." ucap Shiren sembari memberikan pelukan pada Mami Papinya. Mereka pun membalasnya. Rako langsung duduk di sofa tanpa memberi salam pada orang tuanya. Ia berhadapan dengan Lidya yang terhalang meja. Shiren duduk di sebelah Mami nya, dan Papinya duduk berhadapan dengan Mami dan Shiren.


Rako menatap tajam Lidya yang tengah menangis seolah-olah dialah yang tersakiti.

__ADS_1


"Rako, kalian ada apa sebenarnya??" tanya Papi nya tegas pada Rako.


"Tidak ada apa-apa kok Pi. " jawabnya datar dan masih menatap tajam Lidya yang menunduk.


"Tidak ada apa-apa bagaimana Rako?? Istrimu bilang kamu selingkuh dengan Mantan kamu yang tidak beres itu!!"ucap mami emosi. rako pun menatap Maminya.


"Kia namanya Mi. Loh bukannya mami sudah tahu kalau aku akan menikahi Kia untuk jadi Istri Keduaku?hmm???" tanya Rako tersenyum getir pada Maminya. Mereka pun semua kecuali shiren sangat terkejut.


"Jangan sembarangan kamu Rako!! Papi tidak mau kamu punya dua istri!!" saut Papinya bersuara tinggi.


"Kalau gitu, Kia saja yang jadi menantu kalian!! dan aku akan ceraikan Lidya!!" jawab Rako santai.


"Enggak!! mami gak mau punya menantu yang mengincar hartanya saja!!!" ujar Mami berteriak.


"Ohh gitu ya Mi. kalau gitu cocok. Lidya memang harus aku tinggalkan!!" jawab Rako tersenyum penuh arti. Lidya pun menatap Rako.


"Aku mengizinkan kamu menikah lagi Mas, tapi jangan tinggalkan aku!" ujar Lidya menangis


"Rako, kamu Mantan mu itu wanita murahan, bisa-bisanya dia menganggu suami orang!!".. ujar Papinya tegas. Rako sangat marah Kia di bilang seperti itu. Jelas-jelas wanita murahannya adalah Lidya!


"Jaga bicara Papi!! Mami dan Lidya pun sudah merencanakan kalau Kia harus menikah denganku Pi!! Iya kan Mi??" ucap Rako bersuara tinggi. Mami pun membulatkan matanya.


"Ma..mana mungkin Mami begitu". jawabnya mengelak


"Apa betul yang dikatakan Rako Mi??!!" tanya Papi dingin dan menatap tajam istrinya itu.


"Ma..ma..mami tidak tahu apa-apa Pi!!" jawabnya pelan.


"Sudah..sudah, kalian dengarkan saja ini. Dan kalian bisa nilai, mana perempuan yang tidak beres, yang murahan, dan yang mengincar hartanya saja??" ujar Rako dingin. Lidya pun nampak bingung.


Rako pun mulai memutar rekamannya dengan volume tinggi. Mereka semua mendengarkan rekaman itu dengan seksama, dan sungguh terkejut Mami Papinya Rako. Ia tidak menyangka Lidya sejahat itu!! Lidya pun membulatkan matanya. Jantungnya langsung berdetak kencang, tubuhnya menjadi lemas. Mami langsung berdiri menghampiri Lidya.


plak!!


"Kurang ajar kamu Lidya!!! Saya sungguh tidak menyangka kamu sejahat itu!!" teriak Mami dan menampar pipi Lidya. Rako pun hanya menyaksikan drama itu dan tersenyum penuh kemenengan.


plak!!


"Mi, ini semua tidak benar, ini fitnah Mi..hiks..hikss" ucap Lidya menangis dan berbohong.


"Wah Mbak Lidya ini pandai sekali beracting yaa.. Aku punya buktinya kalau ini tidak fitnah!!" ucap Shiren yang memperlihatkan cctv saat di Restorant setahun lalu. Ya, ia sudah mempersiapkan semuanya. Tentu saja itu Ali lah yang meminta Cctv di Restorant itu. Lidya pun bungkam, ia sungguh tidak menyangka semua jadi begini.


"Sialan!! kenapa anak ini punya rekaman itu!! awas kau Shiren!!!" batin Lidya menatap tajam Shiren


plak!!


Satu tamparan lagi mengenai wajah Lidya, dan itu Papi lah yang menamparnya. Rako dan lainnya sangat terkejut.


"Mulai detik ini, kau bukan Menantuku!!!" ucap Papi nya lantang dan menunjuk Lidya.


"Maafkan aku Pi, aku bisa jelaskan semuanya, ini tidak seperti yang kalian dengar..hiks..hikss.." ucap Lidya berlutut di kaki Papinya.


"Cukup Lidya!!! Bahkan kamu menyuruh orang untuk memperkosa Kia kan??!!" Ucap Rako emosi bersuara tinggi. Papi dan Maminya sungguh terkejut.


"Apa??? Dasar wanita murahan!!! wanita tidak berpendidikan kau ini?!!Saya menyesal sudah menikahkan kamu dengan anak saya!!!" teriak Mami pada Lidya. Lidya pun hanya menangis.


"Rako, maafkan Mami, mami sungguh menyesal.,hiks.." lirih Mami pada Rako dan menangis.


"Kia wanita yang sangat baik Mi. Dia juga terhormat. Hanya karena dia miskin, Mami dan Papi berpikiran buruk tentangnya!" .ujar Rako dingin. Papi Maminya pun diam.


"Mi, aku sudah pernah bertemu dengan Kak Kia. Dia sangat baik Mi. Awal bertemu bahkan dia tidak mengenalku sebagai adik Sepupu Abang. Tapi dia tulus Mi.". saut Shiren mengatakan sejujurnya.


"Dan Lidya pun pernah di tolongnya. Padahal dia tidak tahu siapa Lidya! Tapi dengan keji nya dia mau mencelakai Kia!!" Ujar Rako dan menatap tajam Lidya yang bersimpuh di lantai sambil menangis.


"Mas, maafkan aku. Tolong jangan ceraikan aku..hiks..hiks.. aku rela kamu menikahi Kia. Aku pun tak apa kalau kamu selalu bersama dia. Tapi jangan ceraikan aku Mas.." lirih Lidya yang tetap tidak ingin diceraikan.


"Wah ..wah,, masih nekat juga kamu merebut hartaku yaa..hmm??? Berapa yang kamu iginkan lidya!?? Aku akan memberikannya. Asal kau tetap aku CERAIKAN!!!" ucap Rako penuh penekanan.


"Mami juga tidak rela punya menantu licik seperti kamu!!!" ucap Mami Lantang.


Tak lama, beberapa orang berseragam Polisi datang ke rumah utama Rako.


"Permisi Tuan..Nyonya.. di depan ada Polisi mencari Nyonya Lidya.." ucap Asih salah satu Asisten rumah tangga.

__ADS_1


"Baik Bi.. terimakasih." saut Rako datar. Lidya pun nampak panik..


"Enggak, aku gak salah..!!! Mas aku mohon aku gak salah!!! Mami juga terlibat Mas??".. teriak Lidya yang ketakutan saat lengannya di tarik oleh Rako.


"Sembarangan kamu!! Saya tidak tahu apa-apa mengenai perkosaan Kia ya!! Dan jangan panggil saya Mami!!" ucap Mami bersuara tinggi


"Ayo, jelaskan di kantor Polisi saja Lidya!!". ucap Rako tersenyum getir pada Lidya


Saat berada di hadapan empat orang Polisi, Rako menyerahkan Lidya.


"Ini Pak tersangkanya. Ada satu lagi premannya yang belum tertangkap!". ucap Rako dingin menyerahkan Lidya pada Polisi. Polisi pun dengan sigap memborgol kedua tangan Lidya di depan. Lidya hanya menangis.


"Mas.. kamu tegaa Mas!!! Aku melakukan ini karena aku cinta kamu!?" teriak Lidya pada Rako. Rako hanya tersenyum getir.


"Kau tinggal tunggu surat Gugatan Cerai dariku ya Baby.." ujar Rako yang tersenyum penuh arti.


"Awas kamu Mas, aku akan balas semuanya!!!". ucap Lidya penuh penekanan.


"Pak, dengar tuh, dia sudah mengancam saya, saya takut Pak." ujar Rako yang meragakan gaya ketakutan dibuat-buat. Lidya pun menahan amarah dan hanya diam


"Bu Lidya, saya harap Ibu tidak menambah kasus Ibu!!" titah Pak Polisi pada Lidya. Rako pun tersenyum menyunggingkan bibirnya pada Lidya.


"Maaf Pak, mengenai satu tersangka lagi, kami dalam proses pencarian. Jika sudah tertangkap, kami akan menghubungi Bapak Rako." ucap Pak Polisi tegas dan ramah.


"Baik Pak, saya serahkan semua sama Pak Polisi". saut Rako tersenyum.


Akhirnya Lidya pun di bawa ke Kantor Polisi untuk dimintai keterangan. Dan tentunya ia juga sudah menjadi tersangka.


Rako dan lainnya kembali ke dalam. Saat ini mereka berada di belakang rumah yang terdapat kolam renang dengan cuaca malam yang dingin.


"Rako, maafkan Mami..Mami sudah memaksa kamu menikahi perempuan seperti Lidya. Ternyata selama ini kamu tidak bahagia!" lirih Mami meneteskan air mata


"Sudahlah Mi, aku tenang semua terungkap. Dan apakah Mami merestui hubunganku dengan Kia?" tanya Rako lembut dan memeluk Maminya.


"Papi merestuinya Nak.." saut Papi yang dari tadi menyaksikan anak dan Ibu itu.


"Mami ingin bertemu dengannya boleh?" tanya Mami melepaskan pelukannya.


"Boleh, tapi Mami janji, jangan sakiti Kia. Dia sudah cukup menderita selama ini Mi karena ulah Lidya!!". jawab Rako datar.


"Iya Nak.. Mami ingin bertemu dengannya." ucap Mami lembut.


"Datang saja besok ke kantor ku Mi. Dia bekerja di sana sebagai Receptionist." ucap Rako tersenyum. Orang tua Rako pun terkejut.


"Apa?? dia kerja di Perusahaan kita Nak??" tanya papi


"Iya Pi, sudah hampir 1 tahun. Itupun sudah di rencanakan Lidya. aku saja tidak tahu dia bekerja disana. Lidya lah yang mempertemukan kami." ucap Rako


"Ada sisi baiknya juga itu orang. Paling tidak gara-gara dia kalian bersatu lagi kan?". ucap mami menggoda. Rako pun sangat senang


"Terimakasih Mi..Pi.." ucap Rako bahagia mencium pipi Maminya.


****


°


°


°


°


°


##**Siapa yang seneng Lidya di penjara??😁..


Insyaallah ini belum mau Tamat Kok, cuma aku buat Real nya aja dulu, kejahatan itu memang harus di tindak lanjuti.


Terus pantau aja yaa gimana kelanjutannya.. Yang pasti makin seru dan aku tidak suka yang berbelit-belit.. So,, tenang Gaessss... kalau baca novelku pasti tidak kesal sendiri deh..hahaa 😂


Jangan lupa tinggalkan jejak yaa.. 😉


Makasihhh Sayaaaankk😙**

__ADS_1


__ADS_2